Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
FOTO ASRI


__ADS_3

Akhirnya Chandra dan Rahma Sampai juga di rumah Bu Yanti. Karena semua orang sudah kecapean Mereka semua beristirahat, setelah Chandra dan Rahma berada di kamar, Rahma mengatakan sesuatu


"Chan... Kamu benar sudah bisa menerima Aku kan sebagai Istri Kamu?"


"Iya Rahma, insya Allah Aku akan berusaha untuk bisa mencintai Kamu"


"Chan kalau begitu apa Kamu sudah mau menyentuh Aku dan melakukan kewajiban sebagai suami?" pertanyaan Rahma kali ini membuat Chandra gagu menjawabnya


"Sebaiknya Kamu istirahat dulu, masih banyak waktu, lagi pula Kamu kan masih sakit" sebenarnya dalam hati Chandra belum ingin melakukan hal itu dengan Rahma.


Mendengar jawaban Chandra Rahma mengerti dan mengiakan permintaanya, Rahma pun tahu sebenarnya Chandra belum ingin melakukan itu bersamanya, namun Rahma akan tetap bersabar sampai Chandra mau memberikan haknya kepada Rahma. Dan Rahma menjawab dengan tersenyum sambil mengucapkan terimakasih kepada Chandra, akhirnya Mereka pun tidur beristirahat.


Setelah selesai memasak Tini menyajikan makanan di atas meja makan, dan memanggil Sam juga Papahnya untuk makan bersama


"Sam ayo kita makan, Papah dan Mamah sudah menunggu"


Sam bangun langsung menuju ruang makan. Sesuai janji Tini makan malam kali ini spesial karena Tini akan memberi tahu tentang kehamilannya kepada Papahnya, langsung saja Tini memulai obrolan


"Papah, Mamah, malam ini Aku sengaja masak banyak karena ini spesial loh Aku yang buat, ya walau di bantu sama Mamah si"


"Iya Nak tumben sekali masakan malam ini banyak, juga lezat semua ini" lalu Pak Herman menanyakan mengapa makan malam ini jadi makan malam yang spesial


"Spesial karena Aku ada kabar yang spesial juga" Tini kini yang tak Sabar mengatakan hal itu, Bu Heni hanya tersenyum melihat Anaknya bahagia.


Dan Pak Herman semakin penasaran dengan kabar spesial itu, Sam hanya terdiam tak bicara apapun, karena baginya kabar itu adalah kabar buruk dalam hidupnya, lalu Tini tiba tiba memegang tangan Sam dan mengatakan,


"Sayang Kamu yang mau kasih tahu atau Aku"


"Dirimu saja lah yang memberi tahu" lalu Tini langsung mengatakan kesemuanya Bahwa Dia sedang hamil saat ini.


Pak Herman kaget dengan berita ini, baginya ini sangatlah kabar yang spesial, karena dengan ini Sam tak lagi meminta untuk bercerai kepada Anaknya, Pak Herman sangat senang dan tertawa bahagia


"Wah.... ini kabar yang bagus Sayang, Sam selamat ya, sebentar lagi Kamu akan jadi seorang Ayah" namun Sam tak menjawab ucapan selamat dari Pak Herman untuknya, Sam hanya diam dengan sedikit tersenyum dari mulutnya.


Tak lama Pak Herman teringat dengan Karyawan yang memberi undangan pernikahan untuk lusa nanti, lalu Pak Herman mengajak semua keluarganya untuk datang di acara pernikahan itu


"Oh ya Sam Kamu di undang sama yang Namanya Makmun kalau tidak salah katanya Dia mau menikah lusa"


"Iya Pah seluruh Karyawan di undang kok, Dia itu kepala toko gudang Kita" dan makan malam pun di lanjutkan.


Pagi hari tiba Sam bersiap untuk berangkat ke Kantor ketika Sam sedang memakai baju Ia mendengar Tini yang tengah muntah muntah tak karuan. Setelah selesai dengan muntahnya Tini keluar dari toilet dengan keadaan tubuhnya yang lemas


"Sam Aku mual banget pusing gak enak apa apa ini"


"Namanya juga orang hamil, gak usah terlalu banyak ngeluh" Tini menatap Sam seperti ingin marah namun Ia tahan amarahnya.


Karena Ia tak mau membuat Sam jadi ikut marah, lalu Tini rebahan di kasur, Sam pun pergi tanpa pamit dengan Tini, kemudian Tini melihat Sam dari belakang berkata dalam hatinya

__ADS_1


"Aku hamil seperti ini, tapi belum juga merubah sikap Sam terhadap Ku" Tini berkata sambil meneteskan Air mata.


Sam pun berangkat dan menjemput Asri kerumahnya tin.. tin... suara klakson berbunyi, Asri pamit dengan Ibunya


"Mah...Aku pamit ya"


Di dalam mobil Sam hanya Diam tak bicara apapun membuat Asri merasa aneh tak biasanya Sam diam begini


"Sam ... Kamu kenapa kok sepertinya beda gitu ya" Sam menoleh dan menatap Asri, Dia merasa bingung, juga takut kalau Asri tahu bahwa Tini hamil, Dia pasti akan marah dan pasti ingin mengakhiri hubungan ini


"Asri... kalau Aku berbuat kesalahan apa Kamu mau memaafkan Aku" pertanyaan itu semakin membuat Asri heran terhadap sikap Sam


"Kamu kenapa sih Sayang, memang Kamu berbuat salah apa?" Asri tanya Sambil tertawa kecil


"Nanti Kamu akan tahu, Aku belum bisa bilang saat ini" lalu Sam menggenggam tangan Asri, Asri ikut diam Dia hanya bingung Apa yang sebenarnya terjadi dengan Kekasihnya itu.


Rahma menyiapkan bekal untuk makan siang Chandra di Kantor


"Chan... Aku sudah taruh bekal makan siang Kamu di tas"


lalu Chandra mengucapkan terimakasih karena sudah memperhatikan Dirinya, ucapan itu tentu sangat membuat Rahma bahagia, karena sejak awal menikah Chandra belum pernah bersikap semanis ini terhadapnya. Lalu Chadra pamit untuk berangkat


"Aku berangkat ya, Kamu cepat sembuh ya" lalu Chandra membelai rambut Rahma kemudian berangakat, Rahma tersenyum senyum sendiri Dia mengatakan


"Hari ini rambut Aku di belai, mungkin besok Chandra akan mencium kening Aku saat berangkat kerja" ucap Rahma dalam hatinya, lalu Bu Yanti datang dan bertanya,


"Rahma apa ini dompet Chandra?" tanya Bu Rahma sambil memberikan dompet, Rahma melihat dan mengatakan,


Saat mengemudi mobil Rahma penasaran dengan isi dompet suaminya lalu dibuka lah dompet tersebut dan ketika dibuka betapa terkejutnya Rahma melihat isi dompet Chandra, Rahma pun menginjak rem mendadak karena kaget


"Apa apaan ini" ternyata Rahma melihat foto Asri terpampang di dompet Chandra, Dia pun bersedih lalu meneteskan Air mata dan mengatakan,


"Aku tak pernah tahu Chan sebesar itu cinta Kamu untuk Asri, sampai fotonya pun kamu simpan di dompet Kamu" Rahma pun mengelap air matanya lalu ia mengatakan pada dirinya sendiri


"Aku gak boleh sedih begini, dan Aku gak boleh marah, Aku sudah berjanji untuk bersikap baik terhadap Asri, dan merubah sikap Aku, Aku harus sabar"


Rahma berusaha ingin terlihat kuat di depan Chandra nanti saat memberikan dompet, Rahma pun melanjutkan perjalanannya.


Saat Sampai di depan Kantor Chandra memegang saku celana belakangnya, Dia merasa ada yang beda lalu Dia berfikir dan mengingat


"Ah... ya ampun dompet Aku ketinggalan di rumah" Chandra khawatir takut dompet itu dibuka oleh Rahma atau mertuanya.


Ia merasa harus kembali ke rumah untuk mengambil dompetnya, dan saat baru ingin masuk Mobil Rahma datang dan memanggil


"Chan...." Chandra pun menoleh ke belakang


"Rahma... Kamu ngapain kesini..?" lalu Rahma memberikan dompet yang tertinggal tadi di rumah

__ADS_1


"Ini kan dompet Aku, makasih ya Rahma, Kamu harus capek capek susul Aku"


"Gak capek kok, Kamu butuh dompet ini kan, tadi Aku gak sengaja lihat isi dompet Kamu" Rahma berbicara dengan wajah yang tenang, Chandra pun menatap Rahma lalu mengatakan,


"Kamu lihat...? terus Kamu.... " belum selesai bicara Rahma langsung menyahuti pertanyaan Chandra


"Marah... itu kan yang Kamu maksud, gak kok Chan... Aku kan sudah janji sama Kamu untuk merubah sikap Aku, dan Aku gak marah kok soal foto Asri yang ada di dompet Kamu, itu privasi Kamu, Aku yang salah sudah melihatnya, Aku mengerti kok sudah ya gak usah di bahas lagi" alu Rahma pamit untuk pulang


"Terimakasih Kamu sudah mau mengerti keadaan ini, Kamu hati hati ya di jalan" Rahma tersenyum lalu Ia masuk mobil dan melaju berangkat kembali kerumah.


Tini merasa mual terus menerus Dia pun merasa ingin makan bubur khas Cirebon, lalu Ia menelpon Sam untuk minta membelikan buburnya sekarang juga


"Halo Tini... ada apa si, masih pagi sudah telepon Aku"


"Sam sepertinya Aku ngidam Aku ingin makan bubur khas Cirebon, Kamu belikan ya terus antar kerumah" Tini meminta dengan manja terhadap Sam, tentu saja Sam menolak untuk membelinya


"Kamu kan bisa pesen Go food, atau apalah" Tini pun cemberut lalu mengatakan,


"Sam Aku ini hamil Anak kamu, masa Kamu gak bisa sih pergi sebentar terus antar kerumah" saat Tini sedang marah marah di telepon, tiba tiba Asri memanggil untuk meeting sekarang juga dengan Pak Fadli


"Sam.... Kita harus meeting sekarang, Pak Fadli sudah menunggu di ruang meeting"


"Tuh kan Aku harus meeting sekarang sudah dulu ya" panggilan pun langsung di matikan oleh Sam.


Lalu Sam dan Asri langsung menuju ke ruang meeting bertemu Pak Fadli, saat di koridor Asri baru ingat Dia lupa membawa berkas pentingnya


"Ya ampun Sam Aku lupa bawa berkas konsepnya, sebentar ya Aku balik keruangan"


"Kamu kenapa bisa lupa sih... ya udah Kamu ambil deh, jangan lama lama ya" Sam tak ingin mengecewakan klien Asri pun berlari mengambil berkas konsep di ruang kerjanya.


Saat berlari tiba tiba Ia menabrak Chandra, dompet yang di pegang Chandra pun terjatuh dengan keadaan terbuka


"Ya ampun Asri Kamu gak apa apa" Chandra meminta maaf telah menabraknya


"Gak papa Chan, Aku Yang salah buru buru lari" Asri berkata sambil memegang pundaknya yang sakit akibat tertabrak tadi


lalu Asri melihat kebawah dan Ia melihat dengan sangat jelas bahwa Ada foto dirinya di dompet milik Chandra, Asri segera mengambil dompet tersebut lalu Ia memandangi dompet tersebut


"Chan... ini dompet Kamu?" Asri bertanya dengan tetap melihat ke arah dompet


Chandra pun langsung mengambil dengan cepat dompet tersebut, lalu Asri bertanya lagi


"Chan.. itu foto Aku?" Chandra gugup dan gagu menjawabnya


"Oh iya ini foto lama belum Aku ganti" Chandra berbicara sambil mengusap usap telinganya karena gugup


"Maaf Asri Aku harus ke ruangan, masih banyak pekerjaan" Chandra pun pergi dengan berjalan cepat, lalu Asri memikirkan hal yang baru saja Ia lihat

__ADS_1


"Mengapa foto Aku masih Chandra simpan, di dompet pula, Aku jadi tak enak kalau sampai Rahma tahu soal itu" ucap Asri dalam hatinya, lalu Ia teringat berkas penting untuk meeting


"Ya ampun berkasnya, Aku harus cepat ambil, Pak Fadli pasti sudah menunggu" bicara sambil menepuk keningnya sendiri Asri pun berlari mengambil berkas lalu pergi menuju ruang meeting.


__ADS_2