Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
MENJENGUK ASRI


__ADS_3

Di sepanjang jalan Lia pun memikirkan reaksi Makmun apakah nanti akan marah, atau memaafkan dirinya yang tidak bicara terlebih dahulu ketika ingin menemui Asri.


Chandra pun melihat kegelisahan Lia Dia merasa bahwa Lia saat ini sedang memikirkan sesuatu.


"Lia Kamu kenapa, sepertinya ada yang sedang Kamu pikirkan"


"Oh .. gak kok Aku gak apa-apa Chan, oh ya keadaan Rahma bagaimana sekarang, Aku dengar Dia yang paling parah di banding Asri" Lia senagaja mengalihkan pembicaraan sebelumnya


"Alhmdlilah kondisinya saat ini baik-baik saja, hanya karena bekas kejadian tragis itu, kini Rahma jadi sulit untuk punya anak" ucap keseriusan Chandra berbicara tentang Rahma, Lia pun terkejut mendengar hal itu


"Susah Hamil.. ya ampun kasian Rahma, Aku yakin Chan Dia pasti ingin sekali punya anak dari Kamu, Kamu tahu sendiri lah bagaiman cintanya Dia sama Kamu" Lia ikut simpati terhadap keadaan Rahma, Chandra pun tersenyum lalu menjawab,


"Itu Dia Li.. Aku kadang jadi merasa kasihan sebab sebelum insiden ini, Aku sering sekali menolaknya untuk berhubungan suami istri, tapi setelah kejadian ini Aku jadi merasa bersalah, Mungkin ga sih kalau Rahma akan hamil nantinya" tanya Chandra kepada Lia, tapi kali ini Lia terdiam bengong tak menjawab, Chandra pun melirik merasa aneh dengan sikap Lia


"Li... Lo kenapa sih" tanya Chandra dengan suara meninggi, Lia pun menoleh tak menjawab dan hanya tersenyum


Melihat sikap Lia Chandra yakin kalau Dia sedang ada masalah


"Lo yakin gak apa-apa, kalau Lo butuh ingin cerita masalah Lo silahkan Li, kalau gue bisa bantu, pasti gue bantu" namun Lia tak ingin mengatakan masalah pribadinya


"Gak kok Chan, Lo santai saja setiap rumah tangga pasti selalu ada yang namanya masalah, jadi... Lo tenang saja ga perlu khawatir sama gue" Chandra pun mengangguk kepalanya lalu tersenyum.


Kini Mereka Sampai di rumah Asri, saat hendak ingin turun dari mobil, ponsel Chandra berbunyi ada panggilan masuk dari Rahma


"Chan... Kamu kok jam segini belum sampai, apa lembur...?"


"Aku sekarang sedang berada di rumah Asri, Kamu istirahat saja dulu, bilang Mamah tunggu sebentar ya, Aku gak lama kok Rahma paling setengah jam saja" Chandra memberi penjelasan


"Oh... Kamu di rumah Asri, bagaimana keadaannya?" tanya Rahma dengan suara lemas


"Aku belum masuk rumah Asri baru sampai, Kamu jangan berpikiran yang negatif ya, Aku hanya menjenguk Asri dan ini juga perginya bersama Lia juga Juvi" lalu Rahma tertawa kecil dan mengatakan,


"Kamu tenang, Aku gak ada pikiran aneh-aneh kok, lagi pula Aku juga ikut khawatir dengan keadaan Asri" Rahma sengaja berkata seperti itu, padahal sebenarnya Dia memang cemburu


"Ya sudah Aku masuk dulu ya, Assalamualaikum" lalu Rahma menjawab salam dari Chandra, kemudian panggilan di putus, dan Chandra berjalan menghampiri Juvi juga Lia.


Juvi pun mengetuk pintu rumah Asri, Bu Anita mendengar suara orang mengetuk pintu lalu Bu Anita berjalan kedepan untuk membuka pintu.


"Eh.. Lia Juvi, Kamu Chan.. Kalian mau menjenguk Asri..?" ucap Bu Anita dengan ramah, lalu Juvi menjawab,


"Iya Tante Kita mau jenguk Asri" dan Lia menyahuti berkata,

__ADS_1


"Aku kemarin gak sempet bertemu Asri, Aku khawatir banget sama keadaan Asri Tante" lalu Bu Anita pun mempersilahkan untuk masuk kepada semuanya, kemudian Bu Anita berjalan ke kamar Asri untuk memanggil Asri


"Asri... ada Juvi Lia juga sama Chandra, Mereka mau jenguk Kamu Nak" ucap Bu Anita dengan suara lembut.


Asri membuka pintu dan menatap Bu Anita tanpa berkata apapun, lalu Asri ke depan menemui teman-temannya, Bu Anita hanya memandangi Asri dari belakang dengan perasaan sedih.


Asri mendekati teman-temannya lalu tiba-tiba Dia memeluk Lia sahabat terbaiknya dengan menagis kecil, Chandra juga Juvi pun merasa bingung apa yang sebenarnya terjadi dengan Asri saat ini, lalu Lia berkata,


"Asri... Kamu kenapa?" tanya Lia dengan suara khawatir, namun Asri masih terus menagis memejamkan mata, rasanya ingin bicara tapi Dia takut tak kuat menahan air mata, lalu Juvi bertanya,


"Asri ... Lo kenapa, sudah dong Jagan nangis terus Lo bisa cerita sama Kita ada apa sebenarnya?" Juvi bertanya dengan suara yang lembut terhadap sahabatnya


Lalu Asri melepaskan pelukannya Dia diam sambil mengedipkan mata ke atas lalu mengusap-usap hidungnya kemudian Dia mulai bicara,


"Mamah tahu semuanya, Mamah tahu tentang Sam Tini tadi pagi kesini dan bicara semuanya tentang hubungan Aku dan Sam" ucap Asri dengan suara yang sedih lalu air matanya menetes lagi.


Bu Anita hanya melihat dan mendengarkan percakapan dari kejauhan, semuanya terkejut mendengar kabar ini lalu Chadra langsung menyahuti,


"Terus Kalian bagaimana..?" Chandra begitu penasaran dengan kelanjutan hubungan Asri, lalu Asri mengatakan kejadian tadi ketika Sam datang menemuinya.


Lia pun bersedih dengan cerita Asri lalu Lia menggenggam tangan Asri dan berkata,


"Aku ikut sedih dengan hubungan Kamu Asri, Kamu yang sabar ya Aku yakin apa yang di lakukan Tante Anita itu demi kebaikan Kamu" Lia mengatakan sesuatu dengan bijak, Juvi dan Chandra hanya terdiam Mereka no komen dengan tak tahu harus berkomentar apa-apa


Lalu Bu Anita datang membawakan minuman dan makanan ringan untuk sahabat sahabat Asri, Bu Anita berkata,


"Di minum ya" kemudian Bu Anita tiba-tiba berkata kepada Chandra,


"Chan... Tante boleh minta tolong sama Kamu" Chandra terdiam merasa tak enak perasaan, apa yang akan diminta oleh Bu Anita dari dirinya


"Minta tolong apa Tante..?"


"Tante minta tolong Kamu awasi Asri jangan sampai ketemu dengan Sam, saat ini Tante hanya sedang menjaga nama Asri dari keburukan, yang Tante lakukan semua ini untuk kebaikan Asri Kalian pasti mengerti perasaan Tante kan?" Bu Anita sedang menjelaskan, dan bertanya tentang perasaannya, dan semua hanya terdiam lain dengan Asri Dia menjawab,


"Tapi ini gak adil Mah untuk Aku, Kami berdua saling mencintai, Sam pun sudah mengajukan gugatan cerai untuk Tini Mah, Aku yakin Dia akan tepati janjinya Mah" Asri berkata dengan nada yang meninggi


"Tapi Dia belum resmi bercerai Asri, Kamu gak tahu kedepannya seperti apa, tunggu.... Kamu dari mana tahu bahwa Sam sudah mengajukan gugatan cerai Kamu menghubungi Sam hah, sekarang mana ponsel Kamu sini, Mamah akan hapus kontak Sam, supaya Kamu gak bisa seenaknya bertemu Sam di belakang Mamah" Bu Anita kini geram dengan Asri yang tak mengerti mengerti dengan apa yang diinginkan Bu Anita, namun Asri menolak


"Gak Mah... cukup Mamah pisahkan Aku tak bertemu Sam, tapi jangan di telepon Mah, Aku mohon Mah" Asri pun tersungkur berlutut meminta agar jangan menghapus nomor Sam.


Lia Juvi dan Chandra hanya bisa terdiam dan melihat pertengkaran antara Anak dan Ibu, namun Bu Anita tak mendegar permohonan Asri di ambilnya lah ponsel Asri secara paksa kemudian Bu Anita menghapus kontak Sam dan semua jejak rekam Sam di ponsel Asri, Asri pun berdiri dengan wajah penuh marah

__ADS_1


"Mamah jahat, Mamah gak sayang sama Aku" ucap Asri kini dengan suara meninggi terhadap Ibunya.


Chandra melihat situasi ini sudah tidak benar, lalu Chandra berkata,


"Asri sudah cukup" kemudian Asri menoleh ke arah Chandra lalu berkata,


"Kamu ga perlu ikut campur urusan Aku" Chandra terdiam tak percaya Asri mengatakan kata seperti itu padanya, kemudian Juvi ikut menyahuti dengan berkata,


"Asri... redamkan emosi Kamu, Dia Mamah Kamu Sri" kemudian Asri tiba-tiba menangis kecil lalu berkata,


"Kalian gak pernah tahu perasaan Aku, dan Kamu Chandra Kamu senang kan lihat Aku seperti ini, Kamu ... orang pertama yang buat Aku sakit hati, dan sekarang Mamah minta Dia untuk berusaha mencegah Aku bertemu Sam, Aku benci kalian semua Aku benci... !" setelah mengatakan hal itu, Asri pergi berlari masuk ke kamarnya.


Semua hanya terdiam melihat sikap Asri yang seperti itu, Lia pun tak menyangka Asri akan patah hati untuk kedua kalinya, lalu Lia berkata,


"Tante... bagaimana jika Sam menepati janjinya, apakah Tante akan menyetujui hubungan Asri dengan Sam?" tanya Lia dengan wajah memelas, Bu Anita terdiam sejenak, lalu mengatakan,


"Mungkin ... itu mungkin bisa terjadi, kalau Sam memang menepati janjinya dan membuktikan semua ucapannya, Tante akan menepati juga janji Tante, Tante akan menyetujui hubungan itu" ucap Bu Anita dengan tegas


Lalu Mereka pun berpamitan untuk pulang


"Kita pulang dulu ya Tante, salam untuk Asri" ucap Juvi dengan sopan, lalu Lia berkata,


"Tante yang sabar ya, Asri itu anak yang baik, mungkin saja saat ini perasaan Asri memang sedang bimbang Tante" Bu Anita pun tersenyum pada Lia


"Makasih ya untuk Kalian semua, selalu ada untuk Asri setiap Asri membutuhkan Kalian" dan Mereka pun semua tersenyum lalu mengucapkan salam kemudian pergi, namun saat beberapa langkah Bu Anita berkata kepada Chandra


"Chandra tunggu... tolong Kamu awasi Asri ya, terlepas apa yang sudah terjadi antara Kamu dan Asri, tapi Tante masih lihat di mata Kamu kalau Kamu ingin menjaga Asri sampai kapanpun" kini mata Chandra berkaca-kaca lalu kemudian tersenyum


"Sebisa Aku, Aku akan menjaga Asri Tante, Aku permisi Tante salam untuk Asri" dan Bu Anita menganggukkan kepalanya.


Setalah itu Lia Chandra pun masuk mobil dan Lia langsung bertanya,


"Tante Anita tadi bicara apa?"


"Cuma menitip Asri untuk di awasi" ucap Chandra sambil menyalakan mesin mobilnya


"Oh... Tante Anita kenapa minta itu sama Kamu ya" tanya Lia begitu penasaran namun Chandra tak menjawab, dia hanya memberikan senyuman untuk Lia, Lia pun jadi terheran


"Heh... ngapain Lo senyum-senyum sama Gue"


"Ngarep banget sih Lo, terus bagaimana Lo jadi mau jenguk Rahma"

__ADS_1


"Ya jadi lah.. kan Lo juga pulang ke rumah sakit kan"


Chandra mengatakan bahwa dirinya akan pulang terlebih dahulu untuk mandi, dan mengambil baju ganti Rahma, Lia pun tak keberatan jika harus menunggu sebentar.


__ADS_2