Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
MENANG TENDER


__ADS_3

Meeting pun selesai Chandra dan Asri menyiapkan semua file yang perlu di bawa ke PT. Harum wangi.


"Ok.. terimakasih untuk waktunya Kita sekarang siap-siap berangkat untuk dapatkan tender, Aku, Asri, dan Rio saja yang pergi, kalian tetap di Kantor" ucap perintah Chandra kepada semua tim marketing.


Setelah keluar dari ruang meeting Chandra memberitahu kepada Asri bahwa Sam tadi menghubunginya


"Asri.. tadi Sam telepon Aku, tapi gak Aku angkat, karena tadi sedang meeting Aku gak enak sama yang lain" Asri terkejut mendengar bahwa Sam telah menghubungi Chandra


"Beneran Sam telepon Kamu, Chan.. Aku boleh pinjam ponsel Kamu untuk telepon balik Sam"


tentu saja Chandra tak dapat menolak permintaan Asri, kemudian Chandra memberikan ponselnya lalu Asri pun segera menghubungi Sam, namun sebelum Asri menekan panggilan Asri berkata kepada Chandra,


"Tapi Chan... Aku mohon jangan bilang Mamah ya kalau Aku berusaha untuk menghubungi Sam, Aku takut Mamah marah" Chandra pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, lalu Asri pun mulai menghubungi Sam.


Namun Sam kebelet ingin pipis, Sam pun izin kepada Bu Fatma ingin ke kamar kecil dahulu, tak lama Sam pergi ke kamar kecil ponsel Sam berbunyi, panggilan masuk dari nomor Chandra, Bu Fatma melihat panggilan itu kemudian Bu Fatma mengangkat panggilan tersebut.


"Halo..." ucap Bu Fatma, Asri terdiam mengapa suara wanita yang menerima panggilannya


"Halo.. ini nomor Sam kan, maaf Anda siapa?" tanya Asri dengan sopan


"Oh.. Saya Ibunya Sam, Sam sedang di toilet, ini dari siapa..? biar nanti Ibu sampaikan pesannya" ucap Bu Fatma dengan sopan juga, Asri terdiam ketika tahu bahwa ini suara Ibunya Sam, tak terasa mata Asri berkaca-kaca seperti ingin menangis, Chandra melihat itu pun langsung bertanya,


"Asri... Kamu kenapa.. apa Sam menyakiti Kamu" Chandra berbicara dengan suara cukup keras, sehingga Bu Fatma mendengar nama Asri.


Bu Fatma pun tak percaya apa benar suara wanita ini adalah Asri ujar dalam hatinya, kemudian Bu Fatma langsung berkata,


"Apa Kamu Asri Nak...?" tanya Bu Fatma dengan wajah gembira, Asri pun tersenyum sedih


"Iya Ibu.. Aku Asri, ini benar Ibunya Sam" kini Asri yang bertanya untuk meyakinkan Dirinya sendiri


"Ya Nak... Ini Ibu.. Masha Allah suara Kamu lembut sekali Nak.. Ibu mendengarnya saja terasa sejuk.. pantas Sam begitu mencintai Kamu" Asri pun tersenyum bahagia lalu mengatakan,


"Ibu bisa saja terimakasih untuk pujiannya, Ibu Bagaimana kabarnya Sam kemarin bilang kalau Ibu sedang sakit, Aku ingin sekali bertemu Ibu tapi..." belum selesai Asri bicara Bu Fatma langsung menjawab


"Ibu mengerti... Sam sudah menceritakan semuanya sama Ibu, Ibu hanya bisa mengatakan yang sabar ya Nak.. yang namanya mengejar cinta sejati itu, memang butuh perjuangan Ibu yakin Allah punya caranya sendiri untuk menyatukan Kalian" ucapan Bu Fatma menyejukkan hati Asri


"Terimakasih Bu atas nasihatnya, Aku gak bisa lama-lama bicara, karena harus meeting, tolong sampaikan salam rindu Aku untuk Sam" ucap Asri dengan menunjukan wajah sedih


"Ya Nak.. Kamu yang sabar ya, Sam pasti akan memenuhi janjinya, Assalamualaikum" dan Asri menjawab salam dari Bu Fatma, kemudian panggilan pun di putus.


Setalah itu Asri memberikan ponsel Chandra dengan wajah yang masih bersedih, Chandra pun bertanya-tanya ada apa dengan Asri


"Asri.. Kamu kenapa sih, Sam berkata apa..?" tanya Chandra dengan wajah serius

__ADS_1


"Tadi itu Ibunya Sam yang bicara, Aku senang sekali, bisa mendengar suara Ibunya Sam bahkan Aku ingin sekali bertemu beliau, Chan... serumit ini yah hubungan Aku dengan Sam" ucap Asri bertanya dengan raut wajah sedih


"Itu namanya ujian hidup Asri, Kita di uji dengan berbagai masalah, seperti Aku yang harus banyak belajar mencintai Rahma, itu gak gampang loh Sri, Kamu juga tahu kan alasannya, sama seperti Kamu di uji dengan Cinta yang rumit itu bagaimana Kita menjalaninya saja" ucap nasihat Chandra untuk Asri lalu kemudian Asri tersenyum dan berkata,


"Kamu serius banget deh... Ya sudah Kita berangkat yuk .. nanti telat" lalu Mereka bertiga berangakat dengan naik menggunakan mobil Chandra.


Didalam mobil Asri berkata, kepada Chandra


"Chan.. kira-kira Kita gagal lagi gak ya dapat Proyek" tanya Asri dengan hati gelisah


"Kita harus yakin Asri, Kita berdoa saja ya" lalu Rio menyahuti obrolan Chandra dan Asri


"Kalau menurut Aku sih, Kita pasti menang Konsep yang Kamu buat itu bagus Sri" ucap Rio yang sedang memuji hasil karya Asri, Asri pun tersenyum mendengar pujian itu


"Bisa saja Kamu itu Rio, terimakasih loh pujiannya, Kamu juga tim yang cerdas dan Kita semua tim yang cerdas" ucap Asri dan kemudian Mereka pun tertawa bersama.


Sam pun keluar dari kamar kecil, lalu Ia melihat sang Ibu sedang tersenyum sendiri, Sam agak aneh melihatnya.


"Bu.. Ibu kenapa, sepertinya bahagia sekali?" tanya Sam yang sedang merasa aneh dengan sikap Ibunya


"Tadi Asri menelepon Nak.. Ibu senang dengar suara Asri kekasih Kamu" Sam pun langsung melihat ponselnya mengecek ucapan Ibunya


"Dia bicara apa saja Bu"


"Aku ada fotonya Bu, Ibu mau lihat" lalu Sam menunjukan Foto kenangan sewaktu di mall Bandung, Bu Fatma pun tersenyum bahagia ketika melihat foto tersebut


"senyumnya sungguh manis sekali, pantas saja Kamu tergila-gila dengan Asri" Bu Fatma bicara dengan nada meledek kepada Sam, Sam pun tertawa kecil merasa malu


"Dia memang manis Bu, Aku jatuh cinta sama Dia itu karena senyumannya, dan juga sifatnya, Dia lembut, pokonya orangnya itu menyenangkan Bu" kemudian Sam menunjukan foto berukuran kecil di dalam dompetnya


"Ini Bu lihat... Aku simpan foto Dia di belakang foto Aku, dulu Aku belum berani menaruh di bagian depan dompet Aku, tapi sekarang Ini akan terpampang di sini" ucap Sam sambil memperlihatkan dompetnya kepada sang Ibu, lalu Sam berkata lagi


"Nanti kapan-kapan Aku telepon Asri lagi ya Bu, biar Ibu sering-sering ngobrol sama Asri" Bu Fatma tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Chandra, dan Asri kini sampai di PT. Harum wangi terlihat sudah banyak masing-masing perwakilan dari perusahaan yang sudah menunggu giliran untuk mempresentasikan proposal marketing Mereka.


Tak di sangka Pak Faris pun ada disini bersama dengan Sekretarisnya, Dia melihat Chandra juga Asri


"Kalian hadir juga untuk tender disini, Pak Chandra harusnya Bapak gak perlu ajak Asisten Bapak ini, karena hanya akan merusak reputasi Retro saja" Rio yang tak tahu menahu masalah Asri Dia pun membela Asri


"Pak tolong jangan asal bicara memangnya teman Saya Asri ini kenapa, ko Bapak sampai bicara seperti itu, ini namanya pencemaran nama baik Pak" Pak Faris hanya tersenyum sinis


Chandra pun tak mungkin menjelaskan yang sebenarnya jika Asri adalah selingkuhan Sam Istri dari Tini Anak Pak Herman pemilik perusahaan Retro, kalau Rio tahu mungkin akan gempar satu perusahaan, lalu Pak Faris berkata,

__ADS_1


"Semoga saja tidak ada yang tahu berita itu" ucap Pak Faris dengan wajah serius.


Setelah itu PT. harum wangi memanggil nama Retro advertising, PT.Jaya Abadi, PT.Asahi dan Almoz advertising giliran masuk untuk mempresentasikan proposal Mereka.


Namun sebelum masuk ruangan Asri menghentikan langkahnya, Dia tak ingin masuk sebab Takut Pak Faris membuat ulah dengan ucapannya.


"Chan.. Aku tunggu disini saja ya, biar Kamu di temani sama Rio saja" Chandra terdiam dengan wajah aneh, lalu berkata,


"Kenapa Kamu gak ikut, Kamu kan Asisten Aku Asri" lalu Asri menjelaskan mengapa dirinya tak ingin ikut masuk


"Chan.. please... Aku gak mau sampai Kita gagal lagi dapat Proyek, Kamu lihat kan didalam ada Pak Faris, Dia bisa saja Chan bicara yang tidak-tidak didalam yang akan merugikan Retro" namun Chandra menolak penjelasan Asri


"Gak.. Aku akan melindungi Kamu..." belum selesai Chandra bicara Asri langsung memotong ucapan Chandra


"Chan.. ini bukan soal diri Aku atau Kamu, tapi ini untuk Kita tim Kita, dan ingat Kita di kasih kesempatan sekali ini saja, kalau gagal lagi... Aku akan di pecat dari Retro, Aku sih ga masalah sebenarnya.. tapi saat ini keuangan Mamah Aku lagi di bawah Chan... kalau Aku keluar Retro sekarang, Aku cuma bakalan jadi beban untuk Mamah Aku, tolong Chan.. Kamu mengerti" Asri bicara memohon sambil memegang tangan Chandra.


Setelah memikirkan apa yang di katakan Asri ada benarnya, ini bukan masalah pribadi tapi ini masalah pekerjaan harus profesional, Rio yang menyimak obrolan lalu menyahuti dan berkata,


"Menurut Gue apa yang di bilang Asri bener, mulut Pak Faris itu udah kelewatan, Gue bisa kok dampingi Lo Chan..." ucap Rio meyakinkan Chandra, akhirnya Chandra pun mengiakan untuk tidak mengajak Asri ikut kedalam.


CEO PT. Harum wangi berkata,


"Selamat pagi menjelang siang untuk semuanya, terimakasih untuk yang sudah hadir, Saya yakin Kalian akan mempresentasikan Proposal perusahaan kalian dengan baik, mari Kita mulai dari PT. Asahi silahkan"


Selagi PT. Asahi sedang mempresentasikan Proposalnya, Pak Faris cukup sinis melihat Chandra, sebenarnya Pak Faris pun tahu kalau Retro itu selalu punya ide-ide yang bagus terkadang melebihi kecerdasan Dirinya sendiri, itu juga yang membuat Pak Faris menjadi khawatir karena takut kalah tender.


Namun Ia juga tak bisa membuat tipu muslihat dengan menjelekkan Personil Retro, sebab Ia tak melihat Asri ikut kedalam, jadi Ia tak bisa sembarang bicara, apalagi tanpa bukti yang kuat.


Dan kini saatnya giliran Retro untuk Presentasi, Chandra terlihat sangat lancar dan lihai dalam mempresentasikan Proposalnya Dia pun menjelaskan dengan detail konsep-konsep dan strategi marketing dalam mempromosikan Produk yang akan di pasarkan.


Setelah semua sudah mempresentasikan Proposalnya masing-masing, Kini saatnya yang di tunggu-tunggu adalah perusahaan mana yang akan memenangkan tender, CEO berkata,


"Baik.. semua sudah presentasi ya, Kita akan pilih satu perusahaan di setiap grup, maka dari itu Saya akan memilih untuk bekerjasama dengan....."


semua orang termasuk Chandra pun tegang dengan keputusan CEO PT. Harum wangi, CEO melanjutkan ucapannya


"Saya akan memilih Retro advertising" Chandra pun sangat senang dan gembira karena akhirnya Retro menang tender, Rio pun tersenyum senang kemudian CEO mengatakan,


"Selamat kepada Pak Chandra perwakilan Retro" CEO berjabat tangan dengan Chandra juga Rio


"Terimakasih Pak.. atas kepercayaannya Kita akan bekerja dengan sebaik mungkin" dan semua memberikan selamat kepada Retro dengan berjabat tangan, Pak Fadli perwakilan dari PT. Asahi berkata,


"Selamat ya Pak Chandra, Saya ikut senang, yah...mungkin lain Kali Saya yang pasti menang" ucap Pak Fadli sambil tertawa kecil

__ADS_1


Namun lain dengan Pak Faris Dia berjabat tangan dengan Chandra, tapi tak memberikan senyum sedikit pun.


__ADS_2