
Aku tuh bingung sebenarnya sama pembaca. Dikasih hiburan sama tingkah si Empin katanya kurang ajar, dikasih yang datar gak pada komen. Dikasih yang sedih pada nanya kapan bahagianya. Dikasih bucin katanya gak ada bumbu rumah tangganya. 🤧 Dikasih konflik sama iPar (padahal itu sering terjadi di dunia nyata) katanya kebanyakan kisah Riana sama Aksa. Padahal cerita mereka udah ada. Dikasih selingan kisah Rifal katanya gak ngerti ini cerita mau dibawa ke mana.
Terus, aku kudu piye? Kudu kumaha? Pusing loh jadi aku. Serba salah loh ke akunya. Stres sumpah! Rasanya pengen Hiatus. Sekuat-kuatnya penulis kalo diginiin terus ya kena mental juga. Perjuangan aku di belakang layar itu yang sulit. Nyari inspirasi sampai ngabisin kuota. Udah ada ide kudu ngetik, ngedit, baru setor naskah. Ada kalanya naskah gak lolos dan lama terbitnya. Banyak drama yang harus aku lewati sampe titik di mana naskah aku terbit dan bisa kalian baca. Belum lagi kudu begadang sampe jam dua atau tiga malam buat ngejar ide biar gak ilang.
Pas baca kolom komen berisi komen yang ... ah sudahlah. Sumpah, itu salah satu yang bikin mood ancur. Ide yang udah bertebaran bisa terbang begitu aja. Mengembalikan mood itu yang susah.
Banyak ngeluh lu, Thor!
__ADS_1
Sebagai manusia bolehlah mengeluh, mengeluarkan apa yang ada dipikiran daripada dipendam. Coba, sekali-kali kalian siapkan pensil dan kertas. Mengarang bebas sampai seribu kata dan dengan catatan tulisan itu bersambung bukan cerita dari awal sampai akhir. Yuk, silahkan dicoba.
Di saat aku gak enak badan pun, aku masih dituntut untuk terus menulis. Di mana tubuh ingin istirahat, tapi otak kudu kerja tanpa mengenal lelah. Lelah dihargai, masih mending. Udah lelah, gak dihargai pula. Rasanya ingin menangis keras. ðŸ˜
Bukannya lebai, inilah yang aku rasakan sekarang. Di bulan ini banyak banget yang komen A-Z. Bikin mood ancur dan semangat nulis menurun. Hidup itu gak selamanya manis walaupun hanya sekadar kisah fiksi belaka. Justru, aku ini ingin memberikan cerita yang seperti di dunia nyata. Halunya gak ketinggian biar bisa dicerna oleh kaum biasa seperti kita.
Jangan khawatir, kisah ini akhir Juni selesai kok. Ijinkan aku untuk memulung receh dua bulan ini. Ijinkan aku terus membuat kalian. bosan karena notif UP yang pastinya mengganggu.
__ADS_1
Maaf, kalau banyak ngeluh. Maaf, kalau sering marah-marah di pengumuman. Aku hanya ingin kalian menjadi pembaca yang menghargai hasil karya orang lain. Bukan hanya karya aku saja, pasti banyak cerita dari author hebat yang masuk rak favorit kalian.
Hargai setiap kata yang author itu tulis. Hargai perjuangan mereka di balik layar. Author itu rela memutar otak mengembangkan satu kata menjadi beberapa kalimat. That's so difficult. Belum lagi author juga harus sering gugling tentang apa yang akan ditulis agar tidak terjadi cacat logika.
Hemm ...
"Hargai mereka yang masih bersedia memberikan cerita gratis kepada kalian." ~fieThaa~
__ADS_1