Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
KESEDIHAN ASRI


__ADS_3

Asri terdiam bersedih mendengar ucapan Ibunya, Dia merasa hanya menjadi beban bagi Ibunya, Asri tak sengaja menangis meneteskan air mata, Juvi melihat itu pun langsung bertanya,


"Asri.. Kamu kenapa..?" Asri mengusap pipinya lalu berkata,


"Aku gak tega sama Mamah.. mamah harus kerja untuk biaya Rumah Sakit Aku, sedangkan Aku saat ini gak bekerja, dan kondisi Aku semakin menjadi beban untuk Mamah" Asri pun menangis lagi, Juvi langsung menghapus air mata Asri dengan lembut, sedangkan Sam masih mengintip Asri dari kejauhan, rasa-rasanya Dia tak sanggup mengatakan untuk berpisah selamanya mengakhiri hubungan ini.


"Sudah.. Lo jangan bersedih lagi ya.. Asri.. sebenarnya Gue datang kesini karena Sam meminta bantuan sama Gue" Asri penasaran bantuan apa yang di minta Sam


"Bantuan apa Juv.." tanya Asri dengan wajah yang serius


"Dia ingin bertemu Lo, tapi Lo tahu kan Tante Anita gak membolehkan Kalian bertemu, jadi Dia minta bantuan Gue untuk mempertemukan Kalian, berhubung Tante Anita pergi, Gue panggil Sam sekarang dan Kalian bisa ngobrol disini" Juvi pun langsung memanggil Sam


Sam masuk berjalan dengan perlahan, Sam menatap mata Asri dengan sangat dalam, begitu pun sebaliknya Asri menatap mata Sam dengan begitu dalam, dan kini Mereka saling menatap penuh cinta.


"Sam..." Sam langsung memeluk Asri dengan erat, pelukan hangat itu di rasakan oleh Asri seakan-akan pelukan ini adalah pelukan terakhir


"Sam.. ada apa.. sepertinya pelukan ini berbeda dari sebelumnya" Sam tak melepaskan pelukan itu, Ia tak menjawab ucapan Asri, Dia bersedih di balik pundak Asri, sedangkan Asri hanya bengong dan merasakan pelukan ini berbeda dari sebelumnya.


Tak lama Sam melepaskan pelukan itu, dan menatap wajah Asri sambil mengelus pipi Asri, dan membelai rambut Asri, Asri hanya di buat bingung dengan sikap Sam, Sam yang tak banyak bicara hanya memandangi Asri dengan penuh banyak makna.


Juvi pun merasa aneh dengan sikap Sam, lalu Juvi bertanya,


"Sam... Lo kenapa.. kok Gue lihat Lo agak lain ya, saat bertatap dengan Asri" Asri langsung menyahuti


"Iya Sam Aku juga merasa seperti itu, seperti ada yang beda... ada apa sayang..?" tanya Asri dengan lembutnya


"Aku ingin bicara suatu hal yang penting"


"Baik.. Aku akan dengarkan"


namun Sam meminta untuk bicara di taman Rumah Sakit saja, karena alasannya jika tiba-tiba Tante Anita datang, Sam bisa bersembunyi dengan aman, Juvi pun meminta untuk mengawasi selama Mereka berbincang.


Di bawalah Asri oleh Sam ke taman Rumah Sakit menggunakan kursi roda, setelah sampai...Sam meminta untuk Juvi menjauh sedikit, karena ini obrolan secret, Juvi merasa sangat aneh dengan sikap Sam, tapi mau tak mau Ia mengikuti permintaan Sam, karena niatnya memang ingin membantu Sam, setelah Juvi menjauh sedikit, barulah Sam memulai obrolannya.


"Sayang.. bagaimana keadaan Kamu.." ucap Sam sambil membelai rambut Asri


"Aku baik Sam...hanya kaki Aku belum bisa berjalan dengan normal"


"Maafkan Aku ya.. karena ulah Tini Kamu jadi seperti ini, harusnya Aku tak pernah membawa Kamu dalam situasi seperti ini" mata Sam mulai berkaca-kaca membuat Asri bertanya-tanya dalam benaknya.


Saat di tengah jalan Chandra melihat rumah makan yang punya menu sob kambing, Chandra pun teringat Asri, Dia sangat suka sekali dengan sob kambing bahkan dulu saat berjalan dengannya Asri makan hingga dua porsi, hal itu pun membuat Chandra jadi tertawa sendiri, lalu Chandra berniat untuk membelikan 2 porsi sob kambing satu untuk Asri dan satunya lagi untuk Tante Anita.


Betapa senangnya Bu Heni Ketika Tini sampai di rumah, Ia sangat bahagia Anaknya terbebas dari kurungan penjara

__ADS_1


"Tini .. Mamah rindu Kamu Nak.." Bu Heni langsung memeluk Tini dengan erat


"Iya Mah Aku juga rindu Mamah" setelah itu mereka saling memandang dan tersenyum, melihat ada luka di wajah Tini Bu Heni pun bertanya,


"Tini.. kenapa bibir Kamu luka..? siapa yang menyakiti Kamu Nak..?" tanya Bu Heni dengan rasa khawatir


"Gak apa-apa Mah.. biasa.. kehidupan penjara itu sangat keras dan kejam, Aku bersyukur bisa bebas" Bu Heni pun menangis melihat Anak semata wayangnya seperti ini


"Alhamdulillah.. Kamu bebas sekarang, Mamah minta Kamu jangan melakukan hal-hal yang akan merugikan Kamu lagi ya Nak.. berhenti berniat mencelakai Asri, jangan Kamu lakukan itu kalau akhirnya merugikan diri Kamu sendiri" Bu Heni berusaha untuk menasihati Anaknya.


Tini pun menjawab dengan lembut, dan Ia berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahannya, namun dalam hatinya, Ia akan bermain cantik, karena saat ini Tini sudah merasa menang, kebebasannya adalah penderitaan awal yang akan dirasakan Asri, setelah itu Dia akan kembali lagi hidup bersama Sam, hal itu pun pasti akan menyiksa batin Asri secara perlahan.


"Pah.. Aku boleh keluar sebentar"


"Kamu mau kemana Tini...?" tanya Pak Herman merasa curiga


"Papah tenang dong, Aku hanya ingin ke Rumah Sakit untuk minta maaf pada Asri Pah.. Mah.." Bu Heni terkejut dengan niat Tini


"Apa Tini.. Kamu serius.. Kamu mau minta maaf" Tini menganggukkan kepalanya sambil tersenyum


Karena hal itu adalah hal yang positif Bu Heni pun mengizinkan Tini keluar dan meminta maaf pada Asri, namun Pak Herman di dalam hatinya berkata,


"Kamu pasti ingin melakukan rencana lagi" ucap Pak Herman dalam hatinya


"Tini.. Kamu jangan macam-macam yah, Papah sudah susah payah mengeluarkan Kamu dari penjara, sampai harus menyusun rencana gila cuma untuk Kamu"


"Iya Papah.. Aku mengerti, Aku gak akan macam-macam Aku hanya ingin lihat air mata Asri ketika Sam mengatakan Dia mengakhiri hubungannya selamanya" Tini pun tertawa dengan pelan di hadapan Pak Herman, setelah itu Tini melaju pergi.


Melihat hal itu Asri pun bertanya,


"Sayang.. kenapa Kamu ingin menangis, Kamu kenapa sih.. Aku lihat Kamu seperti bukan Kamu" Sam bingung harus mengatakan seperti apa, dalam hatinya merasa tak tega dan tak kuat akan melihat air mata Asri nantinya


Sam terdiam masih menatap Asri dengan wajah melas dan sedih


"Sam.. tolong.. jelaskan sama Aku.. Kamu kenapa, Kamu cerita dong, Siapa tahu Aku bisa bantu" dalam hati Sam jangankan menantu, mendegar keluh kesahnya tadi saja keluarga Asri masih butuh banyak biaya


"Masalah Aku gak akan bisa diatasi, Kamu dengar baik-baik Aku...Aku.. ingin mengakhiri hubungan ini selamanya"


Deg... bagaikan tersambar petir Asri mendengar pernyataan Sam, bagaimana bisa Ia mengatakan hal itu, sedangkan selama ini Ia berusaha memohon mati-matian terhadap Bu Anita untuk jangan memisahkan dirinya dengan Asri


"Sam.. Kamu sehat.. Kamu sadar.. Kamu.." Sam langsung memotong ucapan Asri


"Aku sehat.. Aku sadar.. Aku ingin mengakhiri hubungan ini selamanya" ucap Sam sekali lagi, mata Asri kini berkaca-kaca rasanya tak kuat membendung air mata

__ADS_1


"Gak.. Kamu becanda kan Sam.. Sam ini kenapa.. tolong Kamu jelaskan kenapa..?" Asri berbicara sambil menggoyangkan kerah baju Sam, Sam pun kini menangis Ia pun tak kuat menahan rasa sakit di hatinya


"Maafkan Aku.. Sayang, Aku harus lakukan ini, Aku harus mengakhiri hubungan ini"


"Gak.. Kamu pasti di ancam.. Siapa.. Siapa yang mengancam Kamu, cepat katakan.. " Sam hanya terdiam tak dapat berkata apapun, bahkan Dia tak sanggup menatap mata Asri


"Kamu lihat Aku.. lihat Aku Sam, Kamu kenapa, apa Mamah Aku yang mengancam Kamu, atau siapa.. jelaskan Sam" Asri berbicara sambil menangis terbata-bata


"Kamu gak bisa lihat Aku.. berarti Kamu mengatakan ini karena terpaksa iya kan.. Sam ingat janji Kita.. Kamu bilang Kamu akan segera menikahi Aku jika urusan kamu selesai, Kamu bilang Kamu sangat mencintai Aku, bahkan Kita pernah tidur bersama, Sam Aku mohon jangan begini" saking tak sanggupnya menang tangis, Asri sampai terisak-isak dalam bicara.


Tini pun datang dan menyaksikan kesedihan Asri, Dia muncul di hadapan Sam dari kejauhan, Sam pun melihatnya.. mata Sam kini terbelalak lebar saat tahu Tini berada disini.


Sedangkan Juvi yang sedang mengawasi Asri dan Sam bertanya-tanya dalam hatinya, apa yang sedang di bicarakan oleh Mereka berdua, Asri terlihat seperti menangis, dan Sam berada tepat di hadapan Asri sambil menunduk.


Tini memberikan isyarat dengan menunjukan jam tangannya yang artinya Sam tidak memiliki waktu lama-lama, Sam pun menundukan kepalanya, hatinya merasa hancur berkeping-keping.


"Sam.. lihat Aku.. Sam lihat, Kamu tidak berani menatap Aku.. katakan sekali lagi jika itu benar Kamu ingin mengakhiri hubungan ini" mau tak mau Sam harus melakukan itu, Ia pun dengan cepat mantap mata Asri dengan tatapan sedih.


"Aku ingin mengakhiri hubungan ini, tolong lupakan Aku.. lupakan apa yang pernah Kita lakukan, dan lupakan apa yang pernah Aku janjikan" setelah berbicara Sam langsung menundukkan pandangannya, dan Ia pun meneteskan air mata begitu terenyuh.


Sedangan Asri terdiam tak bergeming ketika mendengarkan hal itu di ucapkan dari mulut Sam dengan menatap wajahnya


"Apa...jadi benar semua itu" ucap Asri dengan tersedu


"Aku tidak punya banyak waktu, maafkan Aku.. Aku masih sangat mencintai Kamu.. tapi Aku harus meninggalkan Kamu saat ini juga"


Sam pun berdiri mengusap-usap wajahnya membersihkan butiran air mata di pipinya, sedangkan Asri Ia langsung memandang Sam menagis tanpa suara, saat Sam melangkahkan kaki, Asri berkata,


"Aku cinta Kamu Sam.. apa yang membuat Kamu meninggalkan Aku..?" Asri bertanya dengan berderai air mata, lalu Sam pun menoleh dan mengatakan,


"Apa yang Aku lakukan, ini demi kebaikan Kita... sungguh rasa cinta Aku terhadap Kamu tidak akan pernah hilang dalam hati ini, aku minta maaf Asri.. tolong Kamu terima semua ini, suatu saat Kamu akan tahu alasan apa mengapa Aku melakukan ini semua" Sam pun berjalan meninggalkan Asri begitu saja.


Suara gemuruh terdengar kencang, awan pun menjadi mendung dan turunlah hujan dengan lebat membasahi tubuh dan hati Asri yang penuh luka untuk keduakalinya, Asri tak sanggup belum menerima pernyataan itu, Asri berusaha mengejar Sam hingga ia terjatuh dari kursi Roda.


"Sam.... Sam... jangan tinggalkan Aku..Sam.. Aku mencintai Kamu"


Asri berteriak sekencang mungkin, berusaha menggapai Sam, namun Sam terus berjalan tanpa menoleh meski Ia mendegar teriakan itu, karena di depan sudah ada Tini yang menunggunya.


Juvi pun langsung menghampiri Asri, dan membantu Asri bangun


"Astagfirullah.. Asri.. ini ada apa... kenapa Sam meninggalkan Kamu.." Asri tak menjawab pertanyaan Juvi, Ia terus menangis dengan kencang sambil berteriak memanggil nama Sam


"Sam.. jangan tinggal Aku Sam, Sam.." merasa ada yang tidak beres Juvi pun berlari mengejar Sam untuk meminta penjelasan ini.

__ADS_1


__ADS_2