Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
MEMULAI AKSI


__ADS_3

Kasih tak mengerti apa yang terjadi dengan bu Alya, kasih langsung bertanya,


"Bu.. Ibu kenapa..? cerita dong Bu"


"Makmun.. menyalahkan Ibu atas musibah ini" Kasih mengerti perasaan Bu Alya, lalu Dia menanyakan kondisi Lia saat ini


"Lalu.. kondisi Lia bagaimana Bu..?"


"Lia koma Kasih.." ucap Bu Alya dengan suara terbata-bata.


Kasih pun langsung menghampiri Makmun yang sedang duduk bersedih, sedangkan Bu Alya pulang dengan rasa kecewanya.


"Mas Makmun.. Aku sudah dengar semuanya, Aku turut prihatin ya, atas musibah ini, Mas Makmun yang sabar, semoga Mbak Lia secepatnya sadar" Makmun tak menjawab, Dia masih syok perasaannya hancur dan sangat merasa bersalah.


Setelah berbincang dengan Asri Andi pun pamit ingin pulang


"Asri.. Aku pulang ya, sekali lagi.. maafkan Aku tidak bisa menahan Tini melakukan kejahatannya"


"Iya Andi.. Aku gak masalah kok soal itu, yang terpenting Kamu memang tak ada hubungannya dengan soal ini, Aku bisa percaya Kamu.. tapi kalau Kamu mengkhianati Aku dan bersekongkol dengan Tini, maaf... Aku rasa pertemanan Kita cukup sampai disini, Kamu mengerti maksud Aku kan..?" Andi mendengar ucapan Asri dengan serius


"Aku bukan tipe seperti itu, sebisa Aku pasti akan membantu Kamu, jika Kamu butuh bantuan Aku" Asri pun tersenyum lalu mempersilahkan Andi untuk pulang.


Ketika Andi sudah berada di luar ruangan rawat inap, tak sengaja.. Dia melihat Kasih sedang berada di kerumunan Chandra Juvi juga majikan Kasih, Andi pun bertanya-tanya, Mereka sedang apa.


Lalu Andi mendatangi Mereka


"Kalian semua sedang apa disini..?" semua menoleh melihat Andi, Kasih menjawab pertanyaan Andi


"Majikan Aku saat ini sedang mengalami koma" karena memang Andi tak begitu kenal dekat dengan keluarga majikan Kasih, reaksi Andi pun biasa saja.


"Oh ya.. Aku turut prihatin dengan musibah ini" lalu kasih pun menanyakan mengapa Andi berada disini


"Aku sedang menjenguk Asri" dalam hati Kasih bertanya-tanya siapa Asri ini


"Memang Asri itu siapa?" Andi hanya menjawab bila Asri itu adalah temannya.


Asri ingin pergi ke kamar kecil, menunggu Juvi atau Chandra, namun Mereka tak ada yang datang juga, Akhirnya Asri mencoba berdiri sendiri Ia menggunakan tongkatnya untuk berjalan, namun Ia merasa berbeda dari sebelumnya.


"Kenapa ini lebih susah untuk berjalan" ucap Asri dalam hatinya


Karena kejadian kemarin hanyalah kaki terluka, kaki itu masih normal, sedangkan kejadian semalam Asri mengalami patah tulang, sebab itu cara berjalan pun lebih sulit dari pada yang kemarin.


Saat sedang mencoba melangkah Asri tak memegang tongkat dengan benar, hingga tongkat itu pun terjatuh, Asri pun ikut terjatuh dan Ia teriak kesakitan


"Aduh.. tolong.. Juvi.. Chandra.."


Chandra dan Juvi juga semua orang yang ada disitu mendengar suara teriakan Asri, karena memang ruang rawat inap Asri dengan ruang UGD sangat dekat.


"Asri Juv.. " ucap chandra, Dia pun langsung berlari menghampiri Asri, Rahma terdiam saat melihat reaksi Chandra yang begitu khawatir terhadap Asri.


begitu pun Juvi dan Andi, Mereka juga menghampiri Asri


"Asri.. ya ampun.. kenapa sampai jatuh begini"


"Aduh.. sakit Chan.. Aku mau ke kamar kecil, tapi Kalian gak ada di sini, Aku bingung maka itu.. Aku berusaha sendiri untuk berjalan" lalu Chandra membantu Asri bangun dan mengantarnya ke kamar kecil.

__ADS_1


Rahma melihat pemandangan itu hanya bisa terdiam tak berkata apapun, Dia yang setuju untuk datang kesini menjenguk Asri, dan sudah harus Rahma siap melihat sesuatu yang mungkin menyenggol hatinya.


Setelah Asri keluar dari toilet, Juvi dan Andi juga Rahma sudah berada di dalam ruangan, Asri kaget mengapa semuanya berdiri seakan menunggunya keluar dari kamar Kecil.


"Kalian... Andi.. Kamu masih disini"


"Aku mendengar suara teriakan Kamu, Aku jadi khawatir Asri"


"Iya.. memangnya tadi kenapa sih..?" tanya Juvi


"Dia tadi mau ke kamar kecil, Dia berusaha sendiri untuk berjalan, tapi malah jatuh" jawab Chandra menjelaskan kejadian tadi


"Kamu kenapa gak minta tolong Aku, tadi kan Aku masih di ruangan" ucap Andi, lalu Rahma menyahuti dan berkata,


"Iya Asri.. tadi ada Andi kenapa Kamu gak minta antar Dia.. Semuanya kan jadi khawatir kalau seperti tadi kejadiannya" Rahma bicara dengan nada sedikit agak kesal


Asri terdiam mendengar ucapan Rahma, lalu Asri mengatakan,


"Kamu lebih baik pulang Chan, Aku gak mau ada hati yang tersakiti disini, Juv...Lo jangan pulang dulu ya, Gue gak ada teman, Gue takut nanti Gue mau ke kamar kecil lagi, gak ada orang di ruangan, terus Gue jatuh lagi, dan ujungnya, Gue buat Kalian semua khawatir" mendengar ucapan Asri, Rahma kini yang merasa tak enak, Dia bertanya dalam hatinya apakah tadi Asri tersinggung dengan ucapannya.


"Iya Asri Gue akan disini sampai Tante Anita kembali"


"Kalau Lia sudah disini, Aku gak akan merepotkan Kamu kok Juv" Juvi pun terdiam mendengar ucapan Asri, Asri belum tahu mengenai keadaan Lia, Juvi pun menceritakan keadaan Lia saat ini


"Apa... Lia koma Juv.. ya Allah" Asri bersedih mendengar keadaan Lia


"Iya Asri.. Kita semua ada di luar tadi, menemui Makmun dan keluarganya di UGD"


"Juv.. antar Aku ke tempat Lia bisa..?" Chandra dan Andi pun berkata,


"Biar Aku yang antar Kamu ke tempat Lia" Mereka berbicara bersamaan, membuat Asri geram mengapa masih ada disini.


Kasih sedang memperhatikan Andi dari pintu, Dia menyimak semua yang terjadi di dalam ruangan, kini Ia berpikir sepertinya Asri itu adalah wanita spesial, karena tiga lelaki sekaligus sangat memperdulikannya termasuk Andi.


"Apa Andi jatuh hati dengan wanita ini" ucap Kasih dalam hatinya


Tak lama Asri pun keluar, lalu Ia berpapasan dengan Kasih, Asri belum mengenal Kasih jadi dia hanya tersenyum, lalu melewati Kasih begitu saja.


Kasih terpukau melihat senyum dari wajah Asri, senyum itu begitu manis sehingga menjadikan aura wajahnya cantiknya terpancar, meski kondisi wajahnya masih banyak bekas luka dan lebam sedikit, namun tidak menutupi aura wajah Asri yang positif.


"Dia cantik manis sekali, apakah yang Aku rasakan ini benar" ucap Kasih dalam hatinya.


Kemudian Andi pun keluar bersama Chandra juga Rahma


"Kasih.. Kamu sedang apa disini"


"Sedang mencermati Kamu dari kejauhan" ucapan Kasih membuat Andi tak mengerti


"Maksud Kamu...?" tanya Andi merasa heran


Chandra dan Rahma pun pergi dari rumah sakit, tanpa bicara pada Andi.


"Sepertinya Kamu sangat perduli dengan wanita yang bernama Asri itu" Andi hanya diam tak mengerti dengan ucapan Kasih


"Dia cantik ya.." Andi pun tertawa bingung

__ADS_1


"Kamu ini kenapa...? kok sepertinya aneh sekali" kemudian Kasih mengatakan sesuatu yang membuat Andi berpikir keras.


"Aku masih menunggu Kamu, Aku masih mencintai Kamu, tapi kalau hati Kamu sudah di curi wanita lain, tolong lepaskan Aku dengan tenang" setelah itu Kasih pergi dari hadapan Andi.


Andi terdiam merenungi setiap ucapan Kasih, sebenarnya Dia mengerti akan maksud ucapan itu, Andi pun pergi pulang ke rumah.


Sedangkan Asri menemui Makmun untuk memberi support kepada Makmun yang sedang dilanda musibah.


"Makmun Aku turut prihatin ya, atas apa yang terjadi dengan Lia" Makmun hanya menganggukkan kepalanya


Tak lama Makmun menghubungi Mamah Irma memberitahu keadaan Lia, Mamah Irma pun terkejut mendengar kabar duka ini.


"Apa.. Makmun Lia koma, Astagfirullah.. Mamah akan segera kesana Nak" dan berangkatlah Bu Irma dengan hati yang gelisah.


Bu Irma berjalan dengan cepat menuju UGD, sesampainya disana Bu Irma langsung menghampiri Makmun lalu menanyakan kondisi Lia.


"Makmun.. Lia bagaimana Mamah sudah boleh lihat Lia"


"Lia sekarang koma Mah.. maafkan Makmun tidak bisa menjaga Lia dengan baik"


"Sudahlah Nak.. janngan menyalahkan diri Kamu sendiri, Mamah yakin Kamu sudah menjaga Lia dengan baik"


"Iya Mah...makasih Mamah percaya dengan Makmun, Lia sudah boleh untuk di jenguk" lalu Asri menyahuti berkata,


"Tante Aku boleh ikut masuk melihat Lia"


"Boleh.. Asri.. Kamu juga sakit, kenapa Kamu pakai kursi roda" tanya Bu Irma yang tak tahu tentang musibah Asri


"Ceritanya panjang Tante, lebih baik Kita lihat Lia sekarang, Aku sudah berapa hari ini belum bertemu Dia, Aku rindu Lia"


"Iya Asri.. ayo Kita masuk, sini Tante bantu Kamu" Mereka pun masuk.


Dan ketika melihat Lia terbaring tak sadarkan diri Bu Irma pun menangis sejadi-jadinya, Ia merasakan rasa sedih begitu terenyuh di hatinya, Asri hanya bisa mensuport Bu Irma agar selalu sabar menunggu Lia sampai sadar dari koma.


Pagi hari pun tiba, Sam saat ini ingin mengambil uang deposit yang berada di bank, Mata-mata Pak Herman terus mengawasi pergerakan Sam, Ia harus mengerjakan perintah Herman untuk mengambil uang deposit tersebut, Selama Sam berada di bank si Mata-mata memikirkan rencana supaya perintah Herman berhasil di lakukan.


Tiba-tiba si Mata-mata tak sengaja bertemu sekelompok preman di pinggir jalanan, Ia pun menghampiri untuk memberikan pekerjaan sesuai misi yang akan di lakukan.


"Bro.. kenalin.. Gue Dery, Gue punya misi, tapi Gue butuh bantuan Kalian, Lo semua mau bantu Gue gak..?" Sekolompok preman itu saling melirik


Lalu salah satu preman tersebut berkata,


"Lo mau bayar Kita berapa..? Kalau cuma sedikit, sorry Gue lebih baik malak orang orang di pasar" Dery pun tertawa sinis, lalu Ia memperlihatkan segepok uang senilai 10 juta


"Ini cukup untuk Kalian" para preman pun takjub ketika melihat segepok uang di depan matanya, Mereka saling berbisik, lalu si Ketua geng bertanya,


"Kita harus mengerjakan apa.. Gue gak mau aneh-aneh ya, apalagi kalau sampai melibatkan polisi"


"Kalian tenang, kerja Kalian cukup merampok uang yang di bawa seorang pria yang ada di dalam bank itu"


Tak lama Sam keluar dengan membawa tas kerjanya di dalam tas itu berisi uang senilai 60 juta, 10 juta Ia masih simpan di bank untuk keperluan mendadaknya.


"Alhamdulillah.. uang ini akan segera Aku bayarkan untuk biaya operasi Ibu"


Sam masuk ke dalam mobil, si Mata-mata memberitahu pada kumpulan preman menunjuk ke arah mobil Sam bahwa Dia adalah targetnya.

__ADS_1


"Kalian sudah paham Kan.. cepat kerjakan sekarang, Saya mau semua beres dan rapih tanpa bekas" kumpulan preman pun menjawab "Baik bos" dengan serempak.


Mereka mulai mengikuti Sam dari belakang, Mereka menunggu Sam melewati daerah sepi, barulah aksi Mereka akan di mulai.


__ADS_2