Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
KETAKUTAN KASIH


__ADS_3

Pagi yang cerah Asri kini telah siap untuk mencari pekerjaan


"Semoga saja, ada perusahaan yang mau menerima keadaan Aku"


Bu Anita seperti biasanya menyiapkan sarapan untuk Putrinya


"Sayang.. Kita sarapan ya, Kamu jadi mau cari pekerjaan hari ini?"


"Jadi Mah.. insyaallah kaki Aku kuat kok"


"Ya tapi Kamu tetap ya harus hati-hati"


"Oh ya Mah.. bagaimana toko, Mamah jadi jual toko itu?"


"Gak sayang.. Mamah gak jadi jual Tika manajer toko Mamah, Dia beri solusi untuk jangan menjual toko dulu, Dia mau cari supplier dan klien yang mau di ajak bekerja sama dengan Toko Mamah"


"Bagus dong Mah.. doakan Aku ya, supaya Aku cepat dapat pekerjaan dan bisa bantu Mamah untuk gaji karyawan"


"Ya Asri"


Bu Anita tersenyum hangat pada Putrinya


"Asri.. tapi bagaimana soal kehamilan Kamu, seandainya Kamu di terima bekerja lalu jika perusahaan tahu Kamu sedang hamil, Mamah rasa Kamu tidak akan di terima berkerja lagi"


"Sudah Mah.. soal itu, Kita lupakan dulu, kehamilan Aku kan masih kecil, kalau memang Aku di terima bekerja, Aku akan cari alasan untuk resign sebelum orang kantor tahu kehamilan Aku"


Bu Anita bersedih mendengar ucapan Asri


"Nak.. Kamu yang kuat ya, ini jadi pelajaran untuk Kamu, dan Kamu tidak perlu lagi mencari Sam, sudah cukup Kamu terluka dan di sia-siakan seperti ini"


Asti memeluk Ibunya dengan penuh cinta


"Makasih ya Mah.. Mamah selalu support Aku, dan selalu ada di setiap masalah Aku"


Bu Anita membalas pelukan Asri dengan penuh cinta juga.


Kasih seperti biasa menyiapkan sarapan untuk keluarga Bu Alya, biarpun telah terjadi insiden yang tidak mengenakkan tapi Ia tetap melakukan kewajibannya sebagai ART.


Ketika Makmun telah bersiap untuk berangkat kerja, Ia menghampiri Kasih terlebih dahulu


"Kasih.. Aku mau bicara"


"Ingin bicara apa?"


Kasih berbicara agak ketus dengan Makmun, jika mengingat kejadian semalam, rasanya Kasih ingin menangis dan berteriak dengan kencang


"Aku ingin minta maaf, atas kekhilafan Aku terhdap Kamu"


belum saja menjawab, Kasih sudah menangis tersedu-sedu


"Kasih.. Aku mohon, maafkan Aku"


"Sudah Mas cukup, Aku tidak ingin mengingat itu"


lalu Bu Alya tiba-tiba datang dan mendengar percakapan Mereka


"Aku merasa sangat bersalah telah berbuat hal itu terhadap Kamu"


"Semua sudah terjadi, tidak mungkin kesucian Aku akan kembali lagi"


"Aku janji, jika terjadi sesuatu dengan Kamu, Aku akan bertanggung jawab"


Kasih menatap Makmun dengan sangat tajam


"Itu memang harus Mas lakukan, tapi sekarang bukan itu masalahnya Mas"


"Maksud Kamu?"


Makmun sungguh tak mengerti masalah apa yang sebenarnya di takutkan Kasih


"Mas.. Andi sudah melamar Aku, dan Kita akan segera menikah, selama 2 tahun Kami terpisah yang Andi tahu Aku tidak pernah menikah dengan siapapun, kesucian Aku masih terjaga Mas.. seandainya Kami menikah nanti, Andi tahu masalah ini lalu Aku harus menjelaskan bagaimana Mas...?"


Kasih semakin menangis tersedu-sedu, hingga akhirnya Bu Alya ikut bicara


"Kasih.."


"Bu Alya, apa Ibu ingin menyalahkan Aku lagi dalam masalah ini"

__ADS_1


"Tidak.. Saya justru sangat mengerti sekarang dengan apa yang Kamu takutkan jika sudah bersuami, maafkan Anak Ibu ya"


tiba-tiba Bu Alya memeluk Kasih, Ia sangat merasa bersalah karena kemarin sempat tak percaya insiden itu, dan malah menyalahkan Kasih


"Kalau seandainya Andi tidak mau menerima Kamu, Ibu akan menyuruh Makmun untuk menikahi Kamu"


Makmun terkejut dengan perkataan Ibunya, Dia tak berpikir sampai sejauh itu


"Mah.. kenapa harus menikahi?"


"Makmun.. Kamu telah memperkosa Kasih secara tidak langsung, lalu jika Dia di buang oleh Suaminya nanti, itu tanggung jawab Kamu"


"Tapi Lia..."


"Mamah tahu ini tidak akan mudah, Kita sekarang hanya harus berdoa, semoga Andi tidak mempermasalahkan kesucian Kasih"


Setelah berbincang, Makmun pun berangkat bekerja dan Kasih masih terlihat syok dengan kejadian semalam, Ia bekerja namun wajah dan pikirannya tak dapat di bohongi, Ia berfikir keras membayangkan reaksi Andi jika Ia tahu hal ini.


Asri memasuki gedung PT. Thomas Ia mencoba melamar pekerjaan di tempat itu


"Mbak.. ini data Saya dan CV Saya"


"Ya Mbak, silahkan duduk tunggu giliran ya"


Asri merasa tidak percaya diri melihat para calon karyawan di sampingnya, semua berpenampilan menarik dan tentunya sehat, tidak seperti Asri yang memakai tongkat untuk berjalan. Tak lama nama Asri di panggil


"Ibu Asri silahkan masuk"


Asri pun masuk dengan berjalan perlahan, dan Ia langsung berbicara memperkenalkan diri


"Selamat pagi Pak..Nama Saya Asri"


"Ya silahkan duduk"


Bagian HRD langsung memperhatikan Asri dari atas hingga bawah


"Kamu kenapa pakai tongkat?"


"Saya habis kecelakaan kemarin, tapi seiring berjalan waktu, Saya akan melepas alat ini Pak"


setelah itu bagian HRD memeriksa data Asri dan mulai interview aktifitas keseharian Asri dan pengalamannya dalam bekerja


tak lama Ia memeriksa dan memastikan apakah benar Asri keluaran dari Retro, namun setelah di lihat, bagian HRD begitu terkejut karena nama Asri telah masuk daftar hitam


"Kalau boleh Saya tahu, kenapa Kamu resign?"


pertanyaan ini sungguh membuat Asri bingung menjawabnya, mau tak mau Asri menjawab dengan berbohong, namun tetap percuma HRD agak ragu dengan alasan yang Asri berikan, di dalam hati si HRD mengatakan,


"Kalau hanya karena kecelakaan kemarin kenapa harus masuk daftar hitam"


Karena ragu dengan kualitas Asri, HRD langsung menolak Asri


"Mohon maaf Ibu Asri, sebenarnya pengalaman Anda bagus, tapi sayang saat ini Kami tidak dapat menerima Anda untuk bergabung dengan perusahaan Kami"


"Kalau boleh tahu alasannya kenapa ya Pak? apa karena Saya memakai tongkat dan cacat"


"Oh tidak.. bukan, Ibu mohon maaf nama Ibu sudah masuk daftar hitam, jadi Kami tidak bisa menerima Ibu apapun alasannya"


Asri mulai melemah saat ingat bahwa dirinya sudah masuk daftar hitam Karyawan berkelakuan tidak baik, Asri kini baru sadar mengapa sudah dua perusahaan menolaknya dan inilah jawabannya.


"Baik.. sebenarnya Saya sendiri tidak tahu, kenapa Saya masuk daftar hitam, tapi kalau memang perusahaan tidak percaya dengan kualitas Saya, Saya tidak dapat memaksa, terimakasih sudah memberikan waktu kepada Saya permisi"


Asri pun pergi dengan semangat yang mulai menurun.


Saat sudah berada di depan kantor PT. Thomas Asri duduk sebentar dibawah pohon yang rindang, Ia bersedih karena saat ini mencari pekerjaan sangatlah sulit baginya


"Ya Allah.. kenapa Pak Herman begitu tega dengan Saya, mau di perusahaan mana pun, tidak akan ada yang mau menerima Saya"


Asri kini bersedih hingga Ia meneteskan air mata.


Tiba-tiba mobil Andi melewati tempat dimana Asri sedang duduk, dan tak sengaja Andi melihat Asri sedang merenung dan menundukkan kepalanya, Andi pun memarkirkan mobilnya lalu Ia mendekati Asri dan menyapa


"Asri..."


Asri menoleh dan melihat


"Andi.. Kamu mau kemana?"

__ADS_1


"Aku sedang mencari pekerjaan"


Asri yang tidak tahu jika Andi sudah resign dari Retro bahkan telah pergi dari rumah Herman merasa terkejut mendengar cerita dari Andi


"Jadi sekarang Kamu tinggal di apartemen Sam"


"Iya.. Sam baik sekali dengan Aku, Asri.. Aku rasa Sam meninggalkan Kamu itu pasti karena terpaksa"


Asri terdiam mencerna ucapan Andi tentang Sam


"Aku sudah tahu itu"


"Apa.. Kamu tahu, jadi Kamu tidak membenci dengan Sam?"


"Tidak.. Aku tahu pasti ada sesuatu hal yang membuat Sam mengambil keputusan yang sulit, Aku sangat mengenal Sam perceraian sudah di depan mata, tapi gagal Aku yakin ada sesuatu yang memaksanya"


"Lalu kenapa Kamu tidak ingin mencari Sam dan Kalian bisa bicara dari hati ke hati"


"Aku sudah berjanji dengan Mamah, Aku tidak ingin lagi mencari Sam bahkan memohon cintanya, tetap Aku akan kalah dengan masalah yang mungkin jauh lebih penting bagi hidup Sam"


Andi sungguh kagum dengan Asri yang begitu kuat menjalani ini semua


"Kandungan Kamu bagaimana sehat?"


Asri tersenyum mendegar kabar dari Andi soal kehamilannya


"Sehat semua, Aku baru sadar Aku sudah melamar ke dua perusahaan dan semuanya menolak Aku, bukan karena Aku pincang, tapi karena daftar hitam itu"


Andi pun kini baru sadar soal itu


"Asri.. yang sabar ya, coba deh mungkin tempat Kamu bukan lagi di perusahaan"


"Maksud Kamu?"


"Kamu bisa melamar di toko atau Rumah makan besar"


Asri malah tertawa mendengar usulan dari Andi


"Kenapa kok ketawa?"


"Kamu lupa ya, Aku masih menggunakan tongkat Andi, bagaimana bisa bekerja sekeras itu, bekerja di toko atau rumah makan itu harus yang gesit dan cepat"


"Oh iya ya.."


"Memangnya Kamu sekarang mau melamar kemana?" tanya Asri


tak lama Andi mendapatkan panggilan dari PT Asahi, perusahaan yang di pimpin oleh Pak Fadli, bagian HRD mengatakan akan segera interview siang ini di kantor, Andi begitu senang saat lamaran dirinya di lirik oleh suatu perusahaan


"Alhamdulillah.. selamat ya, semoga sukses interviewnya"


"Amin... Kamu mau pulang?"


"Ya.. Aku pulang saja, tidak ada lagi yang harus di lakukan"


"Aku antar Kamu pulang ya"


"Apa tidak merepotkan Andi"


"Tidak... interview kan siang, lagi pula Aku ingin berbagi cerita megenai hubungan Aku dengan Kasih"


Akhirnya Asri menerima tawaran Andi untuk mengantarnya sampai ke rumah.


Semenjak kejadian dirinya di perkosa oleh Fahmi waktu itu, Tini kini menjadi lebih pendiam, dan tidak banyak bicara, hal itu membuat Bu Fatma agak bingung dengan sikapnya.


"Tini... Ibu minta tolong boleh, tolong belikan bahan ini ya"


melihat data bahan sayur yang di beli, Tini merasa takut jika harus pergi ke pasar lagi


"Bu.. Aku belinya di supermarket saja ya"


"Ya Tini terserah Kamu deh, dari pada nanti seperti kemarin Kamu pergi lalu pulang tidak membawa apa-apa, kan Ibu jadi tidak masak, kasihan Sam jika pulang kerja tak ada makanan"


Akhirnya Tini pergi ke supermarket untuk membeli bahan sayur dan dapur yang sudah habis stoknya.


Sedangkan Fahmi di rumah Ia sesat terkadang mengingat kejadian sewaktu Ia mabuk dan memerkosa Tini


"Dia tinggal dimana ya, Aku jadi penasaran"

__ADS_1


Fahmi merasa bosan di rumah sendirian tak ada pekerjaan, Ia pun pergi seperti biasa menghamburkan uang yang Ia punya hingga habis.


__ADS_2