
Sam mencari di sudut ruangan dimana ruangan Lia berada
"Haduh.. dimana ya, ruangannya.. Aku lupa tanya Juvi" namun tiba-tiba Ia melihat Kasih mantan Asisten Rumah Tangga Tini yang pernah menjadi Istri sesat Andi 2 tahun lalu.
"Kasih.. " ucap Sam dalam hatinya, lalu Sam dengan cepat menghampiri Kasih yang tengah berjalan masuk ke ruang ICU
"Kasih..." Sam memanggil Kasih dengan suara lantang, Kasih pun menoleh ketika tahu bahwa Sam yang memanggilnya, Kasih sangat terkejut.
"Sam... Kamu ada disini sedang apa..?" tanya Kasih dengan wajah bingung
"Aku kesini untuk bertemu kekasih Aku, ruangannya itu disana" Sam bicara sambil menunjukan kamar rawat Asri, sungguh Kasih terkejut untuk kedua kalinya
"Apa.. disana, jadi Asri adalah kekasih Kamu.." Sam tersenyum lalu menjawab,
"Ya.. Dia kekasih Ku, kamu tahu Asri"
"Ya.. Aku sempat melihat wajahnya, ketika Andi begitu khawatir dengan keadaan Asri" lalu Sam bercerita bahwa dirinya sudah tahu mengenai kedatangan Andi di Jakarta, namun Ia belum sempat bertemu
"Sam.. Kita duduk ya sambil mengobrol" Kasih mengajak Sam untuk duduk di kursi tunggu pasien tepat di depan ruang ICU.
"Aku baru tahu kalau Kamu kekasih Asri, kalau Aku tahu, rasanya Aku gak perlu khawatir dengan perasaan ku ini"
"Memangnya kenapa dengan perasaan Kamu..?"
kini Kasih curhat dengan Sam jika dirinya masih mengharapkan Andi menjadi Suaminya kembali, Dia masih sangat mencintai Andi, dan masih punya harapan besar itu, namun rasa-rasanya separuh hati Andi milik wanita lain, dan Kasih mengira wanita tersebut adalah Asri.
"Oh.. jadi Kamu takut Andi lebih mencintai Asri" Kasih hanya tersenyum paksa
Sam belum tahu keberadaan Kasih di Rumah Sakit ini sedang apa, lalu Kasih menjelaskan jika dirinya sedang menunggu majikan barunya yang sedang koma.
"Tunggu... koma.. majikan Kamu itu Lia namanya..?" tanya Sam dengan wajah yang serius
"Iya Sam.. Mbak Lia namanya, loh.. Kamu kok tahu sih.." Sam pun tersenyum pendek
Dia mengatakan niat kedatangannya kesini bukan hanya untuk bertemu kekasihnya, namun juga untuk menjenguk Lia teman dekat Asri.
"Apa.. jadi Mbak Lia itu sahabat Asri, Aku baru tahu Sam"
Bahkan Sam sendiri juga baru tahu kalau Lia sedang koma, Sam pun bertanya mengapa bisa terjadi hal seperti ini, lalu Kasih menceritakan awal mula kejadian musibah Lia.
Kasih kini bertanya balik, mengapa tidak langsung menemui Asri, padahal Asri ada bersama Ibunya di ruangan saat ini, namun Sam menjawab dengan wajah yang sedih.
"Ceritanya panjang sekali Kasih, yang pasti hubungan Aku dan Asri saat tidak di perbolehkan untuk bertemu oleh Tante Anita, maka dari itu, Aku sedang menunggu Juvi teman Aku untuk membantu Aku bertemu dengan Asri" ucap Sam dengan begitu panjang lebar dan jelas.
Selang beberapa waktu, tiba-tiba Andi datang menemui Kasih, Kasih yang sedang mengobrol dengan Sam pun terbangun berdiri ketika melihat Andi datang
"Andi..." ucap Kasih dengan suara pelan, lalu Sam pun menoleh
"Sam....Lo disini..?" tanya Andi merasa terkejut melihat Sam
"Iya.. Gue datang ingin bertemu Asri, ada hal penting yang harus Gue sampaikan, sekalian Gue jenguk Lia"
"Tapi.. bukankah Tante Anita tak mengizinkan Kalian bertemu"
"Iya.. maka dari itu, Aku menunggu Juvi untuk membantu mempertemukan Aku dengan Asri" Andi menganggukkan kepalanya, setelah itu Andi menatap Kasih, kemudian Ia langsung berbicara soal pernikahannya.
"Kasih.. Aku perlu bicara empat mata dengan Kamu" Kasih pun mengiakan permintaan Andi, lalu Kasih menitipkan Lia kepada Sam untuk menjaganya sebentar
"Sam... Aku titip Lia sebentar ya, Aku ingin bicara dulu dengan Andi"
"Ya Kasih.. Aku akan menjaga Lia disini"
__ADS_1
Setelah itu Kasih dan Andi pun pergi ke taman Rumah Sakit untuk bicara empat mata.
Tak lama Juvi datang dengan membawa buah juga bunga, Sam terheran buah untuk siapa dan bunga itu juga untuk siapa.
"Lo bawa bunga untuk siapa..?"
"Hey Sam.. apa kabar Lo" Juvi memeluk Sam sebagai bentuk rasa rindunya dengan sahabatnya
"Gue Baik.. Alhamdulillah nyokap Gue sudah menjalani operasi cangkok jantung, jadi Gue kesini dengan perasaan tenang"
"Alhamdulillah kalau begitu, ngomong-ngomong Lo mau bicara apa sih dengan Asri, sepertinya penting sekali"
Sam tidak mungkin menceritakan niat yang sebenarnya kepada Juvi, Sam terikat janji yang sudah Ia tandatangani.
"Adalah...nanti juga Lo tahu, itu bunga untuk siapa Juv..?" Juvi tersenyum tipis, lalu Ia meminta Sam memberikan waktu sebentar menemui Lia
"Oh.. ya sudah Lo masuk saja, gak ada orang kok di dalam"
Juvi pun masuk ke ruang ICU dengan membawa bunga yang masih segar dan harum.
Sementara Andi dan Kasih kini duduk di kursi taman Rumah Sakit, Kasih pun memulai obrolan
"Kamu ingin bicara apa Andi..?"
"Aku ingin mengutarakan niat baik Aku"
"Niat baik.. maksud Kamu..?"
Tiba-tiba Andi menggenggam tangan Kasih lalu Ia mengatakan,
"Kasih.. rasa cinta Aku untuk Kamu, masih seperti yang dulu, Kamu lihat.." Andi memperlihatkan cincin nikah di jari manisnya
"Kamu.. masih pakai cincin ini.." Kasih merasa terharu melihat cincin itu masih ada di jari manis Andi
Kasih tersenyum bahagia, Ia menatap Andi penuh cinta dan harapan, Ia tak menyangka jika Andi masih mau kembali padanya, lalu Kasih menanyakan tentang perasaannya terhadap Asri.
"Asri...kenapa Kamu berfikiran kalau Aku menyukai Asri" Kasih hanya melihat perlakuannya dengan Asri waktu itu, Andi pun tertawa mendengar hal itu
"Ya ampun.. mana bisa Aku mencintai Asri.. Dia kekasih Sam, Aku menghargai Sam, dan Aku lebih memikirkan perasaan Kamu"
"Jadi.. Kamu benar-benar serius ingin kembali dengan Aku lagi"
Andi tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Kasih pun langsung memeluk Andi dengan rasa senang dan bahagia.
Sedangkan Juvi duduk di samping Lia yaga sedang tak sadarkan diri, Ia merasa sedih dengan keadaan Lia, Juvi menggenggam tangan Lia lalu kemudian berkata,
"Aku sangat merindukan Kamu Lia, rindu kelakuan konyol Kamu, rindu melihat Kamu tertawa, Aku ingin Kamu cepat sembuh, cepat sadar dan bisa kembali bekerja seperti kemarin-kemarin" ucap keluh kesah Juvi berbicara pada dirinya sendiri
Lalu kemudian Juvi menaruh bunga di samping Lia, Dia berkata,
"Aku bawakan bunga melati.. kesukaan kamu, Aku masih ingat Kamu pernah bilang kalau Kamu suka melati dan wanginya, sekarang Aku taruh disini ya bunganya, semoga harum dari bunga ini bisa menjadi semangat untuk Kamu segera bangun dari tidur Kamu Lia" Juvi berbicara dengan wajah memelas, tak terasa Ia meneteskan air mata, dan tiba-tiba Jari kelingking Lia bergerak, hal ini membuat Juvi menangis senang.
Juvi dengan segera memanggil Sam, Sam pun langsung masuk ke dalam ruangan mendengar Juvi berteriak memanggilnya
"Ya Allah Lia.. Kamu merespon Aku.." ucap Juvi dengan wajah yang senang
"Juv.. ada apa.. ?" tanya Sam
"Sam...tadi jari Lia bergerak, Dia merespon ucapan Gue Sam" Juvi berbicara dengan tawa yang riang
"Masa Juv.. artinya Lia bisa dengar suara siapa saja, ini bagus Juv.. bisa jadi semangat Lia untuk sembuh"
__ADS_1
Tiba-tiba Makmun datang bersama dengan Bu Irma
"Lo sedang apa disini...?" tanya Makmun dengan ketus terhadap Juvi
"Sorry Mun.. Gue sedang berusaha untuk memberi semangat Lia, dengan suara Gue dan cerita tentang kesukaan Lia" Makmun menatap tajam wajah Juvi sepertinya Makmun tidak suka jika Juvi berusaha mendekati Lia
"Dia sedang koma, dan Gue yakin suara Lo gak akan mempengaruhi sedikitpun di telinga Lia" lalu Sam menyahuti ucapan Lia
"Mun.. tapi memang tadi Lia merespon, jari-jari Lia bergerak saat Juvi mengajak bicara Lia" namun Makmun malah tertawa kecut dan menjawab,
"Apa Lo lihat langsung pergerakan itu" Sam terdiam, tak dapat menjawab, karena memang tadi Juvi hanya memanggil dan mengatakan jika Lia merespon ucapannya
"Gue memang gak lihat secara langsung, tapi Gue percaya Juvi Dia gak akan mungkin berbohong"
Bu Alya geram dengan perdebatan Mereka, Bu Alya pun menyahuti
"Cukup... Kalian ini kenapa sih.. kok malah jadi berdebat, Makmun.. kalau memang yang di katakan Juvi itu benar, harusnya Kamu senang dong, itu artinya telinga Lia masih berfungsi, Juvi.. maafkan Makmun ya.. mungkin Makmun masih bersedih dengan keadaan Lia saat ini, terimakasih Kamu mau menjenguk Lia, Kamu juga Sam.. terimakasih ya" di rasa tak ada lagi yang harus di lakukan, Juvi dan Sam pun pamit
"Tante.. Aku pulang duluan, Aku juga ikut bersedih dengan keadaan Lia, Sama sekali Aku gak ada maksud lain, Aku kesini hanya untuk memberi semangat Lia supaya Dia cepat sadar dari koma"
Bu Irma sangat mengerti dengan apa yang di ucapkan Juvi, tapi Bu Irma pun paham, mengapa sikap Makmun seperti itu karena Makmun terlalu cemburu jika Lia berdekatan dengan Juvi
"Ya.. Terimakasih sekali lagi" Sam dan Juvi pun kini keluar dari ruang ICU.
Sam mengomentari sikap Makmun yang sangat ketus itu dengan wajah sedikit emosi
"Si Makmun kenapa sih.. kok sepertinya Dia gak suka Lo datang kesini"
"Ya.. begitulah Makmun.. terkadang gue juga gak enak kalau jemput antar Lia bekerja, cemburunya terlalu berlebihan"
Kemudian Sam teringat kedatangannya ke Jakarta untuk bertemu Asri
"Oh ya Juv.. Lo ke kamar inap Asri ya, ajak Dia ke taman Gue harus bicara sama Dia"
Juvi mengerti dengan apa yang di maksud Sam, Juvi pun bergegas ke kamar inap Asri, menemui Asri dan membantu mempertemukan Sam dam Asri.
Juvi masuk memberikan salam kepada Asri dan Tante Anita
"Assalamualaikum.." Bu Anita dan Asri menoleh dan menjawab salam dari Juvi
"Wa'alaikum salam.. Juv.. sendirian" tanya Asri sambil melirik ke arah pintu
"Ya.. Gue sendirian...kenapa..?"
"Gak.. Gue pikir Lo sama Chandra atau Andi, Gue suka malas kalau dua orang itu kesini, bikin rusuh.. buat otak Aku makin pusing" Juvi tertawa mendengar keluhan Asri
"Oh ya.. bagaimana keadaan Lo.."
"Ya beginilah Juv.. Gue masih belum bisa jalan, untuk saat ini Gue pakai kursi roda, supaya lebih gampang"
Melihat Juvi ada disini Bu Anita pun mengambil kesempatan untuk pergi ke toko mengawasi perkembangan proses produksi proyeknya.
"Juv.. Tante makasih banyak loh.. Kamu mau sempatkan datang kesini untuk jenguk Asri, Tante boleh minta tolong gak sama Kamu?"
"Minta tolong apa Tante.. kalau Aku bisa Aku pasti lakukan"
"Tante mau ke toko mau cek proyek Tante, gak lama paling 2 jam saja, Tante titip Asri sebentar ya, tolong Kamu jaga, dan temani Asri sampai Tante kembali lagi"
"Siap Tante.. insyaallah allah Aku jaga Asri"
Juvi tersenyum lega.. akhirnya rencana Dia untuk mempertemukan Asri dengan Sam tak perlu repot-repot mengajak Asri ke taman Rumah Sakit.
__ADS_1
"Ya sudah.. Tante pergi dulu ya, Asri.. Kamu sama Juvi dulu ya, Mamah pergi sebentar, kalau sudah beres produksinya, Mamah akan segera dopat uang dan uang itu untuk biaya Kamu selama di Rumah Sakit" Bu Anita pun mencium kening Asri, lalu pergi dengan senyuman.