Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
DI PISAHKAN LAGI


__ADS_3

Selama menunggu Bu Anita di ruangan Asri dan Sam hanya saling tersenyum sambil mencari kesempatan sesekali Asri memandang Sam, begitu pun sebaliknya Sam mencuri curi pandang, sementara Tini tengah menunggu Sam pergi untuk memulai aksinya.


Setelah selesai membaca sketsa lalu Bu Anita keluar dari ruangannya


"Pak Sam Saya sudah mempelajari semuanya, Saya akan buat semenarik mungkin"


"Baik.. kalau begitu Saya permisi Bu Anita, Asri.. Aku kembali ke kantor ya"


Sam berpamitan pada Asri di hadapan Bu Anita


"iya.. hati-hati ya Sam"


Asri tak bisa lepas memandangi Sam hingga Sam sudah naik mobil pun Asri masih melihat ke arah luar


"Kamu lihat Apa sih...?" tanya Bu Anita sambil melihat ke arah luar toko


"Sam sudah kembali ke kantor, sudah sana Kamu lebih baik ke gudang, lalu tanya Tika apa yang harus Kamu kerjakan"


"Iya Mamah.. bawel banget deh.." Asri pun tersenyum lalu kabur dari hadapan Ibunya


"Asri...!!!" Bu Anita kini kesal, namun setelah itu Ia tersenyum dan berkata,


"Ya ampun.. Anak itu, Kalian.. tidak akan bisa semudah itu bertemu"


setelah itu Bu Anita ingin ke ruangannya, namun Tini datang dan langsung bicara


"Selamat siang Bu Anita"


Bu Anita langsung menoleh ke arah suara, tentu saja kedatangan Tini membuat Bu Anita terkejut


"Ada apa Kamu kesini..?" Bu Anita bertanya dengan nada ketus


"Santai dong Bu.. Saya lihat Toko Ibu sedang banyak proyek ya.. selamat ya Bu Anita"


Tini berbicara basa-basi terhadap Bu Anita membuat Bu Anita menjadi bertanya-tanya apa maksud kedatangannya itu


"Tini.. lebih baik Kamu jelaskan maksud kedatangan Kamu ini"


Tini pun tersenyum tak lama Tini mengeluarkan ponselnya lalu membuka video tersebut dan Ia langsung menghadapkannya ke arah Bu Anita


Bu Anita kaget luar biasa, di dalam video itu adalah Asri dan Sam yang sedang berpelukan tanpa sepengetahuan dirinya


"Kamu dapat dari mana video ini..?"


"Kemarin.. pemandangan yang bagus ya.." Tini kini menunjukan wajah sinis nya lalu berkata,


"Bu Anita tahu.. mengapa Asri resign dari Retro..?" Tini bertanya dengan memandang wajah Bu Anita dengan kesal


"Asri sudah bilang pada Saya Dia ingin mencari suasana baru"


lalu Tini tertawa kecil kemudian Ia menjawab,


"Ya ampun.. Bu mau saja di bohongi, yang benar itu Asri di pecat tidak terhormat dari Retro karena skandal video ini"


mata Bu Anita kini terbelalak lebar tak percaya dengan ucapan Tini


"Kamu kalau hanya ingin memanasi Saya, sepertinya itu tidak akan bisa"


"Loh.. Saya bicara jujur Bu.. kalau tidak Ibu tanya deh surat pemecatannya.. lihat deh.. apa benar Dia mengundurkan Diri.."


Tini sengaja berkata seperti itu, supaya memancing Bu Anita marah lalu semakin membuat Asri akan sulit bertemu Sam, lalu Tini pun berkata,


"Bu.. semua orang Retro taunya Aku dan Sam masih berstatus Suami Istri, dan video skandal ini jadi perbincangan seluruh Kantor"


Bu Anita semakin memanas, ketika tahu Anaknya jadi bahan gunjingan seluruh Kantor, setelah merasa puas.. Tini pun keluar Tanpa bicara.


Bu Anita hanya terdiam matanya kini berkaca-kaca setelah mendengar ucapan dari Tini, kemudian Bu Anita menuju gudang tempat Produksi pembuatan minuman.


Disana Bu Anita terus memandangi Asri, merasa tak percaya Asri tega membohongi Ibunya bertemu Sam sembunyi-sembunyi


"Kenapa Kamu bisa melakukan itu Nak.. sementara Mamah menjaga nama Kamu.. justru Kamu sendiri yang merusaknya" ucap Bu Anita dalam hatinya


tak terasa air mata jatuh menetes, rasanya Ia ingin teriak marah, tapi ini Kantor.. rasanya ingin langsung menampar Asri.. jika yang dilakukan itu adalah sebuah kesalahan besar.

__ADS_1


Tini pun tertawa senang lalu berkata,


"Haha... Asri.. tidak semudah itu Kamu seenaknya bisa bertemu Sam"


lalu Ia teringat Sam, apakah sudah pulang ke Cirebon atau masih di Jakarta, seketika rencana jahat muncul lagi, Kini Tini mulai menyusun rencana yang sangat mengerikan untuk Asri dan juga Sam.


Wah... pada penasaran gak nih.. rencana jahat apa ya, yang sedang Tini rencanakan.. yuk simak kelanjutan ceritanya.


sambil menyetir mobil, Sam menghubungi Juvi melalui ponsel


"halo Juv.. Lo dimana..?"


"Gue di kantor lah.. ada apa Sam..?"


"Gak.. Gue pikir Lo lagi cuti atau ga masuk kerja, oh ya.. posisi Asri sudah ada yang menempati..?"


"belum.. masih kosong, Lo dimana memangnya?"


"Gue lagi di jakarta, nanti siang gue sidang perceraian, baru deh setelah itu gue balik"


"Oh.. Gue doain semoga lancar ya sidangnya"


setelan itu telepon pun di tutup


"Kemana ya.. bosen juga sendiri"


lalu Sam berniat ingin bertemu Asri, Dia pun mengirimkan pesan yang isinya


"Sayang.. Aku mau bertemu Kamu.. Kita bertemu di Kebayoran ya, di apartemen Aku"


sambil mengepak barang getaran ponsel terasa di kantung celana Asri, Ia pun langsung melihat isi pesan dari Sam


"Aduh... bagaimana ya alasan Aku untuk keluar dari Toko"


setelah lama berpikir akhirnya Asri menemukan alasan yang tepat, Asri pun langsung menuju ruangan Mamahnya


"Mah.. Aku pulang ya.. Aku dapat panggilan kerja.."


Bu Anita hanya diam memandangi Putrinya dengan rasa kesal dan marah, tapi soal video itu Bu Anita belum bertanya apa-apa


Asri berkata meminta kepastian dari Ibunya, Bu Anita melihat gelagat yang tidak beres, lalu Bu Anita mengiakan saja permintaan Asri untuk keluar interview


"ya Nak... silahkan Kamu pulang, semoga lancar ya interviewnya"


Bu Anita hanya berpura-pura tak marah, tapi Dia akan mengikuti kemana Asri pergi


Tini masih berada di depan toko Bu Anita, lalu Ia melihat Asri pergi dengan naik taksi, Dia pun kini mengikuti kemana Asri pergi.


Sementara Kasih tengah membereskan rumah Bu Alya lalu Bu Alya datang menghampiri Kasih sekaligus ingin mengajak ngobrol


"Kasih.. sudah jangan capek-capek.. sini sebentar.."


ketika di panggil Kasih pun menghampiri Bu Alya lalu berkata,


"Iya Bu.. ibu minta di buatkan apa..?"


"Tidak ... Ibu tidak minta apa-apa, Kasih.. kalau boleh tahu Suami Kamu itu kenapa tidak pulang-pulang lama sekali sampai 2 tahun loh.." Kasih pun duduk di bawah Bu Alya


"Eeh.. Kamu duduk disini saja"


"Gak apa-apa Bu.. Saya di bawah saja, majikan kan harus dihormati"


melihat sifat dan sikap Kasih Bu Alya pun menyukainya, Kasih terlihat sopan dan ramah saat berbicara, Lain dengan Lia.. Dia tidak pernah mengobrol dengan Ibu mertuanya.


Kemudian Kasih menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Suaminya hingga Ia menikah dan kabar Orang Tuanya yang sedang sakit


"Dari situlah Bu.. Suami Saya sampai saat ini tidak pulang, bahkan nomor ponselnya pun tidak aktif, Aku tidak tahu dimana keberadaannya saat ini, karena rumah majikan Aku dulu sudah pindah"


Bu Alya prihatin dengan kisah hidupnya, lalu Bu Alya bertanya dimana Suaminya bekerja


"Suami Aku dulu belum bekerja, Dia hanya pewaris tunggal keluarganya, nama Suami Aku Andi Pratama Bu, Dia dulu berjanji jika setelah menikah, Dia ingin hidup di kampung Aku dan membuka usaha gudang beras, tapi itu semua hanya angan-angan yang tidak pernah manjadi nyata"


Kasih pun menangis sambil bercerita, yang diinginkan Kasih saat ini hanyalah bertemu Andi dan mengetahui kenapa Dia pergi tak menghubunginya, Bu Alya pun ikut bersedih kemudian berkata,

__ADS_1


"Kasih...Kamu yang sabar ya, nanti deh.. Ibu suruh Makmun cari Suami Kamu, Kamu.. punya fotonya kan?"


"Ada Bu... Saya masih simpan foto pernikahan Saya" lalu Kasih mengusap air matanya.


Asri pun kini berganti baju dan berpakaian formal, setelah selesai.. Dia langsung bergegas menuju apartemennya Sam, Tini masih terus mengawasi Asri diam-diam, begitu pun Bu Anita Mereka berdua sedang memantau Asri.


Setelah sampai di apartemen, Asri langsung masuk ke dalam gedung dan Sam menunggu Asri di loby, Mereka pun bertemu kemudain Asti langsung memeluk Sam


"Aku rindu Kamu" ucap Asri sambil memejamkan mata


Bu Anita pun kaget melihat Asri bertemu Sam tanpa minta izin dahulu, begitu juga Tini Dia kini memandang Mereka dengan sangat tajam


"Aku gak terima semua ini"


Tini lun marah saat ingin masuk ke dalam melabrak Asri juga Sam Tini melihat Bu Anita ada di depannya sedang memandangi Mereka, seketika Tini tersenyum jahat


"Bagus... Bu Anita ada disini, jadi Dia termakan ucapan Ku, sebaiknya Bu Anita jangan tahu kalau Aku ada disini, biarlah Bu Anita yang akan memisahkan Mereka" ucap Tini sambil tersenyum jahat.


lalu Asri berjalan bergandengan tangan dengan Sam menuju apartemen milik Sam, Mereka pun naik lift, dan Bu Alya mendatangi Reseptionis dan bertanya lantai berapa apartemen milik Sam, lalu petugas memberi tahu, dan Bu Anita pun segera menyusul Mereka.


begitu juga dengan Tini Dia bertanya mengenai Ibu Ibu yang baru saja bertanya Apartemen milik Sam, Tini pun menyusul Bu Anita untuk melihat bagaiman Asri dan Sam akan terpisah.


Asri dan Sam kini sampai di dalam apartemen milik Sam


"Wah... bagus ya.. ini hadiah dari Pak Ammar..? Pak Ammar baik ya Sayang"


"Iya.. Dia orang baik.."


tiba-tiba Sam memeluk Asri dengan erat dan berkata,


"Aku rindu sekali Sama Kamu, padahal kemarin Kita baru bertemu, tapi rasanya sudah lama sekali Kita gak bisa berduaan seperti ini"


Asri pun tersenyum malu, Dia membelai pipi Sam dengan lembut, lalu Sam memegangi tangan itu di pipinya, Mereka saling menatap seakan Mereka ingin melakukan hal itu lagi, kini Sam mencium tangan Asri lalu Sam mendekati wajah Asri baru saja bibir Sam ingin mencium bibir Asri, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, Sam pun menghentikan Aksinya itu


"sebentar ya, Aku lihat dulu"


setelah di buka pintu tersebut, Sam kaget bukan main Bu Anita datang kesini


"Tante ....." Sam pun melongo tak percaya Bu Anita ada di hadapannya


"Siapa Sam..?" tanya Asri merasa penasaran


lalu Asri menghampiri Sam, Asri yang sedang minum pun menjatuhkan gelasnya saat melihat Ibunya ada disini


"Mamah... " ucap Asri dengan nafas tak beraturan


Bu Anita hanya memandangi dua insan ini yang sendang berduaan di dalam apartemen, Tini pun muncul dan Ia hanya memperhatikan Mereka semua dari kejauhan.


"Jadi ini interview Kamu bilang" Asri panik bukan main, lalu Asri menjawab,


"Mah.. Aku bisa jelaskan"


"Apa yang mau Kamu jelaskan Asri, pertama, Kamu membohongi Mamah dengan bilang interview ternyata Kamu menemui Sam, yang kedua Kamu punya kontak Sam tanpa sepengetahuan Mamah dan yang terakhir yang membuat Mamah kecewa Sama Kamu...Kamu bohong soal resign dari Retro"


Asri hanya menangis tanpa suara, lalu Sam berbicara untuk membela Asri


"Tante... Aku mohon jangan marahi Asri, ini salah Aku.. karena Aku yang ajak Asri bertemu Diam-diam"


mata Bu Anita pun kini terbelalak lebar sangat tajam saat mendengar pembelaan Sam


"Iya..." Bu Anita bicara dengan berteriak


"Kamu memang yang salah.. salah karena telah hadir dalam hidup Anak Saya, Sam Saya tidak pernah memisahkan Kamu dengan Asri, Saya hanya minta Kamu untuk menyelesaikan urusan keluarga Kamu, tapi Kamu.... Kamu berani membohongi Saya dari belakang"


"Aku minta maaf Tante.. Aku memang salah.. tapi tolong Tante Aku gak bisa jauh dari Asri"


"Bohong...!! sebenarnya Kamu bisa jauh dari Anak Saya hanya saja, nafsu Kamu yang tidak bisa Kamu tahan, sekarang juga Kamu pulang Asri"


Asri pun di tarik oleh Bu Anita dengan kasar, lalu Asri berkata,


"Mah... gak Mah.. Aku sayang sama Sam, tolong Mah.. jangan pisahkan Kami"


namun Bu Anita tak menghiraukan ucapan Asri Dia terus menarik tangan Asri sambil berjalan

__ADS_1


"Sam... " Teriak Asri dengan bersedih memanggil nama Sam


Sam hanya diam tak berkutik, Dia tak mungkin melawan Bu Anita, walau bagaimanapun Dia masih menghargai Bu Anita, saat ini Sam hanya terdiam memandangi Asri dari kejauhan.


__ADS_2