
Selesai berpelukan Chandra mengucapkan
"Terimakasih Asri, terimakasih untuk permintaan ku ini" setelah itu Chandra langsung pergi meninggalkan Asri, Asri masih terdiam.
Dia masih meneteskan air mata, Dia sendiri tak menyangka akan sesedih ini, lalu Sam datang menghampiri dan Ia mengusap air mata Asri
"Aku akan memberi kebahagian untuk Kamu sayang" Asri kaget dan menoleh
"Sam... Kamu... dari tadi disini" Asri sedikit ketakutan kalau Sam tahu bahwa tadi Dia dan Chandra berpelukan
"Ya cukup lama sampai dengan permintaan Chandra yang ingin di peluk Kamu" Asri merasa tak enak dengan Sam karena Sam harus melihat momen pelukan itu
"Aku minta maaf, apa Kamu marah" Sam hanya tertawa kecil dan tak ingin memperlebar masalahnya
"Sudah, ayo Kita lihat Rahma" Sam mengajak Asri, berpura pura untuk menghindari pembicaraan.
Rahma pun tersadar dari pingsan, lalu Ia melihat ada Chandra di depannya, Ia pun sangat senang
"Chan... Kamu disini... Chan Aku mohon Chan.. jangan ceraikan Aku" Rahma memohon untuk kesekian kalinya sambil menangis, Chandra pun langsung mendekati Rahma
"Hey... sudah Kamu jangan menangis lagi" Chandra kini berbicara dengan suara lembut
"Aku sudah putuskan, bahwa Aku tidak akan menceraikan Kamu, dan Aku memberikan Kamu kesempatan satu kali lagi, untuk menebus semua kesalahan Kamu" betapa senangnya Rahma mendengar kabar itu kini semangat hidupnya kembali lagi
"Nak... mamah senang dengan berita ini, terimakasih Chandra, terimakasih karena Kamu mau menerima Anak Mamah sekali lagi"
Asri dan Sam sedang berdiri di pintu, Rahma pun melihat Mereka berdua, lalu Ia menyuruh Asri dan Sam untuk masuk kedalam
"Asri... Sam... sini... kalian masuk" Asri dan Sam pun masuk, lalu Asri menanyakan keadaannya
"Bagaiman keadaan Kamu Rahma"
"Aku baik... terimakasih Asri, terimakasih untuk semua ini" Rahma pun menggenggam tangan Asri dan berkata lagi,
"Aku yakin Chandra mengubah keputusan ini karena Kamu" Asri pun tersenyum dan menoleh ke arah Chandra, lalu Ibu Yanti mencoba membujuk Anaknya untuk makan
"Nak... Kamu makan ya, Kamu kan tidak mau makan dari kemarin" Bu Yanti bicara dengan rasa sedih, Rahma pun tersenyum, Ia pun menganggukan kepalanya dan berkata,
"Iya Mamah, Aku akan makan" lalu Chandra meminta kepada Bu Yanti agar Dia saja yang menyuapi Rahma.
Rahma pun terlihat senang mendengarnya, kemudian di suapi lah Rahma dengan lembut oleh Chandra dan
"Kamu makan yang banyak Supaya cepat sembuh" Chandra kini membuat Rahma tersenyum sangat senang
"Tapi Kamu harus janji, Kamu jangan lagi menganggu Asri, atau sampai membuat masalah" Rahma pun tersenyum lagi lalu menganggukan kepalanya kemudian berkata,
"Aku janji Chan... Aku tidak akan mengganggu Asri lagi, Aku akan berusaha bersikap baik kepada Asri" kini semuanya tersenyum bahagia.
Lallu Asri juga Sam berpamitan untuk kembali ke kantor, Chandra lupa bahwa saat ini Dia harus meeting, lalu Ia meminta Sam untuk menggantikannya
"Sam... sorry tadi Gue ada meeting sama Pak Andi, sepertinya Pak Andi sudah menunggu Gue di kantor, Lo bisa gak gantikan Gue di sana"
"Iya Chan... nanti biar Gue yang wakilkan, dan bahas meetingnya, Lo kirimin ajah proposal yang harus Gue presentasikan" Sam bicara sambil menepuk pundak Chandra, Asri dan Sam pun kembali ke kantor.
__ADS_1
Di perjalanan Asri menanyakan pada Sam soal pelukan itu
"Kamu tak marah kan soal pelukan itu" Sam hanya tersenyum lalu mencium tangan Asri
"Aku mencintai Kamu, dan Aku menerima masa lalu Kamu, Kamu hanya berusaha menghargai Chandra iya kan"
"Terimakasih sayang, Kamu sudah mengerti situasinya" Asri merasa lega karena Sam tak marah.
Lia mulai rindu dengan Makmun karena Ia sudah mengambil cuti selama 5 hari cuti karena sakit sekaligus untuk pernikahannya nanti.
Dia pun menelpon Makmun untuk mengutarakan perasaannya yang rindu karena tak berjumpa
"Ya ampun sayang baru saja satu hari Kamu gak ketemu Aku"
"Ya nama nya juga cinta, sayang, pasti kangen dong, emang Kamu ga kangen ya sama Aku" Lia berbicara dengan suara manja namun sedikit marah
"Loh... ya kangen dong...jangan marah dong..." Lia pun tertawa, karena sebenarnya Dia tak marah sama sekali lalu tiba tiba Lia di panggil Pak Aji, pengganti yang mengerjakan pekerjaan Makmun sementara
"Sayang udah dulu ya, aku di panggil nih sama Pak Aji" telepon pun di akhiri.
Jam makan siang tiba, lalu Juvi datang menghampiri ruangan Asri dan Sam
"Hey... Sam... Sri.. Kita makan bareng yuk"
"Oh ya, Lia sudah cuti..?" tak lama Lia pun datang lalu mengatakan,
"Pasti lagi ngomongin Gue ya, Gue belum cuti, besok baru ambil cuti cuma 3 hari sih, soalnya Gue kan masih karyawan baru disini, itu juga permintaan cuti Gue di bantu sama Sam" Lia pun nyengir tertawa, lalu Sam menyahuti ucapan Lia
"Hehe... iya deh... makasih ya Sam, Asri Lo bersyukur deh punya pacar yang punya kuasa di perusahaan ini" Asri pun memberi isyarat kepada Lia untuk tak membahas soal hubungannya dengan Sam.
Lia pun mengerti dan mencoba berbicara hal lain untuk mengalihkan pembicaraan
"Sudah yuk kita makan, gue lapar nih" Sam mengerti dengan gerak gerik Lia dan Asri, karena Ia tahu, pasti Asri sudah memberitahu soal hubungannya dengan Sam, tentu saja karena Mereka sahabat dekat.
Setelah Rahma mau makan dan senyumnya kembali lagi, Chandra pun pamit untuk kembali ke Kantor
"Rahma, Mamah, Aku balik ke kantor lagi ya, kerjaan Aku masih banyak, aku gak enak kalau Sam yang harus kerjakan pekerjaan Aku" Bu Yanti pun mempersilahkannya untuk kembali ke Kantor
"Chan... tapi nanti Kamu pulang kan kerumah Mamah Aku kan?" Chandra pun menjawab dengan tersenyum dan menganggukkan kepala nya, kini Chandra pergi dan berpamitan.
Lalu Rahma mengatakan isi hatinya kepada Mamahnya, bahwa kini Dia sangat bahagia "Mah... Aku bahagia sekali hari ini, Aku gak jadi cerai sama Chandra, gak sia sia Aku minta tolong sama Asri" Bu Yanti pun tersenyum senang melihat Anaknya kini bersemangat lagi
"Iya... Mamah juga ikut bahagia melihat Kamu sekarang ini, tapi Kamu jangan lupa makan ya Nak, Mamah gak mau kalau sampai Kamu sakit lagi" Rahma menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Setelah makan siang selesai Sam, Asri, Juvi juga Lia kembali ke kantor, namun Sam memberi tahu bahwa Dia dan Asri akan meeting
"Meeting" Asri berbicara dengan raut wajah yang bingung
"Iya meeting sama Pak Andi, masa Kamu lupa Asri" Sam memberi isyarat kedipan mata pada Asri, tak lama Asri mengerti lalu mengatakan,
"Oh ya, Aku lupa, aduh maaf ya Sam, kalau gitu Kalian duluan saja ya ke Kantornya" Lia dan Juvi pun pergi meninggalkan Mereka berdua.
Saat berjalan menuju kantor Juvi menanyakan pada Lia prihal Asri yang lupa untuk meeting
__ADS_1
"Kamu percaya Asri Lupa sama jadwal meeting"
"Mungkin saja si lupa, namanya manusia kan" lalu Juvi menjelaskan kepada Lia yang polos itu
"Mereka itu pasti mau kencan" ucap ceplos Juvi, Lia mengerutkan keningnya sambil berfikir
"Masa sih, ikh Lo negatif deh pikirannya sama Mereka" Lia menang polos hingga tak mengerti dengan ucapan juvi
"Ya sudah kalau gak percaya" lalu Juvi pergi ke ruangannya, dan Lia pun kembali bekerja lagi.
Di mobil Asri bertanya kepada Sam
"Kita mau kemana Sam, ini kan sudah mau jam Kerja" Asri bicara dengan wajah bingung
"Kamu tenang, Aku kan punya kuasa sedikit di kantor, ya pergi sejam dua jam orang kantor juga gak akan curiga"
"Memangnya benar Kita mau meeting.. kan meeting sama Pak Andi tadi udah"
"Kamu tuh ya, polos banget, Aku mau ajak kamu pergi beli gaun" Asri kaget mendengar ucapan Sam
"Hah... gaun... buat apa?"
"Ya ampun Sayang... Kita kan mau datang di acara pernikahan Lia sahabat Kamu, jadi Aku mau belikan Kamu gaun tercantik, supaya Kamu terlihat cantik" Asri pun tersenyum, setelah tau maksud Dari Sam mengajaknya pergi
"Makasih ya Sam, Kamu perhatian banget deh sama Aku" Sam pun menggenggam tangan Asri dan mengatakan,
"Ya sayang, Aku cinta Kamu, apa pun Aku akan lakukan buat Kamu, lagi pula Aku kan sudah janji sama Tini untuk mengantar dia ke rumah sakit sehabis pulang kerja, jadi Aku ajak kamu sekarang, kamu ngerti kan" Asri tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu Asti membelai pipinya Sam.
Chandra yang sudah sampai di ruang kerjanya, tiba tiba Pak Rohman datang menemuinya
"Papah boleh masuk Chan" Sam melirik ke arah pintu
"Papah, ya Pah masuk saja" lalu Pak Rohman duduk dan langsung berbicara
"Terimakasih chan...Papah sudah dengar dari Mamah Yanti kalau Kamu mau menerima Rahma lagi, Papah sangat senang sekali, Papah yakin kalau Rahma akan lebih bahagia jika terus bersama Kamu" Chandra terdiam lalu tersenyum pada Mertuanya
"Ya Pah, Aku mau menerima Rahma lagi, karena Aku berusaha menghargai usaha Rahma, Aku juga yakin dengan janji Rahma yang mau berusaha merubah sikapnya selama ini"
"Intinya papah sangat senang dengan semua ini, tolong Kamu bahagiakan ya Anak Papah itu" pinta Pak Rohman dengan sangat kepada Chandra
"Insyaallah Pah.. Aku akan berusaha untuk itu" setelah selesai berbicara, Pak Rohman pamit untuk kembali keruangan nya.
Tak lama Juvi mengetuk pintu ruangan Chandra, Chandra pun mempersilahkannya masuk
"Eh juv...kenapa"
"Ini Aku mau kasih liat program baru dari IT, kata Bu Manda Aku harus buatin program baru, supaya mempermudah Kamu buat laporan keuangan" Chandra pun melihat file yang di berikan Juvi
"Ok... ini bagus juv... hebat Lo ya, gak nyangka sih Gue Lo bisa sepintar ini"
"Ah... bisa ajah Lo Chan, oh iya gimana rumah tangga Lo, sepertinya Gue sudah jarang banget ya, ngobrol sama Lo" Chandra tersenyum, lalu ia menceritakan tentang kebohongan kehamilan Rahma, juga tentang gugatan cerai itu hingga Rahma masuk rumah sakit
"Apa... serius Lo Chan... jadi selama ini Rahma gak hamil" Juvi pun kaget akan ucapan Chandra.
__ADS_1