Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
KEHADIRAN KASIH


__ADS_3

Begitu sampai di rumah, Asri terlihat lemas, kusam, gara-gara masalah yang sedang Dia hadapi, lalu Asri pun mandi air hangat untuk menenangkan pikirannya, sedangkan Sam terus mencoba menghubungi Asri namun Pesan juga panggilannya tidak ada satupun yang di jawab hal itu kini membuat Sam menjadi khawatir.


"Asri.. Kamu lagi apa sih.. telepon Ku dan pesan ku tidak ada yang Kamu jawab" ucap Sam dalam hatinya.


Sementara Bu Anita tengah menyiapkan persiapan produksi minuman herbal


"Tika.. tolong Kamu atur.. ini bujet untuk pembelian alat produksi ya, dan ini bujet untuk membayar gaji karyawan, Saya harap Kamu bisa cari 20 orang lagi yang mau bekerja untuk proses produksi, Kita cuma punya waktu satu bulan, jadi Saya serahkan ini semua sama Kamu.. paling Saya datang kesini 3 hari sekali untuk pantau semuanya, Kamu mengerti kan?" ucap Bu Anita dengan jelas dan tegas, setelah itu Bu Anita pun pulang


"Saya pulang dulu.. Kalian... Saya harap Bekerja dengan baik dan maksimal" Mereka pun menjawab


"Siap Bu" jawab dengan serempak.


Tak terasa malam sudah tiba, Makmun pun bersiap untuk pulang


"Pak.. Saya pulang duluan ya, pekerjaan Saya sudah selesai, bapak bagaimana belum selesai pak..?" tanya Makmun kepada rekan kerjanya


"Sebentar lagi Pak.. ini tinggal mindahin beberapa kotak saja" lalu Makmun pun pamit segera menuju parkiran mobil, sambil berjalan Makmun melihat jam tangannya


"Sudah jam 8 Lia sedang apa ya, kalau gak bertemu rasanya kangen, tapi kalau sudah bertemu menyerah deh sama sifat ngambeknya" ucap Makmun pada dirinya sendiri sambil tertawa kecil.


Saat di perjalanan Makmun melihat seorang wanita yang sedang berhadapan dengan 2 orang jambret


"Astagfirullah.. sepertinya Dia di jambret, Aku harus menolongnya" lalu Makmun turun dari mobil dan langsung saja Makmun memukul salah satu preman, preman tersebut pun terjatuh


"Anjing.. Lo ga usah ikut campur" ucap preman dengan emosi


Kedua preman itu melawan Makmun seorang diri, dari perlawanan tersebut akhirnya Makmun mengalahkan kedua preman itu, preman tersebut pun kabur berlarian kemudian Makmun langsung menolong si wanita


"Kamu gak apa-apa?" tanya Makmun dengan rasa khawatir


"Iya Mas...Saya gak apa-apa, terimakasih banyak Mas sudah menolong Saya" ucap si wanita sambil membersihkan pakaiannya yang kotor karena tergesek tanah


"Maaf Mbak malam-malam seperti ini mau kemana?" tanya Makmun yang penasaran


"Saya sedang mencari suami Saya Mas" Makmun pun merasa heran juga kasihan, akhirnya Makmun menawarkan diri untuk mengantar ke alamat rumah suaminya itu


"Mbak.. kalau mau.. Saya bisa antar ke rumah Suami Mbak.. ini sudah malam Mbak gak baik wanita jalan sendirian" ucap Makmun berempati pada wanita yang baru saja Ia tolong


"Itu Dia Mas.. Saya juga gak tahu di mana Suami Saya, saat ini Saya sedang mencari keberadaan Suami Saya" Makmun merasa kasihan lalu Makmun mengajaknya untuk naik mobil dan pulang ke rumah Makmun untuk menginap malam ini


"Mbak.. maaf sebelumnya lebih baik Mbak ikut Saya ke rumah, besok barulah Mbak cari keberadaan suami Mbak.."

__ADS_1


"Apa gak merepotkan Mas nantinya.. oh ya.. nama Saya kasih, Saya datang dari Wonogiri kesini untuk mencari Suami Saya" kasih memperkenalkan dirinya kepada makmun


"Saya Makmun rumah Saya gak jauh dari sini, lebih baik Kita sekarang pergi dari sini, takut preman tadi memanggil komplotannya" akhirnya kasih mengiakan untuk menginap malam ini di rumah Makmun.


Sesampainya di rumah Makmun mengetuk pintu, lalu di bukakan oleh Lia yang sedari tadi menunggu sang Suami pulang, Lia pun tersenyum hangat kepada Makmun, namun tiba-tiba kasih muncul dari belakang Makmun, Lia pun melihatnya dan membuat senyuman Lia perlahan memudar, Lia kaget dengan kedatangan seorang wanita yang datang bersama suaminya di tengah malam seperti ini.


"Mun.. wanita ini siapa..?" tanya Lia dengan wajah datar


Makmun pun masuk dan mengajak kasih untuk masuk juga, kemudian Makmun menjawab Lia


"Sayang.. Kamu jangan salah paham dulu ya.." ucap Makmun dengan suara lembut sambil memegang pundak Lia, lalu Makmun melanjutkan ucapannya


"kasih.. ini Lia Istri Saya, dan sayang ini kasih wanita yang Aku temui di pinggir jalan, tadi Dia sedang di rampok oleh dua preman, lalu Aku tolong dan Aku ajak kesini karena Dia tak tahu harus pulang kemana" ucap penjelasan Makmun dengan jelas


Kini hati Lia menjadi sedikit tentang, karena apa yang dilihat tidaklah sama dengan pikirannya, kemudian Kasih memperkenalkan dirinya


"Saya Kasih Mbak.. maaf ya Mbak.. jika Saya merepotkan Kalian" lalu Bu Alya tiba-tiba datang menghampiri


"Eh.. Makmun Kamu sudah pulang" Bu Alya pun melihat Kasih berdiri di sebelah Makmun, Bu Alya bertanya-tanya siapa wanita ini


"Makmun.. wanita ini siapa.. ?" tanya Bu Alya dengan melihat Kasih sedikit sinis.


Lalu Makmun menjelaskan penjelasan yang tadi Ia ceritakan kepada sang Istri, kasih pun memperkenalkan diri kepada Bu Alya


"Kasih.. sudah Kamu lebih baik sekarang istirahat, ini sudah malam Kita berdua juga besok harus bekerja, Mari Saya antar ke kamar tamu" Lia berbicara dengan sopan, kemudian setelah mengantar kasih ke kamar, Lia pun menyiapkan air mandi untuk suaminya.


Setelah itu Lia menyiapkan makan malam untuk Makmun dan menawarkan Kasih untuk makan bersama


"Kasih.. " Lia memanggil dari balik pintu, lalu Kasih keluar dari kamar dan berkata,


"Ya Mbak.. "


"Kita makan bersama yuk.." ajak Lia sambil tersenyum


"Tidak usah Mbak.. Saya sudah makan" Kasih sengaja menolak sebab Ia merasa tak enak, sudah numpang masa makan pun numpang ucap dalam hatinya.


Namun tak lama perut keroncongan Kasih terdengar oleh Lia, Lia pun tertawa kecil


"Yakin... Gak mau makan, tuh sepertinya perut Kamu keroncongan" Kasih pun merasa malu lalu Ia tersenyum, dan akhirnya Kasih menerima untuk makan bersama, Ia berjalan bersama Lia ke meja makan.


Setelah selesai mandi Asri melihat begitu banyak notifikasi panggilan dan pesan dari Sam

__ADS_1


"Ya ampun.. Sam.. telepon Aku" kemudian Asri langsung menghubungi Sam dan Sam pun mengangkat panggilan tersebut


"Asri.. Kamu kemana sih.. Aku khawatir loh sama Kamu"


"Ya maaf Sayang.. Aku sedang mandi tadi" lalu Sam menanyakan prihal video itu dan keputusan perusahaan.


Asri pun menjawab dengan suara lemas bahwa dirinya sudah di pecat, Sam terdiam seketika mendengar hal itu


"Maafkan Aku ya Asri, karena gara-gara Aku sekarang Kamu gak punya pekerjaan"


Kini Sam merasa bersalah, namun Asri tak pernah menyalahkan Sam apalagi keadaan yang sedang di alami, Asri hanya mengikuti alur kehidupannya saja, lalu Asri teringat akan Andi sepupu Tini itu, dan Asri menceritakan sosok Andi kepada Sam, Sam pun terkejut ketika mendengar nama Andi


"Andi... Dia ada di Jakarta" tanya Sam


"Iya.. Kamu kenal dengan Andi..??"


Sam pun menceritakan siapa Andi juga kisah cintanya 2 tahun lalu, Asri menyimak cerita itu, tak ada satupun yang berbeda dari cerita Andi, semuanya Sama seperti yang ia dengar dari mulut Andi


"Aku tadi siang marah sama Dia, kecewa karena kemarin-kemarin Dia berusaha menjadi teman yang baik, Dia banyak bertanya tentang Kamu seolah-olah Dia Tak mengenal Kamu, dan Kamu tahu.. ternyata itu semua Tini yang suruh.. Andi perlahan menjadi teman yang baik, lalu berusaha mencari informasi tentang Kamu untuk Tini" Sam semakin terkejut mendengar hal itu


"Aku tidak tahu sekarang Dia baik, atau jahat, tapi yang Aku tahu Dia orang baik, Dia pernah melakukan kesalahan 2 tahun lalu, semata-mata hanya untuk menyelematkan Ibunya" kemudian Asri teringat jika Ibu Andi punya penyakit yang sama dengan Ibunya Sam


"Sam.. seandainya hal itu terjadi sama Kamu apa Kamu akan pergi meninggalkan Aku sama seperti Andi..." pertanyaan ini membuat Sam menjadi tertawa


"Sayang.. Kamu bicara apa sih, Aku bukan tuhan yang tahu bagaimana keadaan kedepannya, tapi harus kamu tahu sayang, jika hal itu terjadi dalam hidup Aku, mungkin Aku akan seperti Andi, tapi tidak akan meninggalkan Kamu selamanya seperti Andi, Aku pasti akan berusaha mencari Kamu tanpa sepengetahuan Ibu" Asri terdiam sejenak membayangkan jika hal itu benar-benar terjadi


"Apa Kamu pantas untuk di percaya" Sam tak mengerti mengapa Asri bertanya sejauh itu


"Sayang.. Sudahlah Aku tidak akan meninggalkan Kamu.. oh ya, besok sidang pertama Aku, kalau ada waktu Kita bertemu lagi ya, Aku mau Kita bertemu di apartemen Aku, bagaimana?"


Tentu saja Asri menyetujui ide itu, karena Asri sudah dari waktu yang lalu ingin tahu lokasi apartemen Sam, setelah banyak berbincang telepon pun di akhiri.


Chandra masih terjaga dari tidurnya, Dia kini memikirkan besok karena sudah tidak bertemu Asri lagi, lalu dalam benaknya Chandra berkata,


"Bagaimana Aku bisa melindungi Kamu kalau Kamu saat ini sudah jauh, tapi Aku janji akan tetap melindungi Kamu di mana pun Asri, semoga Kamu cepat di miliki oleh Sam supaya Aku tenang karena Kamu ada yang menjaga" lalu Rahma melihat Chandra seperti tak bergairah, Rahma pun menyapa


"Chan.. Kamu kenapa, seperti ada yang sedang di pikirkan" tanya Rahma lalu Ia duduk di dekat Chandra, kemudian Chandra mengatakan prihal video dan pemecatan Asri dari kantor, Rahma sungguh kaget


"Ya ampun.. Tini benar-benar keterlaluan ya.. Dia bisa senekat itu Chan.. entahlah Chan rencana apa lagi yang akan Dia lakukan Aku jadi takut dengan sikapnya" Chandra pun tersenyum lalu berkata,


"Ya.. makanya Aku selalu melarang Kamu jika Tini bertanya-tanya lagi lebih baik Kamu bilang tidak tahu" setelah itu Rahma kini mulai dengan sikap manjanya, sepertinya Rahma ingin hak nya di berikan lagi oleh Chandra

__ADS_1


"Chan.. apa Kamu mau Kita melakukan itu sekarang" mendegar kata isyarat itu Chandra pun jadi seperti orang bingung


"Rahma.. Kamu kan masih sakit, jahitan di perut Kamu juga belum begitu kering, nanti kalau terkena guncangan bisa-bisa rusak lagi, waktu masih banyak.. Kamu gak perlu khawatir, Aku pasti akan berikan hak ku jika Kamu sudah benar-benar sembuh" ucap Chandra dengan hati yang tulus.


__ADS_2