Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
KECEWA


__ADS_3

Asri langsung menyahuti ucapan Rahma dan berkata,


"Aku gak pernah ya bawa Chandra dalam masalah Aku, Aku kesini cuma ingin ikut kalian pulang, kalau Kamu gak mau atau keberatan, bilang Rahma Kamu gak perlu bicara seperti tadi, Aku bisa naik Taksi kok, maaf kalau Aku merepotkan Kalian" Asri kini berbicara dengan sedikit emosi, Asri pun pergi dan mencari taksi, tiba-tiba Juvi datang menghampiri Asri dan bertanya,


"Asri... Kamu disini, Sam mana?" baru saja bertanya Sam muncul di hadapan Juvi juga Asri


"Gue disini, Asri... Aku mohon Kita perlu bicara"


"Aku juga mohon sama Kamu Sam, Aku butuh waktu sendiri, tolong..." Asri bicara dengan wajah bersedih dan mata yang berkaca-kaca.


Melihat sahabatnya bersedih Juvi jadi simpati


"Asri.. Kamu kenapa? apa ada masalah dengan Sam?" Sam langsung menyahuti pertanyaan Juvi


"Juv... Gue harus bicara dulu sama Asri, Dia cuma salah faham Juv" Juvi tidak mengerti dengan ucapan Sam


"Sorry Gue gak paham, maksud Lo apa Sam, salah faham bagaimana?" Asri pun langsung menjawab pertanyaan Juvi


"Tini hamil Juv, dan yang buat Aku kecewa sama Sam, kenapa Dia gak kasih tahu Aku Soal ini, ini penting buat Aku dan Kamu Sam, Kamu mau bicara sama Aku seperti apa lagi sih.. ucapan dan janji Kamu ga sesuai dengan kenyataan" Asri bicara sambil meneteskan air mata, lalu Asri melanjutkan ucapannya


"Aku mau tunggu Kamu, tapi kalau Tini hamil itu artinya Kamu gak konsisten dengan janji Kamu" Asri bersedih lalu mengusap air matanya, Sam merasa bersalah karena tak jujur dari awal


"Aku tahu Aku salah, ini kecelakaan sayang.. soal janji itu Aku pasti akan tepati, tapi Aku mohon Kamu jangan pergi dari Aku ya, Aku akan usahakan selesaikan urusan ini" Asri hanya menatap Sam dengan wajah kecewa, Juvi yang dari tadi menyimak percakapan Mereka berdua ikut bicara


"Sorry Gue sebenarnya gak mau ikut campur, tapi Asri benar Dia butuh waktu sendiri Sam, biar Gue yang antar Asri pulang Lo gak perlu khawatir" ucap Juvi sambil memegang bahu Sam.


Lalu Juvi mengajak Asri pulang agar bisa tenang pikirannya, kini Mereka pergi meninggalkan Sam, Sam hanya bisa memandangi kekasihnya dari belakang.


Di mobil Rahma meminta maaf pada Chandra atas ucapannya tadi terhadap Asri


"Chan... Aku minta maaf ya, kalau tadi Aku mungkin menyinggung perasaan Asri"


Chandra hanya menjawab tidak apa-apa, tapi mata Chandra tak bisa bohong, Dia sedang memikirkan Asri, mengapa Dia bisa bertengkar dengan Sam padahal tadi di dalam, Mereka terlihat baik-baik saja apa yang sebenarnya terjadi, tanya terus dalam benak Chandra.


Rahma yang melihat suaminya sedang bengong Dia pun berusaha memanggil berkali kali terhadap Chandra


"Chan... Chan.. " Chandra tak juga menyahuti panggilan itu, sontak saja Rahma langsung menekan klakson tin... tin... Chandra terkejut dan menginjak rem tiba-tiba lalu ia berkata,

__ADS_1


"Rahma apa apaan si Kamu, Kamu mengagetkan Aku tahu tidak"


"Habisnya kamu gak dengar ucapan Aku, Chan.. Aku mohon Kamu bisa ga sih fokus untuk rumah tangga Kita, itu kan janji Kamu setelah memaafkan Aku, dan Aku juga berusaha jadi Istri yang baik untuk Kamu" Rahma berbicara dengan wajah melas.


Chandra melirik Rahma, Dia merasa bersalah karena tidak memperhatikannya


"Maafkan Aku, Aku memang belum bisa jadi Suami yang baik, ini sangat sulit untuk Aku Rahma, Aku mohon tolong.. Aku gak bisa lihat Asri seperti tadi, Aku bertanya-tanya kenapa dengan Dia"


"Aku yakin kok Asri pasti bisa tangani masalahnya, Aku cuma minta perhatian Kamu, itu saja Chan" mendegar ucapan Rahma Chandra hanya terdiam tak menjawab, lalu Chandra memegang tangan Rahma dan Ia tersenyum kepada Rahma.


Setelah sampai di rumah Asri, Juvi pun menanyakan soal tadi


"Asri sorry memangnya Tini hamil saat ini" Asri terdiam, lalu tiba-tiba Ia meneteskan air mata dan berkata,


"Ia... Tini hamil, Aku dengar sendiri tadi di gedung, Aku harus bagaimana Juv, apa mungkin Aku dan Sam bisa bersatu" tanya Asri kepada sahabatnya itu.


Juvi tak tahu harus bicara apa, karena ini masalah hati dan cinta, Juvi hanya bisa menasehati sahabatnya


"Asri.. kalau Lo tanya Lo harus bagaimana, Gue gak bisa jawab, Yanga bisa Gue kasih tahu ke Lo hanya kata sabar, kalau Lo dan Sam memang berjodoh semua pasti ada jalannya Asri, tapi sekuat apapun Lo berusaha, kalau Sam bukan jodoh Lo, ya kembali lagi dengan kata sabar itu" mendegar nasihat Juvi Asri sedikit tenang, kini Dia merasa tak sepatutnya Ia marah dengan Sam, semua yang Juvi ucapkan itu benar adanya


"Juv... thanks ya.. Lo memang sahabat Gue yang paling sayang sama Gue, Gue tahu mungkin Gue sudah salah ambil langkah, tapi kalau Kita yakin semua masalah pasti ada solusinya" Asri bicara sambil tersenyum tenang, Juvi bahagia melihat sahabatnya bisa tersenyum lagi


Sam masih bingung menunggu kabar dari Asri, namun sampai kini Asri tak juga memberi kabar, saat sudah sampai dirumah Sam langsung masuk ke kamar, Dia bertemu Tini yang sedang makan di kamar


"Kamu sedang apa sih, makan di kamar, meja makan besar loh Tin.. kenapa harus di kamar" Tini merasa terganggu dengan kata kata Sam barusan


"Loh.. Kamu kenapa marah marah, ini kan kamar Aku lagian Kamu gak pernah tuh perduli sama Aku selama ini, terus kenapa sekarang jadi masalah cuma karena Aku makan di kamar" Sam hanya terdiam menatap Tini lalu ia menjawab,


"Terserah Kamu saja lah lakukan sesuka Kamu, ya ini memang rumah Kamu, siapa bilang rumah Aku" mendengar perkataan Sam Tini bertanya-tanya ada apa dengan sam sepertinya sikapnya berubah setelah pulang dari acara pernikahan ucap Tini dalam hatinya, Sam langsung keluar kamar dan duduk di kursi di atas balkon.


Sam masih memikirkan kemarahan dan kekecewaan Asri terhadapnya, Dia ingin sekali menemui Asri sekarang juga, namun itu tidak mungkin karena Tini pasti akan curiga dengan hubungannya bersama Asri.


Pak Herman pun pulang dan langsung masuk ke dalam rumah, ketika sudah di kamar Pak Herman bertanya pada istrinya


"Mah... Sam sudah pulang atau belum?" Bu Heni menjawab tidak tahu, sebab Dia belum keluar kamar dan melihat Sam lalu Bu Heni bertanya balik


"Memangnya, Sam gak bersama Papah pulangnya, bukan kah tadi berangkatnya bersama Pah?" Pak Herman menjelaskan prihal tadi di gedung, seketika Bu Heni langsung pergi menuju kamar Tini

__ADS_1


"Tin... Suami Kamu mana?"


"Ada di balkon Mah.. Memangnya kenapa ya Mah?"


"Tadi suami Kamu kata Papah pulang duluan, mau beli dodol Jawa untuk Kamu, memangnya itu benar Tin..?" tanya Bu Heni yang sedang penasaran


"Iya Mah, tapi tak dapat susah karena mencari dodol Jawa" Tini bicara dengan wajah yang agak bingung


"Ya sudah deh, kalau itu benar, kok Mamah jadi khawatir yah... Sam seperti menyembunyikan sesuatu Tin" Tini berusaha meyakinkan Ibunya tak akan ada yang terjadi apa-apa dengan Sam, Bu Heni pun kembali ke kamarnya.


Mendegar ucapan Ibunya Tini kini ikut curiga dan khawatir dengan apa yang di pikirkan oleh Bu Heni, lalu Tini menghampiri Sam dan bertanya,


"Sam ....Kamu tadi dari mana saja, Kata papah Kamu pulang duluan, dan terus Kamu bilang alasannya mau cari dodol Jawa untuk Aku, padahal Aku gak pernah minta loh Sam, jadi Kamu kemana Sam..?" Sam jadi bingung harus beralasan apa, Dia berfikir apa ini waktunya memberitahu semuanya, tapi Dia merasa belum siap jika Tini tahu saat ini


"Ya... Aku tadi memang beralasan seperti itu, itu juga karena Papah Kamu sih.. mengajak Aku mengobrol dengan klien tak kelar-kelar, ya Aku bosan Tin, Aku juga mau gabung sama teman-teman Aku" Sam lihai dalam bersandiwara, Tini menatap tajam Suaminya, Dia merasa alasan Sam tak masuk akal, kini Tini berfikir untuk mencari tahu apa yang di sembunyikan Sam selama ini.


"Oh.. begitu" Tini pun kembali ke kamar dan rebahan di atas kasur sambil memikirkan bagaimana caranya mengetahui apa yang di sembunyikan Suaminya itu.


Sam masih menunggu kabar dari Asri Dia masih di atas balkon sambil melihat ponselnya sesekali, tak lama ada panggilan masuk dari Asri, Sam sangat senang sekali, tapi karena Tini berada di kamar Dia tak bisa mengangkatnya lalu Sam mengirim SMS yang isinya bahwa Dia meminta Maaf karena tak bisa mengangkat telepon dan Sam meminta Kita perlu bicara.


Lalu Asri membalas pesan Sam Dia mengatakan besok saja bicara di kantor, dan Dia bilang bahwa Dia sudah tak marah lagi, tadi hanya terbawa emosi ucapnya.


Sam membaca pesan dari Asri sangatlah senang Kini Sam jadi tersenyum, Sam merasa lega dengan pesan yang Asri berikan, dan Sam pun bisa istirahat dengan tenang.


malam pun tiba Rahma sudah bersiap berdandan cantik harapannya agar Suaminya mau memberikan haknya malam ini.


Namun sayang Chandra sudah tidur terlebih dahulu, Rahma hanya bisa menghela nafas lalu Rahma mendekati Chandra Dia membelai rambut Chandra, seketika Dia mengingat masa-masa waktu pacaran dulu bersama Chandra, Chandra pun kaget dengan belaian itu


"Rahma.. Kamu mengagetkan Aku saja, kenapa?" Chandra bertanya dan Ia berusaha bangun dan duduk


"Aku sedang mengingat masa-masa dulu Kita Chan.. Aku belai rambut Kamu, dan Kita duduk berdua di taman memandangi indahnya suasana danau terus Kita mancing deh" Rahma bercerita sambil tertawa kecil, mendengar kata-kata dari Rahma Chandra pun memandangi Rahma.


Namun entah apa yang sedang dipikirkan Chandra, setelah di perhatikan mengapa wajah Rahma kini berubah menjadi wajah Asri chandra mengusap-usap matanya tapi wajah Asri tak hilang juga, lalu Chandra mengusap pipi Rahma dengan lembut membuat Rahma jadi senyum senyum sendiri


"Chan... apa Kamu mau memberikan Hak Kamu untuk Aku malam ini" Chandra masih terus memandangi wajah Rahma, namun dalam penglihatannya, yang Ia tatap adalah wajah Asri


"Aku akan berikan segalanya" Chandra berkata sambil terus membelai rambut Rahma.

__ADS_1


Tak lama Chandra mulai mendekati Rahma, kemudian Chandra mengecup bibir rahma, tentu saja hal itu membuat Rahma menjadi bahagia, Rahma tak menyangka Chandra melakukan hal ini padanya, setelah selesai mengecup bibir rahma, Chandra terus memandangi wajah Rahma dan akhirnya hubungan intim pun terjadi di antara Mereka.


__ADS_2