
Bu Anita masih terdiam belum menjawab, Sam terus memohon agar dirinya bisa bertemu Asri walau sebentar
"Tante Aku mohon sekali ini Tante Aku ingin bertemu Asri Aku tidak akan meminta lagi sampai Aku tepati janji Ku Baru Aku akan kesini untuk Asri"
Bu Anita memalingkan wajahnya Dia merasa tak tega dengan permintaan Sam, akhirnya Bu Anita membolehkan Sam bertemu Asri untuk kali ini saja, Sam pun begitu senang Dia pun menunggu Asri di ruang tamu, sedangkan Bu Anita sedang memanggil Asri di dalam kamarnya
"Asri... bisa Kita bicara sebentar Nak" Asri mendengar suara Ibunya yang meminta untuk berbicara lalu Asri keluar dari kamar
"Mamah mau bicara apa lagi, Aku kan sudah mengiakan permintaan Mamah" ucap Asri dengan wajah memelas
"Sam ada di depan, Dia ingin bertemu Kamu, dan Mamah mengizinkan hanya untuk kali ini" Asri pun terkejut senang mendengar Sam ada disini dan Ibunya membolehkannya bertemu
"Sam ada disini, beneran Mah Aku boleh bertemu Sam" sebenarnya melihat wajah Anaknya senang seperti ini hati Bu Anita pun ikut senang namun ini masalah yang rumit tidak semudah membalikkan tangan
"Ya... tapi... hanya sebentar Mamah kasih waktu kalian 15 menit untuk bicara" Asri langsung menggenggam tangan Bu Anita lalu mengatakan terimakasih kemudian Asri mencium pipi Bu Anita lalu berlari ke depan dengan rasa senang.
Tak lama Asri muncul lalu Asri dan Sam saling berpandangan kemudian Sam mendekati Asri begitu juga Asri mendekati Sam, saking senang dan rindunya Sam kepada Asri Dia langsung memeluk Asri dengan sangat erat
"Aku mencintai Kamu, Aku tidak ingin kehilangan Kamu, maafkan Aku yang sudah membuat hubungan Kita seperti ini Asri" ucap Sam dengan begitu lembutnya terhadap Asri
"Aku juga cinta Kamu Sam, Aku gak bisa jauh dari Kamu, maafkan Aku karena Mamah sudah membuang kartu di ponsel Aku, sehingga Kita sulit berkomunikasi" Sam memegang pipi Asri sambil menatap Asri
"Aku datang kesini untuk kasih tahu Kamu kalau Aku harus pulang ke Cirebon, Ibu Aku sakit jantungnya kumat, Aku harus kesana Asri melihat keadaan Ibu" Asri terkejut mendengar kabar itu dari Sam
"Ibu Kamu sakit Sam, jadi kemungkinan Kamu lama di Cirebon?" tanya Asri dengan wajah bersedih
"Aku gak tahu lama atau tidak disana, tapi yang pasti Aku akan kembali lagi kesini, lagi pula Aku sudah ajukan gugatan cerai pasti surat sidangnya akan segera di beritahu oleh orang pengadilan, Aku mohon Kamu sabar ya tunggu Aku..." Sam berkata dengan terus memegangi wajah Asri
"Aku akan selalu tunggu Kamu, tapi Kamu harus tepati janji Kamu, Aku gak akan masalah terpisah sementara" Sam pun tersenyum senang lalu Dia berkata,
"Kalau saja Tante Anita tak mempermasalahkan hubungan Kita Aku ingin ajak Kamu bertemu dengan Ibu, tapi semuanya malah seperti ini"
"Kamu jangan sedih, Aku masih bisa curi-curi waktu untuk bertemu Kamu, ada Juvi ada Lia dan Chandra yang masih bisa bantu Kita untuk bertemu, Kamu jangan khawatir" Sam pun tertawa kecil mendengar apa yang di ucapkan Asri
"Aku rindu sekali sama Kamu... Oh ya Aku harus berangkat sekarang" kini wajah Asri menjadi bersedih Sam pun memegang dagu Asri lalu mengatakan,
"Jangan sedih dong, Aku mau Kamu selalu senang dan bahagia, Kamu harus janji selama Aku di Cirebon Kamu harus selalu tersenyum dan jangan menangis terus" Sam berbicara dengan tersenyum hangat terhadap Asri, lalu kemudian Sam mencium kening Asri sambil berkata,
"Aku akan sangat merindukan Kamu, Aku cinta Kamu sayang, tunggu Aku kembali ya" Asri hanya tersenyum namun raut wajah Asri tak dapat dibohongi jika hatinya sangatlah bersedih kemudian Sam berpamitan setelah itu Sam pergi dengan perlahan sambil terus memegang tangan Asri lalu terlepas dengan perlahan, Asri hanya memandangi Sam dari depan pintu
"Hati-hati Sam Aku harap secepatnya Kamu selesaikan urusan Kamu dan status Kamu, Aku akan tunggu Kamu sampai kapanpun" ucap Asri dengan suara pelan.
Sebelum masuk mobil, Sam memandang Asri dari kejauhan lalu tersenyum pada Asri kemudian Sam masuk mobil lalu sam pergi perlahan dengan keadaan kaca mobil terbuka Sam pun tersenyum lagi dengan Asri dari kejauhan dan kemudian menekan klakson.
__ADS_1
Kini Sam pun berlalu tak terasa Air mata Asri menetes perlahan, kemudian Bu Anita menghampiri dan berkata,
"Dia akan kembali kalau Dia menepati janjinya" Asri hanya terdiam tak menjawab ucapan Ibunya, lalu Asri langsung masuk kamar tanpa bicara dengan Bu Anita.
Sementara Juvi dan Lia tengah asik makan nasi liwet, Sam melihat Lia dan Juvi Dia pun memarkirkan mobilnya tak jauh dari tempat Lia dan Juvi sedang makan, lalu Sam menghampiri Lia dan Juvi
"Sory Gue ganggu atau gak" Juvi dan Lia pun menoleh ke arah suara, setelah melihat ternyata Sam Juvi pun berkata,
"Sam.. ya ampun... Lo disini sama siapa?" Juvi bertanya seakan-akan Sam datang kesini bersama Asri
"Gue kesini karena lihat Kalian Gue cuma mau pamitan sama Kalian" lalu Lia menyahuti
"Sam sini duduk dulu, tunggu... Lo tadi bilang pamit memang mau kemana?" tanya Lia dengan suara cempreng Sam pun duduk lalu berkata,
"Gue mau pulang ke Cirebon, Ibu Gue sakit" Juvi melongo mendengar Sam ingin pulang
"Apa... Ibu Lo sakit, ya Allah.. semoga cepat sembuh ya buat ibu Lo, terus sampai kapan Lo tinggal di Cirebon?"
"Gue gak tahu Juv mungkin Gue bakal cari kerja disana, Gue sih sudah ajukan gugatan cerai untuk Tini, paling Gue kesini saat sidang" ucap penjelasan Sam kepada Lia juga Juvi
"Sam Gue doakan semoga masalah Lo cepat selesai, Lo tahu gak sih... Kita tadi habis jenguk Asri, Asri sedih banget gak di bolehin sama Tante Anita untuk ketemu Lo, Gue pun gak bisa bayangin kalau Gue harus di pisahkan dari orang yang Gue cinta" ucap Lia dengan wajah memelas
"Gue pun sedih Li, karena Gue sangat mencintai Asri, tapi mau gimana lagi, yang harus Gue lakukan untuk saat ini sabar... Sampai Gue bisa buktikan ke Tante Anita kalau Gue sungguh serius dengan Asri dan Gue juga tadi barusan ketemu Asri" Lia terkejut dengan ucapan Sam
"Tante Anita itu sebenarnya orang baik kok Li, Dia cuma ga setuju dengan status Sam saja, kalau untuk pribadi Sam Gue rasa Tante Anita suka, ya rumit lah susah di jelaskan" setelah itu Sam pun pamit lalu pergi
"Gue berangkat ya, salam untuk Asri dan semuanya"
"Hati-hati Sam, semoga urusan Lo cepat selesai" Sam tersenyum lalu meninggalkan tempat itu.
Chandra pun masuk kamar rawat Rahma
"Assalamualaikum.." Bu Yanti, Rahma dan Bu Risma menjawab salam dari Chandra, melihat ada Ibunya, Chandra pun tersenyum
"Eh.. Mamah kok tahu kalau Rahma di rawat, Aku kan belum kasih tahu Mamah soal Rahma"
"Ya Mamah tadi telepon Mamah Yanti, terus dapat kabar ini deh... Mamah langsung saja kesini" Chandra pun tersenyum lebar lalu mengatakan,
"Maaf ya Mah.. belum sempat kasih tahu, lagi pula Aku gak ingin Mamah khawatir dengan keadaan Rahma" lalu Chandra melihat Rahma sambil tersenyum kemudian berkata,
"Keadaan Kamu bagaimana, sudah lebih baik?" Chandra bertanya dengan suara yang lembut
"Alhamdulillah mendingan, Ini juga karena Mamah Kamu bantu rawat Aku, makasih ya Mah, udah sayang sama Aku dan bisa maafkan kesalahan yang pernah Aku lakukan" lalu Rahma bertanya mengenai Asri
__ADS_1
"Chan... Asri bagaimana?" Chandra pun menjelaskan semua yang terjadi di rumah Asri, Rahma sangat terkejut mendengarnya
"Apa... jadi Tante Anita sudah tahu semuanya dan sekarang Asri tak di izinkan untuk bertemu Sam" Chandra hanya menganggukkan kepalanya lalu kemudian Juvi dan Lia datang Mereka mengucapkan salam
"Assalamualaikum.. " semua melihat lalu menjawab ucapan salam Juvi dan Lia, Chandra pun langsung bicara,
"Habis pada makan dimana nih"
"Makan nasi liwet.. tuh di daerah Warna Sari
"Jauh banget.. tinggal makan nasi goreng depan Rumah Sakit juga ada tuh"
"Tuh yang minta, kepengen nasi liwet ya Gue gak bisa nolak lah" Lia pun nyengir ketika Juvi berkata seperti itu, dan Lia langsung menceritakan bahwa tadi sempat bertemu Sam saat makan
"Pulang ke Cirebon, ya Allah masalah disini saja belum selesai, Ibunya sekarang malah sakit kasian Sam" ucap Chandra dengan raut wajah bersedih
"Ya kita doakan saja, semoga Sam dan Asri bisa melewati semua cobaan yang sedang Mereka hadapi" ucap Juvi, lalu Lia mengatakan,
"Dan Sam juga katanya sudah mengajukan gugatan ke pengadilan agama" mendengar kabar itu Chandra kini merasa mungkin sebentar lagi Asri akan menikah dengan Sam pikirnya, lalu Juvi dan Lia bertanya mengenai keadaan Rahma
"Rahma Kamu sudah sembuh, maaf ya kemarin Aku gak ikut ke Rumah sakit pada waktu insiden itu terjadi"
"Iya gak apa-apa Li, Kamu sekarang sudah datang saja Aku seneng sekali" ucap rahma dengan rasa bahagia.
Lalu Lia bertanya kapan Rahma boleh pulang dan Chandra hanya menjawab tunggu kabar dari dokter nanti yang akan memeriksanya, setelah berbincang-bincang tak terasa waktu sudah hampir jam 8, ketika Lia melihat jam tangannya Dia merasa kaget
"Aduh... sudah jam 8, Juv Kita pulang yuk... ?" ajak Lia terhadap Juvi untuk pulang
"Ayo.. sudah malam juga nih, Chan... Rahma ... Tante Kita pulang ya, ini sudah malam"
"Iya Juv, thanks ya Kalian sudah mampir" lalu Lia dan Juvi pun pulang bersama.
ketika di parkiran Juvi berkata,
"Li ... Suami Kamu gak marah kan kalau Kamu aku antar?" m Lia pun terdiam, sebenarnya Dia ingin sekali menghubungi Makmun namun perasaannya mengatakan bahwa Makmun pasti marah karena dirinya tak memberitahu dulu jika ingin menjenguk Asri
"Gak kok... santai saja, sudah yuk Kita berangkat" ucap Lia lalu Lia naik motor di belakang Juvi.
Makmum mendengar suara motor di depan rumahnya, Dia pun langsung berjalan ke depan lalu Makmun mengintip lewat jendela, dan ternyata itu Lia yang pulang di antar oleh Juvi.
Kekesalan Makmun pun semakin bertambah
"Mau pergi gak bilang dulu, dan sekarang Kamu pulang di antara laki-laki, Mau Kamu apa sih Li, kamu sengaja mau buat Aku cemburu" ucap Makmun dalam hatinya, saat Lia ingin membuka pintu ternyata pintu sudah di kunci.
__ADS_1