Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
MATA-MATA


__ADS_3

Bu Heni ikut terenyuh melihat keadaan Putrinya


"Tapi bagaiman bisa Mamah membiarkan Kamu menjalani pernikahan seperti ini Tin.." Tini langsung menggenggam tangan Ibunya dan berkata,


"Aku mohon Mah, Aku masih sangat mencintai Sam, Mamah juga sayang Aku kan, jadi tolong jangan Kasih tahu Papah dulu" ucap permohonan Tini terhadap Ibunya.


Bu Heni pun tak dapat berbicara apapun, karena Bu Heni sangat menyayangi Anaknya Ia pun mengiakan permintaan Tini


"Baiklah... Mamah akan pegang rahasia ini tapi kalau Sam sampai keterlaluan Mamah gak akan tinggal diam, Mamah akan kasih tahu semuanya ke Papah" tiba-tiba Tini merasa kesakitan akan perutnya


"Aduh..."


"Kamu Kenapa Nak, perut Kamu sakit.." Tini memejamkan mata sejenak


"Aku gak apa-apa Mah, tadi cuma sakit sedikit" Bu Heni pun memeluk Anaknya lagi dan mengatakan,


"Tin.. Kamu jangan stres nanti berpengaruh sama kandungan Kamu, Kamu harus ingat Kandungan Kamu lemah"


"Aku gak apa-apa Mamah... Mamah tenang ya" lalu Tini berbicara dalam hatinya


"Mamah tenang, Aku akan buat perhitungan dengan Asri" sambil memeluk Ibunya Tini menatap ke arah pintu dengan sangat sinis dan penuh rasa benci.


Selesai mengerjakan tugas dari Sam Asri langsung memberikan laporannya kepada Sam


"Sam.. ini Aku sudah selesai, coba Kamu cek deh, apa ada yang kurang" Sam memeriksa hasil kerja Asri, lalu Sam berkata,


"Ini bagus kok sayang, menarik di nomor 7 ini acara musik ya, terus mau mengundang tamu dari mana?"


"Nah... itu dia, Aku sih niatnya undang temen Aku yang punya grup band, tapi Aku gak tahu alamatnya, dan yang tahu cuma Chandra" mendengar nama Chandra Sam seperti tak suka, tapi Dia harus profesional ini masalah kerjaan lalu Sam bertanya,


"Terus..."


"Ya Aku harus tanya Chandra dulu setelah itu Aku langsung ke lokasi, untuk undang Mereka" ucap Asri memberikan penjelasan kepada Sam


"Lebih baik Kamu minta nomor teleponnya deh sayang, jadi Kamu gak perlu ke lokasi"


"Ok.. tapi Aku harus ke ruang Chandra dulu ya" Sam menganggukkan kepalanya dan Asri pun pergi menuju ruang kerja Chandra.


Juvi sedang mengerjakan pekerjaannya tapi tiba-tiba Dia berhenti sejenak, dan memikirkan Lia juga Makmun, Dia pun berbicara pada dirinya sendiri


"Sedang apa ya kira-kira Lia, Gue jadi kangen sama tuh anak, gak ada Dia tuh kurang rame saja rasanya" ucap Juvi dalam hatinya kemudian Ia tersenyum senyum sendiri tak lama Bu Manda datang mengatakan,


"Juv.. Kamu bikin infrastruktur dong buat acara bazar Minggu besok" Juvi terkaget mendengar suara Bu Manda

__ADS_1


"Iya Bu.. konsepnya sudah jadi kan, biar Aku lebih mudah untuk membuatnya"


"Kamu tenang, Pak Sam sudah siapkan konsepnya Dia itu cekatan setiap proyek yang di pegang nya pasti berhasil" Bu Manda sedang membanggakan hasil kerja Sam selama ini.


Juvi hanya ikut tersenyum mendengar ucapan Bu Manda, lalu Juvi langsung mengerjakan tugas yang di perintahkan


"Ok.. Saya tunggu ya hasilnya sore ini kalau bisa selesai"


"Siap Bu Manda" Juvi menjawab dengan suara tegas.


Asri langsung mengetuk pintu ruang kerja Chandra


"Iya masuk silahkan"


"Asri.. ada apa? apa ada yang salah sama laporan anggarannya" Asri duduk di kursi dan langsung bicara ke inti permasalahan


"Gak Chan.. ini bukan soal laporan, Aku kesini mau tanya sama Kamu, dulu kan Kamu pernah ikut gabung grup band DIAGNOSA, jadi Aku ceritanya mau mengundang Mereka di acara bazar, karena Aku sudah masukan acara musik di daftar isi acara" Chandra langsung menjawab dengan wajah gembira


"Wah... Bagus dong, sepertinya Aku juga lumayan merasa kangen nih sama Mereka"


"Ya sudah mana nomor handphonenya Kamu punya" sayang nya Chandra sudah tak punya lagi nomor telepon Mereka


"Aduh.. Aku sudah gak punya Sri, bagaimana kalau Kita datang langsung saja ke studio, biasanya sih jam segini anak-anak lagi pada rental" ucap Chandra sambil melihat jam tangannya, wajah Asri kini menjadi suram yang tadinya bersemangat, melihat itu Chandra jadi bertanya,


"Itu dia masalahnya, Sam tadi bilang minta no telepon saja, biar Aku gak perlu ke lokasi, apalagi kalau sendiri, pasti Sam marah, karena Dia sedang sibuk" lalu Chandra berinisiatif untuk meminta izin kepada Sam agar bisa menemani Asri ke lokasi studio, mendengar itu Asri jadi tersenyum


"Ok.. Kita berangakat sekarang saja, biar gak terlalu sore nanti pulangnya" kini Mereka ke ruang kerja Sam untuk meminta izin.


Setelah masuk ruangan, Chandra langsung berbicara prihal niatnya yang ingin menemani Asri ke lokasi studio, namun Sam menjawab dengan agak ketus


"Kalian pergi berdua..?"


"Ya iya Sam, masa mau bawa pasukan sih" ucap Chadra yang sedang ingin bercanda.


Sam merasa cemburu jika Asri pergi dengan Chandra, lalu Chandra berbicara


"Sam.. Lo gak perlu cemburu, Gue profesional kok sama seperti Lo" mendegar ucapan itu tentu saja Sam merasa gengsi


"Siapa yang cemburu gak kok.. Gue cuma takut Kalian telat pulang saja nanti" Asri pun menyahuti ucapan Sam, dengan mengatakan,


"Gak kok sayang, Kita cuman sebentar kok, Aku kesana kan demi proyek ini juga" Sam menatap wajah manis Asri yang tak mungkin bisa Sam menolak permintaan kekasihnya itu, Sam menghela nafasnya lalu berkata,


"Ok.. Kalian boleh pergi, Chan... tolong jagain Pacar Aku, dan Kamu sayang, jangan lama-lama yah, sebenarnya kalau Aku ga sibuk Aku yang mau mengantar Kamu, berhubung banyak sekali pekerjaan jadi.. ya sudah Kalian yang pergi, semoga berhasil ya sayang" Chandra hanya tersenyum melihat kemesraan Asri dan Sam, kini Mereka bersiap pergi menuju lokasi studio.

__ADS_1


Saat baru saja Mereka keluar dari kantor muncul seorang mata-mata yang sedang memperhatikan apa yang dilakukan Asri, Orang itu melihat Asri keluar kantor lalu langsung menelpon Bos nya


"Halo Bos, Saya melihat target keluar kantor bersama laki-laki, no plat mobil B-4555-CM, lalu apa yang harus saya lakukan Bos" tanya sang mata-mata lalu si Bos menyuruh untuk mencelakakan Asri dengan cara apapun. Cuaca yang sangat panas, membuat Asri merasa haus, saat melihat tukang es cendol di jalan Asri ingin sekali membelinya


"Chan...sebentar Aku beli es cendol dulu ya, sepertinya segar deh, Kamu mau?"


"Ya ampun Asri, Kamu masih saja sama, dulu waktu jalan sama Aku juga seperti itu, setiap ada tukang apa saja Kamu kejar Kamu beli" Asri hanya tersenyum lalu Ia melangkah untuk menyeberang jalan.


Ternyata Si mata-mata sudah berjaga di pinggir jalan dengan siap memakai motor besar, lalu helm hitam, juga masker di wajahnya agar tak nampak oleh siapapun.


Dia menunggu momen di mana Asri lengah agar bisa untuk di celakakan, benar saja baru berapa Langkan Asri ingin menyeberang motor Si mata-mata langsung tancap gas ingin menabrak Asri.


Chandra yang tak jauh dari tempat parkir melihat ada motor mengarah pada Asri mata Chandra pun terbelalak lebar mengapa motor itu melaju sangat cepat akhirnya Chandra pun lari terbirit-birit mengejar Asri sambil berteriak


"Awas... Asri... " Asri menoleh ke arah suara lalu Ia melihat ke samping dan motor Si mata-mata sudah hampir dekat, Asri pun teriak sekencang-kencangnya


"aaaaaa......" tapi beruntung Chandra datang tepat waktu langsung meraih tangan Asri dan menarik hingga tertangkap dalam pelukannya.


Asri yang masih syok belum membuka mata, Dia merasa dirinya tertabrak


"Ya Allah.. Asri Kamu gak apa-apa?" Chandra begitu khawatir dengan insiden tadi, mendegar suara Chandra Asri pun membuka mata dan melihat ke atas


"Aku selamat Chan" Chandra menganggukkan kepalanya dan tersenyum


"Iya... Kamu selamat, Kamu hampir tadi mau tertabrak oleh motor" Asri tak sadar jika dirinya dalam dekapan Chandra.


Lalu Asri menutup mata sejenak merasa lega karena telah selamat dari insiden kecelakaan itu ketika Asri sudah mulai sadar bahwa dirinya berada dalam dekapan Chandra, Ia langsung saja mendorong Chandra


"Maaf Aku hanya berusaha ingin menyelamatkan Kamu Asri, Aku gak bermaksud yang lain"


"Iya Chan.. Aku mengerti, makasih ya Kamu sudah menyelamatkan Aku, Aku gak tahu kalau gak ada Kamu tadi" ucap Asri dengan suara yang masih shock


"Sudah ya, Kita beli es nanti saja, Aku takut kalau Kamu menyeberang lagi, motor tadi akan mencelakai Kamu lagi, tapi Aku bingung.. Asri tadi kan Kamu menyeberang jalanan sudah sepi, tapi kenapa motor itu malah melaju cepat padahal Aku lihat arah jalan lurus masa Dia gak lihat Kamu di depan, ini seperti di sengaja" ucap kecurigaan Chandra dengan motor yang hampir menabrak Asri tadi.


Asri jadi terdiam mendengar asumsi dari Chandra, Dia merasa juga ada yang janggal dengan motor tadi, Asri melihat jam tangannya, karena Asri sudah berjanji pada Sam tak akan lama pergi ke studio, jadi Asri tak ambil pusing dengan memikirkan hal tadi, Asri langsung mengajak Chandra untuk berangkat sekarang saja.


Karena aksinya gagal Si Mata-mata pun di marahi habis-habisan oleh Bos nya, si bos berkata,


"Dasar bodoh, mencelakai satu orang saja, Kamu gagal... Saya tidak terima kegagalan, pokoknya Kamu ikuti Asri saat lengah Kamu harus habisi Dia" telepon pun terputus.


Si bos mengamuk marah karena usaha pertamanya gagal, Dia pun berkata pada dirinya sendiri


"Pertama Kamu boleh lolos Asri, tapi untuk yang kedua kali, Kamu tidak akan Lolos" dan ternyata Bos yang menyuruh Si Mata-mata itu sebenarnya adalah Tini, istri dari Sam.

__ADS_1


__ADS_2