
Saat ingin menunggu taksi, Asri bertemu dengan Andi di pinggir jalan, lalu Andi pun langsung menawarkan untuk mengantarnya pulang.
"Asri.. mau pulang ya.. ikut sama Aku saja" ucap Andi sambil membuka kaca jendela mobilnya, sebenarnya Asri tak ingin merepotkan orang, namun rasa takutnya akan kejadian seperti sore kemarin akan terulang lagi, akhirnya Asri pun mengiakan ajakan Andi untuk pulang bersamanya.
Ternyata mobil Chandra ada di belakang mobil Andi Dia melihat Asri yang ikut dengan Andi Chandra pun jadi berpikiran yang negatif tentang Asri
"Mengapa Asri jadi dekat dengan Andi ya, Aku khawatir jika Andi punya maksud lain dengan Asri, semoga saja ini hanya pikiran buruk ku saja" ucap Chandra pada dirinya sendiri, kemudian Andi pun bergegas berangkat, sedangkan Chandra mengikutinya dari belakang.
Saat dalam perjalanan Asri mengucapkan terimakasih karena sudah ingin mengantarnya.
"Kamu kenapa gak beli mobil saja gaji Kamu cukup kan.. untuk membeli satu buah mobil"
"Gak.. Aku belum memikirkan hal itu, Aku sekarang fokus dulu bekerja, gaji Aku untuk bantu Mamah saat ini, karena usaha Mamah saat ini sedang di bawah" kini Andi merasa simpati dengan Asri
"Pantas saja Sam mencintai Kamu" ucapan itu membuat Asri memandang Andi
"Maksud Kamu" kemudian Andi tersenyum lalu mengatakan,
"Ya Kamu Mandiri, berhati baik, sayang terhadap Orang Tua, cerdas, apa lagi ya, ah.. iya satu lagi wajah Kamu manis sekali, Aku saja sampai terkesima saat melihat Kamu pertama kali" Asri terdiam bingung kemudian Ia tertawa kecil lalu berkata,
"Di borong saja semua Andi, Kamu bisa saja, ini sedang memuji Aku atau kebalikannya nih.." tanya Asri sambil tersenyum mengejek, Andi pun tertawa kecil mendengar ucapan Asri
"Ya beneran lah, masa pura-pura, Aku memang terkesima pada waktu itu, kalau saja Kamu belum ada yang memiliki, Aku pasti ingin memiliki Kamu"
Ucapan Andi kali ini membuat Asri terdiam lalu menundukkan pandangannya, sepertinya Andi tak menyadari ucapnya tadi, kemudian Ia melihat reaksi dari wajah Asri lalu Andi baru sadar secara tidak langsung Ia baru saja menyatakan perasaannya.
"Asri.. Aku mohon ucapan ku tadi jangan Kamu ambil hati ya, mungkin efek kelelahan jadi obrolan melantur kemana-mana"
Asri sebenarnya tahu itu hanya alsan Andi saja untuk menutupi perasaannya, kini Asri pun merasa tak enak, mengapa malah begini jadinya padahal Ia hanya menganggap Andi sebagai teman ngobrolnya.
Tak lama Andi menyadari dari tadi ada mobil di belakang yang sepertinya mengikuti Dirinya.
"Asri.. lihat deh.. mobil di belakang Aku, sepertinya Dia sedang mengikuti Kita, Aku perhatikan dari saat Kamu naik mobil Aku Dia ada di belakang"
Kini Asri menjadi tegang perasaannya, Dia khawatir Jika itu suruhan Tini untuk membunuhnya lagi
"Apa itu orang suruhan Tini ya" Andi terkejut dengan ucapan Asri
"Apa.. orang suruhan Tini, memangnya Tini pernah menyuruh orang untuk mencelakakan Kamu"
Kemudian Asri menceritakan tentang kejadian waktu acara bazar itu, dan kali ini Andi benar-benar tak menyangka jika Tini bisa melakukan hal jahat seperti itu.
"Dan karena hal itu lah, Rahma Istri dari Chandra yang jadi korban, bahkan karena kejadian itu kini Ia di vonis susah hamil, akibat tusukan pisau di perutnya"
Andi jadi terdiam Sepertinya sepupunya itu kini menjadi monster yang mengerikan, jika Dia tahu hal ini sebelumnya mungkin Dia tidak akan membantu Tini mencari informasi keberadaan Sam, Andi pun sekarang menjadi khawatir setelah tahu keberadaan Sam kira-kira apa yang akan Tini lakukan tanya terus dalam hatinya.
__ADS_1
Dan akhirnya Asri sampai di rumah, kemudian Asri turun dan berterimakasih kasih kepada Andi karena sudah mau mengantarnya pulang, dan Andi pun bergegas pulang tersenyum sambil menekan klakson.
Setelah di rasa Asri aman sudah memasuki halaman rumahnya Chandra pun kini pulang dengan tenang, sebenarnya Chandra mengikuti Asri hanya ingin memastikan jika Asri pulang degan selamat.
Pada saat membuka pintu Asri terkejut melihat Bu Anita sudah yang berdiri menunggu di depan pintu.
"Itu siapa...?" tanya Bu Anita penasaran dengan Pria yang mengantar Asri
"Dia CEO baru di Retro" Bu Anita memandangi Anaknya seperti banyak pertanyaan
"CEO bisa dekat sama Kamu, tapi Dia bukan pacar Kamu kan" Asri pun langsung menjawab ucapan Bu Anita,
"Ya bukan lah Mah.. hati Aku masih milik Sam, Dia hanya sebatas teman, sama posisinya seperti Chandra Juvi"
"Ya... Mamah percaya kok, Mamah tuh takut Kamu salah ambil langkah lagi, dan soal Sam untuk sekarang Kamu kunci hati Kamu dulu, sebelum Ia menepati janjinya, hati Kamu punya Mamah bukan orang lain"
Ucapan Bu Anita sedikit membuat Asri jadi tertawa, namun Asri menahan tawanya itu karena takut Ibunya tersinggung lalu Bu Anita pun menyuruh Asri untuk berganti baju, lalu makan bersama.
Setalah berada di Kamarnya Asri pun mulai membuka ponselnya dan ingin menghubungi Sam, Asri pun mengunci pintunya supaya Mamahnya tidak masuk sembarangan, Asri mulai menghubungi Sam.
Sam yang baru saja ingin naik mobil untuk pulang lalu melihat ponselnya berbunyi karena ada panggilan dari nomor yang tak di kenal, dirasa mungkin sepertinya penting Sam pun mengangkatnya lalu berkata,
"Halo.. maaf ini siapa" Asri begitu senang mendegar suara kekasihnya itu.
"Ya saya Sam, kalau boleh tahu ini siapa?" tanya Sam di buat penasaran oleh nomor tak di kenal
"Saya Asisten Anda masa sudah lupa baru saja beberapa hari tidak bertemu"
Sam semakin kebingungan dengan suara Asri, Dia pun mulai bertanya-tanya dalam hatinya, setelah di ingat-ingat Sam pun mulai sadar bahwa suara ini adalah Asri kekasih yang sangat Ia rindukan, Sam kini tertawa kecil.
"Ya ampun Sayang... ini Kamu... Asri pacar Aku kan" Asri pun tersenyum karena Sam sudah menyadari jika ini suaranya
"Aku bukan pacar Kamu, tapi calon Istrimu"
Suara itu kini membuat Sam semakin merindukan Asri
"Sayang.. Aku rindu sekali, mendegar suara Kamu saja Aku sudah sangat bahagia" ucap Sam dengan suara sedihnya
"Aku juga rindu Kamu, Aku ingin bertemu Kamu Sam, Kamu sedang apa sekarang" tanya Asri dengan suara sedih juga
"Aku baru mau pulang kerja, Sayang Alhamdulillah Aku disini mendapatkan pekerjaan di perusahaan ternama Cirebon dan posisi ku juga bagus disini, Kamu sabar ya.. dua hari lagi, Aku akan kesana dan bisa bertemu Kamu" Sam kini semakin membuat Asri menjadi rindu lebih dalam lagi
"Aku senang Kamu dapat pekerjaan disana, Aku doakan semoga Ibu Kamu cepat sembuh, dan urusan Kamu lancar Sam, Aku akan terus menunggu Kamu hingga waktu itu tiba" kini keduanya menjadi bersedih saling merindukan satu sama lain.
Kemudian Sam bertanya mengapa bisa tahu nomor kontaknya, dan Asri menjawab Chandra lah yang memberikan nomor ponsel Sam.
__ADS_1
"Tolong sampaikan kepada Chandra bahwa Aku berterimakasih karena Dia sudah mau membantu untuk hubungan Kita"
"Ya Sam, Aku pasti sampaikan itu"
Sam pun berkata kepada Asri untuk berhati-hati supaya Bu Anita tak tahu soal ini
"Kamu tenang sayang nomor Kamu ini Aku simpan di ponsel Aku dengan nama CEO" Sam jadi tertawa mendegar hal itu
"Apa.. CEO amiinn...doakan saja ya, secepatnya Aku jadi CEO" lalu Mereka pun tertawa bersama dengan gembira dan penuh kasih.
Tak lama Bu Anita mendapati telepon dari Karyawan yang bekerja di toko organik milik Bu Anita, karyawan tersebut berkata,
"Alhamdulilah Bu.. tadi ada telepon dari PT jaya abadi, katanya Ibu adalah salah satu investor perusahaan Mereka, jadi Mereka ingin menjadi distributor bahan organik dari toko Kita Bu, katanya besok salah atau perwakilan perusahaan akan datang Bu kalau tidak salah Dia Manager marketing tapi Aku tak tanya siapa namanya"
Bu Anita pun menjadi senang, akhirnya usaha toko organik milik Bu Anita bisa berkembang lagi, setelah mendapat berita itu Bu Anita pun ingin memberitahu kepada Asri kabar gembira ini.
Saat Bu Anita ingin masuk kamar Asri ternyata pintu kamar Asri terkunci Bu Anita pun memanggil.
"Asri.. Kamu sedang apa.. kenapa pintunya di kunci" mendegar suara Ibunya Asri pun menyudahi obrolannya dengan sang kekasih
"Aku tutup dulu ya, Mamah datang, nanti Kita sambung lagi, sudah dulu Sayang I Love You" ucap Asri dengan tergesa-gesa kemudian Sam menjawab ucapan cinta itu.
Namun ternyata panggilan sudah di putus, dan Sam hanya bisa tersenyum memandangi ponselnya lalu berkata,
"Aku juga cinta Kamu Asri, semoga Allah cepat mempersatukan Kita" ucap Sam berdoa dalam hatinya.
Kemudian Asri mengambil handuk lalu membuka pintu dan berkata,
"Ya Mah.. maaf Aku tadi tertidur sebentar, ini mau mandi Mah.." ucap Asri dengan sangat hati-hati berharap agar Bu Anita tak curiga jika tadi Ia baru saja menelpon Sam
"Kenapa harus dikunci pintunya"
"Ya.. Aku kan sering menguncinya Mah kalau ingin tidur atau ingin mandi, memangnya salah ya" tanya Asri yang sengaja agar Ibunya tak lagi banyak bertanya
"Ya gak ada yang salah sih.. ini loh.. Mamah mau cerita sama Kamu, hari ini Mamah dapat kabar bahagia, Kamu tahu...?" tanya Bu Anita sambil tersenyum-senyum dan Asri hanya menggelengkan kepalanya
"Gak tahu.. memang kabar bahagia apa Mah?"
kemudian Bu Anita menceritakan bahwa toko organiknya sedang dapat pesanan banyak sekali, Asri pun ikut bahagia dengan kabar ini
"Wah... selamat ya Mah.. Aku ikut senang, pesanan sebanyak itu siapa yang pesan Mah..?" tanya Asri lalu Bu Anita menjawab
"Dari PT. Jaya Abadi tapi Mamah belum ketemu sama CEO nya, kata orang toko, besok beliau mau datang, ya sudah Mamah mau masak dulu ya, nanti Kamu habis mandi lalu makan sama-sama ok" ucap Bu Anita dengan lembut, dan senyuman yang bahagia, Asri sangat senang melihat Ibunya bahagia seperti ini
"Semoga selamanya Mamah bahagia, maafkan Asri ya Mah, yang masih sering berbohong sampai saat ini" ucap Asri dalam hatinya.
__ADS_1