Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
ASRI HAMIL


__ADS_3

Juvi berlari mengejar Sam, akhirnya Dia dapat menggapai Sam dan menarik pundak Sam


"Sam.. ini ada apa sih.. kenapa Asri bicara jangan tinggalkan Aku.. memangnya Kamu meninggalkan Dia.." Sam terdiam tak dapat menjawab, Sam hanya menundukkan pandangannya seakan tak kuat untuk berkata


"Sam.. jawab Sam.. sumpah.. ini bukan Lo.. Sam Gue butuh penjelasan"


Juvi merasa geram dengan Sam yang tidak menjawab pertanyaan Juvi, tiba-tiba Tini sengaja muncul di hadapan Juvi.


Juvi terkejut dengan kehadiran Tini mata Juvi terbelalak lebar, lalu Tini ikut bicara dengan berkata bahwa Sam akan kembali rujuk dengannya, berita itu semakin membuat Juvi syok, Juvi pun menoleh ke belakang melihat Asri yang sudah terjatuh di rumput sambil berusaha merayap mengejar Sam


"Jadi karena ini Asri sampai memohon, Gue gak tahu apa masalah Lo, tapi apa yang Lo lakukan ini, sungguh sangat membuat Gue kecewa" Juvi pun ikut bersedih atas semua ini.


Chandra sampai di Rumah sakit, saat Ia berjalan, Ia melihat Asri yang tengah merayap basah kuyup kehujanan


"Asri.. sedang apa Dia.." Chandra langsung berlari menghampiri Asri


"Asri Kamu sedang apa disini..?"


"Chandra.. Sam Chan.. Sam ingin mengakhiri hubungan ini, Aku yakin Dia saat ini bicara tidak sungguh-sungguh, Aku harus mengejarnya"


Chandra pun melihat Juvi sedang berbincang dengan seseorang, namun saat Dia melihat Tini di sebelah orang itu, Chandra kaget hingga menjatuhkan sob kambing yang Ia bawa.


"Tini...." ucap Chandra dengan suara pelan


Mendengar nama Tini pandangan Asri pun lurus melihat ke depan, hujan yang begitu lebat menghalangi sedikit pandangan Asri sehingga Asri tak dapat melihat dengan jelas wanita yang ada di depannya itu.


"Tini...maksud Kamu Tini ada disini, bersama Sam" Chandra menatap Asri saat Asri berkata, Chandra pun langsung menghampiri Juvi yang sedang berbincang untuk meminta penjelasan ini semua.


"Juvi.. ini ada apa... Lo tinggalkan Asri disana" Chandra marah dengan Juvi yang tidak menjaga Asri dengan baik


"Gue sedang bicara dengan orang yang baru saja menyakiti hati Asri" Juvi menatap Sam dengan tajam, Chandra pun juga menatap Sam dan Tini dengan tajam


"Sam.. apa yang sudah Lo lakukan hingga Asri sampai merayap mengejar Lo, dan Lo Tini, kenapa Lo ada disini.. siapa yang bebaskan Lo" ucap Chandra dengan suara lantang


Namun Sam hanya diam, tak menjawab.. lalu Ia menoleh melihat Asri, Sam pun menangis terenyuh, dalam hatinya Ia sangat terluka melihat Asri seperti itu


"Ya Allah maafkan Aku... Asri.. maafkan Aku.." ucap Sam dalam hatinya


"Sam.. jawab..." tanya Chandra dengan nada menekan


"Percuma Chan.. Gue dari tadi bertanya tak ada jawaban, tapi Gue bisa simpulkan Sam meninggalkan Asri untuk kembali rujuk dengan Tini, entah apa yang ada di dalam pikiran Sam"


tiba-tiba Chandra menonjok wajah Sam dengan kencang, Tini terkejut melihat itu, namun Chandra terus memukul Sam sambil berkata,


"Brengsek Lo.. Lo pernah janji sama Gue bahwa Lo gak akan sakiti Asri, bahkan Lo berkata sama Gue bahwa Lo gak akan pernah membiarkan Asri menangis, tapi apa sekarang yang Lo lakukan Sam.. banci Lo.."


Di pukuli seperti apapun Sam tak melawan, Dia terus terdiam tak berbicara apapun, baginya untuk apa bicara karena percuma saja tidak akan membalikkan keadaan.


Tini tak terima dengan perlakuan Chandara terhadap Sam, Dia pun langsung menolong Sam


"Cukup.. Chan.. jangan Kamu pukuli Sam lagi, Sam sudah.. ayo Kita pergi"

__ADS_1


Tini membantu Sam bangun namun Sam menepis tangan Tini, sebelum Sam melangkahkan kakinya Ia mengatakan sesuatu


"Gue melakukan ini untuk nyawa seseorang, maafkan Gue Chan.. Gue titip Asri.. Gue yakin Asri di tangan Lo akan lebih terjaga" Sam kini pergi dengan rasa bersedih, air matannya masih berderai, setengah hati Sam kini tertinggal di sini, Sam terus berjalan menuju parkiran mobil, dan Tini mengikuti Sam dari belakang.


Chandra sungguh tak mengerti apa yang menyebabkan Dia sampai meninggalkan Asri, begitu pun Juvi Dia merasa ada yang tidak beres.


Asri yang masih terus memanggil Sam dengan keadaan basah kuyup membuat tubuh Asri menggigil kedinginan


"Sam.. Sam... Aku mencintai Kamu.. jangan pergi Sam"


Tiba-tiba Asri pingsan terkapar di tengah rumput yang basah karena hujan, wajah Asri kini mulai pucat.


Bu Anita pun sudah kembali ke rumah sakit, Saat Ia berjalan menuju kamar rawat Asri, Ia melihat Asri yang sudah terkapar di tengah taman Rumah Sakit


"Asri... ya Allah.."


teriak Bu Anita memanggil nama Asri, Bu Anita langsung berlari menghampiri Asri menerobos hujan yang lebat dan angin kencang


"Asri Kamu kenapa Nak..?" mendengar suara Bu Anita, Candra dan Juvi baru teringat dengan Asri


"Asri Juv.. Gue tadi meninggalkan Dia disana" kemudian larilah Mereka berdua menghampiri Asri


"Asri.. ya Allah.. maafkan Aku ya Aku meninggalkan Kamu tadi" ucap Chandra dengan rasa khawatir


"Ini ada apa.. kenapa Asri ada disini hujan-hujanan basah kuyup, dan pingsan seperti ini" tanya Bu Anita sambil menangis memeluk sang Anak


"Maaf Tante, ini salah Saya, sekarang lebih baik Kita bawa Asri supaya segera di tangani Dokter, nanti Aku akan jelaskan semuanya Tante" Chandra langsung mengambil alih Asri dan menggendong Asri menuju kamar rawatnya.


Sedangkan Bu Anita menangis tak hentinya sambil berjalan, Chandra pun langsung memanggil Suster untuk segera memeriksa keadaan Asri.


"Mas Makmun.. Bu Irma, Kalian sudah sampai dari tadi..?" tanya Kasih dengan sopan, lalu Makmun langsung menjawab,


"Kasih.. siapa yang mengizinkan Juvi untuk masuk ke ruangan ini" Kasih terdiam tak mengerti namun Kasih hanya mengatakan jika tadi Dia menitipkan Lia pada Juvi, belum selesai Kasih bicara Makmun langsung memotong ucapan Kasih


"Memang Kamu kemana, kenapa harus Juvi, kan banyak Suster" Makmun bicara dengan nada meninggi, membuat Kasih ketakutan dengan kemarahan Makmun, lalu Bu Irma menyahuti


"Makmun sudah... Kamu kenapa sih.. Lia bisa dengar suara Kamu" Bu Irma berusaha meredam amarah Makmun


"Saya minta maaf Mas.. lain kali Saya gak akan tinggalkan Mbak Lia sendiri atau menitipkan ke orang lain"


Setelah itu Makmun membuang bunga melati yang Juvi bawa untuk Lia ke tong sampah dengan kasar, Kasih dan Bu Irma hanya terdiam melihat sikap Makmun yang seperti sedang kesetanan.


Saat Andi berada di parkiran Andi melihat Sam bersama Tini dengan keadaan basah kuyup sekujur tubuh, Andi pun menghampiri Mereka


"Sam.. Tini.." sapa Andi terhadap Mereka, sebenarnya Andi bingung mengapa Sam bersama Tini, bukankah tadi Sam berkata ingin menemui Asri


"Tini.. Kamu sudah bebas?" tanya Andi merasa terkejut melihat ini semua


"Ya.. Aku sudah bebas, Sam lah yang membebaskan Aku"


"Apa... Aku gak salah dengar" Andi semakin bingung dengan situasi ini

__ADS_1


"Andi.. Aku gak ingin banyak bicara saat ini, Kamu akan tahu semuanya suatu saat nanti, Aku harus pulang"


"Sam.. tunggu.. Kamu mau pulang kemana, ke rumah Aku kan?"


"Ya.. Aku akan kesana sekalian ingin memberitahu sesuatu ke Pak Herman"


Sam langsung masuk mobil, dan meninggalkan Tini begitu saja, Tini hanya memandangi Sam dari belakang, Andi pun melanjutkan pertanyaannya yang tadi di rasa masih janggal.


"Tini kenapa bisa Kamu bebas, rencana apa yang sebenarnya sedang Kamu lakukan?" Tini malah tertawa kecut mendengar pertanyaan Andi


"Apapun itu, Aku rasa Kamu tidak perlu tahu, yang jelas.. saat ini Sam dan Aku rujuk kembali" Andi terkejut mendengar hal itu


"Apa... rujuk.." setelah Tini mengatakan hal itu Andi pun langsung berlari untuk melihat keadaan Asri


"Andi.. Andi.. Kamu mau kemana?" Andi tak menjawab Ia terus berjalan dengan cepat


"Lebih baik Aku pulang, Sam tadi ingin mengatakan sesuatu sama Papah, kira-kira apa yah..?" tanya Tini dalam hatinya.


Bu Anita sangat cemas dengan keadaan Asri, Bu Anita bulak balik berjalan dengan rasa khawatir


"Tante.. yang tenang, insya Allah Asri akan baik-baik saja" Chandra berusaha untuk menenangkan Bu Anita


"Bagaimana bisa Saya tenang Chan.. Asri pingsan, wajahnya pucat, Tante gak mengerti kenapa Asri bisa ada disana" lalu Juvi langsung menjelaskan jika tadi Ia berusaha mempertemukan Asri dengan Sam


"Apa... bertemu Sam.. Juvi ya ampun.. kenapa Kamu senekat ini, lalu apa yang terjadi hingga Asri pingsan" Juvi dan Chandra hanya terdiam saling melirik


Juvi pun menceritakan bahwa Sam tadi berkata ingin mengakhiri hubungannya dengan Asri selamanya, saat itu juga Andi datang dan mendengar ucapan Juvi.


Betapa terkejutnya Bu Anita mendengar pernyataan itu, begitupun Andi Ia baru paham mengapa tadi Sam tidak ingin menjelaskan apapun, dan Andi baru mengerti kenapa Tini bisa bebas dari penjara.


"Astagfirullah.. jadi itu penyebabnya, apa sih mau Sam itu..Kemarin Dia memohon pada Tante untuk jangan memisahkannya dengan Asri, tapi kenapa sekarang justru sebaliknya" Andi pun ikut bicara Dia berkata,


"Tante.. Aku sangat tahu Sam sangat mencintai Asri, Aku juga gak tahu kenapa bisa Dia melakukan ini, tapi pasti ada sebabnya, sesuatu yang mendesaknya mungkin"


Seketika semua berpikir alasan apa sehingga Sam melakukan ini pada Asri, namun Bu Anita tak ingin pusing dengan memikirkan hal yang tidak penting, baginya saat ini adalah kesehatan Asri


"Saya tidak peduli apapun alasan Sam.. yang jelas, Dia sudah menyakiti hati Anak Saya" ucap Bu Anita dengan begitu marahnya


Dokter pun keluar dari kamar rawat Asri, lalu Dokter menjelaskan mengenai keadaan Asri


"Dokter.. bagaimana keadaan Anak Saya..?" tanya Bu Anita dengan hati yang gelisah


"Tenang Bu.. Bu Asri pingsan tadi mungkin karena menggigil yang berlebihan, di tambah kondisi kandungan Asri yang masih trimester pertama, jadi kondisinya sangat rentan dan lemah" Bu Anita kaget sejadi-jadinya


"Tunggu Dok.. kandungan.. apa maksudnya ini?" lalu Dokter menjelaskan jika saat ini Asri tengah hamil


"Tapi Dok.. kenapa kemarin janinnya tidak terdeteksi, mungkin salah diagnosa Dok" Bu Anita masih tak percaya jika Asri tengah hamil, lalu Dokter menjelaskan,


"Bisa saja Bu hal itu terjadi, kemarin Kita tidak memeriksa keseluruhan, karena memang kehamilan munculnya tiba-tiba dan lagi pula, Ibu Asri tidak merasakan yang namanya mabuk hamil, seperti mual pusing, dan mungkin baru terasa saat ini Bu.. saat tadi pingsan"


Begitulah perkiraan Dokter, Bu Anita pun bersedih Ia melamun, mengapa kehamilan ini baru terungkap ketika Sam sudah meninggalkan Asri, lalu Dokter pun kembali untuk melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Bu Anita semakin melemah mendengar berita ini, dan semuanya pun bingung harus bagaimana menyikapi masalah ini.

__ADS_1


Chandra begitu marah dengan Sam Ia sampai menonjokkan tangannya sendiri ke tembok, saking marahnya Ia berkata,


"Sam.. kalau Lo masih ada disini, sudah pasti Gue hajar, dasar banci Lo, apa yang Lo lakukan pada Asri, Lo sentuh Dia, dan Lo tinggalkan Dia begitu saja, sumpah Gue akan cari Lo kemanapun Lo berada" ucap unek-unek dalam hati Chandra.


__ADS_2