Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
MENCARI ASRI


__ADS_3

Asri mulai menghubungi Sam di nomor yang tadi, namun nomor tersebut tidaklah aktif


"Kok gak aktif ya nomornya" Asri bicara pada dirinya sendiri.


Perjalanan 15 menit, akhirnya Asri sampai di tujuan, Asri memandangi suasana di sekitar melalui kaca mobil.


"Sepi banget... Sam mana ya..??" Asri bicara dalam hatinya


Asri pun memutuskan untuk turun dari taksi


"Pak.. Saya turun disini ya..." Supir taksi tak menjawab Dia hanya diam membisu


Saat Asri ingin membuka pintu mobil, ternyata pintu mobil sudah di kunci oleh si Supir


"Loh.. Pak.. kenapa di kunci, Saya ingin turun disini saja Pak.." kini si supir mulai membuka topinya lalu Ia melihat Asri melalu kaca depan dengan tatapan jahatnya.


Asri mulai ketakutan dengan tatapan itu, Dia terus mencoba menghubungi nomor Sam, namun nomor tersebut tidak aktif lagi, Asri kini merasa panik.


Tak lama si supir taksi mulai tersenyum dengan senyuman jahat, kemudian Ia membalikan badannya dan mulai berpindah tempat ke kursi belakang


"Eeh... Pak.. mau apa...? jangan macam-macam yah"


"Tenang.. Saya hanya inging menikmati kebersamaan Kita" Asri kini mulai bingung bertanya-tanya dengan ucapan si supir taksi


"Maksud Kamu apa..?" Asri terus mencoba membuka pintu, namu tak juga berhasil di buka


"Percuma Kamu terus membuka pintu... pintu itu sudah Saya kunci"


"Pak. tolong jangan main-main, Saya mau keluar.."


Si supir kini mulai mendekati Asri dengan perlahan, membuat Asri merasa ketakutan, dan Ia mulai membelai rambut Asri namun langsung ditepis tangannya oleh Asri


"Heh... Kamu... mau apa...!!" kini Asri bicara dengan suara meninggi


"Tenang dong.. santai.. Saya hanya ingin mencicipi Kamu sedikit saja" Asri mulai panik dengan kata-kata itu, Dia pun berteriak meminta tolong


"Tolong... tolong..." namun si penjahat itu malah tertawa


"Hahaha... percuma Kamu teriak, disini sangatlah sepi... jarang sekali orang lewat disini, bahkan mungkin tidak akan pernah ada yang mau lewat"


"Kamu jangan macam-macam ya... sebentar lagi kekasih Saya akan datang"


"Apa... kekasih.. yang mengirim mu pesan untuk datang kesini.?" penjahat pun tertawa senang, lalu Ia mengatakan jika dirinya lah yang memberikan pesan tersebut.


Asri kaget luar biasa perasaannya saat ini campur aduk panik, takut, dan matanya kini mulai berkaca-kaca


"Jadi maksud Kamu, Kamu menjebak Saya"


"Nah.. Kamu pintar, Saya ingin bersenang-senang dengan Kamu, mari Kita awali dengan membuka Baju"


Asri memberontak tak ingin di sentuh


"Jangan sentuh Saya...!!" bicara dengan suara bergetar


namun si penjahat tak perduli, Dia memegang tangan Asri dengan kuat berusaha membuat posisi Asri ada di bawahnya, Asri berusaha mengelak namun tetap kekuatan laki-laki itu tak sebanding dengannya.


Dia tak ingin dirinya sampai di perkosa, Asri pun menendang bagian sensitif si penjahat


"Aduh..." penjahat pun mulai merasa kesakitan saat itulah Asri pindah ke kursi depan untuk membuka kunci pintu mobil supaya Asri bisa kabur.


Karena panik dan terburu-buru Dia pun lupa bagaimana cara membuka kunci pintu, akhirnya Asri membuka kaca jendela dan Ia keluar lewat jendela mobil.


Asri berlari memasuki Jungle Park yang sudah lama sekali terbengkalai, lalu Asri mencari tempat sembunyi untuk menelepon siapa saja yang dapat membantunya.


Si penjahat kini menyusul Asri dan mengejar Asri, Dia tak boleh sampai gagal karena Jika gagal Dia tidak akan mendapatkan sepeserpun uang dari Tini.

__ADS_1


Asri kini bersembunyi di balik semak-semak yang panjang, Dia mencoba menelpon Ibunya namun tak kunjung di angkat, karena ponsel Bu Anita sedang di charger di ruang tamu, sedangkan Bu Anita tidur di kamar sangat lah jauh hingga suara ponsel tak terdengar.


Asri kini mulai meneteskan air mata


"Ya Allah.. Aku harus hubungi siapa..?" Asri bicara dalam hatinya sambil menangis tak bersuara, lalu Dia berusaha menelepon Juvi sahabat terbaiknya.


Juvi yang tengah asik-asiknya sedang bermain game langsung mengangkat panggilan masuk dari Asri


"Halo Asri.. kenapa..?"


"Juvi.. tolong gue.. gue mau di perkosa orang, Juvi tolong gue.." Asri berbicara terbata-bata dengan suara yang terisak-isak


"Asri.. Lo kenapa.. Lo dimana..??" Juvi bertanya merasa khawatir


"Gue di...." belum sempat Asri mengatakan dimana Ia berada, ponsel Asri langsung di tarik oleh si penjahat


"Asri... Asri... Lo dimana...??" Juvi berteriak memanggil Asri, namun tak ada jawaban..


ponsel pun langsung di matikan oleh si penjahat kemudain langsung di lempar entah kemana.


"Bisa-bisanya Kamu mau lari dari Saya, Kamu tidak akan bisa... ngerti Kamu..." penjahat berkata dengan wajah yang marah, dan mata yang terbelalak lebar, membuat Asri semakin ketakutan


"Tolong.. jangan apa-apa kan Saya, tolong bebasin Saya, Saya mohon.." Asri memohon dengan suara tangis


"Tidak akan Saya lepaskan Kamu.. Jika misi ini gagal, Saya tidak akan mendapatkan apapun" Asri kaget mendengar bahwa Dia melakukan kejahatan ini karena misi.


Juvi panik dan khawatir dengan keadaan Asri, Dia pun mencoba menghubungi Sam, namun tak di angkat angkat oleh Sam.


Ternyata Sam sedang berada di toilet, Juvi terus menghubungi Sam berkali-kali, merasa kesal panggilannya tak di angkat Dia pun kini mencoba menghubungi Chandra untuk menemaninya mencari dimana Asri berada.


Chandra saat ini tengah menyuapi Rahma makan


"Perut Kamu bagaimana, masih sakit..?"


"Lumayan jahitannya sudah mengering, Aku gak sabar untuk cepat-cepat sembuh" Chandra pun tersenyum lalu menjawab,


setelah itu terdengar suara panggilan dari Juvi, Chandra langsung mengangkatnya


"Halo Juv.. "


"Chan... Kita harus Asri sekarang juga" Juvi berbicara begitu panik


"Cari Asri, memang Asri kemana..?"


"Chan.. tadi Asri telepon Gue.. Dia bilang Dia mau di perkosa orang, saat Gue tanya Dia ada dimana, Dia malah ga jawab, panggilannya di matikan" Chandra pun langsung berdiri kaget mendengar Asri dalam bahaya


"Ok.. biar Gue coba bantu cari, Sam bagaimana Lo sudah kabari Dia"


"Itu dia.. Gue telepon Dia gak di angkat-angkat"


"Juv.. Lo terus kabari Sam, sementara Gue akan cari keberadaan Asri ok.." Juvi mengerti maksud ucapan Chandra, dan panggilan pun di putus.


Chandra pun bersiap mengambil kunci mobil dan memakai jaket


"Chan.. Kamu mau kemana?"


"Rahma.. Aku harus cari Asri, sekarang Asri sedang dalam bahaya, Kamu di rumah dulu ya"


"Memang Asri kenapa Chan..??" Rahma bertanya dengan wajah serius


"Aku gak tahu, tapi terakhir Dia bilang Dia mau di perkosa Orang" Rahma kaget.. Dia pun mengizinkan Chandra untuk mencari keberadaan Asri


"Kamu hati-hati ya.. semoga Asri cepat ketemu" Chandra pun langsung berlari ke depan dan membawa mobil dengan kecepatan penuh.


Rahma pun ikut khawatir lalu Ia mendoakan supaya Asri baik-baik saja

__ADS_1


"Ya Allah lindungilah Asri, semoga Dia baik-baik saja".


Si penjahat kini mulai memaksa Asri membuka pakaiannya, dengan paksa ia merobek baju Asri di bagian lengan,


Asri berusaha memberontak.. tangan Asri meraba-raba di sekitar karena tak ada barang apapun yang dapat membantunya Ia pun menggenggam tanah lalu Ia kepalkan setelah itu Ia menyemburkan ke arah mata si penjahat.


penjahat pun merasakan perih di matanya, Ia memejamkan mata lalu mengusap-usap matanya, Asri pun mengambil kesempatan ini untuk berusaha kabur, Asri lari sekuat tenaga, Ia ingin keluar dari jungle park ini, namun pintu hanya ada satu arah, dan Ia tak mungkin kembali ke arah dimana si penjahat itu berada, akhirnya Asri menemukan semak belukar yang pas untuk bersembunyi.


Sam yang sudah selesai membuang hajatnya kini membuka ponsel, Dia pun terheran mengapa banyak sekali panggilan tak terjawab dari Juvi, Ia pun langsung menelepon balik Juvi


"Halo Juv.. Lo kenapa telepon Gue banyak banget ini"


"Akhirnya Lo angkat juga telepon Gue, Asri Sam, Asri dalam bahaya...!!" lalu Juvi menceritakan apa yang di ucapkan Asri kepadanya, Sam begitu kaget dan panik


"Apa... Asri ingin di perkosa orang, Juv Asri dimana sekarang" Sam bertanya dengan suara bergetar, Dia sangatlah khawatir dengan keadaan Asri


"Gue gak tahu Asri dimana, tapi Chandra saat ini sedang mencari keberadaan Asri, Gue telepon Lo itu mau mengajak sama-sama mencari Asri"


"Juv.. kita ketemu di bundaran tugu ya.." dan Mereka pun segera bergegas bertemu dan mencari Asri.


Chandra bingung Tak tau harus bagaimana mencari Asri, lalu Dia pun mencoba menghubungi Bu Anita, siapa tahu Bu Anita mengetahui Asri pergi kemana.


Bu Anita terbangun karena haus, Dia pun keluar kamar untuk mengambil minum, saat tengah berjalan Dia mendengar suara ponselnya berbunyi, segeralah bu Anita mengangkat panggilan tersebut


"Iya Chan.. ada apa telepon Tante malam-malam begini?" Bu Anita bertanya sambil mulutnya menguap


"Tante....Asri tadi izin mau pergi kemana..?" Bu Anita bingung dengan apa yang ditanyakan oleh Chandra, yang Bu Anita tahu Anaknya tengah tertidur


"Pergi.. perasaan Asri tidur deh Chan.." lalu Bu Anita melihat untuk memastikan apakah Asri ada di dalam atau tidak


"Astagfirullah... Asri gak ada di rumah Chan, Dia kemana..?" Bu Anita kini panik


"Tante tenang.. Asri tadi telepon Juvi, dan Dia bilang Dia sedang di kejar orang mau di perkosa, Aku sekarang lagi cari keberadaan Asri"


"Ya Allah Chan.. apa yang Kamu ucapkan itu benar.. jangan buat Tante khawatir.. Dia gak bilang apa-apa sama Tante, bahkan perginya saja Tante gak tahu" Bu Anita pun menangis mendengar bahwa Anaknya dalam bahaya


"Chan... tolong Kamu cari Asri Chan.."


"Iya Tante... Aku juga saat ini sedang menghubungi Asri terus.. tapi Asri gak mengangkatnya dari tadi" Bu Anita kini resah sampai lupa untuk minum


setelah itu panggilan pun di akhiri, Chandra frustasi Dia marah dan kesal hingga membanting tangan di atas stir mobil


"Ya Allah.. Aku harus cari kemana Kamu Asri...!!!" lalu Chandra terpikirkan untuk melacak ponsel Asri dengan GPS


"Iya.. Aku akan coba, semoga dapat lokasinya" dan Akhirnya lokasi pun terlacak


"Alhamdulillah.. Dia berada di Jungle Park, tempat ini kan jauh dari keramaian orang, bahkan bangunannya saja, sudah lama terbengkalai, Aku harus cepat kesana" setelah itu Chandra mengirim lokasi keberadaan Asri kepada Juvi.


Juvi memarkirkan motor ke pinggir jalan, lalu membuka ponselnya saat Ia membaca pesan itu Dia pun kaget


"Jungle Park..Kamu mau apa Asri kesana, astagfirullah...".


Saat Sam ingin pergi ternyata Ia diikuti oleh 5 preman dari belakang, ini semua sudah di rencanakan sebelumnya oleh para penjahat, Mereka akan menahan Sam dan menghabisi Sam hingga babak belur.


Sam pun bertemu Juvi di tempat yang sudah di janjikan, Sam langsung turun dan menghampiri Juvi


"Juv.. Kita naik motor Saja, supaya cepat"


"Ok.. Sam.. Gue baru saja dapat pesan dari Chandra, Asri sekarang berada di Jungle park" Sam langsung menarik ponsel Juvi dan melihat isi pesan tersebut


"Jungle Park.. mau apa Asri kesana..?"


"Itu dia yang Gue pikirkan dari tadi, kenapa bisa Dia kesana, sedangkan tempat itu setahu Gue jauh dari keramaian orang, terus juga ada bangunan yang terbengkalai"


"Sudah Juv.. Kita harus cepat kesana, Asri pasti butuh Gue" dan Mereka pun bergegas menuju lokasi Asri berada.

__ADS_1


Candra pun sampai di lokasi, namun Ia tak melihat siapa-siapa disini, hanya ada taksi yang tak berpenghuni, karena Sam dan Juvi belum datang juga, Chandra memberanikan diri untuk masuk ke dalam bangunan yang terbengkalai itu, saat ini yang dipikirkan Chandra adalah keselamatan Asri.


__ADS_2