Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
227. Mukjizat Kecil


__ADS_3

Sebenarnya uang yang Jingga butuhkan tidak sebanyak itu. Namun, dia harus memiliki uang simpanan untuk jaga-jaga. Rumah sakit ini bukanlah rumah sakit biasa. Ditambah ruang perawatan sang ayah pun adalah kamar elite.


Jingga menyandarkan punggungnya di kursi yang ada di sebuah restoran. Tak terasa sudah dua jam dia berdiam diri di sana. Merenungi semuanya perihal sang ayah. Dia terus mengabaikan panggilan dari suaminya. Dia tahu jikalau ini semua adalah ulah Askara. Apalagi ada Fahrani di rumah sakit itu. Jika, hanya ada Fahri dia juga tidak bisa menebak karena Fahri adalah tangan kanan Abang dari suaminya.


.


Menjelang Maghrib Jingga belum juga kembali ke rumah sakit. Sedangkan kondisi dokter Eki mulai mengalami sedikit perkembangan. Hanya sedikit, tidak banyak. Namun, itu menjadi angin segar untuk para dokter yang menangani.


Wajah Fahri dan Fahrani nampak takut, pasalnya Askara akan segera tiba di rumah sakit. Sudah pasti dia akan marah jika mengetahui istrinya tidak ada di sana.


"Bu," pinta Fahri untuk kesekian kalinya.


"Biarkan saja," ujar Echa.


"Pak Askara akan sangat marah, Bu." Fahrani lah yang menimpali. Nampak jelas wajah penuh ketakutan yang wanita itu tunjukkan.


"Marahnya Pak Askara itu melebihi marahnya Pak Aksara," Tambah Fahri. Echa hanya tertawa dan menggelengkan kepala.


"Kalau Aska marah, saya yang akan memasang badan untuk kalian." Ucapan Echa begitu serius dan tidak terlihat kebohongan di raut wajah kakak beda ayah dari Askara dan juga Aksara.


Baru juga Echa selesai berbicara, orang yang sedang mereka bicarakan datang dengan langkah lebar. Wajahnya nampak cemas dan sangat tidak bersahabat. Jantung Fahri dan juga Fahrani berdegup sangat cepat. Suara langkah kaki Askara saja sudah sangat menyeramkan di telinga mereka.

__ADS_1


"Di mana istri saya?"


Kalimat tanya yang membuat Fahri dan Fahrani hanya bisa menelan ludah. Mereka berdua hanya bisa saling pandang. Tanpa bisa menjawab.


"Kenapa kalian diam?" tanya Aska untuk kedua kalinya. Dua anak kembar tak indentik itu masih terdiam dan membuat kesabaran Aska habis. "Jawab!" bentaknya.


"Tenanglah, Dek." Echa sudah mengusap lembut pundak sang adik. Mencoba menenangkan.


"Adek gak bisa tenang, Kak. Di mana istri Adek," ucap Aska melemah.


Fahri dan Fahrani bisa bernapas lega melihat reaksi Aska ketika berbicara dengan kakaknya. Pria itu seperti memiliki dua kepribadian.


"Dia baik-baik saja. Kakak tidak akan membiarkan dia pergi tanpa pengawasan." Hembusan napas lega keluar dari mulut Aska.


"Bagaimana, Ndit," tanya Aska.


"Kehadiran Jingga membawa mukjizat kecil untuk tubuh dokter Eki," papar Radit. Aska mengkerutkan dahinya. Dia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh kakak ipar pertamanya.


"Jingga sudah melihat kondisi ayahnya." Keterangan Echa membuat jantung Aska berhenti berdetak.


"Kenapa bisa?" Itulah kalimat yang Aska ucapkan.

__ADS_1


"Atas perintah Papa." Aska pun merasa kesal mendengar jawaban dari Radit.


Kenapa tidak menunggu dirinya datang dulu? Kenapa? Begitulah erang Askara di dalam hati. Dia hanya takut satu hal, terjadi apa-apa dengan istrinya juga anak-anaknya.


"Di mana Jingga sekarang, Kak? Di mana?" Ingin sekali dia membentak kakaknya. Namun, mulutnya tidak bisa.


Echa pun memberitahu di mana Jingga berada. Tanpa berpikir panjang Aska segera menemui istrinya. Langkahnya semakin lebar ketika dia sudah berhenti di depan restoran yang katanya ada istrinya di sana.


Benar saja, dia melihat Jingga tengah duduk di meja pojok dengan kepala yang tertunduk. Tibalah Aska di samping meja istrinya. Namun, sang istri tidak menyadari kehadirannya.


"Bunda."


Jingga terdiam sejenak mendengar suara yang dia kenal. Apa suaminya sudah sampai Bandung?


"Bunda, Sayang."


Jingga segera menegakkan kepalanya dan melihat ke arah sampingnya. Hati Aska sangat sakit ketika melihat mata istrinya yang sudah merah dan juga sembab. Aska hendak memeluk tubuh istrinya, tetapi didorong oleh Jingga.


"Bang As jahat!"


...****************...

__ADS_1


Komen dong ...


__ADS_2