Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Nyonya Besar Agista Di Culik


__ADS_3

Satu unit Mobil Honda br-v dan dua mobil Avanza Veloz melesat dengan kecepatan tinggi menuju Gunung Batu yang berada di kawasan pinggir Utara kota Cipanas Cianjur, tepat di salah satu bawah gunung batu itu terdapat villa megah milik Tuan Besar Agus Ferdiansyah.


Villa besar nan megah itu jarang di tempati karna lokasi menuju jalan itu sangat terjal dan berlubang. Dan hanya di jadikan gudang tempat penyimpanan barang barang yang terlarang seperti minuman minuman keras dan barang barang ilegal lainnya.


Di salah satu ruangan tengah villa itu, terdapat satu kursi yang sedang di duduki oleh wanita paruh baya yang sedang terikat tali dan mulut tertutup lakban hitam.


Siapakah wanita yang sedang terikat itu.?"


Nyonya Agista Ferdiansyah istri dari Tedi Ferdiansyah pemilik perusahaan terbesar di Indonesia dan Ibu kandung dari Tuan Muda Excel dan Nona Muda Friska.


Bukan kah istri Tedi Ferdiansyah berada di Mansion nya di Kota Jakarta, kenapa bisa sampai ada di vila itu dengan tangan dan kaki di ikat serta mulut tertutup lakban.


#Plasbackon#


Pagi itu setelah kepergian kedua anaknya untuk melakukan perjalanan bisnis dan memantau proyek perumahan yang ada di kota suaminya kini tinggal


Anak buah yang di perintahkan oleh Asisten suami Agista Ferdiansyah, telah berkhianat dan memberi tahukan informasi nya kepada adik tirinya Tedi Ferdiansyah. Bahwa di Mansion nya hanya ada wanita paruh baya dan beberapa pembantu nya saja.


Tak lama kemudian setelah mendapatkan informasi dari anak buah Robi yang berkhianat, rombongan Agus Ferdiansyah pun langsung ke arah Mansion kakak'tirinya bersama beberapa pengawal terbaiknya.


Satu jam lamanya tiga unit mobil sudah masuk dalam halaman Mansion langsung dengan gerak cepat anak buahnya menghabisi beberapa penjaga yang ada di depan pintu masuk gerbang Mansion itu.


**** Nyonya Agista yang ada di dalam mendengar keributan dari luar terdengar jelas oleh nya. Apalagi suara Bik Ijah yang memekik begitu kuat.


"Arrrrrrgghhhhhhhh. Tolong.!!


"Bibik.! Ada apa di luar.?" Lirih Agista.


Ia pun langsung berjalan kearah pintu utama, berharap dapat mengunci rumah nya dan meminta pertolongan. Tapi, beberapa orang memakai baju hitam berbadan tegap dan wajah bengis masuk kedalam Mansion.


Agista hanya diam, dan menatap mereka dengan tajam.


"Ini orangnya. Cepat bawa ke Vila untuk di jadikan sandera." Titah salah satu dari mereka.


Agista berlari menuju kamarnya berharap dapat mengunci kamarnya. Dan langsung menelpon Asisten suaminya. Tapi langkahnya terhenti setelah tepuk tangan dari arah belakang beberapa pengawal nya datang.


"Prook......... Prook.......... Prook............ Tepukan tangan seraya berkata oleh lelaki paruh baya itu menghampiri Agista Ferdiansyah.

__ADS_1


"Kakak. Ipar ku bagaimana kabar anda.?" Tanya Agus dengan senyuman manis di buatnya.


"A..... Agu.... Agus......... Kau..... Bajingan. Mau apa kau." Sergah Agista terkejut.


"Hahahahaha. Kau kaget kan. Nyonya Agista.?" Tanya Agus Ferdiansyah.


"Bedebah.......... Kau......... ! Agista dengan kemarahan yang tak tertahan.


"Diam. Bila kau ingin kedua anak mu selamat." Bentak Agus seraya menampar wanita paruh baya itu hingga ia tersungkur dan kepala nya membentur ujung nakas.


"Plak................ Plak.............!


"Arhkkkkkkkkkkkkkkkk......!


"Pekik. Agista. Lalu ia pingsan seketika.


"Cepat bawa ke Vila yang ada di kaki bukit gunung batu daerah Cipanas." Perintah Agus Ferdiansyah kepada para anak buahnya.


"Siap........ Tuan Besar.!!


Sore itu di kediaman Tuan Besar Tedi Ferdiansyah tepatnya di kota kecil yang baru beberapa hari ia tempati. Setelah dua mobil mewah sampai dan berhenti tepat di halaman rumah nya.


Tedi pun langsung mengajak kedua anaknya dan yang lainnya untuk segera masuk ke ruangan keluarga untuk segera berdiskusi.


Setelah mereka semua duduk di kursi ruangan keluarga. tiba tiba telepon pun berdering di saku celana milik Excel anak dari Tedi Ferdiansyah yang duduk di samping Ayah nya.


"Kriiiiing''...............!!


"Kriiiiing.................!!


"Kriiiiing''................!!


Excel segera merogoh ponsel nya dan melihat layar ponselnya, nomor tidak tertera dalam kontak ponsel.


"Hmmmmmmm. Siapa ini?" Tanya Dalam dirinya.


Angkat saja telepon mu anakku." Titah Tedi Ayah nya. Lalu Excel pun menggeser layar nya dari bawah ke atas dan berkata.

__ADS_1


"Halo.


"Dengan siapa ini saya berbicara.?


"Excel bertanya dalam panggilan telepon masuk nya.


"Apakah ini dengan Tuan Muda Excel.?" Tanya si penelepon di sebrang telepon.


"Iyaa..... Saya sendiri. Kalau boleh tahu ini siapa.?" Tanya Excel lalu memperbesar volume panggilan telepon itu agar mereka yang hadir di ruangan itu mendengar nya.


"Tuan Excel sebaiknya kau datang ke Vila yang ada di kaki bukit gunung batu Cipanas Cianjur. Bila Ibu mu mau selamat dan jangan coba coba kau menghubungi atau pun melapor kepada pihak kepolisian. Coba kau lihat video dan beberapa Poto yang saya kirim tentang Nyonya Agista dalam genggaman ku." Ancam seorang lelaki di sebrang telepon langsung mematikan ponselnya.


Tedi Ferdiansyah langsung mengepalkan kedua tangannya, rahang nya pun mengeras. Dirinya bener bener tidak terima istrinya di jadikan sasaran nya. Sungguh, Awan dan yang hadir di ruangan keluarga sangat kesal. Friska menangis terisak setelah melihat kiriman Poto dan video masuk ke ponsel Kakak nya.


"Ayah, mereka mengincar aku seorang. Excel akan menemui mereka yang ada di Gunung Batu." Ucap Excel. Tedi Ferdiansyah menggeleng kan kepala nya tidak setuju dengan perkataan yang terlontar dari anaknya.


"Tuan Robi. Apakah ada rencana untuk membebaskan Nyonya Agista.?" Tanya Awan. Robi langsung menatap kearah pemuda yang baru saja bertanya.


"Jalan satu satunya menyelamatkan Nyonya Agista, dengan menghampirinya membawa Tuan Muda Excel.


"Aku tidak setuju dengan mu Robi. Harus membawa anakku. Aku tahu siapa dalang semua ini, dan bagaimana licik nya dia." Jawab Tedi Ferdiansyah.


"Tapi....... Ayah...... Apa yang di katakan oleh Kak. Robi mereka meminta ku. Untuk datang." Timpal Excel.


"Tuan Besar, Tuan Muda dan Tuan Robi. Mohon maap menyela perkataan nya. Kalian bertiga tidak usah khawatir. Kita akan menyusun rencana untuk penyelamatan Nyonya Agista, dengan mengumpan kan Tuan Muda." Ucap Awan memberi masukan.


"Maksud mu. Nak Awan.?" Tanya Tedi Ferdiansyah penasaran. Begitu juga yang hadir di ruangan keluarga.


"Begini Tuan Besar. Kita turuti keiinginan mereka meminta Tuan Muda Excel untuk datang malam ini. Akan tetapi sebelum putra anda datang. Susupkan beberapa orang orang yang di percaya untuk mengintai di Vila itu, kekuatan pihak musuh.


"Aku. Akan menugaskan Iyus dan Asep Sunandar untuk segera berangkat bersama Tuan Robi dan beberapa pengawal untuk menuju Gunung Batu dan mengintai serta mengintip di lokasi Nyonya Agista di sekap.


Sementara. Aku sendiri akan mendampingi Tuan muda Excel datang menemui mereka tepat pukul 00:00. Ingat kalian berdua dan Tuan Robi. Ketika terjadi perpecahan perkelahian, kalian bersama para pengawal langsung ikut membantu, menyelamatkan Nyonya Agista.


"Untuk Pak Arianto........ Siapkan beberapa anggota kepolisian, untuk siap siaga di saat pertumpahan darah itu terjadi, maka langsung bergerak. Usahakan jangan memakai atribut baju dinas, untuk menghilangkan kecurigaan pihak penculik." Awas memberi masukan dan rencana untuk di jalan kan. Guna menyelamatkan Nyonya Agista.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2