
Sinyal keberadaan ponsel Asri berbunyi. Chandra terus menatap layar GPS seraya mencari titik buta keberadaan ponsel Asri. Iris matanya bergantian memeriksa layar dan gedung terbengkalai itu. Mencari-cari keberadaan ponsel Asri.
"Ini kan ponsel Asri, tapi dimana Asri, mana disini gelap sekali" lalu Chandra terus berjalan untuk mencari Asri.
Asri menangis merasakan ketakutan dalam dirinya
"Ya Allah selamatkan Aku.." tiba-tiba ular mendekati Asri, mata Asri terbelalak lebar namun Ia masih belum bersuara, sebab jika bersuara sedikit saja, Dia akan tertangkap oleh si penjahat.
Asri terdiam tak bergerak supaya supaya ular tersebut bisa pergi, namun karena rasa ketakutannya besar Dia pun berdiri dan melemparkan batu kecil supaya ular itu pergi.
Namun saat Dia berdiri si penjahat melihat Asri, Ia pun tersenyum jahat, lalu Dia mendekati Asri secara perlahan, ketika ular sudah pergi, Asri ingin pergi dari tempat persembunyian ini, Dia merasa disini banyak hewan liar tak aman baginya.
Asri melihat ke kanan dan ke kiri, arah mana yang mau Ia tempuh, namun saat ingin berjalan, tangannya diraih si penjahat, Asri kaget sejadi-jadinya
"Lepaskan Saya....Lepaskan.." Asri berusaha memberontak untuk melepaskan diri dari genggaman si penjahat.
Karena merasa di permainan oleh Asri penjahat itu menampar Asri dengan sekuat tenaganya hingga bibir Asri berdarah, Asri memegangi pipinya yang habis di tampar, Ia merasa kesakitan air matanya pun menetes lagi.
"Kamu mau kabur kemana lagi, Saya harus selesaikan ini sekarang juga" si penjahat mendekati Asri namun Asri mundur perlahan sambil berkata,
"Tolong lepaskan Saya.. Saya mohon" Asri memohon dengan suara bergetar, lalu tiba-tiba Asri berlari, penjahat pun mengejar lagi
"Sialan..." si penjahat pun marah
Asri berlari sekuat tenaga, tapi Ia tak memperhatikan jalan di hadapannya, Dia berlari sambil sesekali melihat ke belakang dan akhirnya Asri pun terjatuh karena tersandung batu di kakinya
"Auuu.... " Asri meringis kesakitan lututnya luka hingga mengeluarkan darah, setelah terjatuh si penjahat pun datang
"Haha.. kenapa.. jatuh.. makanya jangan lari lagi, sudahlah.. lebih baik Kita nikmati saat ini juga" untuk menjaga-jaga agar Asri tak kabur lagi, Dia pun mengambil sebatang kayu di sampingnya lalu memukulkan kayu tersebut ke kaki Asri, Asri pun berteriak kesakitan dengan kencang
"Aaaaa......."
Suara itu pun terdengar oleh Chandra
"Asri... Kamu dimana..?" lalu Chandra mendekati arah suara tadi.
Asri meringis kesakitan dan memohon agar dirinya di lepaskan.
"Aku mohon.. lepaskan Aku.."
"Lepaskan Kamu.. tidak akan.. Kamu harus mati" Asri semakin takut dengan ucapan si penjahat ini
"Sebelum Kamu mati, Aku akan menikmati tubuh Kamu terlebih dahulu" Asri menggeleng-geleng kan kepalanya
"Tidak.. tidak jangan..." si penjahat masih ragu takut Asri akan kabur lagi, Dia pun dengan sekuat tenaga menginjak kaki Asri di bagian bekas pukulan kayu, Asri pun teriak kesakitan.
Rasa-rasanya Asri sudah pasrah tidak akan bisa kabur lagi, jangan kan kabur untuk bangun saja saat ini Dia sudah tidak sanggup menahan rasa sakit di kakinya.
Suara itu terdengar lagi oleh chandra semakin dekat Chandra hampir menemukan Asri.
Lalu si penjahat memulai Aksinya Dia saat ini berada di atas Asri Dia merobek pakaian Asri dengan kasar, bagian lengan dua-duanya sudah di robeknya kini Ia tinggal membuka bagian dada Asri
"Jangan... jangan.." tangan Asri masih normal tak ada yang sakit, Dia terus memberontak menggunakan tangannya.
Namun lagi-lagi si penjahat menampar wajah Asri untuk kedua kalinya, Asri semakin melemah semua tubuhnya merasa kesakitan wajah, kaki, lutut bahkan saat ini lengannya sudah di tahan oleh si penjahat, Asri hanya menangis pasrah tak dapat berbuat apa.
__ADS_1
Lalau si penjahat mulai membuka celana Asri namun belum sempat melakukan Aksinya Chandra pun datang dan melihat Asri hampir di perkosa.
Mata Chadra terbelalak lebar Dia pun langsung menarik kerah si penjahat dari belakang
"Brengsek... bajingan Lo..." lalu Chandra dengan sekuat tenaga menonjok wajah si penjahat hingga satu pukulan membuat mulut penjahat itu berdarah.
Chandra pun melihat wajah Asri yang penuh luka membuat matanya berkaca-kaca terbelalak lebar
"Asri..." Chandra berbicara dengan wajah melas, sedangkan Asri segera memakai celananya sambil melihat Chandra
"Chandra..." Asri berkata dalam hatinya dengan rasa sedih dan lemah tubuhnya.
Si penjahat marah ketika Dirinya di tonjok oleh Chandra
"Heh.. Lo siapa.. gak usah ikut campur urusan Gue.." setelah itu perkelahian sengit pun di mulai
Asri hanya meringkuk memegangi kakinya dan menaruh wajah di atas lututnya, saat berkelahi Chandra terkena pukulan maut dari si penjahat membuat hidungnya berdarah
"Chandra..." Asri memanggil Chandra dengan suara lemah, Dia menangis melihat Chandra yang sedang berjuang menyelamatkan dirinya.
Sam membawa motor Juvi dengan kecepatan penuh... tiba-tiba saat melewati jalanan sepi ban motor Juvi kempes akibat melindas paku yang sudah di pasang oleh kelompok preman tadi, motor pun melaju dengan tak terarah, tiba-tiba Sam menabrak sebuah pohon di depannya, Juvi dan Sam pun terjatuh
"Aduh.. ya ampun Sam Lo pelan-pelan saja kali bawa motornya" Juvi merasa kesakitan di bagian bokongnya
"Sorry Juv.. Gue jatuh bukan karena itu kali.. tapi lihat tuh ban motor Lo kempes kena paku" Juvi menggaruk kepalanya karena bingung mengapa bisa ada paku di jalanan mulus seperti ini
"Oh iya.. terus gimana dong.." tiba-tiba 5 preman tadi muncul di hadapan Juvi dan Sam
"Lo semua siapa...?" Sam bertanya-tanya siapa Mereka
Namun semua preman tertawa sinis dengan wajah yang jahat
"Iya.. lebih baik Kita selesaikan sekarang, sudah Kita hajar saja semuanya" Sam dan Juvi pun mundur seketika
"Eh... Lo mau apa...?" Juvi bertanya dengan nada tinggi
"Banyak tanya Lo..." ucap salah satu preman
kemudian langsung saja preman tersebut mulai menonjok Sam, awalnya Sam mampu menghindar, Juvi di lawan dua orang, sedangkan Sam melawan 3 orang, pertengkaran sengit pun terjadi begitu tegang.
Chandra hampir kalah, Ia jatuh tersungkur namun ketika Ia melihat sebatang kayu yang tadi digunakan penjahat untuk memukul kaki Asri, Ia kini merasa punya kesempatan untuk melawan, Chandra pun diam-diam mengambil kayu itu, lalu Dia mencoba berdiri dan langsung saja Ia memukulkan kayu tersebut di perut si penjahat.
penjahat pun kesakitan dan Ia jatuh dengan posisi bersujud, saat ada kesempatan lagi, Chandra langsung memukul bagian kepala si penjahat dengan sekuat tenaga, penjahat pun terjatuh ke tanah kepalanya berdarah.
Dia merasakan kesakitan amat luar biasa, lalu Chandra menjambak rambutnya dan Chandra mengatakan,
"Heh.. Lo mau apakan Asri.. dasar otak mesum Lo" Chandra menonjok wajah si penjahat
"Jangan pernah Lo sentuh orang yang paling Gue cinta, Lo lihat Dia.. itu yang Lo lakuin kan Lo pasti pukul wajah Asri iya kan...?" kemarahan Chandra kini sudah di ujung puncak, Dia berbicara dengan suara teriakan, namun si penjahat hanya senyum-senyum sinis saja
"Sekarang Lo terima ini" lagi lagi Chandra menonjok wajah si penjahat di bagian mata
penjahat pun merasa kesakitan, melihat Chandra yang sudah marah dan mengamuk penjahat kini merasa nyawanya terancam, lalu penjahat itu berkata,
"Ampun.. Gue hanya menjalankan misi, jangan bunuh Gue" Chandra yang tadinya ingin menonjok lagi, Dia pun terhenti seketika saat mendengar bahwa ini adalah misi
__ADS_1
"Apa maksud Lo misi... Lo disuruh hah...? siapa yang nyuruh Lo..? jawab brengsek siapa ...!!!" Chandra berteriak di depan wajah si penjahat, namun penjahat belum mengatakan apa-apa, Dia masih merasa bimbang haruskah jujur atau mati di pikirannya
"Heh.. Lo jujur atau Gue bunuh Lo sekarang juga" Candra pun lagi-lagi menonjok wajah penjahat itu hingga babak belur.
Saat Juvi melawan salah satu preman tiba-tiba pundaknya di pukul dengan linggis dari belakang, Juvi terdiam dan tubuhnya kini melemah, matanya merasakan kesakitan lalu Ia pun terjatuh sambil memegangi pundaknya, tak lama Juvi kini pingsan
"Juvi...." Sam berteriak ketika melihat Juvi sudah terkapar
"Kalian sebenarnya siapa.. tolong jangan halangi Kita, Kalian butuh uang, ini Saya punya banyak uang" Sam berbicara dengan suara gemetar lalu Ia memperlihatkan isi dompetnya yang berisi dengan uang pecahan ratusan
"Kita gak butuh uang Lo, Kita sudah pasti akan dapat banyak uang kalau misi Kita sukses" kelima preman pun tertawa senang melihat Sam ketakutan
"Misi.... apa maksud Kalian..?" Sam bertanya dengan rasa penasaran
"Gue tahu Lo sedang mencari wanita bernama Asri kan...sudah Lo gak perlu cari Dia.. Gue yakin, saat ini Dia sudah mati.." kelima preman tertawa lagi membuat Sam menjadi marah
"Mati.. memang apa misi Kalian hah..." lalu salah satu preman menjawab,
"Misi kita membunuh wanita bernama Asri, Lo kekasihnya kan.. kasihan.. sebelum mati, tubuh cewek Lo sudah di pake temen Gue" preman berbicara berbisik di telinga Sam, membuat Sam syok dan matanya terbelalak lebar
"Brengsek Lo semua.. Gue akan bunuh kalian semua" namun belum saja melawan ketiga preman langsung memegangi Sam, salah satu memegangi tubuh Sam dari belakang, dan dua lainnya memegangi tangan Sam.
Sam pun tak dapat berkutik lagi, Dia berusaha memberontak namun tetap kekuatan 3 lawan satu sangatlah mustahil bisa lepas dari cengkraman preman yang begitu kekar berotot dan berbadan besar.
Lalu Sam kini di pukuli habis-habisan oleh 2 preman, merasa kurang puas preman pun mengikat tangan Sam dengan tali berkawat kecil
"Lepaskan Gue... Gue harus cari Asri, bajingan Lo semua" Sam kini menangis memanggil nama Asri
"Asri... Asri... maafkan Aku.." setelah di ikat Sam di hajar bergantian hingga mulut dan hidungnya berdarah.
Merasa sudah cukup Mereka pun menghentikan pukulan itu
"Cukup... bos suruh Kita menghajarnya hingga babak belur, tidak perlu Kita bunuh" mendegar ucapan salah satu preman Sam pun bicara,
"Bos.. siapa bos Lo, anjing.." Sam sudah semakin melemah, namun preman hanya tertawa dengan senangnya, satu pukulan terakhir untuk Sam di bagian mata, dan Mereka pun kini pergi kembali ke markas.
Penjahat itu belum mau berbicara siapa yang menyuruhnya
"Ok.. berarti Lo pilih mati" saat Chandra ingin menonjok dengan kekuatan penuh, akhirnya penjahat pun bicara
"Ok.. Gue akan kasih tahu siapa yang suruh Gue"
"Cepat katakan, siapa yang nyuruh Lo.. cepat brengsek"
"Iya iya bang... Dia... namanya Tini bang, Dia yang suruh Kita untuk melakukan misi ini" Chandra pun kaget bukan main, mendengar bahwa Tini dalang di balik semua ini, begitupun Asri Dia juga tak percaya Tini sejahat ini merencanakan kejahatan brutal seperti ini.
"Tunggu Lo bilang Kami.. Gue gak lihat siapapun disini"
"Kita bagi tugas bang.. Gue disini untuk memperkosa cewek ini, lalu membunuhnya, sedangkan 5 orang temen Gue beraksi untuk menghajar kekasih cewek ini hingga babak belur, tapi Kita gak bunuh yang laki bang.. hanya perempuan ini saja mangsa Kita" Chandra semakin marah Dia tak terima jika Asri di bunuh setelah di perkosa.
Asri pun menagis ketika mendengar penjelasan dari si penjahat bahwa Sam di pukuli hingga babak belur
"Sam.. Kamu bagaimana keadaanya sekarang?" Chandra melihat wajah Asri, Dia melihat kekhawatiran terhadap Sam di matanya.
Chandra pun tak segan-segan Dia memukul lagi si penjahat untuk terakhir kalinya, lalu Chandra segera melapor polisi
__ADS_1
"Halo polisi.. Saya melaporkan tindak kejahatan di daerah Jungle Park Pak.. Bapak tolong kesini secepatnya dan tangkap pelakunya Pak.."
"Bang.. tolong jangan laporkan Kita bang.. Gue kan sudah kasih tahu semua bang sama Lo" Chandra pun mengakhiri obrolannya dengan polisi.