
Di depan kantor Asri dan Sam ingin naik mobil, lalu dipanggil lah oleh Chandra
"Asri... tunggu"
"Iya... kenapa Chan?"
"Em... ini punya kamu" Chandra menunjukan gantungan tas yang tertinggal di rumah Chandra, ketika melihat gantungan tersebut Asri tersenyum
"Ya ampun... kok bisa di Kamu Chan...?"
"Harusnya Aku yang tanya, kenapa bisa tertinggal di rumahku" Asri terdiam dan mengatakan kalau Dia sendiri lupa
"Ya sudah Aku cuma ma kasih ini saja" ketika Asri dan Chandra sesuai bicara, Sam langsung menyahuti mereka
"Ya udah kita pulang yuk Sri, Chan...Kita duluan ya" Chandra tak menjawab hanya menganggukkan kepalanya.
Saat di Mobil Sam menanyakan kenapa gantungan itu bisa tertinggal di rumah Chandra, padahal waktu melayat tidak terasa ada yang jatuh ucap
"Sudahlah Kamu kenapa sih mikirin hal yang gak penting, ya mungkin aja gantungan ini memang jatuh, dan Aku gak tahu itu" Asri menjelaskan kepada Sam
"Pasti itu sepesial ya buat Kamu..?" Asri hanya menggelengkan kepalanya
"Sam... Kamu mulai deh...Sayang Aku dan Chandra itu masa lalu, dan masa depan Aku ya Kamu, Aku punya harapan lebih sama Kamu" Asri meyakinkan perasaannya terhadap Sam supaya Sam tak lagi cemburu padanya. Sam pun diam dan melirik Asri lalu tersenyum.
Sepanjang hari Rahma memikirkan hal yang baru saja Ia lihat di Retro, Dia tak menyangka Asri menjalin hubungan dengan Sam.
Lalu Ia berfikiran, dengan Sam saja yang punya Istri Dia mau, apalagi dengan Chandra sepertinya tidak menutup kemungkinan kalau Chandra dan Asri bisa selingkuh di belakangnya
"Rahma Kamu kenapa melamun" Tiba tiba Ibu Yanti datang menghampirinya
"Mah... Aku lagi bingung mikirin pernikahan Aku, Aku takut sekali Mah, Chandra benar benar akan menggugat Aku" lalu Ibu Yanti menasehati Anaknya itu
"Coba deh Kamu rubah sikap Kamu, Kamu harus bisa sedikit lemah lembut dengan Suami Kamu, semoga saja Chandra bisa luluh" ucap Ibu Yanti dengan membelai pipi anaknya
Dia pun teringat akan ucapan Asri yang sama persis dengan ucapan Ibunya
"Kita makan yuk" ajak Ibu Yanti terhadap Anaknya namun Rahma sepertinya tak berselera untuk makan
"Nanti deh Mah, Aku lagi gak nafsu makan" lalu Rahma pun masuk kedalam kamarnya.
Asri dan Sam pun sampai dirumah, baru ingin membuka pintu tiba tiba ponsel Asri berbunyi, itu panggilan dari Ibu Anita
"Mah... kok telepon, Aku sudah di depan rumah kok"
"Sayang Mamah minta maaf hari ini Mamah gak pulang dulu ya, Mamah lagi dibandung, ada urusan bisnis"
"Oh ya udah Mah, Mamah hati hati ya"
"Iya Sayang ya sudah ya" baru ingin menutup telepon tiba tiba Asri mengatakan,
"Mah tunggu..."
"Ia kenapa...?"
"Mah... maafin Asri ya semalam sudah buat Mamah kesal dan marah" Asri merasa menyesal karena sudah menyakiti hati Mamahnya semalam
"Ia Sayang gak apa-apa, tapi Mamah mohon sama Asri jangan tanya tanya lagi ya soal makam Papah" Asri terdiam Dia tak ingin ribut lagi dengan Mamahnya akhirnya Asri mengiakan permintaan Mamahnya untuk tak lagi membahas tentang Papahnya, panggilan pun di putus.
__ADS_1
Sam yang menyimak percakapan Asri dengan Mamahnya lalu bertanya,
"Mamah Kamu kenapa sayang"
"Ini Mamah katanya gak pulang malam ini, lagi di Badung katanya, ada urusan bisnis bilangnya, yah..... Aku jadi sendirian deh dirumah" Sam yang malas untuk pulang, malas bertemu Tini lalu ia berinisiatif untuk menginap dirumah Asri sekalian menemani Asri supaya tak kesepian
"Aku boleh menginap gak Disini" Asri bengong dan kaget lalu berkata,
"Ya boleh sih...Aku jadi ada teman kalau Kamu disini" lalu Asri nyengir, kemudian mereka masuk kedalam rumah.
Tini yang berbaring dari tadi merasakan tubuhnya seperti tak enak badan, lalu tiba tiba Ia merasa mual, tak tahan dengan rasa mual hingga Ia muntah muntah ueek...ueek...
"Ya ampun kenapa ya, mual begini perut" bertanya pada diri sendiri, Tini pun keluar kamar mencari Ibunya
"Mah... ada minyak angin gak" Bu Heni menoleh melihat Anaknya
"Kamu kenapa masuk angin..?"
"Mungkin ia Mah" bicara sambil memijat-mijat kening juga leher lalu Bu Heni memberikan minyak angin
"Ini Sayang Kamu pakai" tiba tiba Ia mual lagi
"Ueek.... hmm....bau banget Mah, bikin mual tau gak" Ibu Heni keheranan tak biasanya Tini menolak pakai minyak angin, biasanya kalau masuk angin begini Anaknya selalu pakai minyak angin
"Kamu yakin cuma masuk angin" Tini melihat wajah Ibunya dengan bingung, lalu Bu Heni berkata,
"Kamu periksa deh ke Dokter, sepertinya bukan masuk angin Tin" lalu Tini masuk lagi ke kamar tak lama Ia mendapati SMS dari Sam yang mengatakan malam ini Ia akan menginap dirumah Juvi, karena ada proyek yang harus dikerjakan bersama Juvi.
Tini merasa kesal lalu Ia menelpon langsung suaminya itu dan di angkat lah oleh Sam lalu Tini berkata,
"Kamu kok nginep dirumah orang sih, Kamu kan punya rumah Sam"
"Sam... Aku tuh lagi sakit, Aku mau minta antar berobat"
"Kan ada Mamah yang bisa antar Kamu"
"Sam tapi Kamu Suami Aku" tak ingin banyak berdebat dengan Tini, lalu Sam beralasan dan menjanjikan besok akan mengantarnya asalkan malam ini Ia tetap jadi menginap dirumah juvi, Tini pun senang dengan apa yang di ucapkan Sam
"Benar yah, besok Kamu antar Aku" Tanya sekali lagi Tini agar Dia merasa yakin, kalau Sam tidak akan mengingkari janjinya
"Iya... Aku janji" setelah itu Tini pun membolehkan Sam untuk menginap di rumah Juvi malam ini, yang penting besok Dia akan di antar oleh Sam
"Sudah ya, Aku tutup dulu" Sam pun langsung menutup panggilan tersebut.
Asri melihat Sam sedang menerima telepon Ia pun bertanya,
"kamu telpon siapa Sam"
"Tini, Aku tadi kasih tau Dia, kalau Aku mau menginap di rumah Juvi" Asri pun tersenyum meledek lalu berkata,
"Hmmmm.... da yang nakal ya, bohong sama Istri" Sam pun tersenyum lalu Ia langsung mencium pipi Asri
"Apaan sih" Asri pun tertawa manja lalu Asri menyuruh Sam untuk bersih bersih badan
"Sudah sana Kamu mandi, Aku mau buatin makan malam"
"Siap... Sayang, habis itu ngapain" Sam mencolek perut Asri dan Dia pun berkedip genit terhadap Asri
__ADS_1
"Sudah sana mandi, genit banget" bicara sambil tersenyum, lalu Sam pun mandi.
Namun Tini belum yakin kalau Sam menginap dirumah Juvi, lalu Ia mencoba menghubungi Juvi, namun tak diangkat oleh Juvi berkali kali "Ikh.... Juvi ini nyebelin banget... setiap Aku telpon urusan penting pasti tak pernah di angkat" gerutu Tini dalam hatinya, karena Ia merasa lemas, akhirnya Ia memutuskan untuk tidur saja.
Sehabis mandi Juvi melihat ponselnya ternyata ada panggilan dari Tini istri Sam "Aduh... ada apa ya kok Dia nelpon Gue, wah ini Sam pasti buat Masalah" lalu Juvi pun segera menghubungi Sam.
Ponsel Sam berbunyi Asri melihatnya dan itu panggilan dari Juvi, diangkat lah oleh Asri "Halo... Sam..."
"Ini aku Asri, Sam lagi pergi sebentar ke supermarket" Asri tak ingin Juvi tahu, kalau Sam ingin menginap dirumahnya, maka dari itu Ia berbohong
"Oh gitu, tolong sampaikan sama Sam ya Sri, tadi Tini telpon Aku, tapi gak ke angkat sama Aku, soalnya Aku lagi mandi, makanya Aku telpon Sam, pasti ada apa apa deh Tini sampai telepon Aku"
"Iya deh nanti kalau Sam sudah balik Aku kasih tau kalau Kamu Telepon barusan" lalu panggilan pun diputus.
Asripun melanjutkan masakannya, tiba tiba Asri dipeluk dari belakang oleh Sam
"Eehh... ya ampun Sam, Kamu ngagetin Aku tau gak" ucap Asri sambil mengaduk masakannya
"Masa sih..." Sam berkata lalu Sam mencium pundak Asri, membuat Asri tak fokus masak
"Mandi dong sayang ini udah hampir malam, gak baik loh buat kesehatan" Asri tertawa kecil dan menjawab,
"Iya Pak Dokter, bentar lagi selesai nih, oh ya tadi Juvi telepon Aku, katanya Tini habis telepon Dia" Sam menggaruk kepalanya lalu berkata,
"Aduh gawat...kalau sampai Juvi bicara Aku gak disana" ucap Sam dalam hatinya lalu Sam langsung menelpon Juvi
"Bentar ya Sayang Aku telpon Juvi dulu" Asripun mandi, dan Sam menelpon juvi kemudian di angkat panggilan tersebut oleh Juvi
"Halo Sam"
"Juv... tadi Tini telepon Kamu ya, Juv kalau telepon lagi bilang saja ia Aku nginep dirumah kamu ya" Juvi kebingungan mengapa Sam menyuruhnya berbohong lalu Juvi berkata,
"Lo gak lagi macam macam kan Sam" tanya Juvi kini penasaran dengan keberadaan Sam
"Negatif ajah Lo, Gue lagi ribut sama Tini, dan Gue lagi males banget pulang, Gue lagi di Apartemen Gue" Juvi kaget mendegar Sam punya Apartemen
"Hah....Apartemen.... emang Lo punya apartemen?"
"iya Gue punya di daerah Kebayoran" Jawab Sam "Jauh banget Sam" sebenarnya Juvi dalam hatinya tak percaya
"Ya sengaja biar Tini ga bisa temuin Gue"
"Ok deh kali ini gue percaya, tapi awas kalau Lo sampai macam macam" Juvi kini berbicara mengancam terhadap Sam
"Iya bawel banget si Lo" setelah itu telepon pun diputus oleh Sam sebenarnya apartemen yang di bicarakan tadi tidak pernah ada Sam hanya menipu Juvi supaya Juvi tak curiga.
Chandra sedang melamun melihat ke arah jendela dengan menyenderkan kepala di jendela Ia sedang memikirkan keputusannya yang ingin menggugat cerai Rahma, namun Ia tetap tak akan pernah bisa bersama Asri lagi, walaupun perceraian itu terjadi karena hati Asri kini milik orang lain ucap Chandra dalam hatinya.
Tiba tiba Ibu Risma datang menghampiri
"Nak...makan dulu ya"
"Iya Mah, Aku besok mau ke pengadilan agama, Aku mau buat gugatan cerai untuk Rahma" Chandra bicara dengan wajah yang melas
"Kamu sudah yakin dengan keputusan Kamu" tanya lagi Bu Risma agar Anaknya benar benar yakin akan keputusannya, Chandra pun tersenyum lalu berkata,
"Sudah Mah... Aku yakin" lalu ibu Risma mengajak makan Anaknya.
__ADS_1
Rahma dari tadi di kamar saja tak keluar keluar bahkan Ia belum makan dari pagi, Ibu Yanti mencoba masuk ke kamar Rahma, lalu ibu Yanti melihat anaknya sedang meringkuk tertidur, saat di panggil panggil Rahma hanya menjawab iya atau tidak saja, Ibu Yanti keheranan, lalu Ia mencoba memegang kening Rahma dan ternyata Rahma demam tinggi
"Ya Allah, Rahma badanmu panas sekali Nak" Bu Yanti langsung memberitahu kondisi Anaknya pada suaminya, Pak rohman pun panik, lalu Mereka segera membawa Rahma ke Rumah Sakit.