Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Keberangkatan Tuan muda Excel


__ADS_3

Mentari pagi datang menampilkan cahayanya di hari Sabtu itu. Tepat di salah satu Mansion mewah di kota Jakarta.


Pemuda berusia 25 tahun kini sedang duduk di meja makan bersama Ibu dan Adik nya menyantap sarapan di pagi hari.


"Kak. Excel aku ikut ya, sekalian ingin bertemu dengan Ayah." Pinta Friska adik nya di sela mereka sedang menyantap makanan.


"Hmmmmm. Bukan kah kemarin kau di ajak tidak mau.?" Tanya Excel.


"Hehehehe........... Tadinya Firman mau ngajak nonton malam Minggu ini. Tetapi malam dia memberi tahu kepadaku bahwa dia di suruh ikut sama nyokap nya untuk pergi ke kota Jogja, menghadiri acara Keluarga.


"Jadi maksud kamu ikut sama kakak, hanya sekedar pelampiasan." Kekeh Excel.


"Yaaa nggak lah........ Aku kangen sama ayah." Kilah Friska dengan wajah jutek.


"Hmmmmmm." Kakak tuh tau dengan sikap kamu. Apalagi dengan wajah mu yang jutek itu." Kata Excel penasaran dengan adiknya.


"Beneran Kakak, Friska tidak bohong. Boleh nggak. Aku ikut." Rengek adiknya.


"Excel....... Kasihan adikmu. Ajak sekalian nemuin Ayah." Ucap Bunda Agista ibu kandung mereka berdua.


"Baiklah......... Tapi kamu jangan keluyuran di kota kecil itu." Pinta Excel.


"Siap......... Terima Kasih kakak' ku yang jomblo." Ledek Friska segera beranjak pergi menuju kamarnya untuk mempersiapkan sesuatunya.


"Huh........ Dasar adik tak punya akhlak." Dengus Excel. Membuat wanita setengah Tua itu tersenyum.


Setelah beres dengan persiapan dan berkas berkas yang lainnya sudah di masukkan kedalam tas milik pemuda tampan berwajah putih dan gaya rambut panjang. Excel pun langsung berjalan ke halaman Mansion untuk menuju mobil mewah miliknya.


"Pak satpam apakah mobil sudah di panaskan mesinnya.?" Tanya Excel.


"Sudah Tuan Muda." Jawab satpam seraya membungkuk.!!


"Terima Kasih Pak satpam.!!


"Bunda. Kita berdua berangkat dulu. Ucap Excel dan senyuman dari Friska.


"Iya......... Nak hati hati..... Nanti Bunda telepon ayahmu.!!


"Jangan Bunda........" Cegah Friska anak perawan nya.


"Kenapa Nak,?" Tanya Agista penasaran.


"Dia mau bikin surprise. Bun." Timpal Excel sudah masuk kedalam mobil Sport Lamborghini Sian.

__ADS_1


Friska hanya Tertawa cekikikan seraya garuk garuk kepala dan langsung mencium tangan wanita paruh baya itu.


Satu Unit Mobil Mewah Lamborghini Sian pun melaju keluar meninggalkan Mansion mewah membelah jalanan di pagi hari itu. Mobil itu bergerak dengan cepat menuju jalan utama yang mengarah kepada pintu masuk Tol Jagorawi.


******


Sementara para pengawal bayangan yang di tugaskan oleh Tuan Robi atas perintah dari Tuan Besar segera mengabarkan melalui pesan singkat wasttap.


"Tuan Robi........... Tuan Muda sudah bergerak dari Mansion bersama Nona Muda Friska, ikut bersamanya." Pesan Wasttap yang di kirim oleh pengawal yang bertugas di Mansion Tuan besar.


Tak lama balasan dari Robi pun telah di terima oleh pengawal yang ada Mansion itu.


"Baik.......!! Kalian semua yang ada di sana perketat penjagaan di Mansion. Saya tidak mau sampai kenapa Napa terhadap nyonya Besar.


"Siap Tuan Robi.........!!


*******


Dalam perjalanan menuju kota kecil itu, mereka berdua hanya diam dengan pikirannya masing masing. Di saat mobil yang mereka tumpangi keluar dari pintu Tol Ciawi Bogor. Excel pun langsung memberhentikan mobil nya di salah satu kafe di daerah itu.


"Kak kenapa berhenti.?" Tanya Friska.


"Kita istrahat sejenak, untuk minum kopi sekalian kakak mau nelepon seseorang." Jawab Excel seraya membuka pintu mobilnya.


Excel langsung mengeluarkan ponsel nya dan memencet panggilan telepon kepada seseorang yang berada di kota kecil itu.


"Tut...............!! Nada dering terdengar sangat merdu di telinga pemuda berusia 25 tahun itu.


"Halo............!!


"Kak Excel. Bagaimana kabar mu.?" Tanya satu suara di sebrang telepon.


"Alhamdulillah. Adikku sehat. Kamu sebaliknya bagaimana, Sudah lama tak ada kabar kepada kakak mu ini." Ucap Excel dengan merajuk.


"Alhamdulillah. Adik juga sehat kak. Apakah kak Excel jadi datang ke kota ini.?" Tanya Awan.


"Syukur kalau adik sehat mah.!! Jadi dan ini sedang beristirahat dulu di kawasan Ciawi bersama Friska, mendadak ingin ikut.! Kata Excel seraya mata nya berdelik kearah gadis yang ada di hadapannya itu.


"Ohk.........!! Sama kak Friska juga ikut.......!! Yaa sudah hati hati Kak. Nanti kalau sudah ada di kota ku, jangan dulu meninjau lokasi proyek perumahan. Tunggu kedatangan aku, yang sedang berada di Cileunyi Bandung Barat." Pesan seorang pemuda dari sebrang telepon.


"Ok." Siap komandan." Kekeh Excel, membuat Friska berkerut alis nya melihat wajah kakak nya.


"Ahk....... Kak Excel bisa saja.!! Yaa sudah aku akhiri telepon nya. Silahkan kakak dengan aktivitas nya di sana.!!

__ADS_1


"Ok." Seraya menutup panggilan telepon bersama pemuda itu.


"Kak siapa yang barusan di telepon oleh kak Excel.?" Tanya Friska penasaran melihat wajah senang kakak nya itu.


"Adikmu............!! Ucapnya.


"Muhammad Awan Pratama." Tebak Friska.


"Iya......... Friska bawel." Kekeh Excel cekikikan.


"Hmmmmm." Pantes kau terlihat bahagia." Kata Friska.


************************************************


#Flasbackon#


"Bob..............!! Kita sekarang mau kemana lagi.?" Tanya Betmen setelah keluar dari restoran bintang tiga malam itu.


"Kita akan pergi menuju jembatan Citarum uang berada di perbatasan Cianjur Bandung Barat." Jawab Bob dengan mengemudikan mobilnya.


"Emang nya mau ngapain kita kesana.?" Tanya Betmen penasaran.


"Sudah kau ikut saja.! Jangan banyak tanya. Nanti kau dapat Uang besar buat bikin rumah." Kata Bob pandangan pokus kedepan.


"Hmmmmmmmm." Yaa sudah.........!! Tumben Holik Simatupang tidak kau Ajak.?" Tanya Betmen.


"Dia sedang ada tugas yang di berikan oleh dukun sakti itu." Jawab Bob.


"Pantas saja. Biasa nya kalian berdua selalu bersama.!! Yaa sudah gue mau tidur kalau dah sampai bangun kan saja." Kata Betmen mulai memejamkan mata nya di jok mobil itu.


Bob. Tidak menjawab hanya mengangguk, mata nya pokus ke arah jalan raya.


Satu jam kemudian perjalanan Bob Hidayat dan Betmen pun tiba di salah satu pangkalan Ojeg yang mengarah ke lokasi tujuan nya itu.


Tepat di halaman bangunan besar terlihat kumuh dan di samping kiri sungai Citarum, mobil Honda Br-v pun berhenti. Suasana di bangunan tersebut sungguh jauh berbeda dengan penglihatan, mereka berpikir bahwa tempat itu bila malam hari sangat menakutkan. Akan tetapi bila kita melihat dari dekat bangunan itu akan membuatnya terkejut dan geleng-geleng kepala. Karna bangunan itu bila malam hari di jadikan tempat hiburan untuk pria pria hidung belang menuntaskan birahinya dengan musik segala kadarnya.


"Beberapa anak buah bos Haikal melihat kedatangan mobil Honda Br-v yang sudah tak asing lagi. Mereka pun langsung menyambut kedatangan dan membukakan pintu mobilnya itu.


"Selamat malam. Selamat datang Pak Bob." Ucap salah satu dari pengawal bos Haikal.


"Terima Kasih, Pak. Apakah majikan kalian ada di dalam.?" Tanya Bob setelah berdiri di hadapan para pengawal.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2