Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
164. Tiga Pria Paruh Baya


__ADS_3

Tiga orang wanita sedang berada di kediaman Aksara. Sedangkan tiga orang pria paruh baya sedang berkumpul di kantor Rion Juanda.


"Nih ya orang kaya gabut begini," omel Rion ke arah sang besan.


Tidak ada angin tidak ada hujan Giondra tiba-tiba datang ke kantor Rion. Padahal dia baru saja mendarat dari Singapura.


"Gak ada kerjaan gua, makanya gangguin lu berdua." Rion mencebikkan bibirnya dan Arya menggelengkan kepala.


"Bini lu ke mana?" tanya Arya kepada Gio. Tidak biasanya aki-aki dan nini-nini itu terpisah.


"Di rumah Aksara."


Mendengar namanya Aksa, Rion menggebrak mejanya membuat Gio mengusap dadanya karena kaget.


"Gua punya penyakit jantung, Se tan!" omel Gio.


Mulut Gio ternyata sama saja seperti Rion dan juga Arya. Tidak ada filternya.


"Emang bang sat tuh besan lu," omel Arya sambil menunjuk-nunjuk wajah Rion. Dia juga kaget karena ulah Rion menggebrak meja.


"Apa-apaan anak lu ninggalin anak gua lagi aja. Anak gua udah mau lahiran itu," oceh Rion tiada henti.


"Ada kerjaan, Besan," sahut Gio penuh penekanan. "Kalau gak ada kerjaan urgent mah gak bakal mau anak gua juga ninggalin istrinya," sahut Gio tak mau kalah.


"Pan dia bos dari segala bos. Masa iya anak buahnya gak bisa ngehandle yang begituan?" Rion masih dengan kekeras kepalaannya.


"Wahai besan yang terhormat. Aksa memang memiliki anak buah yang berkompeten, tetapi anak buahnya itu berada di divisi masing-masing. Sudah memiliki tugas masing-masing. Tidak bisa seenak jidatnya nyuruh ini itu," omel balik Gio.


Arya hanya menggelengkan kepalanya. Biarlah dua besan itu beradu argumen. Dia cukup mendengarkan saja.


"Lagian si Aksa juga bakal bolak-balik. Gua rela naik pesawat komersil balik ke Jakarta karena pesawatnya dia pake," tambah Gio.


Tetap saja Rion Juanda menjelma menjadi manusia ngeyel. Siapa yang tidak tahu Rion Juanda. Manusia penuh dengan kengeyelan.


"Awas aja lu anak lu gak ada pas Riana lahiran," ancam Rion.


"Set dah, si duda karatan!" seru Arya. "Kaya laki-laki sempurna bae lu!" Kini, Arya mengomeli sahabatnya itu.


"Lu menuntut menantu lu yang jelas-jelas dia selalu bertanggung jawab. Beda halnya dengan lu," sindir Arya. Sahabat dari Rion itu geram sendiri.


Rion pun terdiam, dia tidak bisa menjawab Omelan dari sahabatnya itu. Sudah pasti Arya akan membuka aibnya di hadapan Giondra.

__ADS_1


"Gak bisa jawab 'kan lu," omel Arya lagi. "Lagian gua yakin tuh anak si Aksa bakalan nungguin bapaknya. Sama kaya si Empin. Ingat, Riana itu ngeyel sama kayak lu." Lagi-lagi Arya mengomeli Rion. Menyamakan putri kedua Rion dengan sang ayah. Gio hanya tertawa dibuatnya.


Permasalahan perihal Aksa pun selesai. Mereka tengah membahas perihal Kano. Ternyata Gio ke sana atas permintaan dari Kano.


"Lu udah tahu Keysha ada di mana?" Gio pun menggeleng. Dia tidak menutupi apapun dari Arya maupun Rion.


"Kano tahu kalau gua ngelacak keberadaan Keysha. Makanya dia manggil gua." Arya dan Rion mengangguk mengerti.


"Kepergian Key atas persetujuan Kano?" tebak Rion.


"Bisa dibilang begitu. Kano merasa bersalah karena menuntut Keysha menyelesaikan study-nya terlebih dahulu barulah menikah. Ternyata, Om Tama malah menjodohkan Rifal dengan wanita lain. Kano merasa bahwa dia telah menyakiti hati putrinya."


Arya menghela napas kasar. Dia tidak menyalahkan Kano. Sebagai orang tua pasti menginginkan anaknya memiliki pendidikan yang tinggi. Apalagi, Keysha adalah penerus pertama perusahan Winarya.


Di satu sisi, Rifal sudah berumur. Dia hampir menginjak usia empat puluh tahun. Wajar jika sang ayah menuntut Rifal untuk segera menikah. Pasalnya Addhitama selaku ayah Rifal sudah semakin tua. Dia ingin pergi dengan tenang melihat ketiga anaknya bahagia yang sudah dia besarkan seorang diri. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Hanya jodoh yang tidak berpihak kepada mereka.


"Wajarlah, apalagi Keysha dekat banget sama papihnya," sahut Rion.


"Tidak ada orang tua yang akan menjerumuskan anaknya 'kan."


Rion dan Gio setuju akan ucapan dari Arya. Mereka sebagai orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Apalagi mereka bertiga memiliki anak perempuan. Ralat, Arya dan Rion. Gio hanya menjadi ayah sambung untuk Echa. Namun, dia juga ikut andil dalam pendidikan juga jodoh Echa.


"Terus lu gak tahu ke mana Keysha pergi?" tanya Arya lagi.


Beby pun sama, istri dari Arya itu tidak tahu keberadaan Keysha. Walaupun Beby terus mendesak Kano, dia tidak membuka suara. Mulutnya terbungkam.


"Kasihan tuh istri Rifal," ujar Rion.


"Berdoa saja semoga cinta datang karena terbiasa," sahut Gio.


Ketiga pria paruh baya itu malah mengunjungi sebuah kedai kopi tempat biasa mereka berkumpul. Jarang sekali mereka bisa berkumpul seperti ini.


"Lu masih gak mau melepas masa duda?" Pertanyaan Gio mampu membuat Rion menyemburkan kopi yang baru dia minum. Arya malah terbahak melihat sahabatnya terkejut seperti itu.


"Gua jodohin sama mbak gua gak mau dia," timpal Arya.


"Makin gak benar otak gua nikah sama mbak lu yang kurang seons."


"Si alan!" umpatnya. "Kurang seons geh Mbak gua itu," oceh Arya.


"Gua dengar pengasuh si Empin suka sama lu, ya."

__ADS_1


"Uhuk!"


Dua kali Gio membuka suara membuat Rion dua kali terbatuk. Arya semakin tertawa keras.


"Diam-diam biang gosip juga lu, ya," ejek Arya.


"Bukan gitu, istri gua bilang kalau pelayan di rumah besar gua lagi rame ngebahas pengasuhnya si Empin. Pas ditanyain katanya si pengasuh itu bilang suka sama engkongnya si Empin." Gio berujar seraya tertawa.


"Pas istri gua bilang bahwa lu itu mantan suaminya semua mulut pelayan pada mingkem. Mereka syok." Gio malah tertawa lebar diikuti Arya.


Pelayan di rumah Giondra rata-rata pelayan baru semua. Peraturan rumah Gio jika pelayan sudah berumur harus beristirahat. Namun, tetap Gio akan memberikan gaji walaupun hanya setengahnya. Dia juga ingin mensejahterakan para pekerja yang ada di rumahnya.


"Auto kicep lah," balas Arya.


"Pantes tuh si Tini rada ngejauh. Biasanya mah cari perhatian banget sama gua," ungkap Rion.


"Lagi zaman babu pengen jadi majikan," kelakar Arya. "Kaya di infotainment-infotainment."


"Raja gosip mah susah," sungut Rion.


"Gua serius nanya, lu emang gak ada niat buat nikah lagi?" tanya Gio. Dia tahu, banyak wanita yang mendekat kepada Rion. Walaupun sudah tua pesonanya tak bisa dianggap remeh.


"Kalo gua nikah emang lu mau modalin?" tantang Rion.


"Gua modalin deh, dari seserahan sampe resepsi pernikahan," sahut Gio enteng.


Rion hanya berdecih. Dia menghela napas kasar nan berat.


"Udah gak pengen gua nikah lagi. Gua ingin menikmati hari tua gua bersama anak, menantu, dan cucu," jawabnya serius. Arya dan Gio pun terdiam.


"Ya, lebih baik niatan baik lu itu lu hibahkan kepada anak bungsu gua nanti," ujar Rion kepada Gio.


"Bang Ke!" umpat Gio. "Gunanya lu sebagai bapak apa Rion Juanda?" Rion malah tertawa melihat Giondra marah.


"Lah entu duit seserahan bakalan buat anak sepupu lu si Beeya," ucapnya.


"APAAN?" tekan Arya. "Punya modal apaan lu mau besanan sama gua? Bisa stroke gua besanan sama lu." Rion malah tertawa.


Bahagianya Rion melihat kedua sahabatnya marah karena ulahnya. Momen ini yang akan terus dia ingat hingga akhir hayatnya nanti.


...****************...

__ADS_1


Komen atuhh


__ADS_2