Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
ASRI SELAMAT


__ADS_3

Setelah Chandra melaporkan ke polisi, Dia pun kini mengikat tangan dan kaki si penjahat dengan sobekan kain baju Asri


"Lo diam disini tunggu sampai polisi ringkus Lo..."


setelah itu Chandra melihat dan menatap Asri lalu Dia menghampiri Asri secara perlahan


"Asri..." Chandra memanggil Asri dengan suara pelan


Ia melihat sekujur tubuh Asri yang penuh luka di wajah, di kaki juga lengannya.


Asri kini memandang Chandra dengan rasa penuh ketakutan dalam matanya.


Tiba-tiba Asri menangis lalu dengan spontan Ia memeluk Chandra dengan erat.


"Chandra... Aku takut...." Chandra pun mendekap Asri begitu hangat, matanya kini memerah berkaca-kaca seperti ingin menangis


"Kamu tenang... Aku ada disini, untuk melindungi Kamu"


sementara si penjahat terus mengoceh agar dirinya tidak di penjara


"Bang.. lepaskan gue Bang.. Gue gak mau di penjara Bang"


lalu Chandra pun teringat pada Sam dan Juvi yang tengah mencari Asri, langsung saja Chandra menghampiri si penjahat dan menanyakan keberadaan Sam


"Heh.. sekarang Teman gue Sam ada dimana..?"


"Gue gak tahu Bang.. yang pasti masih di sekitaran sini"


Tak lama terdengar suara sirine mobil polisi yang datang, tim polisi pun langsung menuju lokasi yang sudah di beritahu Chandra


"Jangan bergerak" pistol di tujukan ke arah si penjahat, lalu polisi menghampiri Chandra dan Asri


"Terimakasih Pak.. keputusan Anda menghubungi Kami sudah tepat"


"Pak.. Saya mau kasus ini segera di proses, ini kasus penganiyaan, dan pembunuhan berencana Pak.."


"Anda tenang Pak.. Kita akan proses kasusnya, silahkan nanti Anda datang ke kantor polisi untuk interogasi"


"Pak jangan lupa tangkap semua teman-temannya ada 5 lagi yang Saya tidak tahu keberadaannya dimana"


"Kami akan segera mencarinya Pak, kalau begitu Kami permisi"


penjahat pun di ringkus oleh polisi, dan kini 5 orang temanya sedang dalam pencarian.


Sementara Ibu Anita saat ini tengah di landa kegelisahan, sesekali Ia melihat ponselnya menunggu kabar dari Chandra


"Ya Allah.. kenapa Chandra belum menghubungi Saya sampai sekarang, apa Asri selamat atau..." Bu Anita berbicara pada dirinya sendiri dengan menagis kecil dan hati yang gelisah.


Sedangkan Tini saat ini berdiri di atas balkon menunggu kabar dari orang suruhannya, apakah berhasil atau gagal misi yang di perintahkannya.


Tak lama ponselnya berbunyi, salah satu preman menghubungi Tini


"Halo Bos.."


"Halo.... Kalian lama sekali sih.. bagaimana kalian mengerjakan misi dengan baik bukan, Saya tidak ingin mendengar kata gagal" si preman pun tertawa kecil, lalu mengatakan bahwa misi telah sukses


"Tapi Bos, Saya belum mendapatkan kabar dari dari Bos Kami yang tugaskan untuk membunuh Asri"


"Saya tidak mau tahu.. Saya tidak ingin mendengar kegagalan, cepat hubungi Bos kalian itu..!!" Tini berbicara dengan emosi.


Setelah selesai berbicara dengan preman Ia menarik nafasnya dengan cepat, berharap Asri saat ini sudah tewas.

__ADS_1


Selang beberapa menit, polisi pun tiba di Markas para preman


"Jangan bergerak..." tim Polisi menggerebek markas itu, 5 orang Preman pun tak dapat melakukan apa-apa, sebab semua polisi mengerahkan pistol ke arah preman


"Bos.. " salah satu Preman melihat Bosnya dalam keadaan babak belur dan di borgol


"Sory.. misi Gue gagal, perempuan itu selamat" Bos Preman berbicara dengan suara lemah tak berdaya.


Setalah itu 5 preman di ringkus oleh tim polisi, dan Mereka segera di bawa ke Kantor Polisi untuk di interogasi lebih lanjut.


Setelah polisi pergi Chandra pun mendekati Asri lagi dan mengajaknya untuk pulang


"Kita pulang sekarang..." namun Asri masih terlihat ketakutan


"Asri.. jangan takut.. Dia sudah pergi, Mereka akan mempertanggung jawabkan perbuatannya" kemudian Chandra menggenggam tangan Asri, Asri pun menangis ketakutan, membuat Chandra semakin bersedih melihat keadaan Asri


"Tolong jangan menangis, Aku gak bisa lihat Kamu seperti ini Asri" lalu Chandra mendekap Asri lagi dengan hangat


"Kita pulang sekarang" namun saat Asri ingin mencoba berjalan, Ia tak mampu menahan rasa sakit di kakinya akibat pukulan dan injakan si penjahat yang membuat kakinya menjadi lebam


"Aku gak kuat Chan.. Sakit sekali.." Asri meringis kesakitan


lalu tanpa bertanya pada Asri Chandra pun langsung menggendong Asri dari depan


"Aku akan gendong Kamu sampai ke mobil" Asri hanya memandangi Chandra dengan wajah melasnya, sambil berjalan Asri mengatakan sesuatu


"Terimakasih Chan.. Kamu datang tepat waktu, Aku gak tahu akan jadi seperti apa diri ini, kalau Kamu gak datang tadi" Chandra tak menjawab apapun Dia fokus berjalan membawa Asri hingga ke mobil.


Setelah sampai Chandra pun menaruh Asri di kursi depan, lalu Ia memasangkan sabuk pengaman, wajah Chandra kini sangat dekat dengan wajah Asri, membuat Asri merasa nyaman berada di dekatnya, setelah selesai memasangkan sabuk, Chandra ingin naik mobil dari pintu sebelah namun Asri menarik tangan Chandra


"Jangan pergi.. Aku takut Chan.." Chandra melihat mata Asri masih penuh dengan ketakutan.


"Aku.. hanya ingin naik dari pintu sebelah, Kamu jangan khawatir, Aku tidak akan pergi kemanapun" setelah memberi penjelasan Chandra pun masuk dari pintu sebelah.


Saat ingin menyetir Chandra melihat pakaian Asri yang compang camping dengan banyak robekan di bagian lengan dan Dada Asri, lalu Sam langsung membuka jaketnya dan memakaikannya di tubuh Asri


"Kamu pakai ini" kini Chandra dan Asri saling berpandangan


Ketika Chandra melihat darah di pinggir bibir Asri, Dia langsung mengambil tisu dan membersihkan darah tersebut, lalu Asri memegang tangan Chandra dan mengatakan,


"Terimakasih Chan.. Aku berhutang nyawa sama Kamu" Asri kini menangis lagi, Candra pun mengusap air mata di pipi Asri dengan lembut


"Stop menangis...Aku gak bisa lihat Kamu menangis seperti ini Asri, jika Kamu menangis Aku juga akan menangis, sudah Jagan kamu ingat-ingat lagi hal tadi, itu semua hanya akan membuat trauma di hati Kamu" sambil berbicara tangan Chandra pun terus mengusap air mata Asri yang menetes di pipinya.


Melihat begitu perhatiannya Chandra dengan Dirinya, Asri pun memeluk Chandra lagi untuk kesekian kalinya


"Aku.. mencintai Kamu" Chandra terdiam mendengar pernyataan Asri


"Asri.. Kamu mengatakan apa..?"


"Hati Aku yang paling terdalam, masih milik Kamu Chan.." tak terasa air mata Chandra pun menetes, Chandra memejamkan matanya seakan merasa ini adalah mimpi baginya.


Lalu Chandra melihat Asri sambil memegangi kedua pipinya


"Apa Aku gak salah dengar, cinta itu masih ada..?" Asri hanya menganggukkan kepalanya dengan terus menatap wajah Chandra.


Terbawa suasana penuh cinta dan Kasih kini wajah Chandra mendekati wajah Asri dan Mereka pun berciuman dengan perlahan, Asri mulai memejamkan matanya, Chandra pun mendekap tubuh Asri dengan sangat erat.


Namun saat Chandra menikmati ciuman itu, tiba-tiba bayangan wajah Sam muncul dalam benak Asri, Ia mengingatkan kata-kata si penjajat "Mereka menghabisi kekasih wanita ini hingga babak belur" saat itulah Asri langsung melepaskan ciumannya, nafas Asri kini terengah-engah Dia memegangi bibirnya


"Kamu kenapa Asri...?" Chandra pun bertanya tanya ada apa dengan Asri

__ADS_1


"Maafkan Aku Chan.. Aku tidak bisa teruskan ini.. Aku milik Sam, dan Kamu milik Rahma" Chandra pun akhirnya mengerti dengan apa yang di rasakan Asri


"Aku mengerti.. maafkan Aku, Aku hanya terbawa suasana dengan kata-kata Kamu yang mengatakan rasa cinta itu masih ada, pikiranku malah jadi mesum begini Aku minta maaf ya" Asri melihat Chandra merasa bersalah telah memberinya harapan yang tidak pasti


"Tidak seperti itu Chan.. Aku hanya.... aaww..."


"Kamu kenapa.. Kaki Kamu sakit ya, sebaiknya Kita sekarang ke Rumah Sakit" lalu Chandra pun segera menuju Rumah Sakit untuk memeriksa luka di sekujur tubuh Asri.


Sedangkan Asri merasa jadi bersalah terhadap Sam karena ciuman tadi


"Sam.. maafkan Aku.. Aku tidak bisa mengontrol perasaan ini, Aku mencintai Kamu, hanya Kamu..." Asri berbicara dalam hatinya.


Sedangkan Chandra sambil menyetir sambil mengingat kejadian tadi, di hatinya ada rasa bahagia karena Dia tahu yang sebenarnya Asri masih mencintainya, hanya saja cinta itu tidak akan pernah bisa bersatu


"Selamanya Aku akan tetap mencintai Kamu Asri, walau raga ini milik orang lain, tapi hati ini hanya untuk Kamu" Chandra berbicara dalam hatinya.


Dengan tangan terikat tali berkawat, dan mulut tertutup kain, serta tubuh yang sudah lemah, Sam terus berusaha membuka ikatan di tangannya sehingga membuat luka sobek di pergelangan tangan Sam


"Ya Allah sakit sekali, tapi Aku tidak boleh menyerah, Aku harus selamatkan Asri, ya Allah lindungilah kekasih Ku, selamatkan Dia dari kejaran orang-orang jahat ini" di dalam hati Sam terus berdoa untuk keselamatan Asri.


Tiba-tiba Juvi tersadar dari pingsannya, Dia pun membuka matanya perlahan-lahan, rasa pusing di kepalanya masih terasa, Dia pun memegangi pundaknya yang terkena pukulan tadi


"Sakit sekali..." setelah Ia tersadar dan mengingat jika tadi dirinya sedang bertarung melawan Preman.


Dan bertapa kagetnya saat Ia melihat Sam yang sudah di ikat kaki dan tangannya


"Sam... ya Allah..." Juvi langsung membantu melepaskan ikatan itu secara perlahan


"Sam tangan Lo berdarah semua, muka Lo juga ya ampun.. Lo bonyok Sam" Sam merasa lemah tak bertenaga sehabis di keroyok tadi


"Juv.. sudah Lo bicaranya nanti saja, sekarang Kita harus temui Asri, Dia dalam bahaya Juv" Sam berbicara sambil menangis


"Tadi Gue dengar preman itu bilang Asri akan di bunuh setelah di perkosa, Kita harus cepat Juv.." Juvi terkejut mendengar semua itu, Juvi pun membantu Sam untuk berdiri


"Tapi.. bagaimana Kita mencari, motor Gue gak bisa di pakai, mobil Lo jauh ada di bunderan tugu".


Lalu tiba-tiba ponsel Juvi berbunyi panggilan dari Chandra Juvi pun langsung mengangkatnya


"Halo.. Chan... Lo dimana, Asri bagaimana..?" Juvi bertanya dengan rasa khawatir


"Lo tenang Juv.. Asri sudah aman sekarang, Dia ada di rumah Sakit saat ini, kondisi Asri sangat memprihatikan, Kalian sendiri bagaimana..?


"Gue tadi pingsan karena Gue di pukul benda keras dari belakang, saat Gue bangun Sam sudah di ikat kaki dan tangannya, dan wajah Sam juga sangat memprihatikan Chan"


Chandra sudah yakin pasti teman si penjahat itu berhasil membuat Sam babak belur


"Juv.. sebaiknya sekarang Lo bawa Sam ke Rumah Sakit tempat Asri di periksa sekarang"


"Gue juga mau bawa Sam ke Rumah Sakit, tapi motor Gue kempes ban, Gue gak tahu mau kesana pakai apa"


"Ok.. Gue pesankan taksi online ya, Lo tunggu disana"


"Makasih Chan...Gue tunggu" setelah itu Juvi menaruh Sam duduk di pinggir jalan


"Sam.. Lo tenang ya, Chandra berhasil menemukan Asri, dan sekarang Asri berada di Rumah Sakit" Sam kini merasa tenang hatinya ketika tahu Asri baik-baik saja.


Tak lama taksi pun datang, dan Mereka pun masuk mobil


"Pak.. Kita Rumah Sakit Kasih bunda ya"


"Baik Mas" setelah itu Supir taksi langsung mengantarkan Mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2