Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
PERMOHONAN


__ADS_3

Segeralah Rahma di periksa Dokter dan Dokter mengatakan bahwa mungkin efek jatuh dari kamar mandi kemarin, baru terasa efeknya sekarang


"Ibu tidak usah khawatir pasien baik baik saja, hanya saja lemas dan demam, mungkin juga karena pasien belum makan jadi membuat badannya semakin drop"


"Ya ampun Pah, saking stresnya Anak kita tidak ingin pisah dari Chandra Rahma sampai sakit seperti ini" Bu Yanti merasa bersedih pak Rohman pun ikut bersedih dan memeluk Istrinya agar membuat Istrinya sedikit tenang


"Sudah Mah, yang sabar, mungkin ini ujian pernikahan Anak kita" lalu Bu Yanti berfikir untuk memohon kepada Chandra agar tak jadi menggugat cerai Rahma, dan Ia pun harus tau keadaan Rahma sekarang


"Pah... Mamah pergi sebentar ya" Bu Yanti meminta izin pergi kepada suaminya


"Mamah mau kemana?"


"Mau kerumah Chandra sebentar saja Pah, Mamah titip Rahma ya, kalau Dia bangun tolong kasih Dia makan walau sedikit" lalu Bu Yanti langsung pergi untuk menemui Chandra.


Tak lama sehabis makan malam chadra pun ingin masuk kamar untuk beristirahat, lalu ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya, Bu Risma segera membukakan pintu, ternyata yang datang adalah Ibu Yanti "Bu Yanti silahkan masuk Bu" sapa ramah Bu Risma


"Terimakasih Bu Risma" Chandra pun kedepan untuk melihat siapa tamu yang datang


"Mama Yanti" lalu Ibu yanti meneteskan air mata, Bu Risma pun bertanya


"Bu Yanti ada apa malam malam begini kesini?" lalu Bu Yanti menjelaskan kedatangannya


"Mamah mohon Chan, tarik niat Kamu menggugat cerai Rahma, Rahma sakit Chan... Dia baru saja di rawat hari ini"


"Mah... Aku sudah terlanjur kecewa dengan Rahma, karena memang dari awal Aku menikah sama Dia itu pun terpaksa" tiba tiba Bu Yanti tersungkur berlutut kepada Chandra


"Mamah mohon Chan... kasihan Rahma, Dia sangat mencintai Kamu, Dia pernah bilang sama Mamah, kalau Aku masih diberi kesempatan sama Chandra, Dia mau berubah Chan, Dia akan rubah sikap dan tingkahnya, Dia Ingin perbaiki itu, Mamah mohon Nak, kasih kesempatan rahma sekali saja" Bu Yanti memohon dengan menangis, lalu Chandra memegang pundak Bu Yanti membantunya untuk berdiri


"Mah... tolong jangan seperti ini, Aku jadi gak enak sama Mamah" Bu Yanti terus menangis memohon agar Chandra mau memberi kesempatan Rahma sekali lagi


"Dia tak mau makan seharian ini Chan, Mamah belum pernah liat Dia begitu frustasi seperti ini, Dia begitu rapuh Chan... Mamah tahu Kamu belum mencintai Anak Mamah, dan Mamah tahu dia sudah menyakiti hati Kamu dengan membohongi Kamu, tapi tetap tujuan Dia hanya agar kamu mencintainya, jadi Mamah mohon Chan... Mamah mohon... " bicara dengan terus menagis, membuat Chandra terdiam dan bingung harus menjawab apa


"Mah... kasih waktu Aku untuk pikirkan semua ini, Mamah sebaiknya kembali ke Rumah Sakit" setelah itu Chandra langsung masuk ke kamar, Bu Yanti hanya bisa bersabar untuk jawaban itu kemudian Bu Risma berkata,


"Bu Yanti, semoga Rahma cepat sembuh, untuk Chandra Dia mungkin butuh waktu Bu, saya mohon kasih Dia waktu untuk memikirkan masalah hatinya" Bu Yanti mengerti dan Dia pun pulang dengan harapan kosong.


Rahma pun tersadar dan bangun


"Pah... Aku dimana?" Rahma bertanya dengan suara lemas tak berdaya


"Kamu di rumah sakit Nak, tadi Dokter bilang kamu demam, itu mungkin efek kemarin habis jatuh dari kamar mandi, lagi pun kamu tidak mau makan seharian, itu juga yang buat badan Kamu drop" Rahma menghela nafas Ia terlihat lemas lalu ia mengatakan,


"Buat apa juga Aku hidup Pah, kalau Aku tak bisa bersama Chandra" mendengar itu Pak Rohman sedikit marah


"Nak... jangan Kamu sia siakan hidup Kamu hanya karena hal ini, kalau Chandra tak mau kembali, sudahlah Nak.. mungkin Dia bukan jodoh Kamu" ucap Pak Rohman menasihati Anaknya


Rahma kini meneteskan air matanya Ia merenung dan diam lalu Pak Rohman berkata,


"Kamu makan dulu ya, sedikit saja, tadi Mamah berpesan kalau Kamu sadar, katanya harus Makan" Rahma hanya menggeleng kan kepalanya, tak lama Bu Yanti datang dan melihat Rahma sudah sadar

__ADS_1


"Rahma Kamu sudah sadar Nak, Papah... Rahma mau makan?" Pak Rohman hanya menggelengkan kepalanya


"Nak... makan yuk sedikit saja" Bu Yanti membujuk Rahma


Rahma menjawab Ia ingin makan asal Chandra tidak menceraikannya, Bu Yanti pun geram akan tingkah Rahma yang susah di atur


"Sudahlah Nak... kenapa Kamu susah sekali di beritahu dan di nasehati, sudah jangan terus mengharapkan Chandra, terserah Kamu mau makan atau tidak" lalu bu Yanti pergi dengan keadaan marah.


Bu Yanti pun menangis di tempat duduk tunggu Pasien, lalu Pak rohman menghampirinya


"Mah... sudah... jangan ikut stress nanti Mamah ikut sakit, lalu siapa nanti yang menjaga Papah" ucap Pak Rohman untuk menghibur istrinya, Bu Yanti tersenyum dan merekapun berpelukan.


Sementara Asri sedang asik nonton tv dan Sam mengerjakan pekerjaannya dengan menggunakan laptop


"Akhirnya kelar juga" Sam menarik tangannya ke atas sambil menguap


"Sayang asik banget sih nonton tv"


"Kenapa... sini kalau mau nonton, Kamu sibuk banget Sam, ngerjain apa si" Asri bertanya dengan mulut mengunyah makanan


"Ini loh Proyeknya Pak Fadli" kemudian Sam mendekati Asri Ia pun mulai memegang tangan Asri dan mencium tangan Asri lalu mengatakan,


"I Love You" Asri tersenyum manja dan Ia membalas ucapan Sam


"Love You Too sayang" Sam memandangi wajah manis Asri dan Sam mulai mendekati wajah Asri.


Asri pun gugup nafasnya tak beraturan, lalu Sam mencium pundak Asri lalu leher dan terakhir Ia membisikan kata


Merekapun melanjutkan ciuman itu, perlahan Sam membawa Asri ke kamar di taruh lah Asri di atas kasur dengan pelan, lalu Sam membuka semua pakaiannya, kemudian Sam membukakan pakaian Asri secara perlahan.


Sambil menciumi Asri, tangan Sam perlahan membuka baju Asri, Asri pun pasrah dan menerima dirinya di raba oleh Sam, tak lama lama dengan pemanasan akhirnya Sam langsung pada intinya.


Asri menikmati setiap sentuhan Sam, dan permainan Sam, kini Asri merasakan hal itu sekali lagi dan tiba pada puncak akhir permainan Asri terus mendesah membuat Sam semakin mengencangkan permainannya dan tiba akhirnya keduanya berteriak menuju puncak, permainan pun selesai.


Lalu Sam memeluk Asri dengan erat Sam berbisik lagi di telinga Asri mengatakan, "Terimakasih sayang sudah membuat Aku bahagia malam ini" Asri hanya memejamkan matanya, lalu mereka pun tertidur bersama.


Di tengah malam Chandra tak bisa tidur karena terus mengingat permintaan dan permohonan Bu Yanti tentang Rahma.


Ia pun melaksanakan shalat malam untuk menenangkan hati dan pikirannya sekaligus Ia ingin berdoa supaya Tuhan memberikan jalan yang terbaik baginya, setelah shalat kemudian Chandra berdoa


"Ya Allah... berikan Aku jalan solusi atas masalah Ku ini, apa Aku harus menerima Rahma lagi atau kah harus Ku akhiri rumah tangga ini" tak lama sehabis berdoa Chandra tertidur di atas sajadah, lalu ayah Chandra pak Martin datang menemuinya, Ia memberikan pesan dengan mengatakan,


"Anak Papah yang paling Papah sayang, Kamu orang baik Nak.. memaafkan sesama manusia itu tak akan ada ruginya, Allah maha pengampun, mengapa Kamu harus keras hati" saat ingin memeluk papahnya tiba tiba pak Martin menghilang begitu saja, lalu Chandra jalan dan terpeleset akhirnya Ia pun bangun dari tidur lalu mengucap, "Astagfirullah... mimpi apa tadi Aku" papah datang, ucap Chandra dalam hati.


Jam menunjukan tepat setengah 5 subuh Asripun terbangun dari tidurnya Ia melihat Sam masih tertidur di sampingnya, sebenarnya di hati Asri terkadang menyesali perbuatannya yang tak bermoral ini.


Lalu Ia mendengar suara adzan subuh hatinya merasa terpanggil, Ia pun bangun mandi membersihkan badannya, dan wudhu untuk melaksanakan shalat subuh.


Begitupun dengan Chandra Ia pun bangun mandi dan bersiap untuk shalat subuh.

__ADS_1


Selesai shalat Asri berdoa


"Ya Allah... Aku tahu Aku mengambil jalan yang salah, Aku pasrah kan semuanya padamu, Aku menaruh harapan untuk bersama Sam, Aku mencintainya, namun....."


Disela doa chandra.....


"Aku yakin jika Dia bukan jodohku maka tak akan pernah jadi milik Ku,,,"


kembali ke doa Asri.....


"Aku yakin jodoh terakhir ku ada di tangan Mu..."


kembali lagi ke doa Chandra.....


"Maka permudah lah Aku meraih jodoh terakhir Ku..."


"Amiinnn..." Asri dan Chandra mengucap kan amin dalam waktu bersamaan. Tak lama Sam bangun dan Ia melihat Asri yang tengah berdoa, lalu Ia pun bangun segera mandi dan melaksanakan shalat subuh.


Selesai shalat Asri ke dapur untuk membuatkan sarapan pagi, ketika Sam sudah selesai mandi, Dia tak melihat Asri di kamar, Sam pun melaksanakan shalat subuh dulu, setelah itu Sam ke dapur datang menghampiri Asri lalu tiba tiba Sam bertanya,


"Asri apa Kamu menyesali punya hubungan dengan Aku" Asri menoleh dan bertanya balik "Kamu kok tanya kaya gitu"


"Tidak... tadi Aku lihat kamu berdoa sambil meneteskan air mata"


"Oh... Sam... apapun doa yang Aku ucapkan, itu pasti berkaitan dengan Kamu, jodoh terakhir Ku" Asri bicara sambil tersenyum


Sam merasa lega mendengarnya, Mereka pun sarapan bersama dan setelahnya Mereka berangkat kerja.


Tak lama Tini menelpon Sam Ia mengingat kan akan janjinya menemani ke Dokter sehabis pulang kerja


"Iya... iya Aku ingat janjiku" lalu Sam menyudahi pembicaraan di telepon, Asri mendegar kata kata itu


"Janji apa Sam"


"Sayang nanti pulang kerja Aku gak bisa antar Kamu, Aku harus temani Tini ke Rumah Sakit" "Memangnya Tini sakit Sam"


"Kata Mamah si Dia sakit demam katanya" Asri agak kaget mendengarnya


"Jadi semalam Dia sakit, sedangkan Kita, Kita malah...." Sam pun langsung memotong ucapan Asri


"Sayang sudah dong Kamu jangan merasa bersalah begitu, Aku gak mau ya sampai Kamu diam cuek seperti waktu itu"


"Iya... Aku gak akan seperti itu lagi kok".


Di saat sarapan bersama, Bu Risma pun menanyakan hal semalam kepada Chandra


"Sekarang bagaimana, Apa keputusan Kamu" Chandra hanya diam dan memandang wajah ibunya, lalu Bu Risma berkata lagi,


"Chan... apapun keputusan Kamu, Mamah pasti dukung"

__ADS_1


Chandra pun mengatakan keputusannya


"Iya Mah...Aku sudah putuskan, kalau Aku.... akan menerima Rahma kembali, Aku akan memberinya kesempatan sekali lagi" mendegar jawaban dari Chandra, Bu Risma pun tersenyum bahagia, karena Anaknya kini sekarang bijak dan lebih dewasa sikapnya.


__ADS_2