Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
Episode. 27


__ADS_3

3 tahun kemudian..


Seorang wanita bersama anak lelakinya yang masih berusia 15 bulan, terlihat tengah asyik mengganggu seorang pria yang tak lain suaminya. Ia masih saja tertidur dengan begitu pulas, meski beberapa kali bayi itu menendang dan memukul-mukul wajahnya. Melihat kelakuan anaknya, membuat sang ibu tak bisa menahan gelak tawanya bahkan anaknya juga ikut menertawai dirinya.


Namun, sungguh sayang usaha anaknya untuk membangukan suaminya berakhir sia-sia karena sampai saat ini belum juga ada pergerakannya.


"Sayang, kalau mau bangunkan ayah harus diberikan ciuman bukan dipukul seperti itu. Ayo coba perhatiakan Ibu." ucapnya. Ia terus berbicara dengan anaknya meski hanya di jawab oleh celotehan. Ia juga mencoba memberikan contoh pada sang anak bagaimana cara membangunkan ayahnya.


Cup. Sebuah kecupan mendarat pada pipi kiri sang suami. Anak itu memperhatikan apa yang di lakukan ibu pada ayahnya dan ia mengulangi hal yang sama seperti yang dilakukan ibunya.


Cup. Kecupan yang lain mendarat pada hidung sang ayah, hingga perlahan mata yang masih tertutup itu perlahan terbuka.


"Hei, boy. Apa yang kau lakukan." ucap sang ayah dengan suara serak khas bangun tidur. Ia mengusap hidungnya yang ternyata penuh dengan lendir akibat kecupan anaknya.


Anak itu hanya tertawa dan berceloteh sambil tepuk tangan. Ia terlihat bahagia karena berhasil membangunkan sang ayah. "Hahaha. Dia berusaha membangunkanmu, tapi Mas nggak bangun-bangun. Nah, akhirnya dia membangunkanmu dengan kecupan." jelas sang istri.


Melihat tingkah anaknya yang begitu menggemaskan membuat ia tak bisa menahan untuk menggelitiki perut anaknya, hingga membuat seisi kamar di penuhi dengan suara gelak tawa mereka. Sungguh pagi yang manis, bisa melihat senyum serta tawa dari anak dan istrinya. Suatu berkah dari Tuhan yang memang patut untuk di syukuri.

__ADS_1


"Udah, jangan buat dia ketawa terus. Yuk kita sarapan. Sini anak ibu yang ganteng kita sarapan dulu." ajaknya. Tapi sayang, anaknya memilih memeluk sang ayah dengan erat dan tak ingin lepas.


"Apa kau sudah tidak menginginkan ibu lagi? Baiklah ibu akan pergi, ikutlah ayah terus dan lupakan ibu." ucapnya pura-pura marah.


"Hei. Mungkin anak kita tak menginginkan mu tapi aku selalu membutuhkanmu untuk berada disampingku."


Dengan gerakan tangan yang cepat ia meraih tangan istrinya dan menariknya, hingga membuat ia terjatuh kembali ke tempat tidur. Kemudian ia mendaratkan kecupan pada bibir istrinya yang mungil.


"Stop Mas. Lihat baby Kenan melihat kita."


Anaknya bernama Kenan itu hanya bisa tertawa menanggapi sang ayah. "Lihat, Kenan sangat bahagia saat aku bilang begitu."


"Emm. Ya sudah kita sarapan dulu. Ayo cepat bangun."


"Biarkan aku mengambil sarapanku dengan memakanmu."


Tanpa memberi kesempatan untuk istrinya pergi, ia segera menindihnya dan meninggalkan Kenan kecil di sampingnya. Kemudian ia mendaratkan bibirnya pada bibir mungil yang selalu membuatnya candu. Tak menunggu lama ia melepas seluruh pakaian istrinya dan melakukan hubungan intim di pagi hari, tanpa memperdulikan Kenan kecil yang sibuk bermain dengan mainannya.

__ADS_1


"Mas Akhtar..!" pekiknya. Saat ia menyadari bahwa suaminya benar-benar melakukan itu disaat anaknya masih terjaga.


Tanpa memperdulikan teriakan istrinya, ia terus melakukan itu hingga mereka benar-benar puas dan mencapai pada hal yang diingikannya.


"Arumi, aku sudah tidak tahan lagi..."


Akhirnya semua usai dengan menumpahkan benih cinta mereka di rahim sang istri. Mereka sama-sama terkulai lemas, akan aktivitas di pagi hari yang begitu nikmat dan penuh cinta.


Ya, Arumi memang masih hidup. Sebuah keajaiban berpihak kepadanya. Pada saat itu di ruang operasi, tiba-tiba mesin EKG berbunyi dan menandakan jantung pasien masih berdetak. Arumi pun ditangani dengan segera dan akhirnya ia selamat dari maut, meski harus mengalami koma dalam beberapa bulan.


Tentu hal itu membuat Akhtar sangat bahagia dan ia selalu berjanji akan menebus waktu yang telah ia lewati bersama Arumi. Akan selalu mencintai dan menjadikan ia istri satu-satunya.


Setelah Arumi sadar, Akhtar memberikan perhatian penuh untuknya, tak pernah meninggalkannya walau sedetik. Akhtar merawat Arumi hingga benar-benar pulih sepenuhnya.


Hubungan mereka pun semakin menjadi baik seperti pada awalnya dan sekarang mereka telah di karunia lagi seorang putra bernama Kenan Adhy Wijaya. Akhtar sangat menyanyangi anak dan juga istrinya. Kebahagiannya selalu terpancar saat bersama keluarga kecilnya. Mereka pada akhirnya menjalani hidup yang sangat bahagia, membesarkan anaknya bersama. Saling menyanyangi dan mencintai.


****

__ADS_1


__ADS_2