Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
MENCIUM KENING


__ADS_3

Asri langsung memberikan minum kepada Sam ketika tahu Sam tersedak


"Ya ampun Sam Kamu pelan-pelan dong makanya" lalu Sam memberikan isyarat mata kepada Asri mengenai masalah yang sedang dihadapi Bu Anita, Asri hanya menganggukkan kepalanya tanda Ia mengerti


"Mah.. sudah ya, mungkin bukan rejeki Kita Mah, Mamah kan bisa investasi lagi di perusahaan lain" Asri berusaha untuk memberi pengertian kepada Ibunya, kini Sam berkata dalam hatinya,


"Kenapa Tante Anita di bawa-bawa dengan masalahnya bersama Tini dasar Herman tak punya perasaan" ucap kesal Sam terhadap dirinya sendiri


"Sebenarnya bukan cuma masalah ini Nak yang jadi pikiran Mamah, toko Organik yang Mamah kelola juga saat ini sedang penurunan omset, jadi Mamah bingung harus gaji karyawan pakai apa?" ucap kegelisahan sang Ibu, kini Asri merasa tak tega dengan apa yang di alami Ibunya karena masalah pribadinya orang tuanya yang harus menanggung perbuatannya.


"Ya sudah lah, Kita makan saja dulu ya, soal ini Mamah pasti pikirkan solusinya" Mereka pun menyelesaikan makan malamnya, setelah selesai.. Sam pun langsung pamit untuk pulang


"Tante Aku pulang dulu ya, besok Aku kesini lagi jemput Asri kerja, Sayang kira-kira Kamu sudah kuat untuk kerja?"


"Insyaallah Aku kuat kok" mendengar Asri merasa lebih baik, Sam pun senang lalu Sam bergegas pergi untuk pulang ke apartemen


"Besok ajak Aku ya ke apartemen Kamu"


"Iya sayang, Aku pulang ya, nanti kabari Aku lagi.. sekarang Kamu bebas telepon Aku kapanpun Kamu mau" ucap Sam sambil tersenyum mesra terhadap Asri, dan Asri pun membalas senyuman itu dengan senyuman manisnya


"Hati-hati di jalan, Aku mencintai Kamu" serasa melayang Sam mendegar kata-kata itu dari Asri


"Aku juga mencintai Kamu, Aku pulang ya" kini Sam pun melaju.


Tini sedang melamun lalu tiba-tiba Tini berkata pada Papahnya


"Pah... apa Sam tidak mau menengok Aku, Aku kan baru saja keguguran Anaknya" lalu Bu Heni langsung menyahuti pertanyaan Tini


"Tini... Mamah mohon jangan ingat Sam lagi, Dia mungkin tidak akan kembali lagi, sudahlah Nak lupakan Sam ya, Mamah mohon sama Kamu"


"Iya Tini, lebih bagus jika proses perceraian Kamu di percepat"


"Gak ada yang boleh pergi ke pengadilan agama, kalau Sam belum mengajukan gugat untuk Aku, berarti Sam masih ada kemungkinan untuk kembali sama Aku dan Aku gak mau gugat Dia Mah" Bu Heni dan pak Herman hanya terdiam saling melirik Tini pun berkata,


"Mah... Aku ingin jalan-jalan keluar, Aku bosan di dalam" pinta Tini ingin mencari angin di luar kamar rawat, Bu Heni pun senang dengan permintaan Tini, berharap dengan jalan-jalan melihat sekeliling, mungkin sekejap melupakan ingatannya dengan Sam


"Iya sayang Mamah ajak Kamu keluar ya Kita cari udara di luar" kemudian Tini dan Bu Heni pun keluar lalu Pak Herman pamit untuk pulang


"Mah, Tini Papah pulang ya, nanti besok setelah pulang kerja Papah mampir lagi kesini, mudah-mudahan sih Kamu cepat pulang"


"Iya Pah.. ya sudah Papah istirahat biar Tini Mamah yang jaga" dan Pak Herman pun pulang.


Saat sedang berjalan-jalan di sekeliling Rumah Sakit Tini melihat Chandra di sebuah ruangan dari kejauhan


"Stop Mah.. itu kan Chandra Mah, dan itu kan Rahma, berarti Sam ada disini juga dong"

__ADS_1


"Iya memang Sam tadi ada disini, di ruang itu tuh" ucap Bu Heni sambil menunjuk arah ruangan yang tadi di tempati Asri


"Mah...bawa Aku kesana sekarang" Bu Heni terkejut dengan permintaan Tini


"Gak.. Mamah gak akan bawa Kamu kesana, harusnya kalau Sam perduli sama Kamu ya Dia yang kesini lihat Kamu" kini Bu Heni berbicara dengan nada yang marah, lalu seorang suster lewat, dan tini langsung memanggilnya


"Suster berhenti, Sus orang yang di rawat di kamar itu apa masih ada orangnya?" tanya Tini terhadap suster Rumah Sakit


"Ruangan itu kosong Bu, tadi pasiennya baru saja pulang" Tini pun menjadi melemah karena Dia ingin sekali bertemu Sam, tapi Sam kini sudah pergi bersama Asri.


lalu Tini terdiam dan berkata dalam hatinya, "Aku akan buat hidup Kamu menderita Asri, Kamu telah mengambil Sam dari Aku"


"Saya permisi dulu ya" ucap suster, Bu Heni menganggukkan kepalanya, lalu Bu Heni berkata pada Tini yang sedang merasa sedih


"Dia tidak mencintai Kamu Nak, tolong sudah cukup Kamu tanya soal Dia, Mamah hanya ingin Kamu sembuh" Bu Heni berbicara dengan raut wajah bersedih lalu Tini meminta untuk kembali ke kamarnya.


Chandra menemani Rahma dan bersikap lembut terhadap Rahma membuat hati Bu Yanti menjadi senang melihatnya


"Chan.. ini sudah hampir jam 8 sebaiknya Kamu pulang, Kamu kan harus kerja besok, Rahma biar Mamah yang temani, papah juga sudah pulang kecapean, memangnya Kamu gak capek..?" Bu Yanti bicara dengan suara lembut, mengingat besok ada meeting dengan klien, Chandra pun mengiakan untuk pulang beristirahat


"Rahma Aku pulang ya, Kamu disini dulu sama Mamah, nanti besok Aku kesini lagi" dan Rahma menjawab dengan senyuman. Saat ingin naik mobil Chandra memberitahu Sam mengenai pelaku yang kabur itu melalui pesan.


Ketika sam baru sampai di apartemen Sam menerima pesan dari Chandra mengenai si pelaku, Sam pun begitu emosi saat tahu bahwa pelaku kini kabur


"Sialan....Hebat Kamu Tin bisa menyusun ini semua dengan rapih" ucap Sam pada dirinya sendiri.


"Mah.. Aku berangkat kerja dulu ya" namun saat Asri ingin berjalan Dia merasa sangat pusing kepalanya, Asri hampir terjatuh, Sam melihat hal itu langsung turun dari mobik menghampiri Asri


"Sayang Kamu yakin bisa kerja hari ini, Kamu lebih baik izin saja dulu untuk beberapa hari" Sam kini merasa khawatir dengan keadaan Asri, Asri pun berfikir sama dengan Sam, lalu Asri mengiakan untuk meminta izin tak masuk kerja selama 2 hari


"Kamu masuk ke dalam rumah ya, biar Aku yang datang ke HRD minta izin sakit Kamu"


"Ia Sam, makasih ya.. maaf buat Kamu repot"


"Gak repot kok nanti Aku kesini lagi setelah dari Retno".


Bu Anita bingung melihat Asri masuk lagi ke dalam rumah


"Loh.. kok balik lagi, ada yang ketinggalan?"


"Mah.. kepala Aku pusing, Aku mau izin saja dulu gak masuk kerja selama 2 hari, biar kondisi Aku lumayan membaik baru aku masuk kerja lagi nanti" mendengar alasan Asri Bu Anita pun jadi khawatir


"Ya Allah Nak.. ya sudah Kamu istirahat sana, nanti Mamah bawakan buah-buahan ya" Bu Anita berbicara sambil membelai rambut Asri, Asri pun tersenyum lalu masuk ke dalam kamar.


Masa penyembuhan bagi Tini sepertinya akan selesai, Dokter pun memeriksa Tini memastikan kondisinya bagus

__ADS_1


"Baik.. kondisi Ibu sudah membaik, hari ini bisa pulang ya tapi jangan lupa untuk tetap jaga kesehatan, kalau ingin program hamil lagi, tunggu sekitar 3 bulan ya Bu" ucap Dokter menjelaskan tentang kehamilan pada Tini, lalu Tini berkata dalam hatinya,


"Jangan kan 3 bulan Dok, hari ini saja Suami Ku sudah pergi bagaimana bisa Aku hamil lagi" Bu Heni pun senang Anaknya sudah boleh pulang hari ini, lalu Bu Heni berterimakasih kepada Dokter kemudian Dokter keluar dari ruangan


"Ya sudah kalau gitu Kita pulang ya" saat keluar ruangan Pak Herman datang untuk menemui Putrinya


"Eh Papah Pas banget Kita sudah mau pulang nih, tadi Dokter bilang Tini sudah boleh pulang"


"Wah.... bagus dong pas sekali saat Papah datangan kesini, ya sudah yuk Kita pulang" namun Tini masih terdiam merenungi masalah rumah tangganya


"Sudah Tin.. jangan melamun terus" ucap Pak Herman terhadap Tini yang dari tadi diam saja.


Rahma yang merasa ingin ke kamar mandi berusaha untuk bangun


"Aww... " Rahma merasa kesakitan dengan infus di tangannya, kemudian datang lah Chandra Dia melihat Rahma yang berusaha ingin bangun lalu Chandra langsung menghampiri Rahma


"Hey... Kamu mau kemana, sini biar Aku bantu" Rahma menoleh lalu tersenyum ketika tahu Chandra datang


"Chandra ... Ini loh Aku mau ke toilet"


"Mamah kemana, kok gak ada di ruangan?"


"Mamah tadi mau sarapan katanya lapar" Rahma terus berjalan dengan perlahan, lalu Rahma masuk ke toilet dan Chandra menunggunya di depan pintu toilet.


Setelah sarapan selesai Bu Yanti pun kembali ke kamar rawat inap Rahma


"Chan.... sudah datang, maaf ya Mamah gak tunggu Kamu dulu, habisnya Mamah lapar sekali" lalu Bu Yanti memberikan sebuah nasi bungkus kepada menantunya


"Chan ... ini Mamah tadi beli nasi Padang buat Kamu, Kamu makan ya, Kamu pasti belum sarapan ya kan?"


"Iya Mah makasih ya, Aku sudah bawakan pakaian ganti untuk Rahma" Bu Yanti pun merapihkan tas yang berisi pakaian ganti Rahma.


Rahma sudah selesai dengan buang air kecilnya lalu Rahma kembali ke tempat tidur dengan di bantu oleh Chandra


"Aku gak bisa lama-lama disini Aku harus meeting dengan klien Kamu harus nurut sama Mamah ya, Semoga Kamu cepat sembuh supaya cepat pulang" Rahma pun tersenyum saat di nasehati oleh suaminya


"Chan.. makasih banyak ya, Aku senang Kamu begitu perhatian sama Aku"


"Kamu kan istri Aku, sudah selayaknya Aku bersikap seperti ini" lalu Chandra menceritakan prihal pesan Sam semalam yang mengatakan bahwa pelaku sudah kabur ke luar negeri.


Rahma aga kecewa dengan beritanya, artinya akan sulit sekali menangkap si pelaku, padahal Dia sangat penasaran dengan wajah si pelaku apalagi motifnya yang sengaja ingin membunuh Asri


"Kenapa sampai kecolongan sih kepolisian ini" Rama bicara dengan nada kesal


"Aku juga gak mengerti Dia cepat sekali pergi meninggalkan kota ini" setelah banyak bicara Chandra pun pamit karena takut telat meeting dengan klien

__ADS_1


"Ya sudah Kamu hati-hati ya kerjanya, Aku tunggu Kamu lagi ya Chan disini" ucap lembut suara Rahma, lalu Chandra mencium kening Rahma, sontak saja membuat Rahma bengong dengan raut wajah yang senang, kemudian Chandra berkata


"Aku berangkat ya Assalamualaikum" dan salam Chandra pun di balas oleh Rahma juga Bu Heni.


__ADS_2