
Namun semuanya hanya terdiam tak ada yang bicara, Rahma bingung mengapa saat Dirinya datang Mereka semua justru diam
"Asri... kenapa sih kok pada diam" ucap kebingungan Rahma
"Gak ada apa-apa kok... Biasa... urusan laki laki tadi, ya kan Sam" Asri menyenggol lengan Sam, dan Sam hanya menganggukkan kepalanya.
Tak lama pengantin Pria datang, lalu di sambut hangat oleh keluarga calon Wanita, setelah itu di susul Lia dari belakang yang di iringi oleh dua Perwari cantik di belakang Lia, lalu MC mengumumkan
"Terimakasih para tamu undangan yang sudah hadir, sudah waktunya mari Kita sambut kedua mempelai" semua sontak bertepuk tangan menyambut kedua pengantin datang memasuki gedung.
Asri baru ingat kemana Juvi, Dia tak melihatnya dari tadi, dan ternyata Juvi ada di samping Lia, Dia mengawal Lia untuk masuk gedung menuju meja ijab Qobul.
Asri terheran kaget ketika melihat Juvi berada disitu, Asri sangat tahu perasaan Juvi terhadap Lia, Asri hanya tersenyum bahagia melihat Mereka, Asri merasa Juvi benar benar dewasa sikapnya, Dia tenang bahkan hanya Asri lah yang tahu bahwa sebenarnya Juvi menyukai Lia sejak dari SMK.
Tak terasa Asri meneteskan air matanya, hal itu pun dilihat oleh Sam lalu Sam bertanya,
"Sayang Kamu kenapa Kok menangis"
"Aku ikut bahagia, melihat Lia dan Makmun" ucap ketulusan hati Asri yang paling dalam, lalu Asri mengatakan sesuatu
"Kita... kapan ya Sam" mendengar ucapan Asri, mulut Sam menganga terkejut
"Kamu sabar dulu ya, Kita pasti segera dipersatukan" Sam berkata dengan menggenggam tangan Asri, Asri menoleh ke arah Sam Dia hanya tersenyum sambil memandangi Sam.
Kemudian Lia dan Makmun kini sudah duduk di kursi ijab qobul Juvi pun berkata,
"Selamat menempuh hidup baru ya Li, Gue akan selalu doakan Lo semoga Lo selalu bahagia" Lia menjadi terharu mendengar kata-kata dari Juvi
"Makasih banyak ya Juv, makasih Lo mau mengawal Gue sampai kesini" ucap Lia Sambil tersenyum, lalu Lia melihat Asri dari kejauhan Lia sangat senang sahabat terdekatnya hadir semua, setelah itu pak penghulu mulai berbicara dan mengatakan,
"Sudah siap Pak Makmun" Makmun menganggukkan kepala, Dia sedikit grogi dan gugup, dan ada pula rasa takut karena sakit kepalanya bisa saja tiba-tiba datang dan mengganggu proses Akad
"Baik... Kita mulai ya, silahkan Pak Irwan" Pak penghulu berkata kepada Pak Irwan Papah dari Lia untuk menjadi wali nikahnya.
Dan kini akad sudah dilakukan Akhirnya Lia dan Makmun resmi menjadi Suami dan Istri, semua tamu undangan berdoa untuk kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga Lia dan Makmun.
Selesai acara akad, kini Lia dan Makmun akan berdiri di pelaminan untuk halal bihalal dengan para tamu undangan, semua tamu undangan berbaris mengantri lalu di lanjut dengan makan di prasmanan.
Kini giliran Asri dan Sam yang naik ke pelaminan menemui Lia, Asri pun langsung memeluk Lia mengucapkan selamat kepada Lia juga Makmun dan Dia juga mendoakan sahabatnya itu
"Selamat ya sayang Gue ikut bahagia.. semoga bahagia selalu untuk Kalian, dan langgeng selalu hubungan kalian" ucap Asri dengan penuh kasih sayang terhadap sahabatnya, Lia pun tiba-tiba menangis karena ucapan sahabatnya itu.
Hal ini menjadikan susana semakin haru, dan kini tibalah Asri juga Sam berdiri bersama kedua pengantin untuk berfoto dijadikan album kenangan.
__ADS_1
Namun saat tengah berfoto Pak Herman melihat menantunya dari kejauhan dengan pandangan yang sedikit agak aneh, Pak Herman merasa Sam begitu dekat dengan Asri, tak diragukan lagi mengapa Tini selalu ingin Asri keluar atau di pecat dari Kantor apa mungkin ini jawabannya ucap Pak Herman dalam hatinya.
Lalu Juvi datang ke pelaminan bersama Chandra juga Rahma, kini Mereka semua berfoto bersama, Lia pun berkata,
"Gue senang sekali.. kalian semua Akur.. begini dong... kan enak dilihatnya" Lia berbicara dengan nada cengengesan Mereka semua jadi tertawa bersama, lalu Chandra menjawab,
"Ya dong Li... Masa mau berantem terus, ada kalanya setiap orang itu berubah" Chandra menoleh ke arah Rahma, dan Rahma tersenyum kepada semuanya lalu mengatakan,
"Selamat ya Lia, Aku iri deh.. Kamu menikah karena cinta.. beda sama Aku, yang masih harus memperjuangkan cinta untuk pernikahan Aku" ucap Rahma, membuat semuanya jadi terdiam, lalu Juvi menyahuti
"Aduh sudah deh.. jangan bahas cinta ya, lihat dong Gue belum punya pasangan, Bikin iri Gue saja" Juvi berkata kemudain Ia tertawa dan Mereka pun kini tertawa bersama.
Setelah itu Mereka mengantri mengambil makanan di prasmanan, saat duduk ingin menyantap makanan Juvi baru tersadar melihat Asri juga Sam berpakaian couple
"Kok Gue baru sadar ya, Kalian pakai baju couple ya" Juvi berbicara dengan suara lantang, mendengar ucapan juvi Sam menyenggol pundak Juvi
"Gak usah keras-keras juga kali suara Lo Juv"
Juvi langsung menutup mulutnya sendiri dan meminta maaf pada Sam, Chandra yang ikut mendengar tentu saja membuat hatinya sedikit cemburu begitu juga dengan Rahma, walau dia tahu Sam sudah mempunyai Istri tapi sikapnya terhadap Asri sangat lah lembut juga perhatian, yang terkadang membuat Rahma jadi cemburu, tetapi Rahma meyakini kalau suatu saat nanti, Chandra akan bisa seperti Sam. Dan Mereka semua kini makan bersama di kursi tamu undangan.
Setelah selesai menyantap makanan, kini Rahma dan Chandra pamit untuk pulang.
Lalu Sam bertanya pada Asri
"Asri.. hari ini tak ada meeting dengan siapapun kan" Asri langsung melihat ponselnya melihat jadwal Sam dan Dia berkata,
Bu Anita pun datang berbicara pada Asri
"Sayang... Mamah pulang duluan ya, Mamah naik Taksi saja, kepala Mamah pusing darah tinggi Mamah kumat lagi sepertinya" mendengar ucapan Mamahnya Asri jadi khawatir
"Mamah yakin gak apa-apa, ingin Aku temani ke dokter untuk periksa"
"Gak perlu sayang, Mamah cuma butuh istirahat kok, Sam Mamah titip Asri ya, Mamah pulang duluan" Bu Anita pun pergi dari gedung pernikahan.
Saat Asri dan Sam berjalan keluar gedung Sam di panggil lagi oleh Ayah mertuanya
"Sam... sebentar kemari" ucap Pak Herman mengajak menantunya untuk mengobrol sebentar dengan klien lama
"Ini Pak Andri, klien Retro sudah lama sekali Kita menjalin kerja sama, Dia ingin tahu Kamu, Karena waktu itu Pak Andri tidak hadir di pernikahan Kamu dan Tini" Sam langsung menjulurkan tangannya untuk berkenalan
"Saya Sam Pak Andri, menantu pak Herman" Pak Andri pun berjabat tangan dengan Sam
"Iya Pak Sam, senang bisa berkenalan dengan keluarga Pak Herman, saya dengar Istri Bapak sedang hamil, selamat ya...Semoga sehat dan lancar persalinannya" Asri tak berada jauh dari jarak Sam da Pak Herman mengobrol, Dia pun mendengar perkataan Pak Andri
__ADS_1
"Apa... Hamil" ucap Asri dengan suara kecil.
Asri merasa syok ketika mendengar hal itu, saking syoknya Ia pun tak sengaja menjatuhkan ponsel yang sedang Ia pegang.
Lalu Sam menoleh ke belakang ketika mendengar benda jatuh tak disangka Asri ada dibelakangnya, Sam pikir Asri menunggunya di luar.
Langsung saja Sam membelalakkan matanya ketika melihat Asri, Dia resah dan merasa gelisah
"Apa Asri dengar ucapan Pak Andri tadi" ucap Sam dalam hatinya.
Lalu Asri mengambil ponsel yang terjatuh tadi kemudian menatap Sam dengan wajah sedih dan kaget.
Asri pun berlari ke luar gedung dengan cepat, melihat hal itu Sam ingin mengejar Asri, namun Pak Herman lagi lagi memanggil
"Sam.. Mau kemana Kamu?" Sam berfikir mencari akal untuk bisa keluar dari gedung dan mengejar Asri
"Pah... Aku pulang duluan ya, tadi Tini SMS aku Pah.. Minta di belikan dodol Jawa" Pak Herman merasa bingung dodol Jawa apa maksudnya ucapnya dalam hati
"Dodol Jawa..?" Pak Herman bicara dengan wajah bingung
"Ngidam Pah.." kemudian Sam pamit dengan mertuanya juga Pak Andri" setelah langsung saja Sam berlari dengan cepat mengejar Asri.
Asri berlari sambil menangis, lalu Ia melihat Chandra dan Rahma yang ingin naik mobil kemudian Asri memangil Mereka
"Chandra, Rahma Kalian mau pulang kan.. Aku ikut bersama kalian yah" tentu saja hal ini membuat Chandra bingung, dan Rahma pun sedikit tak nyaman jika Asri ikut bersamanya
"Rahma sekali ini saja Aku ikut kalian pulang" Rahma sebenarnya bingung apa yang terjadi dengan Asri
"Ya Asri... Silahkan saja jika ingin pulang bersama, tapi Aku heran kenapa tiba-tiba Kamu ingin naik mobil dengan Kami, lalu Sam bagaimana?" ucap Rahma dengan penuh banyak tanya di benaknya.
Tak lama Sam datang Dia berlari menyusul Asri dengan nafas terengah-engah
"Asri... Kita perlu bicara"
"Aku sudah dengar semuanya, bisa-bisanya Sam Kamu ga kasih tahu Aku hal yang paling penting seperti ini" Chandra dan Rahma hanya menyimak percakapan Mereka.
Saat Asri ingin masuk mobil Chandra, tangan Sam langsung menarik Asri, Asri pun merasa kesakitan
"Sam.. apaan sih.. Sam lepaskan sakit" melihat orang yang di cintainya tersakiti Chandra tak diam.
Dia langsung menarik tangan Sam dan melepaskannya dari tangan Asri
"Gue gak tahu masalah Lo apa sama Asri, tapi Gue gak bisa lihat Asri kesakitan seperti tadi" mendegar ucapan Chandra, Asri kini memandangi wajah Chandra tentu hal itu membuat Rahma jadi cemburu dalam hatinya, lalu Sam menjawab ucapan Chandra,
__ADS_1
"Chan... Gue cuma butuh bicara sama Asri untuk meluruskan kesalahpahaman ini" sepertinya Rahma merasa tak nyaman dengan pertikaian ini
"Cukup... Kalian kenapa sih.. kok jadi bertengkar, Asri.... Aku mohon sama Kamu, tolong Kamu selesaikan masalah Kamu dengan Sam, jangan bawa bawa Chandra dalam masalah kalian" ucap tegas Rahma terhadap Asri juga Sam.