Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
289. Anak Gratisan


__ADS_3

Semua cucu Ayanda dan juga Giondra sedang berkumpul di rumah besar. Kini, mereka tengah asyik bersantai di halaman depan. Setiap kali tukang jajanan lewat, mereka berhentikan.


"Mamang gorengan!" teriak Balqis dengan sangat kencang.


"Dasar keluarga gorengan," ejek Aleesa yang tengah asyik menguncir rambut Abdalla. Sepupunya yang satu itu akan diam saja ketika dijahili oleh si triplets. Dia itu memiliki prinsip harus mengalah kepada perempuan.


"Mang, bala-balanya sepuluh ribu."


"Jangan bala-bala semua," teriak Ahlam.


"Kak Iam mau apa?" Balqis pun kembali berteriak.


"Cireng!"


"Mas mau tahu isi, Dek." Abdalla sudah membuka suara.


"Bang Apang, mau gorengan gak?" Balqis berteriak kepada sang Abang yang tengah asyik bermain layangan.


"Mau!"


"Mau gorengan apa?"


Mereka berteriak bagai di hutan dan membuat Aleeya yang tengah mendengarkan musik menggelengkan kepala.


"Gua udah pake headset padahal, tapi suara tuh bocil masih kedengaran aja."


"Apa aja!"


"Cabenya berarti, ya." Balqis menimpali ucapan sang Abang yang katanya ingin gorengan apa saja.


"Entar Abang mencret kalo makan cabenya doang mah."


Mobil masuk ke area rumah besar. Siapa lagi jika bukan Gavin dan juga Ghea. Tentunya mereka diantar oleh Pak Joe.

__ADS_1


"Aqis, aku mau!" Ghea sudah berlari ke arah Balqis yang tengah berdiri di samping gerobak tukang gorengan.


"Mang, mau bakwan, tahu, cireng, tempe, ubi, pisang, risol, ya." Balqis pun berdecak kesal.


"Itu mah mau semuanya, Kak Ghea!" omelnya. Ghea hanya tertawa.


"Uang Aqis hanya sepuluh ribu, Kak. Gak cukup."


"Yah, aku juga gak bawa uang." Namun, Ghea segera berlari dan menghampiri Gavin yang tengah berada bersama Aleesa dan Abdalla.


"Mas, bagi uang. Adek gak bawa uang." Tangan Ghea sudah menengadah. Gavin merogoh sakunya dan uang lima puluh ribu dia berikan kepada adiknya.


"Makasih, Mas Agha kesayangan Adek." Ghea mencium pipi Gavin sebelum dia pergi ke tukang gorengan untuk membayar.


"Mang, uangnya di Kak Ghea, ya." Balqis melenggang begitu saja ketika dia sudah mendapatkan semuanya. Sedangkan Ghea menggelengkan kepalanya.


"Dasar tukang gratisan!"


Ghea pun membawa apa yang dia pesan dan memberikan uang kembaliannya kepada sang kakak.


"Tuh, si anak gratisan," tunjuk Ghea ke arah Balqis. Gavin pun tersenyum.


Tak lama, tukang telur gulung langganan si triplets datang. Aleesa dengan kencangnya memanggil nama tukang telur gulung tersebut.


"Mang Suneo!".


Security di rumah Ayanda hanya menggelengkan kepala ketika harus membukakan pintu untuk tukang jajanan lagi.


"Gocap, Mang."


"Siap, Neng."


"Banyak amat." Abdalla sudah mendongak ke arah Aleesa.

__ADS_1


"Segitu mah kurang," sahut Aleesa.


"Kakak Sa, Adek mau." Aleeya sudah mendekat.


"Kakak Na juga mau." Aleena yang tengah fokus melukis pun ikut berteriak.


"Mas, bagi duitlah." Aleesa sudah menodong Gavin. Anak itupun berdecak kesal.


"Doyan jajan, tapi pada gak punya uang," omelnya. Aleesa pun terkekeh.


Sudah biasa Gavin akan mengomel terlebih dahulu sebelum mengeluarkan uang. Sepupunya ini sangat royal, dan uang lima puluh ribuan lagi yang dia keluarkan.


"Makasih, Mas."


"Mas, Iam mau dong telur gulungnya."


"Apang juga, Mas."


"Aqis juga, Mas."


"Dalla juga, Mas."


Gavin menggelengkan kepala mendapat rengekan dari keempat sepupunya. Sudah gorengan dia yang bayar. Kini, ingin telur gulung pula.


"Mas, Adek juga mau, ya." Ghea sudah menunjukkan wajah manisnya membuat Gavin tidak bisa menolak.


Anak itu menghela napas kasar. Dia mengeluarkan uang lembaran biru untuk ketiga kalinya. Belum ada satu jam berada di rumah sang nenek, dia sudah harus mengeluarkan uang sebanyak seratus lima puluh ribu.


"Pak Joe, minjam ponsel." Joe langsung menghampiri Gavin dan memberikan ponselnya kepada anak dari majikannya.


Dia memotret tingkah si kuartet dan segera mengirimkannya kepada sang paman.


"Anak-anak kere. Gak punya uang pengen jajan. Ganti rugi pokoknya!! Gak punya dollar, sekarang rupiah pun Mas terima."

__ADS_1


...***To Be Continue***...


Komen dong ...


__ADS_2