Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
CURIGA


__ADS_3

Asri saat ini sedang berada di pinggir jalan menunggu taksi untuk berangkat kerja, tak sengaja Andi lewat pada saat itu, Dia pun mengehentikan mobilnya.


"Itu kan wanita yang kemarin, jadi disini rupanya rumah Dia" namun pada saat yang bersamaan Chandra pun datang, kemudian menekan klakson lalu membuka kaca jendela mobil


"Asri.. ayo ikut Aku Kita ke kantor bersama"


"Chan.. Aku gak enak sama Rahma kalau Dia tahu" Chandra pun tersenyum lalu berkata,


"Dia di rumah Asri, hanya berangakat kerja bersama Aku rasa ini gak berlebihan kok" sebenarnya Asri tak ingin ada salah paham, tapi Dia pun merasa was-was jika naik taksi sendiri seperti kemarin sore ada saja hal yang membahayakan bagi dirinya, lalu Asri pun naik mobil dan Asri mengucapkan Terimakasih kepada Chandra.


Andi hanya memperhatikan Asri dari kejauhan, sepertinya Andi kini penasaran dengan sosok Asri.


Tak lama Asri menceritakan pada Chandra soal kejadian sore kemarin respon Chandra pun begitu kaget


"Apa... Kamu hampir tertabrak mobil.. Asri.. apa jangan-jangan orang suruhan Tini sekarang berulah lagi" Asri terdiam kemudian berkata,


"Chan.. jangan berpikir negatif dulu dong.. belum tentu kan Tini pelakunya" Chandra pun tersenyum mendegar ucapan Asri


"Kamu selalu punya pikiran positif sama setiap orang, tapi kenapa ada saja orang yang ingin mencelakai Kamu" Asri pun tersenyum lalu menjawab,


"Karena gak ada yang perlu untuk di curigai, kalau memang Tini melakukan itu, biar lah Allah yang balas Dia, Aku yakin kok suatu saat Dia pasti jadi orang baik, hanya saja saat ini Tini masih belum bisa menerima kenyataan yang ada" Chandra pun semakin kagum dengan Asri, lalu bagaimana rasa cinta itu bisa hilang, sedangkan setiap saat jikalau Asri sedang dalam kesusahan Chandra selalu ada untuk Asri di banding dengan Sam.


Tini keluar rumah dengan berpakaian rapih, lalu Bu Heni melihat Putrinya keluar, Bu Heni pun menghampiri dan berkata,


"Tini... Kamu mau kemana"


"Aku mau cari Sam Mah.." ekspresi Bu Heni kini menjadi marah mendengar hal itu


"Apa.. Tini sudah berapa kali Mamah bilang jangan Kamu cari Sam lagi" ucap Bu Heni dengan nada meninggi, tapi Tini yang keras kepala tidak ingin berdiam diri di rumah menerima hal ini begitu saja


"Mah.. Aku cuma mau tau di mana Sam, sudahlah Mah.. Mamah gak perlu ikut campur urusan Aku" setelah itu Tini pun masuk mobil dan pergi dari rumah.


Di dalam mobil Tini merasa kesal dengan sikap Ibunya yang selalu mengatur harus ini dan itu, Tini pun berkata,


"Aku gak akan diam begini saja Mah, Aku harus tau Sam dimana, apa Dia masih berhubungan dengan Asri atau gak, Aku harus tahu itu" ucap Tini pada dirinya sendiri dengan suara marah


Tini pun sekarang menuju kantor Retro karena Ia ingin mendatangi Asri secara langsung.


Chandra dan Asri pun sampai di kantor lalu Mereka berdua berjalan bersama memasuki gedung, Andi berada di belakang Mereka berdua, Andi masih terus memperhatikan Asri, setelah itu Asri dan Chandra kini masuk ruangan kerjanya, dan Andi berdiri di depan pintu ruangan chandra sambil melihat papan nama bertuliskan R.Manager Marketing


"Oh.. disini rupanya ruangan Mereka" ucap Andi dengan suara kecil, lalu Pak Herman yang lewat menyapa Andi


"Andi.. Kamu kenapa disini, ruangan Kamu kan di ujung sana"


"Ya Om.. Saya sebentar lagi kesitu kok" kemudian Pak Herman pun terus berjalan menuju ruangannya.

__ADS_1


Tak lama Pak Herman pergi, Asri keluar dari ruangan lalu melihat Andi ada di hadapannya


"Kamu.. Kamu bukanya laki-laki yang kemarin sore ya" tanya Asri kepada Andi


"Ya.. Hay.. Kamu kerja disini, sebagai Manager Marketing?" tanya Andi dengan tersenyum lalu Asri menoleh ke atas papan nama itu, kemudian berkata,


"Oh.. bukan.. Aku disini Asisten Pak Chandra, yang Manager Marketing itu Pak Chandra"


"Maaf.. Kamu disini ada keperluan apa ya?" setelah itu Andi mengatakan bahwa dirinya disini sebagai CEO Retro yang baru


"Oh.. selamat bergabung Pak di Retro, oh ya.. soal kemarin Aku sangat berterimakasih karena Bapak sudah menyelamatkan Saya" lalu Andi tertawa kecil dan mengatakan,


"Tunggu kok Kamu jadi panggil Saya Bapak sih.. Panggil nama saja, oh ya.. Aku belum perkenalkan diri ya, Aku Andi, Aku baru pindah dari Singapura dan tinggal di Jakarta sekarang" ucap Andi sambil menjulurkan tangannya untuk berkenalan, lalu Asri pun menjabat tangan Andi dan menjawab,


"Iya.. Andi.. Aku Asri" Andi pun keceplosan mengatakan,


"Ya.. Aku sudah tahu" Asri bingung mengapa jawaban Andi sudah tahu, padahal kemarin Andi belum sempat bertanya siapa namanya


"Maaf Kamu sudah tahu nama Aku.. dari siapa?" tanya Asri dengan wajah bingung, Andi pun terkejut karena telah keceplosan


"Ya.. Aku tahu karena kemarin Aku sudah lihat nama-nama Karyawan Retro beserta jabatannya.


enjelasan Andi sangat tidak masuk akal ucap Asri dalam hatinya, namun Asri tak mempermasalahkan itu lalu Dia pun permisi karena ingin ke pantry membuatkan kopi untuk Chandra


"Aku permisi dulu ya" Andi pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, lalu dalam benaknya Andi berkata,


Tanpa basa-basi Tini pun langsung berkata,


"Andi.. Lo ngapain disini" tanya Tini membuat Andi menjadi kaget seketika, lalu Andi membalikkan badannya dan berkata,


"Tini.. Lo yang ngapain kesini, kalau Gue ya kerja lah" Chandra yang sedang fokus bekerja kini merasa terganggu dengan percakapan seseorang yang ada di luar pintu ruangannya, karena suara itu terlalu keras hingga masuk ke dalam ruangan.


Chandra pun keluar ingin tahu siapa yang sedang mengobrol di depan ruangannya, saat pintu di buka betapa terkejutnya Chandra ternyata suara itu adalah Tini dan seseorang yang tak di kenal sedang berbincang.


"Maaf Kalian sedang apa ya, di depan ruangan Saya" lalu Andi pun memperkenalkan dirinya


"Perkenalkan Saya Andi, CEO baru Retro" begitu tahu Dia seorang CEO Chandra langsung berjabat tangan dan berkata,


"Oh.. Saya Chandra Pak.. Maaf apa ada keperluan sehingga Bapak mengobrol di depan Ruangan Saya" tanya Chandra dengan sopan kepada Andi, lalu Tini langsung menjawab,


"Asri mana..?" tanya Tini dengan nada sinis, tak lama Asri datang dengan membawa secangkir kopi panas untuk Chandra.


Namun langkah Asri terhalang karena ada Tini dan Andi yang masih berada di depan pintu, Asri pun terdiam memandang Tini, begitu pun Tini memandangi Asri dengan sangat sinis, lalu Tini langsung berkata,


"Asri.. Kamu tahu Sam di mana?" tanya Tini dengan nada jutek

__ADS_1


"Kenapa Kamu tanya Sam sama Aku" jawab Asri membalikan pertanyaan, Tini langsung menunjukkan wajah tak suka


"Ya karena Kamu itu selingkuhannya Sam, jadi Aku tanya sama Kamu lah, gak mungkin kan... Kamu gak tahu" seketika orang yang berada di situ mendegar ucapan Tini, dan Mereka langsung memandangi Tini, Asri, Chandra juga Andi.


"Aku ga tahu Sam di mana, bukanya Kamu udah berhasil ya, membuat Aku menjadi jauh dari Sam, hebat Kamu Tin" Asri tersenyum sinis lalu melanjutkan ucapannya


"Kamu gagal untuk membunuh Aku, tapi orang lain yang jadi korban, dan sekarang Kamu sengaja datangi rumah Aku bertemu Mamah ku dan Kamu ceritakan semua yang terjadi antara Kita, tapi Kamu ceritakan menurut versi Kamu... bukan yang sebenarnya, jadi kalau Kamu tanya Sam ada di mana sama Aku, ya Aku gak tahu, karena Kamu juga kan yang berusaha untuk memisahkan Kami" Asri menjelaskan dengan detail dan tegas


Andi menyimak ucapan Asri, jauh sangat berbeda dengan cerita Tini waktu semalam, kini suasana semakin panas, orang-orang di sekitar berbisik-bisik berbicara tentang Asri dan juga Sam.


Melihat hal ini Chandra pun tak diam saja, karena ini akan mencemarkan nama Asri di kantor ini.


"Aku rasa Kamu sudah tahu jawabannya Tin.. Kamu bisa pergi sekarang, sebelum Aku bertindak kasar" mendegar pembelaan Chandra untuk Asri, Tini pun jadi membenci Chandra


"Kamu selalu membela Asri, Aku pastikan Kalian berdua akan angkat kaki dari kantor Papah Aku" Andi yang mendengar ucapan Tini pun terkejut, Dia merasa sejak kapan sepupunya itu menjadi orang yang pendendam.


Karena Chandra tak tahu siapa Andi sebenarnya Chandra pun meminta maaf atas pertikaian yang terjadi barusan


"Pak Andi.. Saya minta maaf Kami jadi bertengkar di depan Pak Andi"


"Ya Pak.. Saya sebenarnya tidak mengerti dengan masalahnya, tapi alangkah baiknya jika di selesaikan dengan kekeluargaan" Tini melihat sikap Andi pun jadi tertawa sinis


"Lo ga usah sok-sokan deh bijaksana segala" setelah mengatakan hal itu Tini pun pergi dengan rasa kecewa karena tak mendapatkan informasi tentang Sam, Asri melihat sikap Tini tadi sangatlah tidak sopan berbicara dengan CEO Retro


"Pak.. tolong maafkan Tini ya jika Dia kurang sopan dalam berbicara"


Namun berbeda dengan Chandra, Chandra melihat hal ini tidaklah lazim tidak mungkin seorang Tini bisa berbicara seenaknya jika tak kenal dengan orang itu.


"Maaf Pak.. apakah Bapak kenal dengan Tini" pertanyaan ini sangatlah menjebak Andi,


sebenarnya Andi tak ingin ada yang tahu identitasnya jika Dia adalah sepupu dari Tini atau keponakan Pak Herman, karena ketertarikan Dia untuk mengetahui bagaimana Asri sebenarnya, dan juga ingin mencari tahu informasi Sam, lalu Andi beralasan menjawab,


"Ya... Saya kenal Ibu Tini, Dia anak dari Pak Herman bukan, pemilik Retro, hanya itu yang Saya tahu" Chandra masih memperhatikan dari jawaban itu, Dia merasa ada yang janggal tapi Chandra tak bisa mengatakan apa itu.


Andi merasa dirinya kini sedang di curigai, kemudian Andi pun pamit untuk pergi ke ruang kerjanya


"Saya permisi dulu, harus segera ke ruangan... pekerjaan Saya pasti sudah menumpuk" kemudian Andi pun pergi dari tempat Asri dan Chandra.


Chandra masih berpikiran jika Andi itu adalah orang suruhan Pak Herman


"Asri.. Kamu percaya Dia itu Karyawan baru disini"


"Ya memang Dia karyawan baru kan.. memangnya Kamu sudah pernah lihat sebelumnya Dia disini Chan..?" tanya Asri dengan suara lembut


"Ya Aku tahu.. Dia baru saja bekerja disini, maksud Aku... apakah Dia itu memang gak mengenal Tini atau hanya pura-pura" kini Asri semakin tak mengerti, dengan ucapan Chandra

__ADS_1


"Sudah ah.. kerjaan masih banyak terus Kamu suruh Aku mikir soal Pak Andi, nambahin pikiran saja" ucap Asri sambil tertawa kecil, lalu Chandra pun ikut tertawa sambil memandangi Asri dengan rasa khawatir, karena Chandra berpikir takutnya Pak Andi itu adalah orang suruhan Pak Herman.


__ADS_2