
Andi meminta perhatian pada semuanya, Ia pun berkata,
"Untuk semua yang disini, Aku ingin memperjelas jika Aku sudah melamar Kasih, dan Kita berencana untuk segera menikah"
Semua terkejut dengan pernyataan Andi namun tidak bagi Sam, Ia sudah tahu jika Andi pasti akan melamar Kasih, Lisa yang baru datang agak bingung dengan situasi ini
"Maaf.. Andi Kamu melamar siapa? bukankah Kita akan di jodohkan" kemudian Pak Heri angkat bicara
"Andi apa-apaan kamu.. Papah gak pernah setuju dengan hubungan Kamu dan Kasih"
"Tapi Aku mencintai Kasih Pah" lalu Lisa bertanya pada Pak Heri tentang perjodohannya
"Om Heri.. ini semua apa..? Aku rela datang kesini tanpa membawa Mami karena Aku sangat menghargai pertemuan ini" Andi langsung menjawab
"Maaf Lisa.. sebenarnya Aku sudah punya calon sendiri, bahkan pertemuan ini Aku gak tahu, apalagi tentang perjodohan"
Pak Heri tak terima dengan ucapan Anaknya, Ia pun naik pitam hingga mengusir Kasih
"Andi cukup.. Papah memang tidak membicarakan ini sebelumnya karena Papah ingin spesial memberitahunya, Papah tidak menyangka jika Kamu akan bicara seperti ini, Kasih.. Kamu dengar ya, Saya tidak pernah merestui hubungan Kalian.. lebih baik sekarang Kamu pergi dari sini, karena acara ini Saya buat untuk pertemuan dan perjodohan Anak Saya"
Mata Kasih mulai berkaca-kaca saat Pak Heri mengusirnya, mamun Andi tidak diam saja Ia langsung menggenggam tangan Kasih lalu Andi berkata,
"Gak Pah.. cukup dulu 2 tahun yang lalu Papah memisahkan Aku dengan Istri Aku, sekarang Aku akan memperjuangkan pernikahan yang dulu pernah tertunda" Lisa semakin bingung mengapa Andi bicara tentang pernikahan
"Andi.. Kamu pernah menikah?" lalu Lisa bertanya pada Pak Heri
"Om.. Aku gak mengerti dengan semua ini, Aku gak merasa di paksa untuk perjodohan ini, tapi kalau Andi memang tidak menginginkan Aku, Aku akan pulang sekarang, dan maaf Aku merasa masih banyak rahasia Andi yang belum Aku tahu" Setelah itu Lisa pun pergi meninggalkan acara ulang tahun Andi.
Om Heri tak terima jika Lisa pergi, Ia terus memanggil Lisa dengan suara lantang
"Lisa tunggu, Om merestui Kamu dan Andi, bukan wanita itu, Lisa..." Lisa menghentikan langkahnya lalu menoleh
"Om..Aku tidak ingin ada paksaan, Aku ingin Andi memang menerima Aku dengan ikhlas, melihat tatapan Andi dengan perempuan itu, Aku rasa Andi memang sangat mencintainya Om, maaf Om.. Lisa mundur Lisa tidak ingin memaksa"
Andi merasa tak enak dengan Lisa lalu Andi menghentikan langkah Lisa untuk meminta maaf
"Lisa tunggu..." Lisa menoleh dan menjawab,
"Iya Andi..kenapa?
"Aku minta maaf sama Kamu, Aku tidak ada niat untuk menolak Kamu, tapi hati Aku sudah milik orang lain, Aku mohon Kamu bisa mengerti"
"Tidak apa Andi.. cinta memang tidak bisa di paksa, Aku datang kesini karena niat baik, tapi kalau seperti ini, Aku tidak bisa memaksa, Aku pulang ya, Om.. tolong jangan halangi Aku lagi" Lisa pun kini benar-benar pergi meninggalkan acara ini
Pak Heri terlihat marah, Ia menatap wajah Andi dengan tajam
"Puas Kamu Andi.. Puas.. menghancurkan acara yang sudah Papah siapkan"
"Pah.. tapi papah harus..." belum selesai bicara Pak Heri langsung menampar wajah Andi dengan keras, Andi terdiam sambil memegang pipinya
"Kamu mau melawan Papah, Kamu tidak takut akan konsekuensinya" Andi kini menatap mata Papanya dengan tajam.
Tiba-tiba Kasih datang langsung tersungkur bersujud meminta restu dari Pak Heri
__ADS_1
"Om.. Aku mohon, Kami saling mencintai Aku hanya ingin restu Om, tolong terima Aku Om.. untuk menjadi menentu Om, Aku tahu Aku hanya berasal dari desa dan keluarga Aku miskin tidak sekaya keluarga Om, tapi Aku pastikan Aku akan mencintai dan melayani Andi dengan baik, sebagai Suami Aku" namun sia-sia usaha Kasih bersujud memohon kepada Heri, Heri tetap dengan pendiriannya
"Kasih.. Kamu ingat dan Kamu cerna ucapan Saya, Sampai kapanpun selamanya.. Saya tidak akan pernah merestui Kalian, Kamu dengar itu Andi"
Andi semakin geram dengan sifat Papahnya yang keras kepala, berbagai cara meminta restu, tetap saja Papahnya tidak mau merestui, Andi langsung menarik Kasih berdiri
"Papah.. kalau Aku bersikeras untuk tetap ingin menikahi Kasih, apa yang Papah ingin lakukan terhadap Aku?" Pak Heri kaget mendegar tantangan yang di ucapkan Andi.
Pak Herman ikut geram melihat keponakanya kekeh dengan pendiriannya
"Andi.. Kamu tidak boleh melawan orang Tua Kamu..ingat...siapa yang membesarkan Kamu dan menghidupi Kamu selama ini"
"Om.. Aku tidak pernah lupa itu semua, bahkan jika harus di tukar dengan keringat kerja keras Aku, tetap tidak akan bisa Aku membayarnya, Papah.. Aku selalu menurut dengan ucapan Papah, Aku harus tinggalkan Kasih dulu Aku turuti, Papah suruh Aku tinggal di Jakarta bekerja untuk Retro Aku turuti itu juga, tapi Aku hanya meminta untuk hidup bersama orang yang Aku cintai, kenapa sulit sekali Pah.. Papah menerima itu"
"Karena Kalian berbeda Andi"
"Apa yang beda Pah, Tini dan Sam apakah Mereka sama, Sam bukan dari orang berada, tapi Dia boleh menikah dengan Tini putri Om Herman" Pak Herman langsung menyahuti
"Itu beda hal yang berbeda Andi, Tini memaksa Om.. Kamu tahu kan bagaimana sikap Tini jika tidak di turuti" Andi pun tertawa mendegar jawaban Pak Herman
"Oh..jadi kalau Aku ingin bunuh diri baru Papah ingin merestui hubungan Kami"
Bu Heni ikut prihatin dengan kejadian ini lalu Ia berusaha untuk membujuk Adik iparnya untuk menerima Kasih dan merestui hubungan Andi, namun tetap saja tak ada yang bisa membuat keputusan Pak Heri berubah
"Tidak... sekali tidak tetap tidak.. Andi.. kalau Kamu nekat memilih perempuan ini, Kamu akan kehilangan semua fasilitas Kamu dan yang terpenting Papah akan coret Kamu dari ahli waris di keluarga ini"
Andi sudah tahu pasti hal ini yang akan di ucapkan oleh Papahnya jika Ia tetap melawan keputusan Papahnya.
Tapi Andi sudah mempersiapkan semuanya dari tabungan, Rumah yang Ia beli tanpa sepengetahuan Papahnya, kemudian mobil yang Ia beli yang masih di simpan di dealer mobil
Kasih sebenarnya sedih dengan semua ini, Ia merasa sudah merusak hubungan antara Anak dan Ayah, tapi Dia juga tak ingin berpisah lagi dengan Andi untuk yang kedua kalinya, lalu Kasih memegang tangan Andi sebelum Andi melanjutkan ucapannya.
Andi melihat kesedihan di mata Kasih, hal itu membuat Andi ikut bersedih juga, merasa belum menjadi pria sejati, karena dulu Ia tak mampu menolak perintah Papahnya, dan kali ini, Ia akan berjuang untuk cintanya
"Aku siap Pah untuk melepas semuanya" semua tercengang mendengar ucapan Andi, lalu Sam ikut bicara dan bertanya pada Andi
"Lo serius Andi, ingin melepas semuanya"
"Ya... Gue serius, Gue gak ingin menjadi seperti Lo, yang meninggalkan orang yang Lo cinta hanya karena uang dan materi" Sam merasa tersindir dengan ucapan Andi
"Tapi Lo gak tahu yang sebenarnya, jadi Lo gak bisa menilai Gue seperti itu, Gue sangat mendukung Lo Andi, carilah kebahagiaan Lo, selama belum ada sesuatu yang mendesak Lo dengan pilihan yang sulit" Andi kini jadi bertanya-tanya apa yg di maksud dari ucapan Sam.
Merasa tak terima Pak Heri langsung mengusir Putranya dengan kasar
"Silahkan Kamu tinggalkan tempat ini, jangan Kamu bawa apapun dari rumah ini bahkan uang sepeserpun" Andi Merasa jijik dengan ucapan Papahnya, lalu Andi dengan segera mengeluarkan isi dompetnya
"Ini semua uang yang ada di dompet Aku, kartu kredit pribadi Aku, dan juga kartu kredit perusahaan... ini semua silahkan Papah ambil, satu lagi, kunci mobil Aku akan kembalikan ini semua" Kasih melihat semua itu dengan kesedihan Ia pun menangis kecil lalu Ia memegang lagi tangan Andi dan melihat mata Andi dengan melas
"Kamu tenang Kita tidak akan kelaparan hanya karena Aku melepas semua fasilitas dari Papah"
Setelah selesai mengeluarkan semua isi dompet Andi, dengan segera Andi menggandeng tangan Kasih dan keluar dari kediaman Rumah Herman Sanjaya tanpa membawa apapun kecuali kado dari Kasih.
Bu Heni ikut bersedih dengan kejadian ini lalu Ia berkomentar
__ADS_1
"Heri.. Apa yang Kamu lakukan Kamu membiarkan Andi pergi selamanya dari hidup Kamu"
"Kamu tenang Mbak Heni, Aku yakin Dia tidak akan bisa bertahan lama hidup dalam kemiskinan" lalu Sam menyahuti ucapan Pak Heri
"Anda salah Pak.. justru dari kekuatan cinta Aku yakin Andi akan lebih bersemangat untuk menjalani hidupnya"
"Tahu apa Kamu tentang cinta, cinta cinta.. omong kosong dengan cinta"
"Suatu saat Pak Heri akan mengerti jika cinta tidak akan pernah tergantikan dengan apapun, bahkan dengan uang sekalipun" tiba-tiba Pak Herman tertawa sinis mendengar ucapan Sam
"Sam.. apa Kamu sadar saat ini yang sedang Kamu alami adalah kehilangan cinta hanya karena uang"
"Anda salah Pak Herman, yang Aku lakukan saat ini, memperjuangkan nyawa Ibu ku, jika bukan karena Ibu, Tini tidak akan bisa mengambil hidup Aku lagi" Pak Herman geram dengan semua yang Sam ucapkan
"Sebaiknya Kamu diam Sam, Kamu tidak lihat situasi ini" lalu Pak Heri membubarkan acara ini dan menyuruh semua orang untuk pulang
"Semua bubar.. yang punya acara sudah pergi dari sini" Pak Heri bicara dengan nada yang sangat marah
Bu Heni menyuruh pembantunya untuk membereskan ini semua
"Bibi.. tolong bereskan semua ini, Kuenya tolong bagikan pada tetangga ya, Tini .. Kamu ingin langsung pulang?"
"Nanti Mah.. Mamah jangan ikutan sedih ya, Aku yakin Andi pasti akan secepatnya kembali ke rumah ini" Sam langsung menyahuti
"Lebih baik sekarang saja Kita pulang, kasihan Ibu di rumah sendirian"
"Sayang.. Kamu pulang saja ya, kasihan Bu Fatma di rumah"
"Ya sudah kalau begitu Aku dan Sam pamit pulang ya Mah.."
lalu Tini dan Sam berpamitan pada Bu Heni kemudian Pak Herman lalu Pak Heri
"Kita pulang ya Pah.. sampai jumpa lagi"
"Ya Tini, Kamu hati-hati, Sam Kamu harus ingat hutang dan janji Kamu, kalau Kamu mencoba membuat Anak Saya menderita, Saya bisa tuntut Kamu"
Sam merasa bosan dengan ancaman yang selalu di ucapkan Herman berkali-kali, tanpa menjawab Sam langsung menuju parkiran dan masuk mobil, Tini mengikuti dari belakang
"Sam..tunggu.." Sam berjalan dengan cepat meninggalkan Tini yang di belakangnya
"Sam..Kamu cepat sekali sih jalannya"
"Perasaan Aku biasa saja, cepatlah naik.. nanti Kita kemalaman"
Merekapun pulang kembali ke Cirebon.
Sementara Kasih dan Andi kini sedang menaiki taksi, lalu Kasih menanyakan lagi tentang keputusannya
"Andi.. Kamu sungguh tidak menyesal dengan keputusan ini"
"Untuk apa Aku menyesal, Kita kan sudah berjanji untuk menghadapi bersama apapun keputusan Papah"
"Ya.. tapi lihat sekarang Kamu kehilangan semua kemewahan, Kamu yakin sanggup"
__ADS_1
"Ya ampun sayang.. Kamu kenapa bicara seperti itu, Kamu gak yakin dengan Aku..Aku laki-laki Kasih.. Aku akan berjuang untuk hidup Kamu dan menafkahi Kamu nanti"
Kasih merasa terharu dengan pernyataan Andi, Ia sungguh tak menyangka jika Andi akan melakukan hal besar seperti ini.