Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
PERTEMUAN


__ADS_3

Ketika Asri sedang berjalan Dia menerima notifikasi pesan dari Sam, Sam bilang bahwa Dia akan ke Jakarta untuk urusan bisnis, kalau ada waktu Aku ingin bertemu Kamu, tentu saja Asri sangat senang dan tertawa sendiri tanpa bersuara, lalu Andi datang dan menyapa,


"Asri.. Kamu mau ke mana..?" tapi Asri fokus untuk membalas Chat dari Sam yang isinya, Oh ya.. kalau begitu Kita bertemu makan siang saja, karena kalau pulang kerja takut tidak keburu, Andi pun terus memanggil Asri


"Asri.. ekhem... serius banget" ucap Andi dengan tersenyum, lalu setelah Asri menekan tanda kirim barulah Asri melihat Andi


"Eh.. iya Andi kenapa?" tanya Asri sepertinya Dia tak mendengar ucapan Andi tadi


"Kamu mau kemana, serius sekali main ponsel sampai gak dengar suara Aku" lalu Asri tertawa kecil dan meminta maaf


"Ini.. Aku mau ke pantry buat kopi untuk Chandra, Kamu sendiri mau Kemana?" tanya Asri berbasa-basi


"Aku mau meeting kalau boleh tahu, Kamu serius lihat apa sih di ponsel..?" pertanyaan Andi ini haruskah Asri jawab namun Asri tak ingin ada yang tahu pertemuan ini, termasuk Chandra


"Gak...biasa Aku lagi chat sama Lia lagi bercerita masa-masa sekolah dulu, jadi serius saja gitu Kita jadi mengenang lagi"


Andi seperti tak percaya dengan jawaban Asri, tapi Ia juga tak mungkin bertanya terlalu detail, memangnya siapa Andi bagi Asri pikirnya, lalu Andi pun pamit dan berangkat meeting, sedangkan Asri melanjutkan untuk membuat kopi.


Saat sedang membuat kopi Lia pun datang, lalu melihat Asri dan langsung menyapa


"Asri.. " sapa Lia memanggil Asri, lalu Asri menoleh ke belakang


"Eh... Lia.." dan Lia pun langsung bercerita tentang kehamilannya


"Asri.. Gue lagi hamil tahu" ucap Lia langsung pada intinya, awalnya Asri terkejut kemudian Asri tersenyum dan mengatakan,


"Hah.. serius.. Ya ampun... selamat Ya sayang" ucap Asri memberi selamat kemudian memeluk Lia


Lia pun mengucapkan terimakasih atas ucapan selamat dari Asri, lalu Lia bercerita mengenai Ibu mertuanya, sambil mengaduk kopi Asri berkata,


"Jadi sekarang Ibu Makmun diamkan Kamu, rumit juga ya kalau orang sudah salah paham, pasti apa yang di lakukan itu selalu salah" mulut Lia manyun menunjukkan wajah sedihnya, lalu Asri memberikan sebuah solusi


"Li.. mungkin ada baiknya Lo pindah rumah deh.. tinggal berdua sama suami Kamu" ucap Asri dengan wajah serius


Lia terdiam memikirkan solusi dari Asri hanya saja Lia pernah berjanji jika sudah punya rumah sendiri Dia akan resign dari pekerjaannya, lalu Lia pun mengatakan hal itu pada Asri


"Apa.. duh.. Lo sih kalau bicara suka asal, jadi serba salah kan" Lia hanya terdiam mendengar ucapan Asri, namun Asri kini berkata,


"Tapi Li... mungkin ada baiknya juga Lo resign, supaya fokus sama kehamilan Lo, kebutuhan Lo juga kan terpenuhi sama Makmun, kalau sudah tinggal berdua menurut Gue lebih bebas Li" Lia melirik Asri seakan Dia juga menyetujui solusi itu, setelah lama mengobrol Mereka pun kembali ke ruangan masing-masing.


Asri masuk dengan membawa dua cangkir kopi hangat


"Kopinya dua.. untuk siapa satu" tanya Chandra, Asri pun tersenyum dan menjawab,


"Ya untuk Aku lah Chan"


"Sejak kapan Kamu ngopi" Asri pun duduk di meja kerjanya lalu berkata,

__ADS_1


"Sejak Kamu khianati Aku, Aku merubah kebiasaan Aku, Aku ngopi terus Aku baca novel, Aku juga sudah jarang namanya bernyanyi"


Mendengar ucapan Asri Chandra menundukkan pandangannya seakan malu pada dirinya sendiri jika ingat masa itu, dimana Ia berjanji begitu banyak lalu Ia sendiri yang mengingkari janjinya kepada Asri, Asri melihat wajah Chandra ya g begitu serius


"Gak usah terlalu serius gitu kali Chan wajahnya" setelah itu Asri memberitahu kepada Chandra soal kehamilan Lia


"Oh ya.. Dia hamil, Aku ikut senang dengan kabar bahagia itu" ucap Chandra dengan tersenyum, lalu Mereka pun menyelesaikan tugas untuk launching produk Teh pucuk harum selasa depan.


Sam kini telah sampai Di Jakarta, lalu Sam mendatangi toko organik yang sudah taken kontrak dengan PT. jaya Abadi, Sam pun masuk kedalam lalu berkata pada salah satu karyawan toko disitu


"Maaf.. ini toko organik Anita ya" ucap Sam bertanya untuk memastikan tokonya benar


"Iya Pak.. silahkan di beli bahan organiknya" lalu Sam tersenyum dan berkata,


"Saya datang kesini bukan untuk belanja Mbak, tapi Saya ingin bertemu dengan Manager Toko, Saya Sam dari PT. Jaya Abadi" Sam memperkenalkan diri kepada si karyawan toko


Petugas toko pun permisi untuk memanggil Ibu manager, setelah tahu jika perwakilan dari PT jaya Abadi sudah datang, Tika langsung menghubungi Bu Anita, lalu Bu Anita mengangkat telepon dari Tika


"Ya halo Tika kenapa?" tanya Bu Anita, lalu Tika memberitahu jika perwakilan PT. Jaya Abadi sudah datang


"Ya.. Kamu temui dulu, bilang Saya sedang dijalan sebentar lagi sampai" setelah telepon di putus Tika pun menghampiri Sam dan memberitahu pesan Bu Anita


"Selamat Pagi Pak, Saya Tika Manager toko ini"


"Saya Sam perwakilan dari perusahaan, apa Kita bisa mulai meeting nya sekarang" ucap Sam dengan wajah yang berwibawa


Ketika Bu Anita sudah berada di ruang meeting, Tika pun menyambut Bu Anita


"Itu Dia ibu Anita datang, Bu.. silahkan Pak Sam sudah menunggu dari tadi" ucap Tika memberitahu kedatangan Sam


Sam langsung menoleh ke belakang dan pertemuan Bu Anita dengan Sam kini menjadi cukup tegang, Bu Anita terkejut ketika melihat perwakilan PT Jaya abadi adalah Sam


"Sam.. "


Ucap Bu anita dengan mata terbelalak lebar, begitu pun Sam Dia juga terkejut ketika tahu bahwa Bu Anita Ibu Asri adalah klien penting perusahaan, Mereka saling menatap merasa tak percaya dengan apa yang di lihat, namun Sam adalah pekerja profesional Dia pun langsung bicara


"Selamat Pagi Ibu Anita, perkenalkan Saya Sam perwakilan dari perusahaan" ucap Sam sambil menjulurkan tangannya kepada Bu Anita, Tika pun langsung menyenggol Bu Anita yang sedang diam bengong


"Bu.. Pak Sam memperkenalkan diri tuh" ucap Tika dengan suara bisik-bisik, Bu Anita melirik Tika dan Sam


"Selamat pagi juga Pak, Saya Anita pemilik toko ini" setelah itu Tika permisi keluar ingin membuat secangkir kopi untuk Sam, lalu Sam langsung memulai meeting nya


"Baik. Kita mulai ya meeting nya.."


Sam pun membuka laptopnya, kemudian menjelaskan kedatangannya sesuai perintah dari Pak Faris mengenai produk minuman herbal, Sam merasa sedikit canggung, karena Ia bukan menghadapi klien seperti biasanya, namun kini Ia harus menghadapi klien yang akan menjadi Mertuanya


"Jadi Kita butuh 300 pcs untuk awal, setelah launching lalu Kita lihat profit dari penjualan ini, kalau mencapai target Kita bisa menambah produksi, Ibu sudah mengerti Kan" ucap Sam dengan sangat jelas padat terinci,

__ADS_1


Namun Bu Anita agak bingung Dia hanya punya 10 karyawan di toko, sedangkan untuk memproduksi minuman sebanyak itu, haruslah butuh tenaga kerja yang banyak, dan mempunyai alat produksi yang cukup, Bu Anita pun menyetujui kontrak ini, Dia akan memikirkan hal itu nanti bersama tim kerjanya


"Baik Pak.. Saya mengerti Saya di kasih waktu berapa lama?"


"Sesuai perintah dan sesuai isi kontrak 1 bulan proses produksi ini harus selesai" ucap Sam dengan jelas dan lugas.


Setelah meeting selesai, Bu Anita membereskan semua berkas, begitu juga dengan Sam, lalu Sam memberanikan diri untuk bicara hal di luar pekerjaan


"Tante bagaimana kabarnya?" Sam bertanya mengenai kabar Bu Anita, lalu Bu Anita melirik Sam dan menjawab,


"Baik.. Alhamdulillah" ucap singkat Bu Anita kepada Sam, lalu Sam sekarang bertanya mengenai kabar Asri


"Maaf Tante.. kalau Aku lancang atau gak sopan, Aku mau tahu kabar Asri, apa Dia sehat" Bu Anita terdiam seketika


"Asri kabar baik, Oh ya... Ibu kamu bagaimana keadaannya" kini Bu Anita gantian yang bertanya,


"Ibu Alhamdulillah sehat, Ibu hanya harus melakukan operasi cangkok jantung, tapi saat ini Kita belum dapat pendonornya" ucap Sam dengan wajah bersedih, Bu Anita sebenarnya tak ingin memisahkan Mereka, namun keadaan yang harus memisahkan Mereka, kemudian Bu Anita berkata lagi


"Semoga Kamu cepat mendapatkan donor jantung itu, lalu bagaimana dengan proses perceraian Kamu"


"Besok lusa Tante Saya akan sidang pertama, Aku minta doa Tante supaya semua di lancarkan" ucap Sam sambil tersenyum kepada Bu Anita


"Ya.. Saya doakan semoga semua lancar, supaya Anak Saya tidak di gantung lama-lama" ucapan sederhana dari Tante Anita, membuat Sam senang Ia menjadikan ucapan itu sebagai semangat dalam hidupnya, terutama untuk meraih Asri.


Tini baru saja mandi tak lama ponsel Tini berbunyi panggilan dari orang yang memata-matai Sam, Tini pun langsung cepat mengangkat dan berkata,


"Halo.. kabar apa yang Kamu dapat hari ini" tanya Tini dengan wajah serius


"Sam saat ini sedang ada di Jakarta Bu, Dia akan meeting dengan salah satu toko Organik di Jakarta hanya itu Bu yang Saya dapat" Tini pun kesal dengan informasi setengah setengah seperti itu


"Toko organik apa..? dimana..?, Kamu kalau kasih info itu yang jelas dong" ucap Tini dengan nada meninggi, namun Pria tesebut sempat mendengar nama Anita, Dia pun berkata,


"Bu.. Saya ingat toko organik itu nama tokonya adalah organik Anita" tentu saja Tini terkejut mendengar nama itu


Tini pun memutuskan panggilan tersebut kemudian Tini langsung browsing lokasi toko organik Anita itu, Saat Dia tahu nama pemilik Toko tersebut, Tini semakin geram rasanya


"Bisa-bisanya Sam kerjasama dengan Ibunya Asri, Mereka pasti mencari kesempatan untuk bertemu, Aku harus selidiki ini" ucap Tini dalam hatinya


Setelah itu Tini pergi langsung menuju Retro ingin melihat pergerakan dari Asri, tak lupa Dia pun bertanya pada Andi sepupunya terlebih dahulu.


Saat di telepon Andi berkata,


"Gue gak tahu Tini, memangnya Gue detektif yang ngikutin Asri 24 jam, lagian kalau Sam bertemu dengan Asri ya biarlah Tin.." sepertinya Tini merasa Andi susah di ajak kerjasama


"Ah Lo ini.. gak guna tahu gak.." panggilan pun langsung di putus Tini


Andi hanya menggelengkan kepalanya, namun Andi juga merasa penasaran apakah yang di bilang Tini itu benar, bahwa Asri pasti bertemu dengan Sam saat ini, Andi pun segera menuju ruang kerja Asri.

__ADS_1


__ADS_2