Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
MENGETAHUI KEBENARAN


__ADS_3

Tini dan Bu Heni pun sampai di rumah Mereka beristirahat namun Tini tak bisa tenang hatinya jika tak melakukan sesuatu, Dia tak ingin membiarkan Sam dan Asri berbahagia di atas penderitaannya


"Sebaiknya Aku kerumah Asri untuk mengatakan semua ini pada Bu Anita, Aku yakin Bu Anita akan sangat marah bila tahu siapa Sam sebenarnya" bicara pada dirinya sendiri sambil tersenyum sinis, lalu Tini pergi tanpa memberitahu Bu Heni.


Bu anita sedang duduk melihat pengeluaran anggaran rumah tangga Dia harus memutar otak agar uang yang ada bisa mencukupi kebutuhan hidupnya dengan Asri, lalu ponsel Bu Anita pun berbunyi dan itu panggilan dari sang mantan suami.


"Dia mau apa sih telepon Aku lagi" gerutu Bu Anita dalam hatinya, lalu di taruhlah ponsel tesebut di atas kasur Dia tak mau mengangkat telepon dari Pak Fery.


Namun ponsel tersebut terus berbunyi hingga Bu Anita sampai mematikan ponselnya agar Pak Fery tidak meneleponnya terus menerus, tak lama ada yang mengetuk pintu bertamu di pagi hari, Bu Anita pun berdiri dan menuju pintu depan, Bu Anita berjalan melewati kamar Asri, saat di tengok Asri sedang tertidur lalu Bu Anita pun membuka pintu, saat di buka Bu Anita melihat seorang wanita yang sedang menghadap ke samping


"Maaf cari siapa ya" Tini pun menoleh lalu tersenyum pada Bu Anita


"Perkenalkan Saya Tini anak dari Pak Herman pemilik perusahaan Retro Advertising" Bu Anita terkejut dengan kedatangan Putri dari Pak Herman


"Maaf ada keperluan apa anda sampai kemari, apakah ingin membahas masalah investasi, Silahkan masuk Kita bisa bicara di dalam" ucap dengan ramah Bu Anita terhadap Tini, namun Tini tak mau masuk kedalam sebab kedatangannya hanya ingin memberitahu siapa Sam sebenarnya.


"Kita bicara disini saja Bu, Saya tidak ingin bicara tentang investasi, tapi Saya ingin bicara mengenai Asri Anak Ibu" mendengar pernyataan dari Tini Bu Anita di buat penasaran ada apa sebenarnya dengan Anaknya.


Kemudian Bu Anita bertanya dengan rasa bingung


"Maaf memangnya Anak Saya kenapa?" tanya Bu Anita kini dengan wajah yang serius, tak ingin berlama-lama disini Tini pun langsung mengatakan inti dari kedatangannya


"Begini... Saya adalah istri dari Ray Sam kekasih dari Asri Anak Anda" Bu Anita kaget sejadi-jadinya mendengar pernyataan Tini, Bu Anita pun masih bingung dengan apa yang di ucapkan Tini


"Tolong Kamu bicara dengan jelas, jangan buat Saya kebingungan seperti ini" Tini malah tertawa sinis dengan santainya


"Baik... Saya tidak mau lama-lama disini, Saya akan langsung ceritakan apa yang sedang terjadi saat ini, Saya ini adalah istri Sam, Saya menjalin rumah tangga dengan Sam sudah 3 tahun lebih, Sam itu tadinya sangat sayang dengan Saya, tapi setelah kedatangan Asri di hidup Kami, suami Saya jadi menyukai Asri, dan kini Mereka menjalin hubungan di belakang Saya ibu tahu kan maksud Saya, Anak Ibu itu selingkuh dengan Suami Saya" Tini tengah berbohong kepada Bu Anita sambil berpura-pura menangis, Bu Anita hanya terdiam merasa syok dengan apa yang di katakan Tini, namun Bu Anita menolak pernyataan Tini


"Tolong Kamu jangan bicara mengada-ada, Asri tak pernah cerita soal ini"


"Ya tidak mungkin Bu jika Asri berbicara jujur dengan Ibu, Dia pasti takut dan malu, kalau Ibu tak percaya... ini Bu Saya bawa buku nikah Saya dengan Sam" di tunjukan lah buku nikah tersebut di hadapan Bu Anita, betapa kagetnya Bu anita saat melihat isi di dalamnya


"Tidak mungkin, Asri tidak mungkin membohongi Ibunya seperti ini" ucap Bu Anita dengan suara kecil

__ADS_1


"Ibu percaya kan Saya tidak bohong Bu, kalau Ibu kurang yakin silahkan Ibu tanya pada Juvi atau Lia sahabat Asri, Saya yakin Mereka juga tahu hal ini tapi Mereka menyembunyikan semua ini dari Ibu, Mereka semua jahat Bu, Sam juga jahat terhadap Saya Dia sudah tega menduakan Saya, dan kini Saya membenci Asri Anak Ibu, karena Dia lah yang sudah mengambil suami Saya" ucap Tini dengan menangis kecil, Dia sengaja berbuat hal itu, meyakinkan Bu Anita, namun dalam hatinya tini tertawa melihat reaksi Bu Anita.


"Saya permisi dulu, Saya datang kesini hanya ingin mengatakan yang sebenarnya terjadi, Saya berharap Ibu bisa menjauhkan Asri dari Suami Saya supaya Sam bisa kembali lagi dengan Saya Bu Istri sahnya" ucap tegas Tini bicara untuk terakhir kalinya, setelah itu Tini pergi tanpa bicara meninggalkan Bu Anita yang masih berdiri bengong karena syok dengan kabar buruk ini.


Sam kini memasuki gedung Retro saat berjalan Sam bertemu Pak Herman di koridor Pak Herman pun langsung berkata,


"Apa Kamu pikir Kamu masih ada tempat di kantor ini Sam" Sam terdiam menatap Pak Herman dengan tajam


"Memang Anda pikir Saya datang kesini untuk bekerja pada Retro lagi, Saya datang kesini untuk mengambil barang pribadi Saya, Saya pikir itu adalah hal biasa jika seseorang ingin keluar resign bukan kah itu hal biasa Mereka mengepak barang pribadinya" Sam berbicara dengan yang tenang, Pak Herman terus menatap Sam terdiam, lalu pergi dengan cepat meninggalkan Sam.


Sam pun menghela nafasnya kemudian berjala menuju ruang kerjanya untuk mengambil semua barang pribadinya.


Saat sedang mengepak barang, Sam melihat kursi kerja yang biasa Asri gunakan, Dia merasa sedih harus keluar dari kantor ini, sedih bukan karena takut tak dapat kerjaan namun Sam sedih karena harus meninggalkan Asri sendirian di kantor ini, kini Sam menjadi khawatir apakah Asri bisa bekerja dengan tenang di Retro setelah adanya masalah ini.


Lia kini tengah bersiap berangkat kerja


"Aku antar Kamu ya" Lia pun hanya terdiam tak menjawab mungkin Lia masih marah karena semalam tak jadi menjenguk Asri


"Sayang ... Jangan diam begini dong, Aku kan sudah minta maaf, lagi pula Mamah kan semalam memang sakit"


Setelah Sampai kantor, Lia langsung bergegas menuju ruang kerja Asri Lia pun langsung membuka pintu dan berbicara


"Asri.... Aku..." namun yang dilihatnya hanyalah Sam seorang


"Asri mana Sam, kok hanya Kamu" lalu Sam menjelaskan mengapa Asri tak masuk kerja


"Luka Asri parah sekali apa Sam, Aku minta maaf ya, gak bisa jenguk Asri semalam"


"Iya Li... gak apa-apa, lebih baik Kamu jenguk Rahma di Rumah sakit, Dia belum boleh pulang keadaannya juga masih sangat rentan"


"Iya Sam Aku pasti jenguk Rahma tapi Aku mau bertemu Asri dulu setelah pulang kerja" lalu Sam menganggukkan kepalanya


"Kalau gitu Aku ke ruang kerja Aku ya"

__ADS_1


Lia pun memulai pekerjaannya.


Bu Alya kini sudah Bagun dan keluar dari kamarnya, Dia melihat Makmun yang sedang sarapan pagi di meja makan sendirian


"Istri Kamu kerja?" tanya Bu Alya yang masih merasa lemas


"Iya Mah.. Lia kerja, Mamah bagaimana keadaannya mau berobat gak Mah.. Makmun antar ayo"


"Gak usah Mun sepertinya keadaan Mamah sudah mulai membaik, ya sudah Mamah mau makan lapar" kemudian Bu Alya pun makan makanan yang sudah Lia masak tadi pagi.


Asri kini terbangun dari tidurnya lalu keluar kamar dengan berjalan hati-hati kemudian Dia melihat Bu Anita sedang duduk di kursi ruang tamu sambil menunduk menutupi wajah dengan tangannya, lalu Asri menyapa sang Ibu


"Mah... Mamah sedang apa" Bu Anita pun membuka mata mendengar suara Asri lalu Bu Anita membuka tangannya kemudian perlahan memandang Asri, Bu Anita memandang dengan sangat tajam membuat Asri kebingungan dengan sikap Ibunya


"Mamah.. Mamah kenapa sih" tanya Asri dengan suara pelan, lalu Bu Anita berjalan menghampiri Asri


"Mamah mau tanya sesuatu sama Kamu" ucap Bu Anita dengan suara yang dingin


"Mamah mau tanya apa..?"


"Apa benar Sam mempunyai Istri" kini wajah Asri berubah menjadi tegang mendengar pertanyaan dari Bu Anita, Asri tak tahu harus menjawab apa


"Jawab Asri... Mulut Kamu gak sakit kan masih bisa bicara" Bu Anita bertanya dengan nada yang meninggi, Asri jadi kaget mendengar Ibunya bersuara dengan keras


"Jawabannya Ia kan, bahwa Sam memiliki istri" lalu Bu Anita tertawa kecil dengan raut wajah bersedih, kemudian mengatakan,


"Apa yang sedang Kamu perbuat Asri, Kamu menjalin hubungan dengan suami orang, apa Kamu sudah ga waras HAH....!!" Asri kini terdiam matanya mulai berkaca-kaca menahan rasa tangis.


"Kamu sudah coreng wajah Mamah di hadapan keluarga Istrinya Sam, Kamu tahu tadi Dia kesini memberitahukan semuanya tentang hubungan Kalian" Asri kini menatap wajah Bu Anita dengan rasa terkejut, lalu Bu Anita berkata lagi


"Kenapa Kamu kaget Mamah bicara seperti ini, Asri Dia datang kesini karena Dia merasa sudah tersakiti dengan kelakuan Kalian, Mamah benar-benar gak sangka Kamu bisa melakukan ini tanpa sepengetahuan Mamah, Kamu tega Asri... dengan Kamu begini, Kamu sudah menyakiti Mamah Nak" ucap Bu Anita dengan rasa sedih, kini air mata Bu Anita pun jatuh menetes, lalu Asri langsung memeluk Bu Anita


"Mah... maafkan Aku, Aku gak ada niat untuk menyakiti siapapun apalagi Mamah, Aku cinta sama Sam Mah, dan Dia menjanjikan akan segera menyelesaikan pernikahannya dengan Tini, dan Dia juga sangat mencintai Aku Dia memperlakukan Aku dengan sangat baik..." namun belum selesai Asri bicara, Bu Anita melepaskan pelukannya dari Asri, Asri di dorong oleh Bu Anita dan tiba-tiba tamparan keras dari Bu Anita menghampiri wajah Asri, Asri pun memegang pipinya sambil menangis.

__ADS_1


"Jangan gila Kamu Asri, Kamu sudah merusak rumah tangga orang, dan Kamu mau Mamah merestui hubungan Kalian, tidak Asri... sampai kapan pun Mamah tidak akan mengizinkan Kamu berhubungan lagi dengan Sam, apalagi sampai memberi restu, itu tidak akan pernah terjadi" ucap Bu Anita dengan suara lantang menegaskan pada Asri tentang pernyataannya, Asri pun terdiam kaget dengan apa yang di ucap Ibunya.


__ADS_2