Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
PERSIAPAN BAZAR


__ADS_3

Chandra dan Asri pun sampai di lokasi Studio, Mereka langsung masuk kedalam dan bertemu Yosi vokalis dari grup Band Diagnosa.


Kebetulan sekali Mereka sedang beristirahat dan berkumpul di room sambil ngobrol dan bercanda lalu Chandra menyapa Mereka "Permisi Saya ingin bertemu Yosi" Yosi pun menoleh ke arah suara, lalu memperhatikan wajah Chandra, Dia mengingat wajah yang tak asing ini


"Chandra... ini Lo Chan? dan ini... Kamu Asri kan..?" tanya Yosi dengan suara senang dan gembira, Yosi pun melanjutkan ucapannya


"Ya ampun, Gue gak nyangka kita bisa bertemu lagi sudah sekian lama" Chandra pun tertawa dengan riang gembira, dan Asri tersenyum dengan semua orang


"Iya yah Yos.. sudah lama sekali, Kita gak bertemu, sebenarnya Gue kesini ada yang mau Gue obrolin"


"Mau ngobrol apa tuh.. Oh iya, Kalian masih pacaran"


"Apa.. Aku sama Chandra, Kami sudah ga pacaran lagi, Chandra sudah menikah kok" sedikit terkejut Yosi mendegar kabar bahwa Chandra sudah menikah


"Oh ya, nikah sama siapa Chan..?" Yosi kini pemasaran dengan siapa Chandra menikah


"Gue nikah sama Rahma" kini Yosi semakin terkejut mendegar Rahma lah yang menjadi istri Chandra


"Serius Chan..? Rahma... mantan cewek Lo kan, kok bisa?" Yosi bicara penuh banyak tanya dalam benaknya, lalu Asri menyahuti pertanyaan Yosi


"Chandra menghamili Rahma"


"Aku gak pernah sentuh Dia ya, sudahlah ngapain si bahas status Gue, Gue kesini itu mau undang kalian band Diagnosa untuk hadir di acara bazar perusahaan Kita" mendegar hal itu Dika sebagai drummer Diagnosa berkata,


"Serius Chan, wah... Kita sudah lama juga gak manggung, Kawan-kawan bagaimana Kalian mau dan siap untuk manggung" tanya Dika terhadap teman band nya lalu Mereka semua menjawab,


"Kita siap kok" kini tugas Asri dan Chandra pun selesai, Yosi mengantar Asri dan Chandra kedepan jalan dan Yosi berkata,


"Terimakasih ya Chan, atas undangannya, Gue dan kawan-kawan seneng sekali dapet Job karena... Kita hampir sebulan ini ga ada Job" ucap Yosi dengan wajah memelas


"Kok bisa gada Job, Kalian sedang bermasalah apa..?"


"Ah.. Biasa, namanya juga rejeki, tapi sory nih Chan, Gue masih penasaran kok bisa Lo nikahnya sama si Rahma sedangkan yang Gue tahu, Dia itu mantan Lo sudah lama sekali, yang Gue tahu Lo pacaran sama Asri hampir 2 tahun kan" Chandra dan Asri saling berpandangan lalu Asri menjawab,


"Mba Yosi, ceritanya panjang banget Kita gak mungkin ceritakan semua disini, bisa sampai sore deh kalau di ceritakan" Yosi pun tertawa kecil mendengar ucapan Asri


"Kita ngobrolnya nanti saja ya Yos.. kalau ada waktu, Kita harus balik kerja nih, jangan lupa ya, Minggu besok Lo tampil sekitar jam 2 siang ok" Sam mengatakan dengan jelas jadwal panggung Mereka, kini Chandra dan Asri pun kembali ke Retro.


Pak Herman menghampiri ruang kerja Sam, mendegar suara pintu terbuka, Sam mengira itu Asri


"Sudah selesai undang Mereka" bicara sambil mengetik komputer, karena tak ada jawaban Sam pun menoleh kedepan, lalu Ia sadar bahwa Pak Herman lah yang datang


"Papah, Maaf Aku pikir Asri yang datang" Sam menghela nafas, untung saja Sam tak bicara hal yang lain


"Memangnya Kamu mau mengundang siapa Sam" lalu tiba-tiba Asri datang.. saat masuk ruangan Asri melihat ada Pak Herman di ruang kerjanya Asri pun menyapa

__ADS_1


"Pak Herman, selamat siang Pak, mau saya buatkan kopi Pak?"


"Oh tidak perlu, Saya kesini cuma mau tanya sudah sampai mana persiapan Kalian untuk acara bazar Pak Fadli" lalu Sam memberikan proposal dan juga isi acara kepada Pak Herman, saat di cermati Pak Herman melihat isi acara No 7 yaitu acara musik dan tarian, lalu Pak Herman bertanya,


"No 7 acara musik dan tarian, sudah ada bintang tamunya" Asri langsung menyahuti pertanyaan Pak Herman


"Sudah Pak.. barusan saja Saya dari tempat studio untuk mengundang personilnya" Pak Herman hanya menganggukkan kepala dengan terus mencermati konsep acara


"Baguslah kalau sudah siap, Sam saya tidak mau acara ini gagal atau bermasalah karena ini adalah kepercayaan klien Sam"


"Papah tenang, Aku pastikan proyek ini berhasil" mendegar ucapan Sam yang tegas juga meyakinkan, Pak Herman pun kembali ke ruangan nya.


"Sudah selesai urusannya" Sam bertanya dan Asri menjawab,


"Sudah kok, dan Mereka mau dibayar dengan harga yang sudah Kita sepakati" ucap Asri sambil tersenyum.


Rahma sedang mengendarai mobil berniat untuk membawa makan siang Suaminya namun di jalan Ia melihat seorang yang Dia kenal, ternyata orang itu adalah Tini, Tini sedang berbicara dengan seseorang yang agak misterius, orang itu memakai jaket kulit hitam, lalu memakai topi juga masker diwajahnya.


Melihat hal itu Rahma agak heran dan bertanya-tanya, namun karena Rahma tak ingin mencampuri urusan Tini Dia tetap terus mengendarai mobil nya.


Sesampainya di Kantor Rahma langsung menuju ruang kerja Chandra, Rahma mengetuk pintu lalu masuk kedalam


"Hey.. siang, ini Aku bawakan makan siang, Kamu makan ya Chan" ucap Rahma dengan suara lembut, mendegar Rahma berbicara begitu lembut, sedikit menyentuh hati Chandra untuk melirik Rahma


"Makasih ya Rahma, hari ini Kamu rapih banget" tanya Chandra mengomentari pakaian Rahma, Rahma hanya tersenyum sipu mendegar pertanyaan dari Chandra


"Oh.. untuk Aku..Makasih ya.." ucap singkat dari Chandra sambil tertawa terpaksa.


Setelah itu Rahma pamit langsung pulang, karena Rahma ingin pergi ke supermarket membeli kebutuhan dapur


"Aku pamit ya, Aku mau ke supermarket, jangan lupa di makan ya masakan Aku" Rahma melambaikan tangan dan tersenyum lalu pergi dari ruangan.


Sekuat apapun usaha Rahma, namun belum bisa menaklukkan cinta di hati Chandra, mungkin saat ini yang dirasakan Chandra hanyalah rasa menghargai karena Rahma sedang berusaha untuk mengubah sikap buruknya, lalu Chandra menelepon Juvi


"Kenapa Chan"


"Lo ke ruangan Gue ya, Kita makan bareng lagi" Juvi agak aneh dengan permintaan Chandra, lalu Dia mengiakan permintaan Chandra dan telepon pun terputus.


Juvi berkata pada dirinya sendiri,


"Gue sudah seperti pacarnya Chandra saja" Juvi bicara sambil tertawa geli, lalu Juvi keluar ruangan dan menuju ruangan Chandra.


Ketika sampai di supermarket tak sengaja Rahma bertemu dengan Tini di dalam supermarket, Tini melihat Rahma yang sedang ingin membayar belanjaan


"Rahma, Kamu disini juga"

__ADS_1


"Iya biasa nih, beli kebutuhan dapur, Kamu sendiri beli apa disini?" tanya Rahma sambil tersenyum


"Aku lagi beli susu hamil" mendegar kata hamil Rahma kaget lalu bertanya,


"Hamil..Kamu hamil" melihat raut wajah Rahma yang kaget, Tini bertanya balik


"Iya, apa yang salah, Aku kan punya suami" dan Rahma hanya tersenyum kecil mendegar ucapan Tini, Rahma kini tahu kenapa Asri kemarin waktu pulang dari acara pernikahan Lia, Dia terlihat sedih dan seperti sedang bertengkar dengan Sam,


"Jadi ini alasan nya" ucap Rahma dalam hatinya.


Melihat Rahma bengong, Tini berusaha memangil Rahma


"Rahma, hey Rahma Kamu kenapa? Rahma pun tersadar lalu mengatakan,


"Aku gak apa-apa, Aku bayar belanjaan dulu ya" baru ingin melangkah ke arah kasir, Tini memangil lagi


"Tunggu Rahma, Aku mau bicara sama Kamu, Kita bicara disana ya" Rahma tak tahu apa yang sebenarnya ingin dikatakan oleh Tini, tapi Rahma menghargai jadi Dia mengiakan untuk mengobrol sebentar di cafe depan supermarket.


Setelah selesai membayar Tini dan Rahma duduk di cafe, Rahma langsung bertanya prihal apa yang ingin dibicarakan


"Kamu mau bicara apa Tini..?"


"Tenang dulu dong, Kita minum dulu Kamu gak haus apa" Tini berbasa basi terhadap Rahma, setelah minum seteguk air jus Tini langsung mengutarakan obrolan yang Ingin Dia ucapkan


"Kamu tahu Asri, Asisten Pribadi suami Saya" Rahma menganggukkan kepala, lalu Tini melanjutkan ucapannya


"Aku cuma mau tanya sejauh mana si Kamu mengenal Dia? apakah Dia itu memang selalu suka dengan Laki-laki yang sudah beristri" Rahma mulai bingung dengan pertanyaan Tini


"Tini, sebenarnya Kamu mau bertanya apa sih? Aku tidak mengerti maksud dari ucapan Kamu" Tini diam sejenak, Dia berfikir apakah harus menceritakan tentang perselingkuhan suaminya itu.


Lalu tanpa ragu lagi Tini pun mengatakan sesungguhnya yang sedang terjadi


"Begini Rahma, Aku sudah tahu bahwa Asri adalah selingkuhan Suami Aku" Rahma tercengang mendegar pernyataan Tini tentang Asri, lalu Tini melanjutkan ucapannya


"Aku cuma mau tahu, bagaimana Asri itu sebenarnya, kenapa Dia berani sekali berhubungan dengan suami Saya" kemudian pertanyaan itu di jawab oleh Rahma


"Tini... Aku cuma mau bilang, menurut Aku Asri orang baik, kalau untuk hubungannya dengan Sam, mungkin Kamu harus instrospeksi dulu, kenapa Sam bisa sampai selingkuh" mata Tini langsung terbelalak seakan tak terima dengan ucapan Rahma tentang instrospeksi diri


"Introspeksi, buat Aku Dia lah yang salah, Dia yang mau mengambil suami Aku, kenapa harus Aku yang instrospeksi diri" Rahma pun menjawab dengan tenang berusaha supaya Tini tak salah faham dengan kata katanya


"Tini, maaf Aku bukan mau menyinggung Kamu, tapi ... Maaf lagi nih, bukan kah hubungan Kamu dengan Sam memang sudah lama tak baik, Aku dengar Sam pernah menggugat Kamu dulu, namun gagal tapi Aku tak tahu kenapa tak jadi cerai, dan Aku bilang Asri orang baik karena Aku sendiri merasakan kebaikannya"


"Baik apa, Aku malah benci melihat Dia"


"Dulu juga Aku benci, itu karena ketakutan Aku akan kehilangan Chandra, rumah tangga Aku hampir saja berakhir tapi Asri lah yang terakhir jadi penolong buat Aku, Dia bisa meyakinkan Chandra supaya bisa menerima Aku lagi, dan Aku pun berjanji untuk merubah sikap Aku yang sombong arogan, dan pemarah" mendengar cerita Rahma Tini malah tertawa sinis meledek Rahma

__ADS_1


"Hahah... Aku bingung, dulu Kamu sendiri yang mengatakan agar Aku hati-hati dengan Asri, kenapa sekarang Kamu seperti membela Dia" ucap Tini sambil menatap mata Rahma.


__ADS_2