Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
JUNGLE PARK


__ADS_3

Sam saat ini berada di apartemennya, Dia merasa tak tenang dengan keadaan seperti ini, tapi Dia harus pulang karena besok harus mengantar Ibunya ke Rumah Sakit mengecek kesehatan untuk Operasi pencangkokan jantung.


Akhirnya Sam memutuskan untuk pulang malam hari saja, Dia ingin bertemu Asri sebentar Jika di izinkan Bu Anita.


Andi pun bersiap berangkat menuju rumah Asri untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi kemarin, sekaligus ingin menceritakan mengenai Dirinya yang di masukan ke daftar hitam Karyawan tidak berkelakuan baik.


Setelah sampai di rumah Asri Andi pun mengetuk pintu sambil mengucapkan salam


"Assalamualaikum..."


"Tante Anita, Asri..."


karena Bu Anita sedang berada di Toko, lalu Asri lah yang membuka pintu tersebut


"Andi... Kamu mau apa kesini.." Asri pun melihat ke kanan dan ke kiri


"Kamu kenapa... mau lihat apa..?" Andi bertanya keheranan


"Aku hanya memastikan Kamu tidak membawa Tini...atau.. Kamu kesini untuk memata-matai Aku" Asri berbicara penuh dengan rasa curiga di hatinya


"Ya Allah Asri.. sumpah...Aku gak seperti itu, justru Aku kesini ingin menjelaskan dan meminta maaf karena Aku pernah berbohong dengan Kamu" Andi berbicara dengan bersungguh-sungguh untuk meyakinkan Asri jika dirinya bukanlah orang jahat


Asri hanya terdiam melihat Andi, lalu Asri menyuruhnya untuk masuk, setelah itu Andi langsung meminta maaf pada Asri


"Asri.. Aku minta maaf ya, kalau Aku tidak jujur dari awal jika Aku adalah sepupu Tini" Asri masih terdiam tak menjawab ungkapan maaf Andi, lalu Andi melanjutkan ucapannya


"Aku sengaja tidak bilang, karena Aku takut jika Kamu tahu Kamu akan membenci Aku.." lalu Asri bertanya mengapa dirinya mau di suruh oleh Tini jika memang bukan Mata-mata


"Ya Aku bagaimana menolaknya, Dia sepupu Aku.. Dia hanya ingin bertemu Sam.. ingin berusaha untuk memperbaiki hubungannya, itu saja Asri, tidak ada maksud lain" Asri menyimak ucapan Andi, Dia melihat kejujuran di mata Andi, lalu Asri berkata,


"Kamu pasti kasihan dengan Tini karena Aku merebut suaminya iya kan..??"


"Bukan.. bukan seperti itu Asri.. Kamu jangan bicara seperti itu dong.. Aku gak pernah ikut campur urusan Tini, tapi kalau Dia sampai melakukan sesuatu yang tidak baik terhadap Kamu, Aku pasti menegur Dia.." lalu Asri bertanya memangnya Tini mau merencanakan apa lagi untuk Dirinya


"Kalau soal itu Aku gak tahu Asri, tapi seperti waktu kemarin Dia hampir ingin menabrak Kamu, setelah Aku tahu Dia sengaja melakukan itu, Aku langsung menegur dan menasihatinya" Asri menjadi merasa bersalah karena telah berburuk sangka pada Andi


"Aku minta maaf ya... kalau Aku berfikiran buruk tentang Kamu, karena berkali-kali Tini berusaha ingin menyingkirkan Aku dari hidup Sam, sampai-sampai orang lain yang kena korban" Andi pun tersenyum sambil memandangi Asri, Asri merasa ada yang tidak beres dengan senyuman Andi, Dia pun bertanya,


"Kamu kenapa...?" ko senyumnya seperti itu..?" Andi merasa gugup, tidak tahu apa yang di pikirkan Andi, Dia pun dengan berani mengatakan isi hatinya


"Asri... kalau Aku menyukaimu boleh tidak..?" Asri terkejut dengan ungkapan perasaan Andi


"Apa.. maksud Kamu apa, Aku gak mengerti" Asri menjawab seakan tak mengerti


"Aku menyukai Kamu Asri.. tapi.. Aku sadar diri, Kamu sangat mencintai Sam, dan Aku bisa lihat itu di mata Kamu" Asri terdiam tak menyangka bahwa Andi menyukainya


"Ya.. Kamu tahu sendiri lah jawabannya apa.. maaf Aku tidak bisa memberikan perasaan lebih untuk Kamu" Asri menjawab dengan hati-hati supaya Andi tidak tersinggung, Andi pun tertawa mendengar jawaban Asri


"Iya Asri.. Aku mengerti Kamu... tenang, Aku tidak memaksa orang untuk membalas cinta Aku, Aku hanya ingin Kamu tahu perasaan ini, karena memendam perasaan itu sangat tidak enak" Asri pun tersenyum mendengar ucapan Andi.

__ADS_1


Lalu Andi mengatakan maksud kedatangannya kesini soal daftar hitam itu


"Asri.. sebenarnya Aku ingin memberitahu Kamu soal data diri kamu di Retro"


"Maksud Kamu bagaimana Andi, aku gak paham" lalu Andi menceritakan prihal daftar hitam itu dengan jelas dan terperinci


"Apa...Jadi Aku dimasukkan ke dalam grup orang berkelakuan tidak baik, dan Aku kemungkinan akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan, begitu maksudnya Andi" Andi pun menganggukkan kepalanya, dan Asri kini terdiam lemas mendengar kenyataan itu


"Sampai segitunya keluarga Tini membuat diri ku benar-benar dalam kesulitan" Asri berkata sambil terdiam bengong, Andi hanya bisa mengatakan sabar untuk menjalani kehidupan ini, lalu Andi berkata lagi,


"Sebisa Aku.. Aku akan bantu Kamu untuk mencari pekerjaan" Asri pun melihat Andi lalu menjawab,


"Tidak.. Kamu tidak boleh terlalu ikut campur urusan Aku.. bisa-bisa Kamu loh yang akan di persulit sama Pak Herman" Andi pun tersenyum lalu menyemangati Asri, setelah urusan pribadinya selesai Dia pun langsung pamit pulang


"Asri.. makasih ya.. Kamu masih percaya dengan Aku, semoga Kita bisa berteman dengan baik, soal perasaan Aku.. jangan di ingat-ingat Aku tidak akan memaksakan itu semua"


Asri tersenyum dan kemudian Andi pulang.


Lia dan Makmun pun sampai di rumah, Mereka masuk lalu melihat Kasih masih disini Lia pun bertanya,


"Kasih.. Kamu masih disini.. katanya ingin mencari kontrakan?" tiba-tiba Bu Alya datang dan menjawab pertanyaan Lia


"Dia Mamah minta jadi ART dirumah ini, Dia sih bilang mau cari pekerjaan lain.. tapi Mamah ingin di rumah ada yang menemani Mamah" Lia pun kini merasa Ibu mertuanya mulai menyindir lagi, namun Mereka pun tidak mungkin juga melarang Ibunya memiliki ART, Lia pun masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Kasih mulai memasak untuk makan malam nanti.


Lia merasa lelah Dia pun memijat kepala, leher dan bahunya sambil duduk, melihat Istrinya kecapean Makmun pun mendekati Lia lalu memijat punggung Lia, Lia pun tersenyum sambil berkata,


"Kamu capek ya.. Lia Aku sudah menabung untuk Kita beli Rumah, mungkin 2 bulan lagi Aku baru bisa membelinya" Lia terdiam menyimak ucapan Suaminya, Lia jadi berpikir akan janjinya untuk resign setelah mempunyai rumah sendiri


"Aku... mau mandi dulu ya.. " Lia berkata untuk mengalihkan ingatan Makmun, setelah mandi lia berniat ke dapur membantu Kasih.


Kasih sedang memasak dan Bu Alya memperhatikan cara memasak Kasih


"Wah.. Kamu telaten ya Kasih.. cara masak Kamu bersih dan rasanya enak sekali" kasih pun tersenyum saat di puji Bu Alya


"Makasih Bu.. atas pujiannya" Kasih menjawab dengan sopan, lalu Lia datang berjalan perlahan ke arah Kasih, kemudian tiba-tiba Bu Alya berkata,


"Kasih.. nanti kalau Kamu bertemu suami Kamu dan Kalian bisa bersatu, jangan lupa sama Ibu ya.. Ibu senang Kamu ada disini, Ibu jadi terhibur karena ada teman ngobrol"


"Iya Bu.. Bu Alya tenang saja, Aku pasti tidak akan pernah Lupa dengan bantuan Ibu sekeluarga" mendengar ucapan Bu Alya, Lia jadi merasa bahwa Ibu mertuanya lebih menyukai Kasih ketimbang dirinya


Lia pun mengurungkan niatnya untuk membantu Kasih karena yang Dia pikirkan disini sudah ada Bu Alya yang membantunya.


Dari pada Lia tak ada kerjaan lebih baik Dia mengerjakan laporan keuangan yang belum selesai Ia kerjakan di Kantor


"Lia.. katanya tadi Kamu mau ke dapur" Makmun bertanya sambil berganti baju


"Gak jadi.. di dapur sudah ada Mamah, dan Mamah juga sepertinya menyukai Kasih dari pada Aku" Lia berbicara sambil mengetik jarinya, Makmun terdiam ketika Lia berkata seperti itu, setelah itu Makmun pun keluar dari kamar untuk menemui Ibunya di dapur.


Sementara Bu Alya dan Kasih tengah tertawa riang gembira sambil mengobrol Bu Alya berkata,

__ADS_1


"Kamu humoris juga ya.. beda sama Lia, Lia itu kalau sudah di rumah di kamar terus gak tahu deh mengerjakan apa.. kadang Ibu merasa bosan punya menantu seperti Lia"


Makmun mendengar ucapan Ibunya dan ia lun langsung menyahuti


"Astagfirullah Mah.. kenapa Mamah bicara seperti itu, Mah.. Lia sedang hamil loh.. hamil Anak Aku.. cucu Mamah, kok Mamah bisa-bisanya berkata seperti itu" Bu Alya pun terkejut karena makmun mendengar ucapannya barusan


"Makmun.. tolong jangan marah dong.. Mamah kan cuma cuma mengeluarkan isi hati Mamah"


"Ya.. tapi Mamah jangan bicara keterlaluan, kalau Lia dengar Dia bisa sakit hati Mah.. tadi saja Lia ingin membantu Kasih tapi entah apa yang di dengar Lia sampai Lia berkata jika Mamah seperti tidak suka dengan dirinya" Bu Alya pun merasa kesal dengan ucapan Makmun


"Jadi Kamu pikir Mamah bicara menyakiti hati Lia, tapi yang Mamah bicarakan itu kan semuanya benar Mun" Makmun menjadi kesal karena Ibunya tidak mengerti juga maksud dari perkataannya


"Mah.. tolong lah.. buat Lia senyaman mungkin tinggal disini, kalau Lia sampai ga betah tinggal disini dan Dia mengajak Aku untuk pindah, Mamah jangan sampai menyesali semua itu" Makmun berbicara seperti sedang mengancam Bu Alya, Bu Alya hanya terdiam mendengar ucapan Anaknya.


Setelah itu Makmun pun kembali ke kamarnya ingin menghibur Lia.


Bu Anita pun pulang ke rumah sehabis magrib Dia langsung menuju kamar Asri untum melihat keadaan Asri setelah pertengkaran tadi siang


"Rupanya Dia sudah tertidur" Bu Anita berkata dengan suara pelan


Dia pun langsung menyelimuti Asri dengan selimut yang biasa di pakai Asri, lalu mengucapkan selamat tidur untuk Anaknya


"Selamat tidur Sayang.. Maafkan Mamah ya.. jika Mamah banyak mengatur bahkan berusaha memisahkan Kamu dengan Cinta Mu Nak.." Bu Anita kini meneteskan air mata lalu melanjutkan ucapannya


"Yang harus Kamu tahu, Mamah lakukan ini semua demi kebaikan Kamu" kemudian Bu Anita mencium kening Asri lalu keluar dari kamar Asri.


Setelah Bu Anita keluar, Asri pun membuka matanya lalu berkata pada dirinya sendiri


"Mah.. begitu pun Aku.. Aku juga Sayang sama Mamah... tapi Aku tidak bisa Mah jauh dari Sam seperti ini" Asri berbicara sambil menagis tanpa suara, tiba-tiba ponsel Asri mendapati notifikasi pesan dari nomor tanpa nama pesan itu berisi,


"Asri.. ini Aku Sam, Aku ingin bertemu Kamu sebentar saja, besok Aku akan pulang ke Cirebon, Kalau Kamu mau Kita bisa bertemu di jungle park saat ini juga"


Asri langsung terbangun, Dia pun memikirkan bagaimana cara keluar dari rumah dengan aman tanpa Ibunya tahu.


Asri kini masuk ke kamar Bu Anita, Ia melihat Bu Anita sudah tertidur, lalu Ia berusaha mengibaskan tangannya di depan wajah Bu Anita yang sedang tertidur.


namun tak ada respon dari Bu Anita


"Aman.. Mamah sudah lelap tertidur, Aku harus cepat keluar" Asri berbicara pada dirinya sendiri


setelah itu Asri membuka pintu secara perlahan agar Bu Anita tak terbangun mendengar suara, setelah itu Asri pun lari ke pinggir jalan menunggu taksi lewat.


Tak lama taksi pun datang kini Asri langsung naik dan berkata,


"Kita ke jungle park ya Pak.."


"Baik Bu..." supir taksi menjawab dan menatap Asri dengan tajam, Lalu di antar lah Asri ke daerah sesuai permintaan Asri.


kira-kira Asri selamat atau gak yah.. dari rencana Tini, Penasaran gak nih teman-teman yuk ikuti terus kelanjutannya, jangan lupa dukung terus novel Aku... 😊😊🤗

__ADS_1


__ADS_2