Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
ULANG TAHUN


__ADS_3

Heri lebih terkejut melihat kedatangan Kasih disini


"Andi...Kamu membawa wanita ini"


"Pah.. Dia punya nama, namanya Kasih"


"Ya siapapun lah" Pak Herman langsung menyahuti


"Sudah.. jangan ribut sekarang, Andi cepat kemari, acara sebentar lagi di mulai, hanya tinggal menunggu Tini dan Sam datang"


"Memang sudah santunan anak yatim Om" lalu Bu Heni menjawab,


"Sudah Andi, tadi sebelum Maghrib Kita santunan sebentar, dan sekarang Kita akan lakukan acara Kamu tiup lilin dan potong Kue, Kasih.. Kamu cantik sekali"


"Iya Bu.. terimakasih, Ibu apa kabarnya?" Kasih menyapa Bu Heni dengan lembut


"Alhamdulillah Ibu Baik sehat, Kamu sekarang tinggal dimana?"


"Aku tinggal di rumah Mas Makmun dan Mbak Lia"


"Kamu jadi Asisten Rumah tangga lagi" tiba-tiba pak Herman menyahuti obrolan Bu Heni dan Kasih


"Iya Pak.."


"Oh pantas.. selain jadi Asisten Rumah tangga memangnya apa yang Kamu bisa" sahut Pak Heri, Kasih tak menyangka jika Pak Heri akan berkata seperti itu


"Pah, Tante Om tolong, ini acara Aku kan, Aku boleh mengundang siapapun kan, jadi tolong hormati tamu spesial Aku" Andi berbicara tegas pada semuanya.


tiba-tiba terdengar suara mobil Sam datang, Bu Heni tersenyum sumringah dengan kedatangan putrinya


"Tini..." Bu Heni langsung memeluk sang Anak


"Mamah.. apa kabar?"


"Mamah baik.. sehat, kalau Kamu bagaimana, Kamu bahagia kan tinggal di Rumah Sam" Sam terdiam menatap wajah Tini, lalu Tini menjawab,


"Aku bahagia.. oh ya, Andi, selamat ya.. ini kado untuk Kamu" Andi tersenyum mendapatkan kado dari sepupunya


"Terimakasih Tini"


Namun Sam meminta maaf tak sempat membeli kado karena hari ini Ia harus bulak balik Jakarta hingga 2 kali


"Bulak balik, memangnya ada urusan apa?" tanya Andi


"Soal kontrak kerja dengan Bu Anita" Tini langsung menoleh ke arah Sam saat Sam menyebut nama Anita


"Kenapa dengan kontraknya" tanya Tini yang sedang penasaran


"Sudahlah Aku capek harus membahas pekerjaan, hey.. Kasih.. Kamu hadir juga disini?"


"Iya Sam.. Andi yang mengajak Aku"


Karena semua sudah hadir disini, maka acara akan segera di mulai.


Saat ini Asri tengah berlatih berjalan lagi, kali ini Dia benar-benar bisa berjalan namun masih dengan perlahan


"Bagus... Kamu berhasil Asri, semoga besok lebih lancar lagi ya"


"Ya Chan... Aku tidak menyangka akan secepat ini bisa berjalan ya walaupun masih harus pelan-pelan"


"Gak apa-apa.. namanya juga belajar, tidak ada yang instan Sayang"


Asri bengong mendengar kata sayang dari mulut Chandra, begitu pun Chandra Ia tak sadar telah mengatakan kata itu


"Maaf.. Aku tidak sengaja, Aku lupa dengan siapa Aku bicara"


Asri hanya tersenyum, Sebenarnya cinta di antar Mereka masih ada, hanya saja status dan keadaan yang memisahkan Mereka


"Aku hanya ingin bilang terimakasih pada Kamu Chan.. karena Aku akui selama ini yang selalu menolong Aku selalu Kamu, berkali-kali Kamu menolong Aku, bahkan nyawa Kamu yang jadi taruhannya"


"Asri.. Aku akan selalu bantu Kamu di saat susah maupun senang, meski Aku milik orang lain, tapi tolong jangan anggap Aku orang lain dalam hidup Kamu"


Asri menatap mata Chandra dengan sangat dalam, lalu Chandra menggenggam tangan Asri dengan erat

__ADS_1


"Kalau saja waktu bisa di putar kembali, Aku ingin cepat dinikahi Kamu waktu itu chan.."


Chandra dan Asri kini saling memandang dengan tatapan sangat dalam, sepertinya Asri tidak sadar dengan apa yang Ia katakan


"Asri...Aku masih sangat mencintai Kamu" Asri pun menangis mendengar kata itu untuk kesekian kalinya


"Tapi takdir tidak memihak pada Kita, Kamu harus mengerti itu Chan"


Chandra melepaskan genggaman tangannya, lalu Ia mengeluarkan beberapa lembar uang, dan memberikannya pada Asri


"Ini apa Chan..?" Asri tak mengerti mengapa Chandra memberikan uang kepadanya


"Ini uang hasil kerja Kamu, 3 hari ini kan Kamu membantu Aku, jadi ini bayaran untuk Kamu"


"Tapi ini terlalu banyak Chan..?"


"Tidak.. Kamu pakailah uang ini, untuk membantu Tante Anita, ya biarpun sedikit tapi semoga bermanfaat ya"


Asri kini menagis lagi, Chandra langsung mendekati wajah Asri dan mengusap air mata itu dengan lembut


"Stop menangis... kenapa Kamu selalu menangis Aku tidak ingin melihat Kamu menangis"


"Maafkan Aku.. Kamu terlalu baik untuk Aku Chan.. bagaimana Aku membalas semuanya"


"Hey.. dengarkan Aku.. Kamu ingin membalas semua ini, cukup hanya dengan Kamu tersenyum setiap hari, itu sudah lebih dari cukup untuk Aku"


Tak tertahan menahan tangis, Asri langsung memeluk Chandra dan mengucapkan terimakasih untuk kesekian kalinya


"Terimakasih..."


Chandra hanya tersenyum mendengar suara Asri Dia pun memeluk Asri dengan erat


"Sudah.. Aku harus pulang, ini sudah hampir jam 8"


"Baik, Kamu hati-hati ya, terimakasih untuk semuanya" Chandra tertawa kecil mendengar ucapan terimakasih dari Asri


"Kamu tuh ya, berapa Kali berkata terimakasih pada Aku, kalau lomba mungkin sudah dapat hadiah"


"Aku juga mencintai Kamu Chan.." ucap Asri dalam hatinya.


Acara dimulai semua orang bernyanyi selamat ulang tahun untuk Andi, dan saat pemotong kue, Andi memberikan kue pertamanya untuk Papahnya


"Papah.. ini untuk Papah, Aku selalu berdoa semoga Allah melunakkan hati Papah untuk bisa menerima Aku dan Kasih" Pak Heri terdiam lalu menerima kue dari Andi


"Andi.. semoga Kamu selalu sukses dan mendapatkan keberuntungan selalu"


Andi pun menyuapi Papahnya dengan penuh rasa cinta, semua bertepuk tangan memberikan selamat, lalu potongan kue yang kedua Andi berikan untuk Bu Heni


"Andi ini untuk Tante.. terimakasih ya"


"Ya Tante, semenjak Mamah sudah tidak ada Aku selalu menganggap Tante sebagai Mamah Aku"


Bu Heni merasa terharu atas ucapan Andi, Ia pun memeluk Andi dengan penuh cinta, lalu potongan kue yang ketiga Andi berikan kepada Kasih, pujaan hatinya.. semua hanya terdiam melihat hal itu, Pak Heri pun tak dapat berkata karena Ia menghargai acara ini, Pak Heri tidak ingin ada keributan jadi Ia membiarkan Andi memberikan kue tersebut


"Andi.. terimakasih Aku mencintai Kamu" mata Pak heri terbelalak lebar, mendengar kata cinta dari mulut Kasih


"Ya Kasih Aku juga sangat mencintai Kamu" lalu di momen ini lah Kasih memberikan kado yang sudah Ia siapkan untuk Andi


"Andi.. Aku bawakan kado untuk Kamu, ini Aku beli hasil dari uang Aku sendiri" Andi tersenyum lalu menerima kado dari Kasih


"Aku buka ya.." Kasih menganggukkan kepalanya.


Andi sungguh menghargai pemberian Kasih


"Ini sangat bagus, ukurannya pas.. terimakasih ya.. Aku suka" lalu Pak Herman menyahuti


"Hanya sepatu biasa Andi, tidak ada yang istimewa" ucap Pak Herman dengan nada mengejek


"Om.. berapapun harganya, tapi ini sangat berarti untuk Aku"


tiba-tiba Sam ikut bicara


"Aku heran.. Andi dan Pak Heri punya sifat yang berbeda, Andi baik, menghargai pemberian dari orang, tapi Om Heri tidak sependapat dengan Andi, kenapa Om.. apa karena Kasih ini beda kasta dengan Kalian" Pak Herman mulai memperlihatkan wajah marahnya lalu Ia menjawab ucapan Sam

__ADS_1


"Sam... Saya pikir Kamu tidak berhak bicara seperti itu, Kamu tidak menghargai Om Heri hah..?"


Sam tertawa sinis lalu Bu Heni berusaha menenangkan suasana yang mulai panas.


Bu heni berkata,


"Kalian kenapa sih.. Kita satu keluarga, tolong dong hargai yang punya acara, Sam sudah ya, Kamu lebih baik ikut menyimak saja di acara ini, dan Papah.. tolong kontrol emosi Papah, Andi nanti tidak akan nyaman"


Sam mengerti dengan apa yang di maksud Ibu mertuanya, jadi Ia lebih baik diam dan menonton saja.


Setelah acara potong kue, lalu di lanjutkan dengan acara makan bersama, semua berkumpul di meja makan, dan hidangan sudah siap


"Wah.. ini semua Mamah yang masak ya" ucap Tini dengan hati yang gembira


"Ya sayang.. Mamah seharian tak ada yang membantu loh" lalu Kasih menyahuti ucapan Bu Heni


"Kenapa tidak memberitahu Aku Bu..Aku bisa bantu semua ini"


"Sudahlah Kita lebih baik makan sekarang" jawab ketus Pak Heri terhadap semuanya.


Dan Mereka pun makan bersama tanpa ada yang bicara, suasana pun menjadi hening hanya suara sendok dan garpu yang terdengar, lalu Pak Herman berbasa-basi membahas soal kontrak kerjasama


"Sam.. kalau perusahaan tempat Kamu bekerja, bisa kerjasama dengan Retro Papah yakin Kita akan jadi team yang hebat, dan kedua perusahaan akan semakin maju" namun dalam hati Sam mengatakan,


"Bahkan jika Aku bisa memilih, Aku tidak ingin berurusan lagi dengan Kamu Herman"


Sam tak menjawab ucapan Herman lalu Tini menyenggol lengan Sam dan matanya melirik ke arah Papahnya tanda isyarat untuk Sam harus menjawab ucapan Pak Herman


"Ya Pah.. Kita lihat nanti saja, semoga kedepannya Retro tidak mengalami kegagalan atau kebangkrutan" semua menatap Sam saat Sam mengucapkan hal itu, Pak Herman mulai emosi lalu Ia menjawab,


"Maksud Kamu apa Sam.. Kamu mendoakan Retro bangkrut"


"Tidak Pah.. Aku kan hanya bicara semoga saja, bukankah itu ucapan yang sopan"


lagi-lagi Sam Dan Herman berdebat tentang hal yang tidak penting


"Sam.. Kamu kenapa sih.. ketus banget menjawab ucapan Papah" Tini mencoba menegur Sam


"Oh.. Aku ketus ya, kalau begitu Aku minta maaf, baik.. lanjutkan lagi makanya, Aku masih lapar" Andi hanya tersenyum melihat sikap Sam seperti itu, lalu Andi yang kini memulai obrolan


"Pah.. setelah makan bersama Aku ingin bicara penting dengan Papah"


"Bicara apa Andi..?"


"Nanti saja setelah makan"


Semua orang penasaran dengan apa yang ingin disampaikan Andi, termasuk Sam dalam hatinya bertanya apakah Dia akan melamar Kasih.


Setelah selesai makan bersama kini waktunya Andi mengatakan hal yang ingin disampaikan pada semua orang


"Baik.. Kita sudah selesai makan, perut Kita sudah kenyang, dan pikiran pun pasti sudah fresh"


"Andi cepat Kamu ingin katakan apa, setelah ini Papah ingin memperkenalkan Kamu dengan seseorang" Andi bingung siapa orang yang ingin di kenalkan kepadanya.


Lalu tiba-tiba datanglah seorang wanita yang anggun cantik tinggi seperti seorang model, Ia berjalan menghampiri Pak Herman sambil tersenyum


"Om.. selamat malam"


"Hey Lisa Kamu sendiri Mami Kamu gak ikut"


"Maaf Om, Mami sedang sibuk, jadi Aku sendiri di kawal dua bodyguard"


"Selamat datang di acara Anak Om, Andi ini adalah Lisa Putri Ibu Wijayanti, Dialah orang yang ingin Papah kenalkan dengan Kamu"


Kasih dan Andi terdiam merasa kaget


"Hay Andi, Aku Lisa"


Lisa memperkenalkan dirinya kepada Andi, Andi masih diam belum menerima perkenalan itu, Ia melirik wajah Kasih yang kini terlihat bersedih


"Aku Andi.."


Andi menerima jabat tangan Lisa, lalu Andi langsung bicara pada Papahnya mengenai niatnya membawa Kasih.

__ADS_1


__ADS_2