
Setelah membeli kalung Sam mengantar Asri pulang ke rumah
"Sayang, besok tunggu Kabar dari Aku ya, kalau Sampai jam 8 Aku gak kasih kabar, itu artinya Aku gak bisa bareng Kamu ke acara pernikahan Lia" Asri diam, dalam hatinya Asri tak mau berangakat tanpa Sam, tapi Asri juga mengerti posisi Sam, jadi Asri hanya menganggukkan kepalanya saat Sam meminta untuk jangan menghubunginya duluan
"Iya Sam, Aku mengerti.. Makasih ya kalungnya Aku suka" lalu Sam pamit untuk pulang dan Asri masuk kerumah, saat baru masuk Asri langsung di sambut Mamahnya
"Sayang... sudah pulang Nak.. Kita makan yuk..? oh ya, tadi ada paket baju katanya dari Toko Almaira terus Mamah buka deh ternyata baju couple, itu baju Kamu sama siapa?" Bu Anita bertanya sambil tersenyum pada Anaknya, Asri pun ikut tersenyum dan mengatakan,
"Oh iya mah, ternyata bajunya sudah datang ya, Mah... nanti Aku ceritakan laki laki yang akan pakai baju couple itu siapa, sekarang Aku mau makan lapar sekali, Aku ganti baju dulu ya Mah" lalu Asri masuk ke kamar untuk berganti baju.
Bu Anita terdiam, dan memikirkan apakah Sam laki laki itu ucapnya dalam hati.
Saat Sam sudah sampai di rumah Dia langsung menuju kamar, lalu mandi bersih bersih badan, Dia melihat Tini masih berbaring di tempat tidur, namun Sam tak menghiraukan Tini, Dia terus dengan kesibukannya, Tini pun menoleh ternyata Sam sudah pulang
"Sam Aku mau beli kalung yang sangat cantik untuk Aku pakai nanti di acara pernikahannya Karyawan Papah, Kamu antar Aku ya"
"Kamu beli sendiri saja lah Tin, Aku capek banget hari ini" sam pun langsung masuk ke kamar mandi.
Tini cemberut tak karuan karena selalu saja permintaanya di tolak oleh Sam, Tini pun keluar kamar dan ingin menemui Mamahnya untuk meminta menemaninya membelikan sebuah kalung baru yang cantik untuk di pakai di Acara pernikahan Karyawan Papahnya nanti.
"Mah.... lagi sibuk ga?" Bu heni yang sedang membaca majalah menoleh
"Kenapa sayang, Kamu mual lagi?"
"Tidak Mah.. Aku ingin beli kalung berlian yang cantik, tapi Sam tidak mau mengantar Aku, kalau Mamah mau gak... ?" Mamah nya bingung mengapa Sam tak mau menemani Tini.
Tiba tiba Sam lewat di hadapan Tini juga Bu Heni, langsung saja Bu Heni memanggil
"Sam....sebentar kesini"
"Ya Mah... kenapa?"
"Sam Kamu bisa antar kan Istri Kamu, Tini ingin beli kalung katanya" Sam langsung melirik Tini dan menatapnya lalu mengatakan dalam hatinya
"Dasar tukang ngadu, ini pasti Dia yang minta supaya Aku mau mengantarnya" Sam tak dapat menolak permintaan Ibu mertuanya, lalu Ia mengiakan akan mengantar Tini pergi ke Toko perhiasan malam ini juga
__ADS_1
"Baik Mah.. Aku akan antar Tini" ucap singkat dari mulut Sam, Sam pun pergi ke dapur untuk membuat kopi.
Tini sangat senang karena Ibunya membantu membujuk Sam untuk mengantarnya lalu Tini berterimakasih kepada Mamahnya
"Makasih ya Mah... kalau bukan Mamah yang minta, pasti Sam gak akan mau deh" Bu Heni hanya tersenyum dengan melihat wajah Anaknya
"Ya sudah sana, Kamu siap siap.. semoga lancar ya dinner nya" Tini bingung mengapa Ibunya bilang dinner, padahal Dia hanya meminta Sam mengantar ke Toko perhiasan, dari pada banyak bertanya lagi Tini pun kembali Ke kamar untuk bersiap-siap.
Selang beberapa waktu akhirnya Tini dan Sam berangkat menuju Toko perhiasan langganan keluarganya.
Di dalam mobil Tini mengucapkan terimakasih pada Sam karena sudah mau mengantar
"Ini semua sudah Kamu rencanakan bukan, Kamu sengaja minta Mamah biar Aku mau antar Kamu" mendegar ucapan Sam Tini langsung marah
"Kenapa sih Sam, Aku ini istri Kamu Aku sedang hamil Anak kamu, Sam tolong dong, Kamu bisa gak sih rubah sikap Kamu, Aku capek tau gak..?" Tini bicara dengan nada meninggi, Sam langsung menjawab ucapan Tini
"Kamu capek... sama Aku juga capek.. kalau begitu kenapa Kita tak bercerai saja" mata Tini langsung terbelalak ketika mendengar kata cerai dari Sam, Dia memandang Sam dengan wajah sinisnya
"Sam.. jangan gila Kamu, Kamu gak akan bisa ceraikan Aku dalam kondisi Aku hamil, Aku yakin kok kalau pun Kamu mengajukan gugatan cerai, Hakim tidak akan mengabulkan permintaan Kamu" Tini bicara dengan penuh tekanan terhadap Sam.
"Aku tahu Sam, tidak akan bisa Kamu gugat Aku, karena Aku sedang hamil" Tini tertawa sinis dalam hatinya.
Saat Asri sedang makan Bu Anita menanyakan lagi tentang laki laki yang akan memakai baju couple itu
"Asri...memang nya siapa sih laki laki yang sedang dekat sama Kamu, kalau Mamah lihat sih, kamu akhir-akhir ini sering banget loh, pulang, pergi bekerja bersama Sam, jangan-jangan... apa Sam orangnya" mendengar ucapan Mamahnya Asri hanya tersenyum
"Jadi sekarang Mamah mirip dukun" Asri pun tertawa, dan Bu Anita pun ikut tertawa
"Jadi siapa dong..." tanya Bu Anita kedua kalinya lagi, dan kali ini Asri akan serius bicara dan mengatakan yang sesungguhnya pada Mamahnya
"Ok ok...Aku akan jujur sama Mamah, iya.... benar laki laki itu memang Sam, Aku mencintainya Mah, Aku sayang Dia, dan Dia pun mencintai Aku" Asri berbicara dengan wajah tersenyum kecil, namun memiliki arti yang sangat besar bagi perasaannya.
Bu Anita memperhatikan Anaknya dari ucapannya Bu Anita menyimpulkan bahwa Asri sudah bisa melupakan Chandra
"Jadi Kamu sudah move on sekarang, Kamu yakin dengan pilihan Kamu, apa Sam itu laki laki yang baik sayang" kini Asri jadi bingung dengan pertanyaan Mamahnya
__ADS_1
"Mah.. maksud Mamah baik orangnya bagaimana sih..?, ya Dia baik Mah, nih lihat deh Mah" Asri menunjukkan sebuah kalung di lehernya
"Ini tuh Sam yang beli untuk Aku, Dan Dia mau serius sama Aku Mah" Bu Anita langsung memandangi kalung tersebut
Dia jadi teringat ketika Ayah Asri memberikan kalung indah dengan kata kata yang sama di ucapkan oleh Asri barusan, bahwa Dia mau serius dan menjalin rumah tangga bersamanya, melihat Mamahnya diam dan terus memandangi kalung, Asri pun memanggil Mamahnya
"Mah... Mamah... kok Mamah jadi diam begini" namun tak ada jawaban dari Bu Anita, Bu Anita masih terus melamun sambil memandangi kalung Asri, karena tak menjawab juga lalu Asri menepuk paha Mamahnya, Bu Anita pun kaget
"Eh... kenapa sayang" Asri mengerutkan kening dan kebingungan
"Mah... Mamah kenapa..? kok saat Aku kasih lihat kalung ini Mamah jadi bengong" Bu Anita hanya menjawab tidak ada apa-apa dengan wajah melas, dan suara yang pelan.
Asri semakin keheranan, karena sikap Mamahnya saat ini seperti berubah dari sebelumnya, semua berubah semenjak Bu Anita pulang dari Bandung, Bu Anita lebih banyak diam, lalu tiba-tiba menangis seperti waktu kemarin.
Sebenarnya Asri ingin sekali bertanya mengenai perubahan sikap Mamahnya, tapi... Bu Anita terkadang Marah jika ditanya tentang Bandung dan tentang Ayah Asri.
"Sayang.. Mamah hanya mau bilang sama Kamu,. kalau memang Sam serius, jangan lama lama Nak... lebih cepat lebih baik.. kalau Dia melamar Kamu" mendegar hal itu kini Asri yang diam tak menjawab juga bengong
karena hal ini lah yang membuat Asri saat ini sedang bingung, Dia tak mungkin bercerita bahwa Sam masih memiliki Istri, Asri pun mengalihkan pembicaraan dan berkata,
"Ia Mah... Aku ngerti maksud Mamah, Aku masuk ke kamar dulu ya Mah, udah capek nih, makan juga sudah selesai kok" lalu Asri bangun dari tempat duduk menaruh piring bekas makan di dapur kemudian masuk ke kamar untuk beristirahat.
Bu Anita masih diam Dia sebenarnya ingin menceritakan kebenaran tentang Ayahnya, tapi Bu Anita takut kalau nanti Asri akan membencinya karena sudah menutupi rahasia besar bahwa Ayahnya masih hidup dan sekarang berada di Bandung tinggal degan Istri pertamanya bernama Dian.
Di Toko Perhiasan Tini sedang memilih kalung yang cantik dan cocok untuknya, lalu Dia melihat satu kalung yang membuat Dia penasaran, Tini pun meminta pada Pegawai toko untuk mengambilkannya
"Coba Mbak.. Aku mau yang itu bisa Aku lihat" Pegawai toko langsung mengambilnya dari dalam etalase
"Ini model terbaru Bu.. hanya 5 buah dikirim dari pusat, dan ini tinggal satu tadi siang masih dua tapi sudah di ambil oleh pasangan romantis" ucap Pegawai toko dengan tersenyum senyum, lalu Pegawai toko melihat Sam Dia pun berkata,
"Loh... Bapak bukanya yang tadi siang, yang beli kalung model ini dengan pacar Bapak" Tini langsung menatap Sam dengan wajah bingung, tentu saja Sam langsung mengelak ucapan Pegawai tersebut
"Mbak... tolong kalau bicara di jaga ya, saya kesini saja baru ini" Tini masih melihat Sam dengan mata yang sinis
"Maaf Pak... kalau Saya salah, mungkin Saya hanya melihat mirip saja kali ya, Bu... Saya minta maaf ya, Saya tidak bermaksud bicara yang bukan bukan" pegawai toko kini Dia merasa bersalah.
__ADS_1
Lalu Tini langsung Memesan kalung model terbaru yang di rekomendasikan si Pegawai, setelah selesai bertransaksi, Tini dan Sam pun kembali pulang ke rumah.