Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
GAGAL MENDAPAT PROYEK


__ADS_3

Kini Chandra marah karena Pak Faris telah menghina Asri


"Kalau Bapak tidak mau bekerjasama dengan Kami, silahkan Bapak pergi dari kantor Kami" ucap Chandra dengan suara tegas, Pak Faris pun terdiam menatap wajah Chandra


"Baik... jika Anda mengusir Saya" Pak Faris pun pergi, namun Asri mencegah dan berkata,


"Pak.. tolong beri Kami kesempatan, kalau bapak tidak ingin Saya ikut dalam proyek ini, Saya akan keluar Pak.. " pinta Asri berharap agar Pak Faris mau kembali melanjutkan kerjasama, namun sayang semua itu sia-sia Pak Faris kekeh tak mau melanjutkan kerjasamanya


"Tidak.. Pak Chandra sudah mengusir Saya, Jadi untuk apa Saya lanjutkan kerjasama ini" kemudian Chandra langsung menjawab,


"Silahkan Pak.. Bapak tahu kan pintu keluar kantor Kami" Asri melihat Chandra dengan wajah kesal


"Chan... gak Chan.. Kita bisa kena marah sama atasan kalau Kita gagal dapat Proyek" Chandra hanya terdiam memandangi Pak Faris berjalan keluar ruang meeting, setelah itu Chandra menatap Asri


"Kamu ngapain sih memohon seperti itu sama Pak Faris, Asri Dia sudah menghina Kamu" ucap Chandra menegaskan kepada Asri, Jia dirinya sudah dihina


"Tapi Kamu gak perlu mengusir klien Chan, Kita disini punya tanggung jawab, kalau Pak Herman tau Kita gagal dapat Proyek Dia pasti akan marah" ucap Asri sambil menghela nafasnya.


Kini Chandra dan Asri malah jadi bertengkar, dan Tini pun tertawa senang dari kejauhan, Dia merasa bahagia melihat Asri yang kini panik, karena gagal mendapatkan Proyek lalu Tini berkata,


"Rasakan itu Asri" bicara sambil menatap tajam wajah Asri dari kejauhan, lalu Tini berjalan menghampiri Chandra juga Asri.


Sedangkan Asri dan Chandra masih adu mulut


"Aku gak bisa lihat Kamu di permalukan seperti ini"


"Aku gak masalah Chan... yang penting jangan Kamu korbankan kerjasama ini" Chandra tak mengerti harus bicara seperti apalagi kepada Asri


"Asri... kalau Pak Faris benar mau bekerjasama sama dengan Kita, Aku yakin Dia gak akan terpengaruh dengan ucapan si Tini, kalau memang Dia orang baik dan berakhlak Dia pasti gak akan bicara seperti tadi"


lalu Tini datang langsung berkata,


"Bagaimana rasanya...? sakit ya di hina orang dan di sebut sebagai Perusak Rumah tangga... uuh... kasian ya Kamu Asri..." Tini berkata meledek di hadapan Asri


"Kamu pikir dengan Kamu berbuat seperti ini, bisa menggoyahkan rasa percaya diri Aku, Aku disini bekerja Tini bukan ingin adu mulut atau meladeni orang macam Kamu" kini Asri pun melawan ucapan Tini, lalu Chandra membela Asri dengan berkata,


"Kamu tahu gak... Kamu lebih hina dari Asri tahu, dengan Kamu berbuat seperti ini Kamu pikir Sam bisa kembali sama Kamu, bangun Tini.. Kamu dan Sam itu sudah tidak bisa bersama lagi, sepertinya Kamu harus terbiasa, untuk bisa melihat Asri dan Sam bersama-sama setiap hari"


Tini terlihat marah ketika Chandra berkata seperti tadi


"Kamu kenapa ya, sangat membela Asri, oh... Aku tahu Kamu itu mantan Asri dan Kamu itu masih mencintai Asri kan sampai sekarang pun cinta itu masih ada, makanya Kamu membela habis-habisan Asri di depan Pak Faris tadi" Chandra terdiam memandangi Tini dengan wajah kesal, Asri melihat situasi ini sudah semakin rumit rasanya.

__ADS_1


"Chandra sudah..." Asri memegang tangan Chandra agar Chandra jangan terpancing emosinya karena ucapan dari Tini


"Kita sebaiknya ke ruangan, Kita bisa bicara di sana, kalau Kita bicara disini ada setan sedang memantau Kita" ucap Asri menyindir Tini lalu Asri melengos kan wajahnya, kemudian menarik Chandra untuk berjalan


"Ingat Asri, Kamu tidak akan pernah bahagia, Aku akan buat hidup Kamu menderita, Kamu lihat saja nanti" ucap Tini dengan suara teriakan.


Chandra merasa tak suka di ancam seperti itu, lalu Chandra menghentikan langkahnya Asri melihat itu kemudian berkata,


"Chan... ayo.. sudah deh, Kamu gak perlu balas ucapan Tini yang ngawur, please...!!" ucap Asri memohon pada Chandra lalu Chandra langsung berjalan dengan cepat menuju ruang kerja.


Saat masuk Chandra berdiri diam menunggu Asri masuk kedalam, setelah Asri masuk Chandra langsung bicara


"Asri... kamu kenapa sih.. bisa tahan dengan ucapan Tini seperti itu" Asri duduk lalu berkata,


"Aku sudah biasa Chan.. lagi pula sebenarnya apa yang di bilang Tini itu benar, Aku memang perusak rumah tangga orang, Mamah Aku saja gak suka dengan kelakuan Aku" ucap Asri dengan wajah bersedih, Chandra memejamkan mata sejenak lalu berkata,


"Aku gak bisa lihat Kamu di hina di injak sama orang, Asri... kalau Kamu merasa benar, Kamu harus lawan dong.." Chandra berbicara dengan suara lembut terhadap Asri


"Aku harus gimana Chan, baku hantam gitu" ucap Asri sambil tertawa kecil, Chandra pun ikut tertawa mendengar ucapan Asri


"Ya gak gitu juga" lalu Asri teringat akan proyek tadi yang gagal


"Ya kita jelaskan lah Kita gak salah, justru Pak Faris itu yang gak sopan"


"Yah... laptop Aku rusak sepertinya" lalu Chandra mendekati dan melihat dengan detail kerusakan apa yang membuat laptop ini jadi mati


"Sepertinya Kita harus bawa ke tempat servis Asri, Kamu jangan khawatir ya, Kamu bisa pake laptop Aku kalau Kamu butuh" Asri pun menganggukkan kepalanya, dan Chandra juga Asri kini melanjutkan lagi pekerjaannya.


Tini pun tak berhenti untuk menggangu Asri Dia datang ke ruangan Pak Herman bercerita kalau Asri dan Chandra sudah gagal dapat Proyek, lalu Dia berkata bahwa Asri lah penyebab gagalnya Retro kehilangan klien lalu apa tanggapan Pak Herman


"Apa... Pak Faris tahu soal pribadi Asri, ini gak bisa di biarkan, Kita akan lebih banyak kehilangan klien nanti"


"Maka dari itu Pah... lebih baik Papah pecat Asri, dari pada buat malu Retro" Tini sengaja berkata seperti itu, supaya Asri di pecat dan kehilangan pekerjaan.


Lalu Pak Herman pergi menghampiri Chandra dan juga Asri, Dia ingin menanyakan kegagalan tadi, Tini pun semakin senang melihat Papahnya marah seperti itu.


"Bagus... kalau Retro sudah di rugikan Aku yakin Papah gak akan mempertahankan Asri di Retro" ucap Tini pada dirinya sendiri.


Lalu Pak Herman masuk tanpa mengetuk pintu kemudian berkata,


"Chandra... Saya dengar Kalian gagal mendapatkan proyek" Chandra dan Asri sudah menduga jika Pak Herman akan kesini dan bertanya soal ini.

__ADS_1


"Iya Pak.. Saya minta maaf, tapi ini bukan kesalahan Kami, Pak Faris yang gak sopan dalam bicara" kini Pak Herman menatap tajam terhadap Chandra juga Asri


"Saya dengar Pak Faris tahu tentang Asri yang menjadi selingkuhan suami orang, kenapa sampai orang tahu, berarti ini salah Kamu..!!" ucap dengan tegas Pak Herman berkata di hadapan Asri.


"Pak.. tadi itu laptop Saya mati di senggol oleh Tini, dan maaf Saya rasa... Ini semua kesalahan Tini yang ikut campur dalam urusan pekerjaan" Pak Herman tentu tak terima jika Anaknya di bawa-bawa dalam masalah kantor


"Hey.. Kamu jangan asal bicara tentang Anak Saya, Kamu pikir perbuatan Kamu itu benar berselingkuh di belakang Anak Saya, Saya masih bisa menerima Kamu bekerja disini, tapi kalau semua klien Saya mempermasalahkan kelakuan Kamu, Saya rasa Kamu harus keluar dari Retro" Asri pun kaget ketika mendengar hal itu dari Pak Herman lalu Chandra menjawab ucapan Pak Herman


"Maaf Pak.. Asri gak salah, Bapak tahu siapa yang menyebarkan tentang berita Asri itu, Anak Bapak sendiri Dia yang sudah menghasut Pak Faris, ini baru Pak Faris belum yang lain sepertinya yang harus Bapak kontrol itu Tini Anak Bapak" ucap Chandra dengan nada emosi.


Pak Herman semakin tak terima dengan ucapan Chandra


"Berani-beraninya Kamu memerintah Saya, ini kantor Saya... Saya berhak memutuskan siapa yang layak bekerja di kantor ini, dan siapa yang harusnya memang di keluarkan dari kantor ini, Kalian sudah gagal mendapat Proyek, kali ini Saya akan beri kesempatan kedua untuk Kalian, kalau sampai Kalian gagal lagi, Saya pastikan Kalian Saya pecat" ucap Pak Herman dengan tegas, lalu Pak Herman pun pergi begitu saja tanpa bicara lagi.


Tini sedang menguping pembicaraan Papahnya dengan Asri dan Chandra, Dia sangat kecewa mengapa harus ada kesempatan kedua


"Kenapa Tak langsung pecat saja sih Pah.." ucap Tini merasa kesal, lalu Tini pun pergi dengan keadaan wajah yang kesal dan marah.


Setalah mendapatkan ancaman seperti itu dari Pak Herman Chandra jadi berpikir keras supaya Asri tidak di pecat dari kantor


"Asri.. Kita pasti bisa dapat Proyek, tapi tetap Kita harus hati-hati karena Tini pasti sedang memantau Kamu, dan hal ini pasti yang diinginkan Tini"


Chandra berusaha menyemangati Asri juga dirinya sendiri, Asri tak mengerti dengan ucapan Chandra


"Apa yang di inginkan Tini memangnya Chan"


"Ya Kamu di pecat Sri.. Ya Allah Kamu itu ya terlalu polos atau terlalu baik sih" ucap Chandra dengan nada meninggi, Asri pun diam


"Ya Aku beneran gak tahu, Kamu jangan marah-marah dong sama Aku" Asri bicara dengan merasa sedih, lalu Chandra melihat raut wajah Asri kemudian Dia berkata,


"Maafkan Aku ya, kalau ucapan Aku agak membentak Kamu"


Asri pun terdiam tak menjawab, lalu Dia tiba-tiba mengingat Sam Jika di marahi seperti ini, Sam pasti langsung meminta maaf, kemudian mencoba merayunya dengan wajahnya juga senyumannya.


Chandra pun merasa bersalah sudah membentak Asri tadi, lalu Chandra mendekati Asri dan berkata,


"Aku minta maaf atas ucapan Aku yang kasar tadi, Aku cuma ingin membela Kamu, Kamu tahu kan Aku gak pernah bisa lihat Kamu menderita, apalagi menangis, Aku gak bisa Sri.. " Asri pun memandang wajah Chandra merasa apa yang di katakan Chandra itu ada benarnya


"Aku yang minta maaf, Aku yang gak pernah mengerti Kamu, kalau Kamu hanya ingin melindungi Aku, sudah ya Kita sebaiknya sekarang memikirkan bagaimana bisa mendapatkan proyek tanpa gangguan dari Tini"


Chandra pun tersenyum lalu mengatakan terimakasih kepada Asri, kemudian Chandra juga Asri melanjutkan pekerjaannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2