Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
MALAM PERTAMA


__ADS_3

Tak hanya Rahma dan Chandra yang sedang bercinta, Kini saatnya malam pertama bagi Lia dan juga Makmun.


Setelah selesai acara Lia dan Makmun masuk ke dalam kamar, keduanya terlihat canggung dan tegang lalu Lia memulai obrolan


"Sayang... Kita mau apa sekarang" Lia bicara dengan wajah malu-malu


"Ya... biasanya pengantin baru melakukan apa?" Makmun bertanya dengan nada yang sangat genit, saking merasa bahagianya Lia langsung memeluk Makmun


"Aku bahagia sekali hari ini, terimakasih sudah mencintai Aku dengan tulus" mendegar kata-kata dari mulut Lia, membuat luluh hati Makmun


"Iya sayang... Aku sangat mencintai Kamu, Apa Kamu sudah siap Kita lakukan selayaknya suami dan istri"


Lia menatap Makmun penuh cinta kemudian pemanasan pun di mulai dengan berciuman, dan ini adalah ciuman pertama bagi Lia juga Makmun setelah selesai berciuman Lia mengatakan,


"Aku gugup Mun" Makmun tertawa kecil melihat wajah Istrinya


"Kamu jangan takut dong.. tak akan sakit kok" bicara sambil tersenyum dengan mata yang genit.


Lalu Lia membuka seluruh bajunya di hadapan Makmun, membuat Makmun gugup tak bergeming, Dia sungguh takjub dengan keindahan tubuh Lia, kini Lia hanya berbalut Bra dan ****** ***** saja.


Dan akhirnya pertempuran pertama pun terjadi, Lia dan Makmun kini sangat asik menikmati sentuhan sentuhan hangat yang membuat birahi mereka semakin naik.


Asri tengah menyantap makan malamnya namun Ia mendegar suara Ibunya sedang berbicara dengan seseorang, Dia menghentikan aktifitasnya sejenak kemudian Asri penasaran apa yang sebenarnya sedang di bicarakan oleh Ibunya, sepertinya sangat lah serius.


Lalu Asri segera menghampiri Ibunya dengan perlahan, Ia tak masuk kamar Dia hanya membuka sedikit pintu.


Tak begitu jelas bicara apa Bu Anita di telepon, namun Asri mendengar satu kalimat terakhir yang membuatnya bingung dan bertanya-tanya kalimat itu adalah Jangan pernah lagi Kamu usik kehidupan Kami.


Asri masih berdiri di depan pintu sambil memikirkan arti dari kata yang di ucapkan Bu Anita, namun tak sengaja Asri menjatuhkan sendok yang ia pegang


Bu Anita pun langsung menoleh ke arah suara Dia kaget ternyata Asri berada di belakang pintu lalu Bu Anita bertanya,


"Sayang... Kamu sedang apa disini?" tanya Bu Anita dengan wajah yang gugup seakan Bu Anita takut Putrinya itu mendegar semua percakapan di telepon


"Aku tadi lagi makan Mah... terus dengar suara Mamah lagi ngobrol, Aku cuma mau liat Mamah ngobrol sama siapa sih.. sepertinya serius sekali" ucap Asri sambil membersihkan sendok nya, lalu Bu Anita mengatakan,


"Mamah lagi ngobrol sama klien bisnis Mamah sayang, ya sudah sana Kamu lanjutkan makanya"


Asri menatap Bu Anita Dia bertanya pada dirinya sendiri, padahal tadi jelas-jelas Mamah mengatakan jangan usik lagi kehidupan Kami, gak mungkin kata kata seperti itu dari klien apalagi soal bisnis, Mamah pasti sembunyikan sesuatu dari Aku ucap Asri dalam hatinya, lalu Asri kembali ke meja makan dan melanjutkan makan malamnya.


Setelah selesai mengadu Asmara Chandra kini baru tersadar bahwa dirinya telah meniduri Rahma bukan Asri, Chandra memandangi sekujur tubuhnya juga tubuh Rahma di hadapannya, Aku baru saja melakukan hubungan suami istri dengan Rahma ini di luar dugaan Ku, ucap Chandra dalam hatinya, Rahma yang sedang memakai pakaiannya bertanya,


"Chan ... Kamu kenapa?" lalu Rahma mendekati Chandra dan Ia memeluk Chandara sambil seketika

__ADS_1


"Terimakasih Chan... Aku bahagia sekali malam ini, Aku bisa merasakan kehangatan dari dirimu yang sudah lama sekali Aku tunggu".


Namun Chandra hanya diam, Dia masih tak percaya akan apa yang baru saja Dia lakukan bersama Rahma, Dia hanya mengingat bahwa tadi Dia melihat Asri ada di depannya tapi ternyata itu semua hanya khayalan Chandra, dan sekarang mau bagaimana lagi, semua sudah terlanjur terjadi.


"Iya Rahma Aku ikut senang Aku bisa memberikan hak Ku kepada Mu, sudah ya Aku mau bersihkan badan dulu" Rahma menatap Chandra dengan hati yang begitu bahagia.


Pagi hari Sam menjemput Asri, seperti biasanya Mereka berangkat kerja bersama, namun Sam belum melihat Asri di pinggir jalan, biasanya Dia selalu menunggu di teras, Sam pun turun dan mengetuk pintu rumah Asri


"Assalamualaikum" ucap salam Sam lalu dibukalah oleh Bu Anita


"Sam... kok Kamu kesini?"


"Iya Tante Aku mau jemput Asri" Bu Anita merasa bingung lalu mengatakan bahwa Asri sudah berangkat sekitar 10 menit yang lalu


"Apa Tante sudah berangkat"


"Iya... Tante malah bingung jangan-jangan kalian saat ini sedang bertengkar ya?" Sam hanya tersenyum kecil, lalu Dia pamit untuk segera ke kantor


Di dalam mobil Sam terus menggerutu dalam hatinya


"Katanya sudah gak marah, tapi kenapa berangkat gak kasih kabar Aku".


Lia sudah bangun dari pagi dan sudah menyiapkan sarapan pagi juga membuatkan sarapan untuk suaminya, lalu Mertua Lia menghampiri


"Iya Mah... Aku sudah buatkan sarapan pagi untuk makmum, juga sudah siapkan sarapan untuk kita semua" Ibu mertuanya tersenyum hangat kepada Lia


"Makasih ya.. Kamu memang istri yang baik, Makmun pasti senang karena sekarang sudah ada yang mengurusnya"


Makmun pun datang dan bersiap untuk berangkat kerja, saat Dia duduk tiba-tiba ponselnya berbunyi ternyata itu telepon dari Kantor


"Iya halo, ada apa ya Pak Aji" Pak Aji menjelaskan bahwa sekarang ada karyawan magang kiriman dari pusat untuk sementara di taruh di bagian kepala gudang.


Jadi Pak Aji meminta kepada Makmun untuk menambah cuti paling tidak 1 Minggu Karena setelah 1 Minggu karyawan magang ini akan di pindahkan ke kantor cabang Retro


"Oh... begitu ya Pak.. Ok deh kalau begitu nanti saya akan buat surat cutinya saya akan kirim melalui email ya Pak" panggilan pun di putus.


"Kenapa sayang, apa ada masalah di Kantor?" tanya Lia, sambil menyiapkan makan dia atas piring


"Gak ada sayang, gak ada masalah kok, oh ya.. Kamu masuk kerja kapan?" tanya Makmun sambil menyantap sarapan paginya


"Aku besok baru masuk kerja, kan Aku cuma ambil cuti 3 hari" lalu Makmun menceritakan prihal tadi di telepon kepada Lia


"1 Minggu lama banget Mun" lalu Ibu mertua Lia menyahuti

__ADS_1


"Loh.. bagus dong kalian kan bisa honeymoon" Makmun dan Lia pun terdiam saling menatap


"Mah... tapi kan Aku besok sudah kembali bekerja, bagaimana mau honeymoon nya" lalu Makmun mengutarakan isi pikirannya agar Lia resign saja dari pekerjaannya


"Mun.. Aku kan cari kerja karena mau bantu Papah sama Mamah Aku, biarpun Papah sudah bekerja tapi... Aku juga kan butuh untuk memanjakan diri" ucap Lia dengan suara yang pelan dan halus agar suaminya tidak tersinggung dengan ucapannya, lalu Ibu Mertua menyahuti ucapan Lia


"Lia.. Makmun pasti bisa kok memanjakan Kamu.. gaji Dia sama Kamu itu masih besaran Suami Kamu, sepertinya saran Makmun itu bagus supaya Kamu lebih banyak di rumah lalu jadi Ibu rumah tangga yang baik" Lia terdiam sesaat mendegar ucapan Ibu mertuanya, lalu Lia meminta agar di beri waktu untuk memikirkan semua ini


"Mamah, Makmun... Aku minta waktu boleh untuk memikirkan hal ini, Aku mau konsul dulu sama Mamah Aku" Makmun pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu Mereka semua sarapan bersama.


Tini sedang mencuci pakaian.. seperti biasa seluruh pakaian Sam maupun Tini diperiksanya, saat sedang merogoh kantong celana kemarin Tini menemukan sebuah Nota pembelian baju couple kemarin lusa di toko Almaira.


Tini terkejut melihat ini Dia merasa Sam tak pernah membelikan baju couple untuknya, Tini merasa curiga saat ini, lalu Dia teringat tentang pegawai toko perhiasan yang mengatakan Sam pernah datang bersama wanita, langsung saja Tini ingin mencari tahu karena ini kesempatannya untuk mengetahui apakah Suaminya selingkuh di belakangnya atau ini hanya prasangka buruknya saja.


Tini pun pamit kepada Mamahnya untuk pergi sebentar dengan alasan menemui temannya yang baru saja datang dari luar negeri


"Kamu hati-hati ya Nak.. jangan minum aneh-aneh atau makan yang aneh-aneh" Tini hanya tersenyum dan Tini pun pamit pergi.


Saat di mobil Tini merasa sangat tidak tenang, Dia takut menghadapi kenyataan yang pahit dalam hidupnya


"Awas saja kalau terbukti semuanya Kalian tidak akan pernah bisa bersatu" ucap Tini dalam hatinya dengan rasa penuh kebencian terhadap Asri.


Tini pun sampai di Toko perhiasan yang kemarin Ia datangi, lalu Tini langsung bertanya pada pegawai yang sama saat kemarin membeli perhiasan


"Mbak... maaf masih ingat saya" si pegawai sedang memperhatikan wajah Tini


"Oh.. iya Mbak Saya masih ingat yang kemarin beli kalung yah, ada apa ya Mbak?" tanya pegawai Toko perhiasan Tini pun langsung bertanya ke inti permasalahan


"Mbak.. kemarin kan Mbak bilang sama Saya bahwa Mbak melihat suami saya datang bersama perempuan atau yang Mbak bilang kemarin pacar, apa ini perempuan itu Mbak" Tini bicara sambil memperlihatkan foto Asri di ponselnya, pegawai toko sedang memperhatikan foto tersebut untuk mengingat


"Iya Mbak ini... perempuan itu ya Mbak ini yang ada di foto" bagaikan di sambar petir Tini mendegar hal itu sontak saja tini langsung memukul etalase perhiasan dengan mengatakan


"Brengsek" semua orang terkaget melihat tingkah Tini, Tini pun sadar bahwa dirinya jadi pusat perhatian, lalu Tini meminta maaf juga berterimakasih atas informasi dari si pegawai.


Tini pun langsung pergi menuju Toko Almaira tempat Sam membeli baju couple, Dia merasa harus memastikan sekali lagi agar dirinya tak malu jika nanti melabrak Asri.


Tini terus berjalan dengan cepat di dalam mall, saat sudah sampai Tini berhenti menghela nafas sejenak, Dia pun langsung menanyakan soal nota pembelian baju


"Maaf Mbak... saya mau menanyakan, apakah ini benar nota dari Toko ini" ucap Tini sambil memberikan nota ditangannya, pegawai melihat dan memeriksa lalu mengatakan,


"Iya.. benar ini nota dari toko Kami, apa ada masalah Ibu?"


"Kalau boleh saya tahu nota ini atas nama siapa ya mbak? karena ini penting untuk Saya masukkan ke pembukuan" Tini beralasan dengan suara tenang.

__ADS_1


__ADS_2