
Ketika saat sampai di rumah Tini langsung bertanya mengenai prihal yang dilihat oleh Pegawai Toko mas tadi
"Sam Kamu yakin baru kali tadi Kamu datang kesana?"
"Tin.. sudahlah Aku capek mau istirahat, lagi pula Kamu kenapa sih percaya sama pegawai toko itu, di dunia ini orang yang mirip Aku itu pasti banyak, entah style nya, atau wajahnya atau apanya lah..." Tini diam dengan memandang Sam penuh banyak tanya, Dia merasa suaminya saat ini sedang berbohong kepadanya.
Tapi Tini tak bisa marah karena Tini tak punya bukti bahwa apa yang dibilang Pegawai Toko itu benar atau tidaknya. Sam pun langsung tidur meninggalkan Tini yang masih berdiri dan menatapnya.
Musik alunan suara gamelan Jawa yang begitu merdu mengisi di area gedung tempat pernikahan Lia dan Makmun. Kini saatnya kedua insan akan dipersatukan oleh sebuah ikatan pernikahan.
Lia sedang di rias agar tampil secantik mungkin menjadi pengantin paling cantik dan menjadi ratu sehari, dan Makmun sedang bersiap juga, seluruh orang, kerabat terdekat akan hadir di acara pernikahan Makmun dan Lia.
Asri sudah bersiap, Dia berdandan sangat cantik memakai gaun couple yang sudah Sam pesan kemarin, Asri hanya tinggal menunggu kabar dari Sam saja.
Kemudian Bu Anita memanggil Asri untuk sarapan dahulu agar nanti bisa mengikuti acara pernikahan Lia dengan tenang, Asri masih berjalan bulak balik menunggu kabar dari Sam.
sedangkan keluarga tini tengah bersiap, Pak Herman juga Bu Heni sudah siap untuk berangkat, namun Tini dari subuh hingga jam 7 ini masih saja terus bulak balik muntah karena merasa mual
"Tin... kalau Kamu gak bisa pergi gak masalah kok.. dari pada Kamu muntah muntah terus nanti disana" Tini memegang kepalanya merasa sangat pusing, lalu Bu Heni mengetuk pintu kamar Sam dan Tini
"Ia Mah... " saat di buka pintu Tini pun lemas tak berdaya, Bu Heni melihat itu, jadi khawatir jika anaknya ikut nanti bisa drop atau bahkan terjadi sesuatu dengan kandungannya
"Sayang... sebaiknya Kamu di rumah saja ya, Mamah takut Kamu kenapa kenapa nanti di sana, ingat Tin... kandungan Kamu itu lemah jadi jangan memaksakan diri ya" ucap rasa khawatir Bu Heni, Tini sebenarnya tak mau jika tak ikut terlebih pasti Asri juga datang disana, Dia jadi berfikir lagi tentang seorang pacar yang dikatakan oleh Pegawai Toko perhiasan semalam"
Mah... Aku gak ikut deh gak papa" saat mendengar kata kata itu dari mulut Tini Sam merasa senang, namun ternyata ada ujungnya yang belum Tini katakan
"Tapi.... Sam juga ga boleh kesana, Aku mau di temani Sam" Tini berkata melirik ke arah Sam, Sam yang tadi wajahnya biasa saja kini menjadi kesal.
"Sam mungkin iya sebaiknya Kamu di rumah tak usah ikut, Kamu jaga Tini disini" lalu Sam mencari akal agar Dia tetap berangkat apalagi Asri pasti sudah menunggunya
"Mah.. mana bisa Aku ga datang, yang menikah itu teman Aku mah di kantor, Aku gak enak dong kalau gak datang, apalagi Aku kan menantu Pak Herman, nanti kalau Papah bertemu kolega disana Papah pasti butuh Aku mah" lalu Pak Herman datang dan berkata,
"Ayo... mobil sudah Papah panaskan Kita sebaiknya berangkat sekarang, takut kena macet"
"Pah... Mamah gak ikut ya, Mamah mau temani Tini dirumah karena Tini dari tadi mual mual terus kasian Pah..." Sam jadi bingung tadi Ibu mertuanya yang menyuruh Dia tetap dirumah
__ADS_1
"Mah... terus Aku...?" Sam belum selesai bicara Bu Heni langsung bicara duluan "Sam... Kamu ada benarnya kalau Kamu datang sama Papah, itu akan lebih baik, Tini... gak apa-apa ya, biar Mamah yang temani Kamu disini" Bu Heni berbicara dengan lembut terhadap Anaknya.
Kini Sam pun jadi senyum senyum bahagia, karena akhirnya Dia bisa pergi bersama Asri tanpa harus di ganggu oleh Tini.
Tini sedikit kesal, tapi apalah dayanya jangan kan untuk marah marah berdiri saja rasanya lemah, dan akhirnya Tini mengiakan saja jika Mamahnya yang menemaninya di rumah.
"Mah... kalau begitu Papah berangkat ya, Kamu cepat sembuh ya Tini"
Saat di depan rumah Sam mengatakan kalau Dia akan pergi dengan mobilnya sendiri
"Pah... Aku naik mobil sendiri ya, Aku takut nanti akan pulang cepat, biar gak ganggu Papah" Sam sengaja beralasan seperti itu supaya Pak Herman tak curiga
"Ok... gak masalah kok.. sampai ketemu di sana ya Sam" setelah Pak Herman pergi, Sam pun langsung masuk mobil, Dia kini Ia tersenyum senyum, tak sabar ingin bertemu Asri.
Bu Anita sudah bersiap untuk berangkat, tapi Asri masih bulak balik di depan rumah, melihat Anaknya sedang gelisah, Bu Anita bertanya,
"Sayang... Kamu tunggu siapa sih, Sam ya... mungkin Dia kejebak macet" tapi bukan itu yang Asri tunggu namun kabar dari Sam, jika memang tak bisa datang kesini, Asri ingin berangkat sendiri tanpa Sam.
Selang beberapa waktu Asri sudah mulai bosan menunggu, Dia pun menghela nafas lalu akhirnya Dia memutuskan untuk berangkat tanpa Sam.
Melihat Sam datang Asri pun langsung tersenyum yang tadinya wajahnya cemberut, Asri pun menyambut Sam dengan hangat
"Sam... Kamu kesini juga.. Aku pikir Kamu ga akan datang, Aku sudah hampir bosan tadi menunggu" Asri berbicara dengan suara manjanya, lalu Asri langsung menyuruh Sam untuk berganti pakaian memakai baju couple.
Setelah Sam berganti baju dan siap Sam langsung mengajak Asri juga Bu Anita masuk mobil, lalu Bu Anita yang kini gantian bertanya,
"Sam... Kamu itu dari mana sih.. memang nya macet ya di jalan" Sam harus memberikan alasan yang masuk akal agar Mamah Asri tak curiga kalau keterlambatannya itu karena istrinya.
"Itu Tante.. tadi mobil Aku di pakai sepupu jemput temennya di bandara, makanya Aku nunggu dulu, Maaf ya Tante jadi lama nunggu Aku" Asri sudah tahu alasan sebenarnya dan Dia hanya diam, setelah itu Asri langsung mengajak pergi karena takut telat hadir di acara akad Lia dan Makmun.
Akhirnya Sam dan Asri pun sampai di gedung pernikahan Lia dan Makmun, Asri belum melihat Lia namun Asri sudah melihat banyak tamu yang datang itu artinya acara belum di mulai
"Sam... Istri Kamu mana.. Aku gak lihat..?"
"Tini lagi sakit Dia tak hadir disini"
__ADS_1
"Sakit.... sakit apa Sam.. kok sepertinya dari kemarin Tini sakit terus" Asri kini merasa aneh, saat Sam ingin menjawab Sam di panggil oleh Ayah mertuanya untuk bergabung sebentar karena ternyata ada klien penting Retro yang hadir di acara ini.
Sam pun meminta izin untuk pergi ke kerumunan klien Pak Herman, Asri hanya menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Sam untuk kesana.
Lalu Asri berbicara pada Ibunya
"Mamah... Aku kesana dulu ya" Asri pun pergi ke arah makanan di pinggir pelaminan, Bu Anita duduk di kursi tamu, tau tau Bu Anita di sapa oleh ibu Yanti Mamah dari Rama teman SMP Bu Anita
"Hey Anita, loh kok Kamu sendiri, Asri nya mana?" Bu Anita pun menoleh lalu tersenyum dan menjawab,
"Bu Yanti... ya ampun ga sangka ya Kita bertemu lagi di acara pernikahan, itu loh Bu Anak saya" Bu Anita menunjuk Asri dari kejauhan, lalu Bu Anita melihat Chandra juga Rahma dengan wajah yang tak suka.
Bu Yanti memang teman lama Bu Anita, tapi Bu Anita juga tak bisa melupakan kejadian yang di alami oleh Anaknya waktu itu.
Chandra merasa haus lalu ia izin dengan Rahma ingin pergi ke arah tempat minuman, Chandra pun mengambil minuman dingin saat Ia ingin minum Ia menghadap ke samping dan ternyata Dia melihat Asri, begitu pun juga Asri melihat Chadra dan Mereka pun saling berpandangan.
Chandra merasa takjub dengan penampilan Asri yang sangat cantik tak seperti biasanya, Chandra terus memandangi Asri dari atas hingga bawah, Asri heran mengapa Chandra melihat dirinya seperti itu
"Chandra... Kamu kok lihat Aku seperti itu sih?" Chandra hanya tersenyum lalu mengatakan,
"Kamu cantik... cantik sekali" Chandra tampak kagum dengan kecantikan Asri, Asri merasa malu saat Chandra mengatakan hal itu kepadanya
"Kamu terlalu berlebihan Chan... " saat tengah mengobrol, Sam melihat Asri dan Chandra berdekatan, rasa cemburu pun muncul di hati Sam.
Setelah dirasa urusan Sam sudah selesai dengan Ayah mertuanya, Sam pun izin kepada Pak Herman untuk bergabung dengan karyawan lainya, setelah itu Sam mendatangi Asri yang sedang mengobrol dengan Chandra.
"Ekhm...." Sam berdehem cukup keras, Asri juga Chandra menoleh
"Sam... Aku pikir Kamu gak datang"
"Ya Gue datang lah, gak mungkin Gue gak antar Asri, tolong ya Chan... Lo bisa kan lihat Asri tuh biasa saja gitu" Sam berbicara agak ketus, Chandra bingung Ia mengerutkan kedua alisnya lalu bertanya,
"Memang nya Gue lihat Asri itu seperti gimana..? Gue ga paham Sam" Sam memalingkan wajahnya ke samping dengan raut wajah yang kesal.
Tak lama Rahma menyusul Chandra, Dia datang dan berkata,
__ADS_1
"Chan.. Aku cari Kamu ternyata disini, eh ada Asri juga Sam disini" Rahma tersenyum, Asri pun membalas senyuman Rahma.