Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
CERITA MASALALU


__ADS_3

Setelah Asri pergi Chandra masuk kembali ke Ruangannya, namun terlihat Rahma sedang menunggu di depan pintu.


"Kamu kenapa gak tunggu di dalam" tanya Chandra dengan wajah lelah


"Iya... Aku cuma ingin tahu kenapa dengan Asri..?" tanya Rahma penasaran dengan masalah Asri


"Dia minta nomor kontak Sam, tapi Aku gak kasih, sepertinya Dia marah" Rahma pun bertanya-tanya pada dirinya mengapa Chandra tak memberikan saja yang di minta Asri, lalu Chandra melihat Rahma dan mengatakan,


"Aku gak memberi itu ada alasannya, apapun yang Aku lakukan tolong... Kamu jangan berpikir negatif ya, karena ini gak ada hubungannya dengan perasaan Aku" Rahma mengerti maksud dari ucapan Chandra


"Ya Chan.. Aku mengerti, yuk lebih baik Kita makan, Kamu.. mau tidak Aku temani makan siangnya" pinta Rahma dengan suara lembut, Chandra pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu Mereka makan bersama di dalam ruangan.


Sedangkan Asri Dia berjalan menuju ruangan Lia, namun ketika ingin masuk Asri mendegar suara Makmun di dalam, Asri pun tak jadi masuk sebab tak ingin mengganggu Lia bersama suaminya, lalu Asri pun pergi dan berjalan menuju kantin sendirian.


Kemudian Asri memesan makanan dan duduk sendirian di kantin Asri pun berkata pada dirinya sendiri,


"Sam.. Aku kesepian sekarang, gak ada Kamu rasanya hampa sekali, mana Aku gak bisa telepon Kamu" lalu Asri menghela nafas seakan lelah dengan keadaan seperti ini.


Tak di sangka Andi juga sedang berada di kantin, lalu Ia melihat Asri yang sedang duduk sendirian, Dia pun berniat menghampiri Asri dan ingin mengobrol dengan Asri.


Kemudian Andi menyapa,


"Hey.. sendirian..?" tanya Andi berbasa-basi kepada Asri, lalu Asri menoleh dan tersenyum


"Ya.. Aku sendirian, Kamu juga sendirian" ucap Asri sambil tertawa kecil


"Kalau begitu Aku boleh duduk disini" Andi berharap Asri mau menyuruhnya untuk disini menemaninya


"Silahkan duduk saja" ucap Asri dengan tangan mempersilahkan ke arah kursi.


Setelah itu Andi memperhatikan Asri yang sedang memainkan minumannya dengan mengaduk-aduk mengunakan pipet dengan bengong seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kamu kenapa Asri, sepertinya sedang ada masalah" lalu Asri menoleh dan menatap Andi kemudian menjawab,


"Oh.. gak ada Maslah kok" tak lama Asri pun mulai bertanya dan berbicara

__ADS_1


"Andi.. Kamu pernah gak sih merasa sangat rindu dengan seseorang" Andi terdiam seketika.


Ketika mendengar pertanyaan Asri itu, kini Andi mengingat tentang Istrinya yang sudah lama tak bertemu selama 2 tahun


"Pernah... bahkan hampir 2 tahun Aku tak pernah lagi bertemu dengan orang itu" jawaban Andi kini membuat Asri bertanya-tanya


"2 tahun.. Siapa... Pacar Kamu...?"


Andi pun menatap wajah Asri dalam hatinya haruskah Dia menceritakan masa lalunya, namun rasa-rasanya jika terus di simpan sendiri, Andi belum merasa lega, lalu Andi mulai menceritakan masa lalunya kepada Asri


"Aku boleh cerita sedikit tentang masa lalu Aku" Asri pun menganggukkan kepalanya dengan wajah yang serius, dan inilah cerita masa lalu Andi.


Dua tahun lalu Andi mencintai seorang gadis desa dari Wonogiri bernama Kasih Dia adalah seorang Asisten Rumah Tangga di rumah kediaman Herman Sanjaya, Mereka bertemu pada saat acara ulang tahun Ibunya yang di rayakan di Jakarta, tanpa di sadari pertemuan Mereka ini membuahkan rasa cinta akhirnya Andi pun menyatakan cintanya kepada Kasih.


Namun Kasih yang tahu diri siapa Dia disini menolak cinta Andi, tapi Andi tak menyerah Ia terus mengejar Kasih hingga akhirnya Kasih pun luluh dengan perjuangan Andi untuk mendapatkannya, setelah beberapa bulan menjalin cinta, Andi merasa yakin kalau Kasih adalah wanita yang tepat untuknya lalu Andi pun berniat untuk melamar Kasih menjadi Istrinya, dan Andi pun memberanikan diri mengatakan yang sebenarnya kepada kedua orang tuanya.


Namun keduanya orangtuanya tidak menyetujui hubungan Mereka lantaran karena Kasih hanyalah seorang Asisten Rumah Tangga, kedua orangtuanya tidak merestui namun Andi bersikeras untuk tetap menikahi Kasih walau tanpa restu dari kedua orangtuanya, sebelumnya Kasih menasihati Andi agar jangan menjadi anak yang membangkang dengan kedua Orang Tua, namun begitu besar cinta Andi untuk Kasih hingga Andi memutuskan untuk pergi dari Rumah selamanya dan menjalin rumah tangga dengan Kasih di kampungnya.


Kedua orang tua Andi pun merasa sedih, Andi bisa senekat itu meninggalkan kedua orang tua hanya demi seorang gadis kampung, namun Heri Papah Andi berkata jika Kamu keluar dari rumah ini jangan membawa apapun semua fasilitas yang pernah di pakai harus di lepas, Kasih pun tak ingin melihat Andi menderita seperti itu, Kasih sudah mengatakan jika mungkin Kita tidak berjodoh dan Kasih memohon untuk jangan melawan kedua Orang Tuanya, tapi Andi sangat mencintai Kasih hingga Andi memutuskan untuk tetap pergi bersama Kasih dan melepaskan semua fasilitas yang di pakai selama ini.


Setelah Mereka pergi, Rani Ibu dari Andi pun sangat bersedih, karena Ia akan kehilangan anak satu-satunya yang sangat di cintai dan di banggakan, bahkan akan menjadi pewaris tunggal seluruh harta kekayaan kedua orang tuanya, namun harapan itu sirna setelah tahu bahwa Andi sudah melakukan pernikahan tanpa restu orang Tuanya.


"Pah.. Mamah ingin bertemu Andi, Mamah gak ingin kehilangan Andi" ucap Bu Rani dalam detik-detik sebelum ajal menjemput.


Karena Pak Heri tak ingin terjadi sesuatu kepada Istrinya Dia pun menghubungi Andi tengah malam, dimana malam itu adalah malam pengantin Andi Dan Kasih, belum sempat melakukan hubungan suami istri Andi mendapati telepon dari Papahnya yang mengatakan jika Ibunya saat ini terkena serangan jantung dan sedang dalam keadaan kritis, Andi merasa bersalah dengan keadaan Ibunya, Andi kini bimbang haruskah datang atau tidak, tapi Dia juga tak ingin Ibunya meninggal karena ulah dirinya, lalu Kasih gadis yang memiliki hati yang baik, juga penuh kasih, Dia mengizinkan Andi untuk pulang sekarang dan melihat keadaan Ibunya.


Andi pun mengajak Kasih untuk ikut ke Jakarta namun Kasih mengatakan Jika dirinya ikut pasti akan memperkeruh suasana karena keluarga Andi tak ada yang menerima Kasih sebagai keluarga, hanya Sam saja yang bisa mengerti akan kuatnya rasa cinta, lalu Andi pun bersiap untuk ke Jakarta pada jam 01.00 tengah malam, Kasih mengatakan sesuatu sebelum Andi berangkat,


"Andi jika sudah selesai urusannya segera pulang ya, Aku menunggu Kamu disini hati-hati ya Sayang" ucap Kasih dengan rasa bersedih.


Andi pun berjanji akan segera pulang jika keadaan Ibunya sudah membaik, tak terasa air mata pun menetes di wajah Kasih, keluarga Kasih hanya bisa menyaksikan kesedihan ini, Mereka semua berdoa semoga Ibu Andi segera membaik.


Setalah sampai di Jakarta Andi pun memeluk sang Ayah dan berkata,


"Pah.. bagaimana keadaan Mamah"

__ADS_1


Namun Pak Heri malah memarahi Andi hingga memaki Andi bahwa Andi adalah anak durhaka, Andi hanya terdiam karena Dia pun mengakui kesalahannya, setelah itu Bu heni melerai pertikaian yang terjadi antara Heri dan Andi Bu Heni mengatakan jika sebaiknya Andi segera masuk agar keadaan Rani segera membaik.


Ketika Andi masuk Dia langsung memeluk sang Ibu, Dan meminta maaf atas sikapnya, Bu Rani tersenyum bahagia ketika melihat Anaknya ada di depan matanya, Bu Rani pun meminta untuk jangan pergi lagi dari Ibunya, namun Andi mengatakan jika dirinya sudah menikahi Kasih, tidak mungkin jika Dirinya meninggalkan Kasih begitu saja, Ibunya pun bersedih lalu lagi-lagi jantungnya terasa sakit, Setelah itu diagnosa dokter mengatakan jika Bu Rani perasaannya harus terjaga, jangan diberi kabar yang membuatnya terkejut, ini serangan jantung yang ke 2 kalinya, kalau terjadi lagi dokter berkata,


"Saya tidak bisa menjamin keselamatan Bu Rani"


Semua orang pun terkejut mendengar hal itu, terutama Pak Heri lalu Pak Heri pun memohon kepada Andi untuk mengikuti semua permintaan Ibunya, tapi Andi mengatakan


"Lalu Kasih bagaimana, tidak mungkin Aku meninggalkannya begitu saja Pah.." Andi kini bimbang harus berbuat apa, tapi yang di pikirkan Pak Heri hanyalah keadaan Istrinya Dia tidak peduli degan perasaan Kasih, karena Andi tak memberi jawaban apapun, Pak Heri berkata,


"Baik.. Jika dengan hidup bersama perempuan desa itu membuat Kamu bahagia, silahkan Kamu pergi dari sini, jangan pernah melihat Ibu kamu lagi, bahkan ketika meninggal pun Kamu jangan pernah datang kesini, satu lagi... hubungan anak dan Orang Tua di antara Kita saat ini juga Papah putus"


Dan kata terakhir dari Pak Heri ini lah yang membuat Andi menjadi memilih untuk tidak kembali kepada Kasih, Sam hanya terdiam melihat semua ini, dalam hatinya berkata,


"Semua keluarga ini memang selalu egois memaksakan kehendak sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain"


Karena saat itu lah Sam juga merasakan perasaan yang sama dengan Andi, hanya bedanya jika Andi di pisahkan dari orang yang di cintainya sedangkan Dirinya di paksakan cinta dengan orang tidak sama sekali Ia cintai.


Setalah menerima pilihan itu, Pak Heri pun mengambil ponsel Andi dan mencabut kartu dari ponsel Andi, lalu Andi memberontak kepada pak Heri mengapa harus menonaktifkan kartunya, lalu bagaimana Ia akan memberitahu Kasih mengenai hal ini, dan inilah jawaban Pak Heri


"Papah tidak ingin ada yang mengganggu pikiran Kamu lagi, keputusan Kamu ini sudah tepat, jadi tidak perlu lagi Kamu menghubungi Dia lagi"


Karena dalam pikiran Pak Heri bisa saja jika Andi memberitahu hal ini Gadis itu akan menyusulnya sekarang juga, karena Pak Heri tak ingin perempuan itu datang lagi kesini dan merubah keputusan Andi saat ini.


Asri hanya terdiam serius mendengar kisah cinta Andi Dia merasa Andi dulu seperti Dirinya saat ini yang di pisahkan dari cintanya , Setalah Andi selesai menceritakan semua masalahnya lalu asri berkata,


"Seperti itu ya.. lalu bagaimana sekarang kabar dari Kasih istri Kamu" tanya Asri ikut penasaran dengan sosok Kasih


"Aku sendiri tak tahu bagaimana kabarnya, karena sejak saat itu sama sekali Aku tidak bisa menghubunginya, dan Aku pulang ke Singapura bersama Papah dan Mamah"


Asri terdiam menyimak semua cerita Andi, lalu kini Andi yang bertanya mengenai hubungan Asri dan Sam


"Oh ya.. kalau Kamu sendiri memangnya Kamu rindu dengan siapa..?" tanya Andi yang pura-pura tidak tahu siapa sosok yang sedang di rindukan Asri


"Dia Sam.. kekasih Aku, sekarang Dia di kampung menemui Ibunya yang sedang sakit, sama seperti Kamu Ibunya punya riwayat penyakit jantung"

__ADS_1


Andi pun terkejut selama ini Sam tak pernah cerita tentang keluarganya yang di kampung


"Lalu.. kenapa Kamu merindukan Dia... kan bisa menghubunginya melalui telepon" lalu Asri mengatakan bahwa Dirinya sama seperti Andi waktu dulu, kartu ponselnya di cabut, jadi sekarang Dia susah untuk menghubungi Sam.


__ADS_2