Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
BERLATIH BERJALAN


__ADS_3

Kasih mengetuk pintu ruangan Andi, Andi mempersilahkan untuk masuk, Andi terkejut dengan kedatangan Kasih, tapi Ia senang dan tersenyum


"Kasih.. Kamu kesini" Kasih pun ikut tersenyum


"Ya.. Aku sengaja datang kesini Aku bawa makan siang untuk Kamu"


"Oh ya.. mana coba Aku lihat" Kasih memperlihatkan kotak makan yang berisi lauk capcay dengan ikan balado


"Wah.. ini pasti enak, Ayo Kita makan bersama" Kasih dan dan Andi pun kini menikmati bekal makanan buatan Kasih.


Tak lama Kasih mendapatkan pesan dari Makmun jika dirinya setelah pulang bekerja akan menemaninya membeli kado untuk Andi, kasih membalas pesan itu dengan berkata terimakasih karena ingin menemaninya, melihat Kasih serius dengan ponselnya Andi jadi bertanya,


"Kasih Kamu sedang chat dengan siapa, sepertinya serius sekali" Kasih berbohong dengan mengatakan jika ini pesan dari Ibunya di kampung, Dia tak ingin memberitahu Andi jika dirinya akan mempersiapkan kado spesial saat ulang tahunnya nanti.


"Oh.. Ibu apa kabar Semua sehat disana?" tanya Andi sambil menyantap makanannya


"Sehat ... Kamu lahap sekali makannya"


"Mungkin karena sudah lama tidak mencicipi masakan Kamu, jadi ya begini.." Andi pun tertawa bersama Kasih.


Setelah selesai makan bersama Kasih pamit pulang untuk melanjutkan pekerjaannya di Rumah Makmun


"Kasih Aku janji setelah membawa Kamu pergi, Kamu tidak akan lagi jadi Asisten Rumah tangga"


"Tak apa Andi.. Aku senang melakukan pekerjaan itu, keluarga Makmun semuanya baik terhadap Aku"


"Tapi tetap saja.. Kamu disana pasti di pandang rendah"


"Tidak.. tidak ada yang memandang rendah Aku, Mas Makmun Mbak Lia Mereka menganggap Aku teman, dan Ibu juga Pak Helmi Mereka tidak pernah semena-mena terhadap Aku"


"Berarti.. keluarga Makmun tidak seperti keluarga Tini ya" Kasih terdiam tidak ingin berkata ya, sebab bagaimanapun keluarga Tini adalah keluarga Andi.


"Ya sudah.. Aku pulang ya, sampai bertemu besok"


Andi tersenyum dan membelai pipi Kasih sebelum Kasih pergi.


Waktu jam pulang kantor telah datang, Chandra seperti biasanya akan ke rumah Asri untuk memberikan pekerjaan kepada Asri melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai, sedangkan Chandra mengerjakan pekerjaan Lia yang harus selesai Minggu ini.


Chandra mengirim pesan pada Rahma jika Ia akan lembur hari ini, lalu Ia berpapasan dengan Juvi, langsung saja Chandra memanggil Juvi ingin bicara sebentar.


"Juv.. Gue ingin bicara sebentar" Juvi menoleh dan berkata,


"Bicara apa..?"


Chandra pun menjelaskan persoalan pekerjaan Lia yang harus Ia kerjakan, lalu menceritakan jika Ia meminta bantuan Asri dalam menyelesaikan pekerjaannya.


"Jadi Gue mohon kalau Rahma bertanya sama Lo, Lo jawab saja kalau Gue memang lembur"


"Apa ini gak beresiko Chan.. kalau Dia tahu yang sebenarnya bagaimana?"


"Tidak akan ada yang tahu, kalau tidak ada yang bicara"


"Tapi... Mertua Lo bagaimana, Dia kan satu kantor sama Lo, pasti Rahma bertanya kan?"


"Soal Papah.. itu urusan Gue, Gue hanya minta tolong sama Lo hal ini saja"


"Tapi Lo benar bekerja kan dengan Asri, bukan ..." Chandra langsung menyahuti


"Bukan apa.. Lo mau bilang selingkuh atau cari kesempatan sama Gue"


Juvi terdiam hanya memperhatikan wajah Chandra saja


"Ya ampun Juv.. Gue bukan Sam ya, main-main dengan pernikahan, Gue masih punya hati, Gue gak akan khilaf seperti itu, Gue menghargai Asri dan Gue menjaga pernikahan Gue, biarpun Gue sampai saat ini masih mencintai Asri, tapi Gue gak akan ceroboh melakukan hal itu"


Juvi masih terdiam belum menjawab apa-apa, Ia masih memperhatikan mimik wajah sahabatnya itu


"Lo masih gak percaya sama Gue" akhirnya Juvi pun mengiakan permintaan Chandra


"ya ya ya... Ok.. tapi kalau sampai terjadi sesuatu dengan pernikahan Lo Gue gak mau ikut campur ok"

__ADS_1


Chandra pun memeluk sang sahabat lalu tersenyum dan mengucapkan terimakasih dengan hati yang gembira


"Kalau begitu Gue duluan ya"


Juvi hanya terdiam memandangi sahabatnya itu dari belakang, Ia pun berkata dalam hatinya


"Semoga saja Lo konsisten dengan ucapan Lo, semakin bahaya ini kalau terjadi perselingkuhan lagi"


Juvi merasa pusing sendiri melihat percintaan sahabat-sahabatnya, Dia sendiri saja pusing belum mendapatkan jodoh sampai saat ini, tapi sudah di beri amanah berat sekali dari Chandra, dari pada pusing memikirkan hal itu, sebaiknya Juvi menjenguk Lia saat ini.


Pak Faris mendapatkan undangan dari pak Ammar untuk acara launching pembukaan gran hotel Lembang di Bandung, Dia pun ke ruangan Sam untuk memberitahu sekaligus mengajak Sam untuk pergi bersama menemaninya.


"Bagaimana Sam.. Kamu mau temani Saya?"


Sam belum menjawab, Ia masih memikirkan harus ikut atau tidak, tapi melihat keadaan Ibunya Sam merasa tidak ada kekhawatiran lagi, lalu Ia juga merasa bosan di rumah setiap hari bertemu Tini terus, untuk menghindari itu Sam mengiakan ajakan Pak Faris untuk ikut ke acara launching tersebut.


"Baik Pak.. Saya akan ikut menemani Bapak"


"Oh ya Pak.. bawa istri ya, untuk meramaikan acara" Sam terkejut dengan perkataan Pak Faris


"Apa... bawa istri.. Pak Saya pikir tidak perlu membawa Istri, ini kan acara kantor Pak, lagi pula hanya sehari bukan"


"Ya.. memang sehari, jadi Kamu tidak mau membawa Istri, Saya kalau ada Istri pasti Aku bawa Sam, kalau Saya ajak Fahmi Dia pasti kerjaannya mabuk terus"


Sam penasaran dengan sifat Fahmi anak Pak Faris, Ia bertanya mengapa Fahmi selalu berbuat hal seperti itu


"Saya juga tidak tahu, kenapa Fahmi jadi seperti itu, dulu Dia tidak begini.. semenjak kehilangan Ibunya 7 tahun yang lalu, Ia jadi berubah Sam, sering keluar malam lalu tak lama Ia mabuk-mabukan, sekeras mungkin Saya menasihati Dia, tapi tidak ada efek jera, bahkan ketika Saya mengusirnya, Dia malah semakin menjadi dengan teman-teman frekuensinya , jadi sejak itu lah Saya hanya biarkan saja Dia seperti ini"


Tak terasa Pak Faris jadi curhat kepada Sam tentang kelakuan Fahmi Anaknya, Sam hanya berusaha menyemangati Pak Faris untuk lebih sabar dan selalu memberikan nasihat yang baik untuk Fahmi.


"Saya yakin Pak.. jika Fahmi di berikan pengarahan lebih intensif Dia pasti akan berubah sedikit demi sedikit"


Pak Faris berterimakasih dengan nasihat bijak Sam, Ia pun permisi pamit ke ruangan kerjanya


"Kalau begitu Saya kembali ke ruangan ya Pak Sam, terimakasih untuk nasihat yang bapak Kasih untuk Anak Saya"


Pak Faris pun pergi, dan Sam bersiap untuk pulang ke rumah.


"Bu.. Aku izin keluar sebentar ya, ingin membeli kado untuk Andi ulang tahun besok"


"Oh.. memang besok acaranya?"


"Iya Bu.."


"Beli kado dengan siapa?"


Kasih kini harus berbohong terhadap Bu Alya karena Makmun berpesan Mamah jangan sampai tahu kalau Aku yang menemani Kamu membeli kado katanya


"Aku pergi sendiri Bu.."


"Oh.. ya sudah kalau begitu" kasih pun pergi dengan naik taksi.


Dalam perjalanan Chandra mengirim pesan pada Pak Rohman, Ia mengatakan jika sedang ada pekerjaan tambahan mengurus laporan keuangan, jadi di haruskan lembur, dan Ia menitip pesan jika Rahma bertanya katakan bahwa Aku lembur.


Pak Rohman mengerti dan tidak berpikir yang aneh-aneh sebab, Ia tahu jika Chandra memang mendapat pekerjaan double atas perintah Pak Romi.


Chandra telah sampai di rumah Asri Ia pun mengetuk pintu dan di bukalah oleh Bu Anita


"Chandra.. ayo masuk"


"Asri sedang apa Tante?"


"Dia sedang mandi, Kamu tunggu saja ya, Tante akan buatkan minuman untuk Kamu"


Bu Anita membuatkan minuman sekaligus memasak untuk makan bersama nanti malam.


Tak lama Asri keluar lalu menghampiri Chandra


"Chan...Kamu sudah datang" Chandra melihat Asri sepertinya Asri sedang kesusahan dalam menggunakan kursi roda, lalu Chandra langsung membantu dan Ia berkata,

__ADS_1


"Asri.. sebaiknya Kita berlatih berjalan sekarang saja ya, soal kerjaan nnti Kita lakukan setelah Maghrib" Asri hanya menganggukkan kepalanya


Lalu Mereka berdua pergi ke halaman depan, Asri memulai belajar berdiri


"Hati-hati, pelan-pelan saja" Asri mengatur nafasnya lalu Ia berusaha melangkah dengan perlahan


"Bagus.. Ayo lakukan lagi Asri"


Chandra menyemangati Asri sambil memegang tangan Asri, Asri pun tersenyum dapat melangkah walau hanya satu langkah


"Chan.. Aku bisa.."


"Ya.. Kamu hebat..Kamu harus semangat ya, Aku yakin kalau terus berlatih pasti Kamu akan cepat bisa berjalan" Asri pun melihat Chandra lalu tersenyum


"Aku coba lagi ya" Asri berusaha lagi Ia melangkah selangkah demi selangkah saat langkah ke tiga kakinya mulai terasa sakit


"Chan.. mulai terasa sakit Chan.."


"Itu bagus kaki Kamu berarti beraksi, Kamu coba lagi, tapi kalau semakin sakit Kita istirahat sebentar" Asri mencoba lagi dan kali ini langkahnya gagal, Ia terjatuh karena tak kuat menahan sakit, untungnya Chandra dengan sigap menangkap Asri yang hampir jatuh


"Asri.. ya ampun" Asri meringis kesakitan


"Sakit Chan..."


"Ya sudah Kita istirahat dulu" Chandra membantu Asri untuk duduk di kursi rodanya.


Setelah itu, Chandra melihat kaki Asri Ia langsung memijat Kaki Asri dengan lembut, namun Asri menepis tangan Chandra


"Jangan Chan.. sepertinya ini gak sopan" Chandra hanya tersenyum mendengar Asri berbicara seperti itu


"Gak apa-apa Aku ikhlas kok melakukan ini, Aku Pijat supaya urat-urat kaki Kamu lentur, jadi sedikit demi sedikit akan mulai terasa, buktinya tadi kaki bagian yang lumpuh ini mulai terasa bukan sakitnya" Asri tersenyum mendengar jawaban Chandra


"Makasih ya Chan.. Aku malah menjadi kerja tambahan untuk Kamu"


"Aku ingin Kamu cepat berjalan, karena Aku ingin mengajak Kamu pergi ke Bandung"


"Apa.. Bandung, maksudnya bagaimana Chan?"


Chandra menjelaskan tentang pembukaan grand hotel Lembang di Bandung milik Pak Ammar


"Oh.. tapi kan Aku sudah tidak berkerja di Retro lagi Chan.."


"Tidak masalah Asri.. siapapun boleh ikut kata Pak Ammar, jadi Aku mau mengajak Kamu.. tapi kalau Kamu sudah bisa berjalan, kalau belum.. ya tidak jadi"


"Kenapa Aku...kan ada Rahma" Chandra menatap wajah Asri lalu Ia mengatakan,


"Aku inginnya Kamu"


Asri langsung terdiam mendengar ucapan Chandra.


Tiba-tiba Bu Anita menghampiri dan mengajak Mereka untuk makan bersama


"Chan.. Asri.. Kita makan bersama yuk"


Setelah itu Bu Anita kembali lagi ke dapur, lalu Chandra melanjutkan ucapannya


"Bagaimana.. Kamu mau tidak ikut Aku ke Bandung" Asri belum menjawab


"Ayolah, hanya satu hari Asri temani Aku" Mereka kini saling berpandangan tiba-tiba Asri tersenyum


"Mau gak yah.. " Asri berbicara meledek Chandra sambil tersenyum, lalu Asri melanjutkan ucapannya


"Lihat nanti deh.. kalau Aku benar bisa berjalan Aku pasti ikut, tapi kalau belum.. Aku gak bisa ikut"


Chandra sangat senang dengan jawaban Asri


"Kamu serius, jadi intinya Kamu mau ikut kan"


Asri hanya tersenyum tak menjawab, Ia pun segera masuk menuju ruang makan

__ADS_1


"Asri.. tunggu.."


Chandra mengejar Asri dengan raut wajah yang sumringah, dan Mereka pun makan bersama.


__ADS_2