Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
DITERIMA BEKERJA


__ADS_3

Sedangkan Sam saat ini tengah mencari pekerjaan, Dia mencoba memasuki gedung PT Jaya abadi perusahaan ternama di Cirebon milik Pak Faris.


"Bismillah... semoga saja disini menerima Karyawan Baru" ucap Sam berbicara pada dirinya sendiri, saat baru melangkah menaiki tangga di teras Kantor, Sam tersenggol oleh seorang Pria dari gelagatnya sepertinya Pria ini sedang dalam pengaruh Minuman keras


"Heh.. awas Kamu menghalangi jalan Saya" Sam pun langsung menjawab Pria tersebut


"Maaf ini jalanan lebar, sepertinya Anda yang harus berhati-hati dalam berjalan" tiba-tiba si Pria tersebut malah marah dan memaki Sam


"Heh.. Lo siapa.. nyuruh Gue hati-hati.. dasar orang miskin" mendegar hal itu Sam menjadi emosi.


Sam menahan amarahnya Dia datang kesini untuk mencari pekerjaan bukan untuk berkelahi ujar dalam benaknya, setelah itu Sam berjalan masuk, tanpa memperdulikan Pria tersebut, namun saat beberapa langkah, Pria tersebut terjatuh pingsan, Sam langsung menoleh kebelakang,


"Ya Allah..." Sam pun mendekati dan menggoyangkan badan Pria tersebut sambil berkata,


"Hey.. bangun..." Pria tersebut mengigau namun matanya terpejam


"Gue butuh minuman lagi, Gue gak bisa hidup tanpa minuman" Sam hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata,


"Ini pasti pengaruh Minuman, Dia ini siapa sih.. kenapa Dia keluar dari Kantor ini" Sam pun bertanya-tanya dalam benaknya, mengapa orang mabuk seperti ini bisa masuk kantor ini Tak lama tiga seorang satpam datang.


"Maaf Pak.. Kami harus bawa Pak Fahmi ke ruang UKS


"Pak.. Dia gak sakit kok.. Dia ini dalam pengaruh minuman" lalu salah satu satpam menjawab


"Ya Pak.. Kita juga tahu, Pak Fahmi memang selalu begitu setiap datang ke Kantor selalu dalam keadaan mabuk" Sam pun penasaran dengan Pria ini


"Pak.. Maaf memangnya Dia ini siapa ya... kok bisa orang yang suka mabuk bekerja di kantor ini"


"Dia ini anak Pak Faris.. pemilik perusahaan ini, Pak Faris sudah sering mengingatkan tapi memang Pak Fahmi susah sekali di nasihati, maaf.. Bapak ini siapa ya sepertinya Saya tidak pernah melihat Bapak" tanya salah seorang satpam


"Saya Sam Pak.. Saya kesini ingin melamar Pekerjaan, kira-kira ada lowongan pekerjaan gak ya Pak... ?" tanya Sam sambil tersenyum, lalu satpam pun meminta berkas milik Sam untuk di taruh di meja resepsionis, jika ada lowongan Pekerjaan biasanya akan di hubungi untuk interview.


Setelah itu Sam pun mengucapkan terimakasih kepada satpam, tiba-tiba Pak Faris datang, lalu satpam yang melihat berkata,


"Pak.. tadi ada Pak Fahmi datang, biasa Pak dalam keadaan mabuk, tadi Ridho sudah membawa ke ruang UKS, Silahkan Pak jika Bapak mau melihatnya" satpam menjelaskan tentang Fahmi


"Ya.. biarkan saja, nanti juga kalau sudah sadar Dia akan ke ruangan Saya" pak Faris seperti sudah tak perduli dengan Fahmi, padahal Fahmi adalah Anak dari Pak Faris, namun karena susah di atur dan selalu menghamburkan uang Orang Tua, Pak Faris pun merasa lelah memberitahu atau menasihati Anaknya itu.


"Oh ya Pak.. Bapak ini sedang mencari pekerjaan di kantor ini" lalu Pak Faris menoleh, dan Sam mengatakan,


"Selamat Pagi Pak.. Saya Sam .. Saya sedang mencari pekerjaan" ucap Sam sambil menjulurkan tangannya lalu Pak Faris menjabat tangan Sam

__ADS_1


"boleh Saya lihat CV Kamu" setelah itu Sam memberikan CV nya kemudian Pak Faris membaca dengan seksama


"Pak Sam boleh ke ruangan Saya, Kita akan tes Interview sebentar" Sam pun tersenyum bingung


"Interview Pak.. serius Pak..?" tanya Sam berharap ini bukanlah lelucon


"Ya.. Saya serius, tapi saya ada urusan sebentar 10 menit, Anda bisa menunggu Saya di ruang tunggu di depan ruangan Saya, em.. Aryo... tolong antar kan Pak Sam ke ruang tunggu ya" Sam pun sangat senang, Dia percaya diri, Dia yakin Dia akan di terima di Perusahaan ini, lalu Aryo satpam kantor mengantar Sam menuju ruangan Pak Faris.


Setelah sampai di ruang tunggu Sam mengucapkan terimakasih kepada satpam


"Pak.. terimakasih sudah mengantar Saya, oh ya, kalau boleh tahu orang yang mabuk itu namanya Fahmi ya, dan Dia itu siapanya Pak Faris ya" tanya Sam sedikit penasaran dengan ucapan Pak Faris tadi, lalu satpam menjawab, "Oh iya Pak.. yang mabuk tadi namanya Fahmi, Dia itu anak dari Pak Faris putra tunggalnya, sebenarnya Pak Faris sangat ingin Anaknya itu jadi orang benar dan mengikuti semua keinginan Pak Faris, tapi sayangnya Pak Fahmi selama ini hanya bisa menghamburkan uang saja, kerjanya Mabuk terus, tapi Kita semua disini sudah mengerti dengan sifat dan watak dari Pak Fahmi" ucap dengan jelas Pak satpam memberitahu tentang siapa Fahmi sebenarnya.


Setelah itu Pak Faris datang kemudian Ia tersenyum lalu menyuruh Sam untuk masuk, Sam pun berjalan mengikuti Pak Faris dari belakang.


Setelah itu Pak Faris langsung bertanya-tanya mengenai diri Sam, dan keahliannya selama interview, Sam menjawab dengan mudah tersusun secara rapih, bahasa yang di gunakan juga sopan, setelah selesai Pak Faris memberikan hasilnya yaitu,


"Selamat Pak Sam... Anda Saya terima untuk bergabung dengan perusahaan Kami" Sam pun terkejut senang dengan semua ini


"Pak.. ini serius... Saya di terima Bekerja di perusahaan ini" kemudian Pak Faris menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, Sam mengatakan,


"Alhamdulillah.. terimakasih Pak.. atas kepercayaannya, tapi.. Saya di tempatkan di bagian apa Pak?" tanya Sam dengan wajah senang


Setalah itu Sam keluar ruangan dan meminta Raisa Sekretaris Pak Faris untuk mengantarnya ke ruang kerjanya.


"Ini Pak Ruangannya, sebenarnya ini ruangan Pak Fahmi, tapi Pak Fahmi tidak pernah datang, bahkan tidak pernah ikut andil dalam organisasi perusahaan, Saya senang sekali akhirnya Pak Faris bisa mencari seseorang untuk menggantikan Pak Fahmi ini" Sam pun terdiam mendengar cerita dari Raisa, Dia merasa sampai segitunya sikap Fahmi terhadap Ayahnya sendiri.


"Ya Raisa terimakasih ya, sudah mengantar Saya" lalu Raisa permisi untuk kembali bekerja.


Saat duduk di kursi barunya Sam tertawa senang, akhirnya Dia begitu cepat mendapatkan pekerjaan ternyata mencari pekerjaan tak sesulit yang di pikirkan, Sam pun sebenarnya mengakui bahwa dirinya bisa sehebat ini juga karena ajaran dari Pak Herman dalam berbisnis, jika dirinya melanjutkan kuliah pun mungkin masih bisa, tapi saat ini Dia fokus bekerja saja, untuk Ibunya dan Adiknya yang sedang kuliah semester akhir di jurusan kedokteran.


Sam berharap kelak Adiknya bisa menjadi Dokter hebat, karena cita-citanya Arif adik Sam selama ini adalah ingin menjadi Dokter yang bisa menyelamatkan banyak jiwa dan membantu pasien hingga sembuh dari sakitnya, wah... sungguh cita-cita yang mulia bukan.


Ini hari pertama Lia menempati posisi Manager Keuangan, Lia pun memulai untuk membuat laporan mingguan keuangan kantor, setelah itu Asri datang ke ruang Lia Dia mengetuk pintu lalu Lia mempersilahkannya untuk masuk.


"Lia.. ini tolong Kamu buatkan laporan anggarannya Chandra minta besok selesai atau gak 2 hari lah.. " lalu Lia melihat datanya dan Lia menjawab,


"Ini untuk acara launching hari Selasa ya" lalu Asri menganggukkan kepalanya


"Iya Bu Manager, bagaimana ruangannya suka.." ucap Asri dengan nada meledek terhadap Lia, Lia pun tersenyum kecil lalu berkata,


"Apaan sih Asri, ya bagus lah ruangannya, eh gimana Sam... masih suka kontak sama Dia?" tanya Lia yang kepo terhadap Asri, lalu Asri duduk di kursi depan meja Lia.

__ADS_1


"Masih.. tapi lewat ponselnya Chandra, Aku mau minta kontak Sam, tapi kata Chandra takut Mamah Aku marah, nanti malah urusannya makin rumit" Asri menjelaskan pada Lia, lalu Lia tertawa kecil mendegar jawaban dari Asri, Asri pun berkata,


"Kenapa kok ketawa?" tanya Asri terheran dengan tawa Lia


"Sepertinya itu bukan alasan Chandra yang sebenarnya deh... yang sebenarnya itu adalah Chandra pasti cemburu kalau Kamu berdekatan lagi dengan Sam" Asri pun terdiam mendengar jawaban dari Lia


"Masa sih.."


"Ya sudah kalau gak percaya, ini akan Aku kerjakan, nanti kalau sudah selesai Aku kabari yah.." ucap Lia kemudian Asri pun keluar dari ruangan Lia.


Jam makan siang pun tiba, Chandra mengajak Asri untuk makan siang bersama, tapi tiba-tiba Rahma datang ke kantor dan membawakan makan siang untuk Chandra.


"Assalamualaikum.. " ucap salam Rahma kepada Chandra juga Asri, lalu Mereka menjawab salam dari Rahma


"Rahma Kamu kesini kok gak kabari Aku"


"Ya.. Aku mau kasih surprise untuk Kamu, Hay Asri.." Rahma tersenyum menyapa Asri kemudian Asri menjawab,


"Iya Rahma, Kalian mau makan siang di sini kan, Chan.. Aku makan siang sama Lia saja ya, oh ya.. Aku boleh minta kontak Sam, setelah telepon Aku pasti langsung menghapusnya" kini Asri meminta pada Chandra untuk yang kedua kalinya.


Namun Chandra tak memberikan apa yang di minta Asri, Asri pun terdiam ketika permintaannya di tolak, Dia menghela nafas kemudian pergi tanpa bicara, Chandra merasa Asri marah karena hal ini, Diapun mengejar Asri.


"Rahma.. sebentar ya"


lalu Chandra memanggil Asri dari belakang, namun Asri tak menghiraukan panggilan dari Chandra, namun Chandra terus mengejar Asri akhirnya Chandra menggapai tangan Asri dan berkata,


"Asri.. Kamu Kenapa sih.." Asri menoleh lalu menjawab,


"Aku gak apa-apa, Aku mau makan siang Chan.."


Namun Chandra tak melepaskan tangan Asri, sebelum Asri menjawab pertanyaannya, lalu Asri berusaha untuk melepaskannya sendiri.


"Kamu marah karena Aku gak memberikan kontak Sam" tanya Chandra dengan wajah serius, namun Asri tak menjawab.


Dia hanya terus fokus untuk melepaskan tangannya dari genggaman Chandra lalu Asri berkata,


"Lepaskan Chan.. Aku mau makan siang" ucap Asri kini berkata dengan nada meninggi.


Karena Asri tak menjawab sedikitpun dari pertanyaannya tadi, hingga Chandra merasa kesal kemudian Chandra melepaskan tangan Ari dengan kasar, Asri terkejut Ia memandangi wajah Chandra yang diam namun tatapannya tajam.


"Silahkan pergi, kalau ingin pergi" ucap Chandra dengan suara dingin, lalu Asri menundukkan pandangannya kemudian Asri pun pergi tanpa bicara lagi, Rahma yang menyaksikan hal itu hanya terdiam.

__ADS_1


__ADS_2