Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
CINCIN BARU


__ADS_3

Kemudian Pak Ammar mengatakan,


"Sayang sekali Pak Sam harus resign, padahal Saya sangat suka dengan kinerjanya"


"Ya mungkin kondisi Ibunya memang lebih penting dari pada pekerjaannya, oh ya.. sebenarnya Pak Ammar ingin membicarakan soal apa Pak, Saya siap menggantikan Pak Sam untuk mengurus semua yang di perlukan dalam proyek Kita" Chandra berusaha meyakinkan Pak Ammar


"Begini Pak.. Hotel Kita siap huni dan Promosi, Minggu depan Kita akan mengadakan acara pembukaan grand hotel Lembang, karena sebelumnya Proyek ini yang pegang Pak Sam, seharusnya Pak Sam yang datang, tapi karena sudah di alihkan pada Pak Chandra, jadi.. Saya harap Bapak Minggu depan datang kesini, Kita sama-sama akan potong pita di acara pembukaan" Sam langsung melihat jadwal agenda di komputer


"Ok Pak...Saya pasti datang kesana, lalu Pak Herman atau Pak Rohman bagaimana..? apa Mereka juga di undang"


"Oh tentu Pak. Mereka juga akan datang, Kita akan banyak mengundang relasi untuk meramaikan acara"


"Baik Pak.. apa ada lagi Pak yang inging dibicarakan"


"Sudah Pak.. terimakasih atas waktunya Pak Chandra, semoga Retro suka ya dengan acara pembukaan hotel nanti, karena Kita pakai konsep milik Pak Sam" Chandra tertawa kecil lalu menjawab,


"Pasti Pak, Retro pasti sangat suka dengan hasilnya, kalau begitu Saya akhiri dulu obrolan Kita, selamat pagi Pak Ammar"


"Baik Pak...sampai bertemu lagi ya Pak.." obrolan pun di akhiri, Chandra kini harus mengatur waktu untuk acara Minggu depan.


Jam makan siang tiba, waktunya Andi untuk mengunjungi Kasih di rumah Makmun, Andi merasa gugup saat sudah sampai di rumah Makmun, rasanya seperti ABG yang sedang jatuh cinta


"Kenapa gugup sekali ya, padahal hanya mengajak makan siang, mungkin karena sudah lama Aku tidak berkencan dengan Kasih"


Andi berbicara pada dirinya sendiri, lalu Andi mengetuk pintu dan memanggil nama Kasih


"Kasih.. Assalamualaikum.." Bu Alya yang sedang duduk di kursi tamu mendengar suara ketukan pintu


"Ya.. sebentar" setelah di buka Bu Alya menyambut Andi dengan hangat


"Eh.. Andi.. Kamu kesini.. mau bertemu Kasih ya" Andi pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya


"Ya Tante.. Kasih sedang apa.. Aku ingin bertemu sebentar" Bu Alya pun memanggil Kasih sambil berjalan


"Kasih...."


Kasih sedang memasak untuk makan siang, lalu Ia menoleh dan berkata,


"Ya Bu.. ada apa..?"


"Ada Andi datang"


"Hah.. Andi.. Dia kesini Bu"


"Iya.. sudah sana Kamu temui dulu" kasih segera menemui Andi yang sudah menunggu di depan


"Andi.. " Kasih memanggil dari belakang, Andi menoleh dan menjawab


"Kasih.. Kamu sedang apa..?"


"Aku sedang memasak, Kamu ada apa kesini?"


"Aku ingin...ingin mengajak Kamu makan siang" Kasih tersenyum dengan ajakan Andi, senyuman itu membuat hati Andi jatuh hati, Andi kini merasa jadi malu-malu


"Kamu kenapa..?" tanya Kasih dengan suara pelan


"Tidak.. Aku merasa gugup saja, apa karena Kita sudah lama tak berkencan ya" Kasih pun tersenyum malu mendengar Andi mengatakan hal itu


"Aku minta izin dulu sebentar dengan Bu Alya" tiba-tiba Bu Alya datang langsung menyahuti


"Kalian mau berkencan..?" Andi dan Kasih jadi malu mengapa Bu Alya tahu hal ini

__ADS_1


"Maaf loh.. tadi Ibu gak senagaja dengar, Kasih.. silahkan kalau Kamu mau pergi, biar Ibu yang lanjutkan masak"


"Tapi Bu.. apa ga merepotkan"


"Gak dong.. jam makan siang Andi kan hanya satu jam, nanti kalau Kamu masak dahulu bisa-bisa habis waktu makan siangnya"


"Tante terimakasih banyak ya, sudah membolehkan Kasih untuk keluar sebentar bersama Aku"


"Iya Andi.. gak apa-apa.. sudah sana Kasih Kamu ganti baju siap-siap"


Kasih dengan segera mengganti baju untuk pergi makan siang dengan Andi, Bu Alya ikut bahagia melihat Andi dan Kasih bisa kembali bersama lagi, Ia pun jadi teringat Lia Menantu yang sering sekali Ia sindir sindir, Dia merasa rindu dengan kehangatan hubungannya bersama Makmun.


Di perjalanan Andi mengatakan sesuatu mengenai kedatangan Papahnya


"Jadi.. Papah Kamu sudah ada di Jakarta"


"Ya.. Aku kemarin sudah mengatakan pada Papah jika Aku ingin kembali bersama Kamu lagi"


"Apa... lalu jawaban Papah Kamu apa..?" Kasih merasa risau dengan jawaban Pak Heri


"Ya.. Kamu tahu lah, dari dulu siapa sih yang merestui hubungan Kita, yang setuju Kita menikah hanya Tante Heni dan Sam saja, yang lain menolak"


"Jadi... jawaban Papah Kamu juga menolak ya" Andi pun tersenyum lalu mengatakan,


"Aku sudah berjanji pada hati dan diri ini, sekarang.. apapun jawaban Papah, dengan atau tanpa restu Papah, Aku akan tetap menikahi Kamu" Kasih terdiam seperti memikirkan sesuatu


"Kamu kenapa..? Kamu gak bahagia dengan apa yang Aku ucapkan"


"Tidak Andi.. Aku bahagia sangat bahagia mendengar Kamu masih mencintai diriku saja itu sudah membuat Aku bahagia"


"Lalu... apa yang sedang dalam pikiran Kamu?" Kasih pun mengatakan, jika dirinya takut hal yang dulu terulang kembali, Andi pergi tiba-tiba dan menghilang bagaikan di telan bumi.


"Tidak.. itu tidak akan terjadi lagi, Aku bersumpah, hanya maut yang akan memisahkan Kita, Kamu jangan takut.. Aku tidak akan meninggalkan Kamu lagi, Aku mencintai Kamu sayang"


"Kamu yakin dengan janji Kamu"


"Aku yakin Kasih.. Kamu harus percaya, Aku bukan lagi Andi yang dulu, Aku masih muda.. jika semua fasilitas di tarik Papah, Aku masih bisa bekerja apapun itu Aku akan berjuang untuk Kamu dan hubungan Kita"


Kasih jadi terenyuh mendengar ucapan Andi, Ia pun meneteskan air mata, hal itu membuat Andi semakin cinta terhadap Kasih.


Dan kini sampailah Mereka di sebuah resto yang indah nan megah, sebelum turun dari mobil, Andi mengusap air mata Kasih dengan lembut.


"Kamu jangan menangis lagi ya, Aku akan tetap bersama Kamu selamnya" Kasih merasa lega Andi benar-benar meyakinkan hatinya


"Ayo Kita makan"


Andi memesan makan siang dan juga memesan kue untuk makanan penutup, makanan pun siap di sajikan, Kasih terkejut melihat sebuah kue yang sangat indah modelnya


"Loh.. Kamu pesan kue juga"


"Ya, setelah selesai makan siang, Kita makan kuenya Aku akan suapi Kamu nanti" Kasih sungguh bahagia mendengar perhatian Andi, Dia mulai makan sambil memperhatikan Andi.


Merasa di perhatikan Andi kini menjadi malu, lalu Ia berkata,


"Kenapa.. kok melihatnya seperti itu sih.."


"Tidak ada apa-apa Aku hanya senang dan bahagia saat ini"


Tak terasa makan siang telah usai lalu Mereka berdua melanjutkan hidangan penutup yaitu kue, Andi mulai menyuapi Kasih dengan penuh cinta, kini saatnya di momen inti, suapan spesial dari Andi.. saat Kasih sedang mengunyah tiba-tiba di mulutnya terasa seperti ada benda keras lalu Kasih mengeluarkan benda tersebut dari mulutnya.


Sungguh terkejut ternyata itu adalah sebuah cincin indah yang sengaja Andi taruh di dalam kue untuk memberikan surprise kepada Kasih

__ADS_1


"Ya ampun ini cincin" Andi tersenyum pada Kasih


"Iya.. Aku sengaja menaruhnya di dalam kue, cincin ini Aku beri untuk Kamu sebagai tanda keseriusan Aku terhdap hubungan ini"


"Tapi kemarin kan Kamu sudah memakaikan cincin di jari manis Aku"


"Iya.. itu kan cincin lama, cincin kenangan pernikahan Kita 2 tahun lalu, dan untuk sekarang Aku ingin memberikan cincin yang baru, untuk hidup yang baru dan lebaran baru" Kasih tersenyum mendegar ungkapan hati Andi


"Andi.. Aku sekarang yakin kalau Kamu benar-benar serius dengan hubungan ini, dan Aku sekarang yakin Aku berani untuk menemui Papah Kamu, apapun keputusan Papah Kamu, Kita akan tanggung bersama" lalu Andi menggenggam tangan Kasih dan mencium tangan Kasih dengan mesra.


Jam tepat menunjukkan 4 sore, Chandra bersiap untuk ke rumah Asri meminta bantuan Asri dalam menangani pekerjaannya, 10 menit perjalanan dari Kantor menuju Rumah Asri, akhirnya Chandra sampai juga.


"Assalamualaikum Asri"


Asri yang sedang di kamar mendegar suara Chandra Dia langsung menuju ke depan, dengan terus mendorong kursi rodanya, lalu membukakan pintu


"Chandra... Kamu kesini.. sendirian..?" Asri melirik ke arah depan jalan


"Iya Aku sendiri kesini, sebenarnya Aku ada perlu"


"Ayo Masuk... oh ya.. bagaimana Kalung Aku sudah Kamu perbaiki belum?" belum saja duduk Asri sudah menanyakan soal kalung, hal itu membuat Chandra sedikit kesal


"Belum.. Aku belum sempat ke toko perhiasan, Kamu sabar ya" lalu Asri memanggil Bu Anita untuk membantunya membawakan minum untuk Chandra


"Loh.. Chan.. Kamu kesini"


"Ya Tante.. Aku mau minta tolong pada Asri"


"tolong... Kamu mau minta tolong apa Chan?" tanya Asri dengan rasa penasaran


"Begini, Lia saat ini kan sedang koma, dan pekerjaannya terbengkalai sudah 3 hari ini, lalu tadi Pak Romi meminta Aku untuk mengerjakan pekerjaan Lia, sebenarnya Aku menolak, tapi mau bagaimana lagi kalau bukan Aku yang membantu mau siapa?" ucap penjelasan Chandra yang begitu panjang lebar pada Asri


"Memangnya Retro tidak merekrut karyawan baru"


"Belum dapat Asri.. jadi Aku kesini minta tolong Kamu untuk kerjakan ini konsep untuk meeting besok, Aku merasa kewalahan sebenarnya"


"Ya ampun Chan.. kalau Kamu gak sanggup kenapa Kamu terima tawaran itu"


Lalu Chandra menjelaskan jika dirinya di bayar dalam setiap menyelesaikan pekerjaan Lia setiap harinya, dan kalau Asri membantunya, nanti uang gaji hasil dari pekerjaan Lia akan Dia beri pada Asri separuhnya, lagi pun Chandra punya niat ingin membeli Rumah untuk tinggal berdua bersama Rahma.


"Bagaimana Asri.. Kamu mau bantu Aku"


Asri menatap Chandra Ia sedang memikirkan apakah harus menerima tawaran itu, lalu Bu Anita datang membawakan minuman untuk Chandra


"Ini Chan.. Kamu minum ya, Asri kalau menurut Mamah terima saja, lumayan Kamu hanya duduk tapi menghasilkan uang kan.."


"Iya Asri.. bantu Aku ya.. Aku mohon" setelah memikirkan dengan baik, Asri pun menerima tawaran dari Chandra


"Baik.. Aku mau bantu Kamu" Chandra terlihat begitu senang mendengar Asri menerima tawarannya


"Terimakasih ya Asri, Aku ingin targetkan selesai tidak selesai jam 7 malam Kita berhenti bekerja, lalu setelah itu, Aku yang akan gantian membantu Kamu untuk berlatih berjalan, supaya Kaki Kamu jadi lentur dan bisa cepat berjalan" kini Asri yang terlihat bahagia mendengar bantuan yang ditawarkan Chandra


"Kamu mau membantu Aku untuk belajar berjalan"


"Iya... bagaimana?"


"Aku sih gak masalah tapi.. Rahma bagaimana"


"Rahma Aku akan kasih tahu Dia soal ini nanti, Kamu gak perlu khawatir"


"Baik.. ayo Kita kerjakan sekarang" ucap Asri dengan penuh semangat sambil tersenyum

__ADS_1


Chandra pun senang melihat Asri menjadi bersemangat lagi, ini yang selalu Chandra inginkan, melihat Asri tersenyum dan juga bersemangat dalam hidupnya.


__ADS_2