
Sementara Asri bersedih dengan semua ini dan merasa bingung harus berbuat apa
"Sam.. bagaimana ini"
"Kamu tenang Sayang, video ini pasti sedang dalam pembicaraan serius, Asri.. Kamu takut kehilangan pekerjaan Kamu..?" tanya Sam dengan suara pelan
"Sam bukan itu yang Aku takutkan, tapi Aku takut video ini akan sampai di mata Mamah" ucap jelas kekhawatiran Asri
"Aku gak masalah jika harus keluar dari Retro tapi Aku gak bisa melihat Mamah bersikap marah seperti waktu itu, Kamu tahu kan ini akan jadi masalah untuk hubungan Kita" ucap Asri dengan suara bersedih
"Ok... sekarang Kamu lebih baik kembali ke kantor, Kamu harus hadapi apapun itu Di kantor, ingat Sayang.. kamu gak perlu dengar ucapan orang tentang video ini, Kamu mengerti maksud Aku kan" Asri menganggukkan kepalanya Ia sangat mengerti dengan apa yang di ucapkan Sam, dan Asri pun kembali ke Kantor dengan naik taksi
"Aku pergi ya Sam, Kamu hati-hati pulang ke Cirebon, Aku akan selalu tunggu Kamu disini" kini Mereka pun terpisah lagi untuk sementara, Sebenarnya Sam tak tenang jika harus meninggalkan Asri dalam situasi seperti ini, tapi Dia harus kembali ke Cirebon untuk membuat hasil laporan meeting dengan Bu Anita.
Rapat masih dilakukan semua berdiskusi memecahkan masalah vide skandal itu
"Baik.. untuk mempercepat waktu, saya mau vote yang setuju jika Asri di pecat silahkan angkat tangan"
Semua mengangkat tangan hanya Chandra, Lia, Juvi dan Andi saja yang tidak mengangkat tangan, Pak Herman pun heran mengapa Andi tak mengangkat tangannya
"Andi.. Kamu adalah CEO disini kenapa Kamu tidak menyetujui pemecatan Asri
"Aku setuju dengan apa yang di bilang Pak Chandra itu urusan Pribadi Mereka Pak.. untuk soal pekerjaan Kita harus profesional" lalu Pak Romi Manager HRD menyahuti ucapan Andi
"Justru karena Kita profesional Pak.. Ibu Asri harus di pecat, Kantor ini bukan tempat hubungan terlarang di bolehkan, kalau menurut Saya Asri layak Kita pecat" ucap tegas pak Romi mengenai skandal video itu
Empat lawan tujuh orang di dalam ruangan rapat sudah pasti empat orang kalah, akhirnya keputusan yang di ambil adalah Asri di pecat.
Setelah itu Pak Herman menyudahi rapat tersebut
"Baik.. Saya rasa sudah jelas.. Kalian boleh Kembali ke ruangan masing-masing" ucap Pak Herman dengan berwibawa.
Setalah keluar ruangan meeting, Lia menarik tangan suaminya dan berkata,
"Mun.. Kamu tadi kenapa angkat tangan sih, Kamu setuju ya jika Asri di pecat dari Kantor ini" ucap Lia dengan suara pelan namun bertenaga
"Sayang.. sudahlah Kita percuma bela Asri habis-habisan tetap Keputusan itu pasti Asri di pecat" Lia terdiam menatap Makmun kemudian berkata,
"Tapi setidaknya Kamu jangan ikut-ikutan bicara atau gak jangan mengangkat tangan Kamu" Makmun tidak mengerti mengapa jika urusan sahabatnya itu Lia selalu keras kepala,
"Terserah Kamu deh mau bicara apa, Aku heran kalau soal sahabat Kamu, pasti saja Kamu keras kepala, sudah... Aku mau ke ruangan Aku" Makmun pun pergi dan Lia hanya terdiam berdiri setelah itu Chandra bicara kepada Lia
__ADS_1
"Lia.. sudah.. cukup pembelaan Kita untuk Asri, Kamu sudah menjadi sahabat yang baik kok, Kamu jangan bertengkar ya dengan suami Kamu" ucap Chandra dengan rasa simpati, lalu Chandra kembali ke ruang kerjanya.
Setalah sampai di depan pintu Asri datang dan berkata,
"Chan...apa semuanya baik-baik saja" tanya Asri kepada Chandra dengan gelisah
Namun Chandra hanya diam tak menjawab pertanyaan Asri setelah itu Chandra masuk tanpa bicara apa-apa, Asri merasa heran apakah Chandra itu marah atau bagaimana, lalu Asri pun masuk ke ruangan dan berkata lagi,
"Chan.. bicara dong, Apa video itu..." lalu Chandra langsung memotong ucapan Asri, "Video skandal, video itu sudah di tindaklanjuti oleh seluruh Kantor, Kamu di pecat Asri" Asri terdiam tak berbicara apapun, Asri pun sudah menduga bahwa semua ini pasti akan berujung dengan pemecatan
"Aku sudah bilang kan sama Kamu untuk hati-hati, kenapa bisa ceroboh seperti ini Asri, sekarang karena tindakan Kamu ini karir Kamu jadi korbannya" ucap Chandra dengan penuh emosi, Asri hanya terdiam menunggu dirinya di panggil oleh pihak HRD
"Sudah Chan Kamu gak perlu marah-marah seperti itu, Aku sudah terima kok semua ini mungkin ini sudah waktunya Aku meninggalkan Retro" ucap Asri dengan tatapan sedih
Tak lama Asri pun dapat telepon dari HRD untuk segera menemui Pak Romi, Asri kini membereskan semua barang miliknya dalam kardus, baru setengah beres, Asri langsung menuju ruang HRD, Chandra hanya memandangi Asri dengan wajah bersedih, karena setelah ini Asri akan pergi dari Retro selamanya.
Asri pun masuk ruangan Pak Romi dan berkata,
"Selamat siang Pak..?"
"Selamat siang juga Bu, silahkan duduk Bu, Ibu Saya panggil kesini itu untuk membicarakan skandal video Ibu dan Pak Sam yang sedang berpelukan" lalu Asri langsung berkata,
"Bu Asri tidak ingin mengatakan sesuatu atau pembelaan diri"
"Pak.. jika sebelumnya video itu sudah di bahas oleh seluruh staf dan sudah di ambil keputusan, jadi untuk apa lagi Saya harus membela diri" ucap Asri dengan pasrah akan karir yang di ambang kehancuran.
Mendengar hal itu Pak Romi hanya terdiam, kemudian Pak Romi mengambil sebuah surat lalu di berikan kepada Asri
"Ini Asri" lalu Asri membuka dan membaca, Asri pun tersenyum kilat
"Baik Pak.. Saya akan segera mengemasi barang Saya, sebelumnya terimakasih telah memberi kepercayaan kepada Saya bergabung disini, kalau begitu Saya permisi Pak" ucap Asri dengan suara lemas
"Maafkan Kami juga Bu.. Kami harus tegas kepada seluruh Karyawan di Retro jika telah melakukan kesalahan, Saya harap Ibu Asri bisa menerima ini dengan ikhlas"
Setelah mendengar ucapan dari Pak Romi, Asri pun keluar dari ruangan Pak Romi sambil menggenggam surat pemecatan itu, Asri berusaha menahan air mata degan mengedipkan mata, lalu tiba-tiba Andi datang dan berkata,
"Asri.. Kamu gak apa-apa" mendegar suara seseorang Asri langsung memalingkan wajahnya untuk mengusap air mata yang jatuh menetes
"Ya.. Aku gak apa-apa, Aku permisi dulu ya mau kemas barang" Asri pergi tanpa melihat wajah Andi, lalu Ia berjalan dengan wajah bersedih, hal itu pun membuat Andi merasa iba dengan masalah yang di hadapi Asri.
Setelah itu Asri melanjutkan mengepak barang pribadinya, kemudian Asri pun berpamitan pada Chandra
__ADS_1
"Chan.. Aku pulang ya, Aku senang pernah satu kantor sama Kamu, terimakasih Kamu selalu menjaga Aku selama di kantor"
Ucapan ungkapan hati Asri kepada Chandra pun membuat hati Chandra merasa haru, lalu Chandra menawarkan diri untuk mengantar Asri sampai rumah, namun Asri menolak
"Gak usah Chan.. Aku gak mau Kamu kena masalah karena terlalu dekat sama Aku, Aku bisa kok pulang sendiri"
"Setidaknya Aku antar Kamu kedepan kantor ya, tolong jangan di tolak, Aku akan bawakan kotak barang ini"
Chandra langsung membawa kotak barang tersebut Asri pun mengiakan permintaan Chandra, Saat sedang berjalan keluar kantor Asri dan Chandra tak sengaja melihat Andi dan Tini sedang berbicara sepertinya Mereka bicara sangat serius, lalu Chandra menghentikan langkahnya dan ingin tahu apa yang dibicarakan Andi juga Tini, sedangkan Asri hanya mengikuti Chandra dari belakang.
Andi merasa marah dengan Tini karena Tini bermain curang dalam meraih Sam
"Lo puas Tini, Asri sekarang sudah di pecat, rencana Lo berhasil ya, tapi Gue gak sangka Lo bisa sejahat ini" lalu Tini tertawa bahagia dan menjawab,
"Aduh Andi Andi... Lo ga usah munafik deh.. Lo juga mau kan gue suruh untuk tanya-tanya soal Sam, berarti sama saja, Lo Gue sama-sama jahat" Asri terkejut mendengar ucapan Tini, lalu Tini melanjutkan ucapannya "Lo itu sepupu Gue harusnya Lo dukung Gue dong"
Kata-kata terakhir dari Tini membuat Asri semakin marah, Asri pun menghampiri Andi dengan tiba-tiba, Andi kaget ketika melihat Asri ada di depannya, Asri masih memandangi wajah Andi dengan tatapan seperti tak percaya orang yang Ia anggap teman ternyata sepupu dari Tini orang yang ingin sekali membuat hidupnya menderita
"Jadi.. Kamu selama ini mendekati Aku karena ingin mencari informasi untuk sepupu kamu Tini" Andi merasa Asri sudah salah paham
"Asri.. Kamu salah paham, Aku gak pernah berniat untuk jadi mata-mata Tini, Tini waktu itu cuma minta tolong sama Aku, tapi Aku gak pernah berniat jahat sama Kamu" Chandra pun ikut geram setelah tahu siapa Andi sebenarnya
"Dugaan Gue benar, ternyata Lo gak pernah tulus dengan Asri"
Andi pun membantah ucapan Chandra Dia menjelaskan kepada Asri juga Chandra jika dirinya tidak pernah berniat untuk jahat terhadap Asri, Asri terlanjur kecewa karena Ia merasa di bohongi saat pertama Dia memperkenalkan diri.
Dan kini Asri ingat waktu pertama bertemu Dengannya saat itu Asri hampir di tabrak sebuah mobil
"Jangan-jangan waktu Aku hampir di tabrak mobil itu, itu bagian rencana Kalian, dan penabrak itu adalah Kamu kan Tin..?" lalu Asri bertepuk tangan dengan wajah marahnya, kemudian Asri melanjutkan ucapannya
"Hebat... Kalian senang-senang lah.. karena Aku sekarang resmi sudah di pecat" ucap Asri dengan tegas terhadap Mereka
Kemudian Asri mengajak Chandra untuk langsung menemaninya mencari taksi, lalu Andi memanggil Asri dengan berkata Dia ingin mengantar Asri sampai Rumah, Asri tertawa sinis saat mendengar bantuan dari Andi
"Chandra saja yang jelas tulus membantu Aku, Aku menolaknya untuk mengantar Aku sampai rumah, apalagi Kamu.. yang sudah jelas-jelas membohongi Aku, Aku pasti tidak akan pernah mau bertemu Kamu lagi Andi" ucap jelas perkataan Asri di depan wajah Andi, lalu Chandra dan Asri pun berjalan keluar kantor dengan cepat.
Namun saat sudah sampai di pinggir jalan, Chandra merubah pikirannya Chandra berkata,
"Asri.. lebih baik Aku antar Kamu ya, Aku jadi khawatir setelah tahu siapa Andi, Aku takut terjadi sesuatu di jalan" ucap rasa kekhawatiran Chandra dengan keselamatan Asri
Mereka itu sebenarnya hanya salah paham dengan Andi, Andi tidaklah sama dengan Tini yang licik, jahat dan culas.
__ADS_1