Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
VIDEO SKANDAL


__ADS_3

Namun saat Andi ke ruang kerja Asri, Asri sudah tidak ada di ruangan begitu pun Chandra


"Kemana Mereka ya.." ucap Andi bertanya pada dirinya sendiri


Tak lama Chandra muncul Dia pun melihat Andi yang sedang menengok kanan kiri seperti sedang mencari seseorang


"Lo cari siapa.? tanya Chandra yang membuat kaget Andi


"Aku cari Asri, ingin mengajak makan siang" lalu Chandra berkata jika Asri sudah pergi dari tadi, setelah itu Andi pun pergi sebab orang yang Dia cari tidak ada sebelum pergi Chandra mengatakan sesuatu,


"Andi.. Aku tahu Kamu menyukai Asri" mendengar ucapan Chandra Andi pun menghentikan langkahnya, lalu Andi menoleh dan terdiam, lalu Chandra melanjutkan lagi ucapannya


"Mencintai seseorang itu hak Kamu, tapi Aku tidak akan membiarkan Asri terluka oleh lelaki seperti Kamu" ucap Chandra kini menyinggung perasaan Andi


"Aku bukan lelaki yang seperti Kamu ucapkan, Aku menghargai Asri, Aku memang suka kepribadiannya, soal perasaan Saya, itu hanya Saya yang tahu, tapi terimakasih Kamu sudah mengingatkan Saya" setelah bicara Andi pun langsung pergi meninggalkan Chandra yang masih berdiri di depan pintu.


Asri pun menunggu Sam di sebuah taman tak jauh dari Kantor Retro, dan akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga yaitu Sam, betapa senangnya Asri ketika melihat Sam berjalan menghampiri Dirinya, Sam pun tersenyum dari kejauhan ketika melihat Asri yang sedang menunggu dirinya, kini Mereka pun bertemu dengan saling memandang penuh cinta.


Setelah itu tanpa ragu Asri langsung memeluk Sam dengan erat, begitu pun Sam Ia menerima pelukan hangat dari kekasihnya


"Aku rindu sekali pada Mu Sam" ucap Asri yang masih memeluk Sam


"Aku pun sama Sayang, Aku sangat merindukan Kamu, rindu suara Kamu, rindu senyuman Kamu, dan rindu segalanya" seakan dunia milik berdua Mereka tak mau melepaskan pelukan itu.


Hingga akhirnya Tini melewati taman tersebut dan tak sengaja Ia melihat Sam dan Asri yang sedang berpelukan, pandangan itu sungguh membuat hati Tini tersakiti, Dia pun turun dari mobil memandangi Mereka dengan tatapan yang sangat tajam, Mata Tini kini berkaca-kaca melihat pemandangan itu, kini Tini sangat membenci Asri, hingga rencana jahat pun muncul dalam pikirannya, Ia pun mendekati Asri dan Sam diam-diam, lalu Tini mengambil video Sam dan Asri yang tengah berpelukan, Tini terus mengawasi Mereka diam-diam.


Setalah itu Asri melepaskan pelukannya dengan perlahan, lalu melihat wajah Sam yang sudah beberapa hari ini tak di jumpai, Asri pun tertawa manja.


"Kamu kenapa kok ketawa sih" lalu Asri meraba kumis tipis Sam sambil berkata,


"Lihat.. Kumis Kamu sudah tumbuh sedikit, jenggot Kamu juga, Kamu semakin tampan sayang" ucap Asri dengan manja, Sam pun tersenyum ketika di puji sang kekasih


"Kamu juga.. Kamu tambah cantik dan seksi" Asri tersenyum malu mendengar ucapan Sam


"Dan senyuman ini ....senyuman yang Aku rindukan setiap hari" ucap Sam dengan menyentuh bibir Asri dan menatap Asri penuh cinta.


Sam perlahan mendekati wajah Asri, sepertinya Sam ingin mencium Asri, namun saat bibir Sam hampir mendekat, Asri langsung menutup bibirnya dengan telapak tangannya


"Jangan sekarang, jangan disini, ini taman sayang, Kamu gak lihat banyak orang, banyak anak-anak" ucap Asri sambil tersenyum malu, dan Sam pun ikut tersenyum

__ADS_1


"Ya ya... Aku yang terlalu rindu mungkin, Aku mau kasih tahu informasi bagus untuk Kamu" kini Mereka berdua duduk di kursi taman, lalu Tini menyudahi pengambilan video tersebut


"Sepertinya ini sudah cukup" ucap Tini dengan suara kecil, lalu Tini kembali ke mobilnya.


Setelah itu Tini memandang video tersebut, rasa-rasanya Dia ingin melempar ponselnya sendiri, namun Ia tahan sebab ini akan jadi akhir karir Asri di Retro, Tini pun mengunggah video tersebut di grup karyawan Retro.


Kok bisa Tini masuk grup Karyawan, pasti itu pertanyaan teman-teman kan, bisa sajalah kan anak pemilik perusahaan jadi semua bisa di lakukan, yuk lanjut lagi.


Satu persatu Karyawan Retro mulai membuka unggahan video tersebut, kini karir Asri mulai terancam, video tersebut sudah meluas hingga ke ponsel Chandra, Lia, Andi dan juga Juvi melihat video tersebut


"Ya ampun Asri.. ini Kamu.." Chandra kini khawatir dengan nasib Asri, lalu Lia pun berkata,


"Asri.. aduh.. kenapa ini video ada di grup Kantor" Lia penasaran siapa yang mengirim video tersebut, begitu pun Juvi Dia pun terkejut ketika melihat video Asri dan juga Sam sedang berpelukan


"Aduh.. Asri Lo cari masalah kalau seperti ini" ucap Juvi yang juga khawatir kepada Asri.


Andi yang tengah mencari Asri kini membuka ponselnya niat hati ingin menghubungi Asri, namun Ia mendapat notifikasi di grup Kantor, lalu melihatnya... Dia terkejut bukan main ketika melihat video tersebut.


"Jadi yang di katakan Tini itu benar, Mereka bertemu" ucap Andi dengan suara pelan, Andi pun langsung menghubungi Tini, lalu Tini mengangkat telepon dan berkata,


"Kenapa... Lo pasti mau minta klarifikasi soal video yah.. "


"Iya.. ini semua ulah Lo ya Tini" tanya Andi dengan rasa kaget


Andi pun tak dapat berkata apa-apa, lalu Dia langsung memutuskan panggilan tersebut, Andi harus memberi tahu Asri soal ini, Kini semua Karyawan di Retro sedang menggunjing soal video skandal itu, ketika Rio team Marketing yang pernah ikut tender kemarin melihat video ini, Ia pun berkata,


"Tamat.. riwayat Kamu Asri, kenapa bisa sebodoh ini.. Ini kiriman dari... Tini ...." Rio pun terkejut ternyata Anak dari Pak Herman sendirilah yang mengunggah video ini di grup.


Setalah itu Asri bertanya mengenai informasi bagus dari Sam


"Informasi bagus apa Sam?" tanya Asri penasaran, lalu Sam menceritakan tentang kerjasama dengan toko organik milik Bu Anita


"Apa.. jadi sekarang Kamu klien Mamah Aku, bagus sih.. Kita jadi sering ketemu kalau begini.." ucap Asri dengan suara semangat dan bahagia.


Asri tak tahu jika Dirinya saat ini sedang dalam gunjingan orang-orang Kantor serta karirnya terancam, tak lama Chandra menelpon Asri, Asri pun mengangkat dan berkata,


"Halo Chan... kenapa?" tanya Asri dengan singkat


Chandra bertanya sedang dimana dan dengan siapa saat ini, Asri mengelak dengan alasan sedang makan dan sendirian saja, Chandra merasa geram Asri membohongi dirinya dengan cara seperti ini, tak banyak berkata, Chandra hanya berucap

__ADS_1


"Kamu buka sekarang chat grup Kantor, dan Kamu lihat apa isi videonya" setelah itu Chandra langsung memutuskan teleponnya, Asri hanya terdiam merasa aneh dengan sikap Chandra, dan Ia pun langsung membuka chat grup Kantor, tentu saja Asri kaget sejadi-jadinya


"Astagfirullah.. "


Sam pun ikut merasa penasaran apa yang sebenarnya di lihat Asri hingga Asri sampai beristighfar, Asri terdiam sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan, lalu Sam mengambil ponsel Asri dengan sigap


"Lihat apa sih ...coba sini" ketika Sam sudah melihatnya, Sam begitu terkejut dan berkata,


"Apa-apaan ini... Asri ini siapa yang videoin Kita, ini barusan loh tadi.. " ucap Sam yang begitu kaget akan video tersebut, lalu Sam melihat pengirim video ini


"Tini.. jadi Tini ada disini, Dia sengaja video Kita Asri" Sam langsung melihat kanan dan Kiri apakah Tini masih ada disini atau sudah pergi.


Tak lama Sam pun melihat keberadaan Tini, Dia pun menghampiri Tini lalu Sam mengetuk kaca jendela mobil Tini dengan keras, Tini kaget ketika melihat orang tersebut adalah Sam tapi Tini tak takut Dia pun turun dari mobil


"Kenapa Sam, Kamu ingin bicara sama Aku" Sam menatap Tini dengan rasa kebencian, lalu Sam mengatakan,


"Jadi ini rencana Kamu, Kamu sengaja videoin Kita lalu kirim ke kantor supaya Asri di pecat, itu kan rencana Kamu" tanya Sam dengan penuh amarah


"Ya.. memang itu yang Saya mau, Sam Aku gak terima dengan semua ini, 3 tahun Aku bertahan sama Kamu, lalu Kini Kamu pergi dari Aku, dan hidup bahagia dengan perempuan murahan ini, Aku gak bisa tenang sebelum Aku benar-benar menyingkirkan Asri dari hidup Kamu" ucap tini dengan mata berkaca-kaca, lalu Tini pun pergi meninggalkan Sam dan Asri.


Sementara video tersebut sudah sampai di mata Pak Herman, Pak Herman tak terima nama baik Retro bisa tercemar karena ulah Asri, lalu Pak Herman memanggil semua staf penting, untuk menindaklanjuti video skandal tersebut.


Kini para staf sudah berkumpul termasuk Andi CEO, lalu Chandra Manager Marketing, dan Lia Manager Keuangan, bahkan Makmun kepala gudang pun hadir di meja meeting, lalu Pak Herman memulai pembicaraan


"Kalian sudah lihat video yang baru saja ada di Grup Kantor" semua berkata


"sudah Pak" menjawab dengan serempak


"Lalu bagaimana menurut Kalian, apa Asri masih pantas ada di kantor ini" tanya Pak Herman kepada Karyawannya, semua terdiam lalu Chandra menjawab,


"Pak.. maaf Saya ingin mengeluarkan pendapat, menurut Saya itu urusan Pribadi Mereka Pak.. kalau soal pekerjaan Asri sangat kompeten, kinerjanya baik, bahkan selama Dia bekerja disini beberapa proyek selalu Kita dapat" ungkap pendapat Chandra kepada semua staf, lalu Pak Herman menjawab pendapat Chandra,


"Tapi ini pelakunya adalah menantu Saya dan korbannya Anak Saya Pak Chandra, jika anda Di posisi Saya kira-kira apa anda memaafkan orang ini" Chandra pun terdiam saat di tanya hal ini di depan semua orang, karena apa yang di lakukan Asri memang sangatlah salah besar, lalu Makmun menyahuti


"Pak.. mungkin sebaiknya Asri di pindahkan saja di Anak perusahaan, karena jika masih disini, mungkin video skandal ini akan banyak orang yang mengetahui dan hal itu bisa berdampak negatif untuk Kantor Kita" Lia terkejut dengan pendapat dari Makmun, lia berkata dalam hatinya,


"Kamu ngapain sih Mun.. ikut bicara, maksud Kamu apa lagi, bicara seperti itu" lalu ada salah satu staf yang berkata,


"Tapi tetap sama saja Pak Makmun, mau di Anak perusahaan atau Di Retro semua akan berdampak, lebih baik Kita pecat saja Asri" lalu Chandra membantah ucapan salah satu staf tersebut

__ADS_1


"Tapi Pak Dia punya skill yang belum tentu Kalian punya, tolong dong kalian berfikir realistis, hanya karena skandal video ini, kalian berasumsi negatif Kita gak tahu masalah sebenarnya" ucap Chandra membela nama Asri, Lia hanya menyimak ucapan Chandra dan Ia berkata dalam hatinya,


"Chan.. percuma Kamu sekuat tenaga membela Asri, entahlah Aku juga bingung mau bicara apa, Asri maafkan Aku ya, Aku gak bisa membela Kamu seperti Chandra yang membela Kamu habis-habisan" Lia pun melihat ke kanan dan ke kiri mencari Asri sambil melihat jam tangannya.


__ADS_2