Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
HASUTAN TINI


__ADS_3

Bu Fatma merasa terkejut ketika mendengar cerita Sam


"Lalu bagaimana hubungan kalian..?"


"Ya untuk saat ini Aku harus terpisah sementara Bu, tapi Aku akan selalu pantau Asri dari sini" ucap Sam dengan wajah memelas, lalu Bu Fatma memberikan nasihat untuk Putranya


"Nak... Kamu yang sabar ya, Ibu Sebenarnya senang Kamu sudah menemukan cinta sejati Kamu, tapi Ibu juga sedih, karena Kamu masih harus berjuang untuk cinta Kamu, Ibu doakan semoga Kamu bisa bersatu dengan Asri" Sam pun tersenyum mendengar doa dan nasihat dari Ibunya, kemudian Sam mencium tangan Bu Fatma sebagai bentuk kasih sayangnya.


Asri turun dari taksi lalu berjalan dengan pelan memasuki Kantor, lalu di loby Asri berpapasan dengan Chandra, Chandra pun menyapa


"Asri... Kamu sudah masuk kantor, tongkat Kamu gak di pakai?"


"Iya Aku bosan di rumah terus, Aku mau mengisi waktu ku dengan kerja, tongkat Aku tinggal di rumah, Aku mau berjalan sendiri biar terbiasa Chan" lalu Asri bertanya mengenai keadaan Rahma


"Oh ya... Rahma bagaimana keadaannya, Aku minta maaf ya belum bisa jenguk Rahma"


"Keadaan Rahma baik.. kata Dokter sih kalau hari ini kondisi Rahma sudah lebih baik, Dia bisa pulang sore ini" Asri pun tersenyum senang mendengar berita itu


"Oh ya... Aku ikut senang Chan, ya sudah Aku ke ruangan Ku ya" setelah itu Asri berjalan menuju ruang kerjanya.


Namun saat di koridor Ia bertemu Pak Herman, Pak Herman menatap Asri dengan sangat tajam, namun Pak Herman tak mengatakan apapun, Dia terus berjalan melewati Asri, Asri hanya menundukkan kepala ketika berpapasan dengan Pak Herman.


Asri pun membuka pintu ruang kerjanya, Ia terdiam sejenak melihat kursi kerja Sam yang kosong, Dia merasa kesepian tak ada Sam di sampingnya, tak terasa air mata pun menetes, lalu segera Asri mengusapnya Kemudian Ia duduk dan langsung mengerjakan pekerjaan yang terbengkalai sewaktu kemarin.


Asri menemukan satu file berisi kontrak kerja dengan Pak Ammar Dia pun berkata,


"Apa proyeknya sudah selesai atau belum?" tanya Asri pada diri sendiri, tak lama seorang staf memasuki ruang kerja Asri lalu berkata, "Maaf Bu Asri hari ini ada meeting dengan Pak Faris dari PT. Jaya Abadi jam 10"


"Ya Bu Rina makasih ya informasinya" Asri pun langsung membuka file proposal yang akan di presentasikan kepada PT Jaya Abadi.


Kemudian Pak Romi mendatangi Chandra lagi untuk bertanya mengenai tawaran pindah Divisi


"Baik Pak.. Saya akan terima tawaran itu" ucap Chandra dengan sangat percaya diri


Chandra pun sudah berbicara soal ini dengan Rahma, Rahma berkata semalam


"Aku izinkan kalau Kamu tempati posisi Sam, ini kan soal pekerjaan Kamu juga harus profesional, dan Aku... Aku percaya sama Kamu Chan kalau Kamu dan Asri tidak akan pernah menyakiti Aku" itu yang membuat Chandra yakin akan tawaran Pak Romi


"Bagus Pak Chandra, ini kesempatan yang baik kalau begitu silahkan Bapak pindah ruangan dan selamat bekerja ya Pak Chandra" setelah itu Pak Romi keluar dan kembali ke ruang kerjanya, Chandra hanya membawa barang-barang yang penting saja.


Selagi Asri sedang mengerjakan proposal untuk presentasi, lalu Chandra masuk dengan membawa kotak yang berisi barang pribadi Chandra, Asri melihat seseorang lewat namun Ia tak sadar jika itu Chandra yang berjalan masuk, sebab Chandra membawa kotak barang dan kotak barangan itu menutup wajah Chandra sehingga Asri tak tahu siapa yang datang.

__ADS_1


Asri masih memandangi orang itu, ketika chandra menaruh kotak barang di meja, lalu Chadra menoleh, Asri sempat terkejut melihat ternyata orang itu adalah Chandra


"Chandra... Kamu..." belum selesai bicara Chandra langsung mengatakan


"Ya.. Aku sekarang pindah di ruangan ini" Asri terdiam masih tak percaya


"Maksud Kamu posisi Sam sekarang Kamu yang tempati?" tanya Asri dengan gagu


"Ya Asri yang cantik..." ucap Chandra sambil tertawa kecil, Asri masih bengong merasa tak percaya, ini serius atau cuma candaan Chandra untuknya


"Ok.. Kamu lagi ngerjain apa?" tanya Chandra lalu Chandra mendekati Asri dan melihat pekerjaan Asri.


Asri masih terdiam tak mengatakan apapun kemudian Chandra mengatakan,


"Kamu kenapa sih kok bengong gitu"


"Kamu beneran pindah di posisi Sam?" tanya Asri yang masih belum merasa yakin, Chandra pun tertawa lalu berkata,


"Ok.. sepertinya Kamu belum percaya, sebentar ini lihat" Chandra memberikan surat pemindahan divisi dirinya kepada Asri, lalu Asri membacanya dan kini Asri baru percaya, setelah itu Asri tersenyum.


"Jadi Kamu atasan Aku sekarang?"


"Ini.. biasanya ini Sam loh yang kerjakan, Aku cuma merapihkan terus buat notulen" Chandra hanya menganggukkan kepala lalu berkata,


"Ok.. Aku kerjakan Aku juga bisa kok nanti Kamu kasih tahu Aku ya kalau ada kesalahan" ucap Chadra sambil melihat proposal kerjasamanya.


Tini pun datang kekantor Retro Dia mau bertemu Asri sepertinya Tini ingin memaki Asri apalagi baru saja Dia mendapat surat gugatan cerai dari Sam, tak sengaja saat berjalan Tini mendegar orang berbicara


"Iya jadi posisi Pak Sam sekarang di tempati Pak Chandra, eh... menurut Kamu Pak Sam kenapa ya keluar dari Retro, padahal Dia kan menantunya Pak Herman?" Tini berhenti seketika ketika mendengar bahwa Chandra mengantikan posisi Sam lalu Tini bicara dalam hatinya


"Jadi sekarang Chandra di posisi Sam" tak lama Tini melihat Papahnya bertemu dengan klien bernama Pak Faris


"Selamat pagi Pak Faris, bagaimana anda sudah bertemu Pak Chandra untuk meeting"


"Belum Pak.. ini Saya mau ke ruangan meeting sekarang, tadi Resepsionis bilang untuk menunggu di ruang Meeting"


"Oh begitu Pak... ya sudah, semoga bapak suka dengan kinerja orang Kami, kalau begitu Saya permisi dulu Pak Faris masih banyak pekerjaan yang harus Saya Kerjakan" lalu Pak Herman pun pergi.


Seketika Tini mempunyai ide, untuk membuat Asri malu, Dia pun mencoba menghampiri Pak Faris ke ruang meeting.


Tini mengetuk pintu dan bicara

__ADS_1


"Maaf menganggu waktu bapak" ucap Tini berbasa-basi kepada Pak Faris


"Ya... ada apa Ibu, apa Ibu yang akan meeting dengan saya" tanya Pak Faris dengan rasa bingung


"Bukan Pak.. Saya kesini hanya ingin memberi tahu bapak, bahwa Retro itu membolehkan seorang perusak rumah tangga bekerja disini, perempuan itu adalah orang yang akan meeting dengan Bapak, kalau saya boleh saran lebih baik Bapak batalkan saja kerjasama dengan retro karena proyek ini akan di pegang oleh orang perusak rumah tangga, memangnya Bapak mau ya kalau sampai proyeknya gagal Dia bisa loh merayu suami orang, sudah pasti Dia akan merayu bapak juga, Saya jadi khawatir takut rumah tangga Bapak dengan istri berantakan" Tini sengaja memanas-memanasi Pak Faris supaya tak jadi kerjasama dengan Retro, kemudian Asri juga Chandra akan disalahkan oleh Pak Herman.


Tak lama Asri dan Chandra pun datang, Mereka kaget ketika melihat Tini di hadapannya, lalu Tini berkata pada Pak Faris


"Tolong Pak dipikirkan lagi, jagan sampai Anda menyesal" Pak Faris pun terdiam, sepertinya Pak Faris termakan ucapan Tini


"Tini... Kamu sedang apa di ruangan ini" tanya Chandra, Tini pun tak menjawab Dia hanya diam lalu berjalan keluar ketika berpapasan dengan Asri, kini wajah Tini di penuhi dengan kebencian, Tini pun menyenggol bahu Asri sambil berjalan dengan kencang hingga laptop yang di pegang Asri kini terjatuh gubrak.. suara laptop jatuh kelantai.


"Astagfirullah..." ucap Asri yang kaget melihat laptopnya terjatuh


"Ups... sory gak sengaja" Tini pun pergi begitu saja dengan santainya merasa tak bersalah, Asri juga Chadra hanya diam tak percaya Tini sampai segitunya saking Dia membenci Asri.


"Laptopnya apa masih bisa menyala atau tidak?" Chandra bertanya kepada Asri, lalu Asri berdiri dan mencoba menyalakan Laptopnya di atas meja.


Dan sayang sekali laptop tersebut mati total karena benturan keras terkena lantai


"Mati Chan ... terus bagaimana?" tanya Asri merasa khawatir dengan proyeknya


"Pak.. Saya akan presentasikan proposal Kami tanpa proyektor, bapak tidak masalah kan?" tanya Chandra terhadap Pak Faris, Pak Faris terdiam masih memikirkan ucapan Tini, kemudian Chandra berkata,


"Pak.. tolong beri Kami kesempatan Saya akan presentasikan dengan sebaik mungkin Pak" ucap Chandra meyakinkan Pak Faris akan kinerjanya


"Maaf Pak...Saya datang dari jauh untuk membahas kerjasama dengan baik, kalau Saya gak bisa lihat konsepnya dan cuma hanya lisan tanpa Saya tahu gambarannya... sepertinya ini tidak akan nyambung Pak, dan Saya dengar juga Asisten Bapak ini dikenal sebagai perusak Rumah Tangga orang, jadi Saya rasa proyek Saya nanti akan terbengkalai Karena pekerjaan Asisten Anda hanya bermain handphone dan mengganggu suami orang" Asri merasa kaget mendegar ucapan Pa Faris, lalu Asri menyahuti ucapan Pak Faris


"Pak.. maaf.. Anda bilang Saya perusak Rumah tangga orang, kalau boleh tahu siapa yang bicara seperti itu ke Bapak?" tanya Asri dengan wajah bersedih.


Namun Pak Faris hanya terdiam tak ingin memberitahu bahwa Tini lah yang mengatakan itu semua, lalu Asri mengatakan,


"Pak.. tolong ini soal pekerjaan gak ada hubungannya dengan masalah pribadi, Saya Bekerja secara profesional, jadi Kami mohon beri kesempatan Kami untuk mempresentasikan proyek ini" ucap Asri dengan sangat memohon agar di beri kesempatan, lalu Asri mendekati Pak Faris untuk bicara namun Pak Faris menjauh mundur saat Asri mendekat


"Cukup... Kamu jangan terlalu dekat dengan Saya, Saya sangat membenci orang yang merusak rumah tangga orang lain, sebenarnya Anda tidak pantas, bekerja disini setahu Saya Retro ini kualitas karyawannya bagus-bagus tapi kenapa sampai bisa masuk orang-orang seperti anda ini" ucap Pak Faris bicara ceplos mengenai Asri, Chandra pun geram dengan apa yang di ucapkan Pak Faris, terlebih Pak Faris sudah mempermalukan Asri dengan kata-katanya.


"Sudah Asri .. jangan Kamu minta atau mohon lagi, Pak Faris tidak ingin bekerjasama dengan Kita"


"Ya... karena dari awal saja Bapak tidak niat meeting dengan saya, laptop terjatuh dan harus presentasi tanpa proyektor, menurut Saya Kalian belum siap"


"Saya sudah katakan Pak, Saya akan presentasi tanpa proyektor itu artinya Saya sanggup karena konsep semua Saya yang buat, tapi saya tidak terima Jika anda bicara yang tidak-tidak pada Asisten Saya.

__ADS_1


__ADS_2