Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
CERITA MASA LALU


__ADS_3

Asri pun berkata,


"Gak Mah, Mah tolong Mamah gak bisa pisahkan Aku dengan Sam begitu saja" Asri kini memohon pada Ibunya


"Ini semua demi kebaikan Kamu Mamah gak bisa lihat Anak Mamah di anggap perebut suami orang oleh banyak orang" Bu Anita berbicara dengan menangis kecil


"Tapi Sam akan bercerai kok Mah sebentar lagi, Aku gak mungkin Mah tiba-tiba meninggalkan Sam begitu saja" Asri meyakinkan sang Mamah bahwa kekasihnya akan segera bercerai Bu Anita pun memejamkan matanya sejenak lalu berkata,


"Kamu percaya Dia akan bercerai, tapi nyatanya sampai sekarang belum kan.... ? Asri Mamah sayang sama Kamu, tolong Kamu ikuti permintaan Mamah, tinggalkan Sam sekarang juga!!!" namun Asri membantah ucapan Ibunya


"Gak Mah... Sampai kapanpun Aku gak akan pergi atau tinggalkan Sam, Kami saling mencintai Mah" Bu Anita hanya menangis mendengar ucapan Anaknya.


Kini Bu Anita merasa Anaknya sama dengan dirinya sewaktu dulu, yang kekeh mempertahankan kekasihnya walaupun sudah berstatus suami orang, lalu Bu Anita merasa sudah waktunya Asri tahu semua tentang Dirinya di masa lalu.


"Kamu harus tahu Asri, Kamu saat ini itu sama dengan seperti Mamah sewaktu dulu" Asri terdiam tak mengerti dengan apa yang di ucapkan Ibunya, lalu Bu Anita mulai bicara tentang masa lalunya


"Kamu tahu kenapa Mamah melarang Kamu untuk berhubungan lagi dengan Sam" Asri menggelengkan kepalanya namun Ia tak memandang wajah Ibunya, lalu Bu Anita melanjutkan perkataanya,


"Sudah waktunya Kamu tahu yang sesungguhnya" Asri kini mulai menatap wajah Bu Anita


"Karena Mamah pernah di posisi Kamu dulu sebelum menikah" Asri kini mulai penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Ibunya


"Maksud Mamah apa?"


"Mamah pernah jatuh cinta dengan seorang lelaki yang masih beristri, lelaki itu adalah Papah Kamu Asri" Asri begitu kaget mendegar pernyataan Bu Anita


"Apa.... jadi Mamah mencintai Papah yang masih beristri?" tanya Asri dengan wajah bersedih


"Iya... Maka dari itu Mamah gak ingin Kamu seperti Mamah, Kamu tahu apa yang terjadi setelahnya, Mamah menikah dengan Papah Kamu diam-diam tanpa sepengetahuan Istri pertamanya, di awal memang terlihat bahagia, Mamah bisa memiliki Papah Kamu mencintai Papah Kamu, bahkan Papah Kamu sering menginap di rumah Mamah, tapi kebahagiaan itu gak bertahan lama, Dian tahu tentang pernikahan Kita, lalu Dia datang melabrak Mamah memaki menghina bahkan menginjak-injak harga diri Mamah Asri" ucap cerita Bu Anita dengan panjang lebar sambil menangis terisak-isak.


Asri hanya menyimak cerita masa lalu Ibunya dengan wajah yang bersedih, lalu Bu Anita melanjutkan lagi ucapannya,


"Dan Dian meminta Papah Kamu untuk memilih antara Mamah atau dirinya, dan Kamu tahu siapa yang Papah pilih, yang Papah pilih adalah Istri pertamanya Asri, Kamu bisa gak bayangkan betapa sakitnya hati Mamah dan hancurnya Mamah waktu itu, Ini yang Mamah takutkan Asri Mamah khawatir sama Kamu dengan kehidupan Kamu" Kini Asri menjadi melemah Ia duduk di kursi dengan perlahan sambil menjatuhkan tongkat yang Ia pakai


"Kamu tahu alasan apa Papah Kamu lebih memilih istri pertamanya dari pada Mamah, karena istri pertama Papah kamu adalah orang berada, sedangkan Mamah hanya orang biasa... Asri, dan ini semua sama persis dengan apa yang sedang Kamu alami, jadi gak menutup kemungkinan jika janji-janji yang Sam ucapkan untuk Kamu itu semua hanya dusta Asri"

__ADS_1


Bu Anita bicara dengan nada yang mulai meninggi, namun Asri tak menjawab apapun Dia hanya terdiam dengan raut wajah melas sambil menangis kecil, lalu Bu Anita membelai rambut Putri kesayangannya itu


"Mamah sayang sama Kamu Nak, Mamah gak ingin hidup Kamu seperti Mamah Nak, Mamah berjuang sendiri, membesarkan Kamu, lebih sakit hati lagi Papah Kamu meninggalkan Mamah dalam keadaan Mamah hamil Kamu" Bu Anita pun tak kuat membendung rasa sedihnya akhirnya Bu Anita menangis dengan keras saat ini.


Asri memandangi Ibunya yang sedang menangis, lalu tiba-tiba Asri memeluk Bu Anita dan berkata,


"Mah... Aku ga pernah tahu kesusahan yang Mamah alami, Aku gak pernah tahu penderitaan yang Mamah alami, Maafkan Asri Mah... Maafkan Asri" kini Asri ikut menangis sama dengan Bu Anita


"Nenek Kamu pun sampai membenci Mamah karena kelakuan Mamah sendiri, sampai saat ini Mamah belum berani menemui Nenek Kamu Nak" Asri belum melepaskan pelukannya terhadap Bu Anita


"Mah.. Aku mau Kita menemui Nenek ya, Aku yakin Mah Nenek pasti masih sayang sama Mamah" ucap Asri dengan melihat wajah Bu Anita sambil tersenyum


"Mamah gak tahu Nak, apakah Nenek Kamu itu masih mau melihat Mamah atau malah semakin membenci Mamah"


"Jadi ini alasan Mamah gak pernah ajak Aku ke rumah Nenek, dan ini juga alasan Mamah selalu bilang kalau Nenek ada di luar negeri, padahal itu semua bohong iya kan Mah.." Bu Anita hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah bersedih, satu lagi kebenaran yang belum Bu Anita katakan pada Asri mengenai keberadaan Papahnya.


Kini Bu Anita pun ingin memberitahu semuanya, agar tak ada lagi beban dalam hatinya dan juga Asri berhak tahu siapa, dan dimana Papahnya berada.


"Asri.. satu lagi kebenaran yang belum kamu ketahui" Asri pun menoleh dan menatap dengan tajam Ibunya


Bu Anita sangatlah gugup membayangkan apa reaksi Asri jika Dia tahu bahwa sebenarnya Fery Papah Asri masih hidup, tanpa berlama-lama lalu Bu Anita mengatakan,


"Papah Kamu sebenarnya masih hidup" Asri kaget bukan main Dia langsung berdiri dari tempat duduknya dengan mata yang terbelalak lebar seakan syok mendengar rahasia besar yang selama ini di simpan oleh Ibunya


"Apa Mah... Papah masih hidup, Mah... apa semua ini benar, kalau iya Papah masih hidup kenapa Mamah sembunyikan ini semua dari Aku Mah... Jawab Mah..." Asri bicara mendekati Bu Anita sambil menggoyangkan tangan Bu Anita.


"Maafkan Mamah Asri, Mamah terpaksa lakukan ini, karena Mamah gak mau Kita berhubungan lagi dengan Papah Kamu, Mamah sudah terlanjur sakit hati, makanya Mamah lebih baik sekalian kamu tidak tahu siapa Papah Kamu sebenarnya" Asri kini menjauh selangkah dari Bu Anita, merasa kecewa telah di bohongi bertahun-tahun oleh Ibu kandungnya sendiri.


"Mamah tega bohongi Aku seperti ini Mah... Mah Aku setiap hari merindukan sosok seorang Ayah, Aku merindukan bagaimana wajahnya, Aku merindukan kasih sayang seorang Ayah, hanya karena kesalahan Mamah di masa lalu, Mamah memutuskan hubungan Aku dengan Papah"


Bu anita pun menatap Asri dengan raut wajah sedih lalu Bu Anita mendekati Asri secara perlahan.


Namun Asri kini menjauh Asri menangis tanpa suara lalu kemudian Asri pergi meninggalkan Bu Anita di ruang tamu, Dia masuk kamar berjalan dengan pincang sambil mengusap-usap air mata di wajahnya, Bu Anita berusaha memanggil.


"Asri... Asri... dengarkan Mamah dulu, apa yang Mamah lakukan memang salah, tolong Kamu jangan marah sama Mamah, maafkan Mamah Nak" bicara sambil berjalan mengejar Asri

__ADS_1


Namun Asri menutup pintu dan Ia kini berdiri didepan pintu sambil menyender merenungi segala ucapan dari Bu Anita, kini Asri memejamkan matanya sambil menagis lalu Dia beranjak rebahan di atas kasur dengan memeluk guling.


"Mamah tega bohongi Aku tentang Papah" sementara Bu Anita masih terus mengetuk pintu kamar Asri namun tak ada jawaban dari Asri Bu Anita pun kini mulai melemah, lalu Dia masuk dalam Kamarnya dan menangisi dengan apa yang baru saja terjadi.


Setelah selesai mengepak barang Sam pun keluar dari gedung Retro kemudian Sam bertemu Chandra setelah keluar dari lift Chandra pun menyapa,


"Sam.. Lo kepak barang mau kemana?" tanya Chandra yang sedang bingung


"Menurut Lo kalau perselingkuhan Gue sudah di ketahui Sama Pak Herman apa gue masih boleh kerja di Retro" lalu Sam tertawa sinis kemudian berkata,


"Ya Pasti Gue sudah di blokir lah dari keluarga Tini, Bahakan dengan bangganya si Herman itu mengancam gue dengan bilang gue gak akan dapat harta goni gini" Sam pun tertawa kecil lalu mengatakan,


"Haha... Dia pikir Gue mata duitan apa, gue pergi dari rumah Tini tanpa membawa sedikitpun harta asal Lo tahu Chan, sudahlah Gue jadi emosi kalau bicara soal Tini dan keluarganya" Chandra hanya menyimak ucapan Sam, lalu menjawab,


"Jadi Lo resign..?" Sam menganggukkan kepalanya


"Chan Gue duluan ya, Gue takut ketemu sama Herman lagi, males gue sudah ini berat banget barang"


"Ok... Sam kalau Lo butuh batuan Lo bisa cerita sama Gue, kalau Gue bisa Gue pasti bantu Lo" ucap Chandra sambil menepuk pundak Sam


"Makasih Chan, tapi Gue bisa kok berdiri sendiri, kalau begitu Gue pergi ya" Sam pun pergi menuju apartemennya.


Saat di ruangan Chandra pun di panggil oleh bagian HRD untuk keruangannya segera, lalu Chandra bergegas kesana sambil berkata,


"Ada apa ya, kok tumben HRD panggil" kemudian Chandra masuk lalu duduk di hadapan Manager HRD


"Maaf Pak Romi Saya di panggil ada apa ya Pak, apa saya membuat kesalahan" Chandra bertanya-tanya dalam hatinya, lalu Pak Romi pun tertawa kecil kemudian berkata,


"Tenang Pak... tida ada masalah tidak ada kesalahan Saya disini hanya ingin menyampaikan perintah dari Pak Herman" Chandra pun semakin di buat penasaran perintah apa yang di maksud oleh pak Romi


"Begini Pak.. Manager Marketing saat ini sedang kosong, Saya melihat kinerja Bapak sangat bagus kebetulan kemarin Pak Herman dan Pak Rohman juga Saya, berdiskusi untuk penempatan karyawan di bagia Manager Marketing untuk saat ini, lalu Saya merekomendasikan Bapak untuk menempati Posisi itu Pak... Bagaiman Pak Chandra, apa Bapak berminat untuk pindah Divisi?" tanya Pak Romi tentang tawarannya, Chandra kaget sebenarnya kenapa Dia yang di pilih oleh Pak Romi, pak Herman juga Ayah mertuanya.


"Mohon Maaf Pak sebelumnya, tapi kenapa cepat sekali harus di gantikan Kita kan bisa cari Karyawan baru atau rekomendasi Karyawan lain yang lebih berpotensi Pak"


"Justru Saya sudah benar-benar dalan memilih Saya lihat Pak Chandra akhir-akhir ini mengerjakan Proyek yang semuanya berjalan sukses Pak, lagi pula Proyek Pak chandra dengan Pak Sam ini selalu bersama kan, jadi menurut Saya Pak Chandra cocok lah menggantikan Pak Sam saat ini, ayolah Pak.. profesional Pak, Gaji bapak Naik 20 % Jika bapak menempati Posisinya Pak Sam, karena Posisi itulah yang jadi inti dari perusahaan Pak" Chandra pun terdiam memikirkan apakah harus Dia ambil tawaran ini atau Dia tetap pada Posisi sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2