
Di dalam ruangan beralas tikar seorang wanita sedang merasakan seluruh tubuhnya kegerahan, tampak terlihat seperti cacing kepanasan. Antara sadar dan tidak Seluruh tubuhnya di sisi kiri mulai terasa gatal, telapak tangan, jari-jari, dan kuku, bahkan bagian bawah telapak kaki.
Dalam beberapa menit, sensasi itu menyebar ke daerah kelamin nya dan gatal menjadi menyakitkan yang intens. Cara terbaik yang bisa di gambarkan adalah ini membuat merasa seperti ada sesuatu di bawah kulit saya yang mencoba untuk keluar.
Perasaan gatal itu membuat wanita ini berpikir Ia harus melakukan hubungan badan, rasa gatal di bagian kiri tubuhnya mulai muncul dan pindah ke daerah genitalnya.
"Orgasme menjadi satu-satunya bantuan sementara." Gejolak batin wanita itu.
Reaksi obat yang di berikan oleh Kobra, sudah tampak di rasakan oleh wanita yang di baru saja malam itu suaminya di bunuh.
"Ketua. Obat nya sudah bereaksi. Jangan di lama lama kan lagi segera cicipi tubuh wanita itu." Kata Kobra.!!
"Santai........... Kobra....... Saya melihat wanita itu tersiksa dengan epek obat yang kau berikan, sudah membuat pusaka ku menjulang tinggi keatas." Kata Rantai Bumi. Tangan nya masuk kedalam kolor dan mengurut ngurut pusaka warisannya.!
"Busyet...........! Ketua.!! Itu tangan ngapain, masuk kedalam celana." Kaget Kobra.!!
"Hahahaha.......!! Ini pusaka gue.! Sudah tegak berdiri.." Ucap Rantai Bumi memperlihatkan kepada Kobra.!!
"Anjir. Oray Bedul..... Hitam melekat, dan Buntet.!! Hihihihi." Kobra cekikikan.
"Walaupun Pusaka warisan gue Buntet. Pendek !! Tapi kalau masalah bermain jangan di anggap remeh. Bisa dua jam lebih." Kata Rantai Bumi Jumawa.!!
"Buktikan. Ketua..... Ayo lakukan.!! Titah Kobra..... Rantai Bumi pun melangkah, seraya membuka kolor nya hingga Pusaka warisan leluhur nya tegak ke depan dengan warna hitam yang mengkilat.
Kobra sendiri aktip.! Bermain di pusaka miliknya.!! Ia sudah terangsang, melihat wanita itu sudah tak kuat menahan gairah nya. Hingga tangannya aktif di dua buah gunung yang tidak terlalu besar tapi terlihat seksi.
Wanita itu sudah mengangkang, tampak terlihat rumput rumput hitam yang menembus pembungkus goa sigotaka milik nya. Rantai Bumi pun langsung menarik pembungkus itu hingga terlihat jelas goa kecil yang keluar air berlendir dari dalam goa sigotaka.
__ADS_1
Lidah nya Ia julurkan dari kiri ke kanan, dengan mata tak berkedip, melihat pemandangan surgawi yang begitu menggairahkan. Sementara Lara sendiri dalam hatinya bergejolak antara melawan dan membiarkan nya.
Birahi yang melanda nya, membuat seluruh tubuh nya lemas tak berdaya, hanya sebuah kepasrahan saja yang Ia terima malam ini, sekaligus obat penyembuh dari penyakit yang kini di alami oleh wanita itu.
"Bleszzzzzzzzz.....................!!
"Akhk................." Erang wanita itu, ketika salah satu benda keras masuk dalam goa sigotaka, Rasa gatal yang dari tadi di alami oleh Lara berubah menjadi rasa nikmat yang teramat amat dahsyat.!!
"Wow.......... Gila..... Bener bener gila...... Goa sigotaka milik wanita ini sangat legit, pusaka milik ku seperti sedang di urut urut oleh seorang bidadari yang turun dari kahyangan." Ucap Rantai Bumi dalam hati.
Gerakan erotis pinggul yang di lancarkan oleh Lara, membuat kedua mata Rantai Bumi melotot, tampak warna putih kedua mata nya terlihat jelas. Rantai Bumi pun kini ikut mengimbangi serangan serangan oleh Lara dengan cara memaju mundurkan pinggang nya.!!
"Ceplak.... Ceplok..... Plak.... Plok...... Plak..... Plok.....!!
"Ahk.......... Ohk......... Uhk..............!! Suara mereka berdua Lara dan Rantai Bumi saling bersamaan di malam itu.
Tampak terdengar suara indah dari dua insan yang berbeda jenis kelamin itu, ketika pertarungan itu sudah di mulai, Kobra menjadi saksi bisu bagi mereka berdua yang sedang di Landa birahi.!!
Baru saja pertempuran itu berlangsung sepuluh menit, Siti Lara yang sudah terbius oleh obat perangsang dengan dosis tinggi, membuat Rantai Bumi tak berdaya, pertahanan nya jebol saat itu, Lava panas pun menyembur tepat di Goa sigotaka milik wanita tersebut.
"Akhhhhhhhhhhhhhhhh................... Gila...... Edan..... Sinting....... Gelo sia........ Bener bener....... Goa sia..... Super super hebat........." Racau Rantai Bumi, ketika semburan Lava panas keluar dari pusaka warisan leluhur nya, seketika tubuhnya langsung menggelosoh di badan wanita itu dengan cucuran keringat bercucuran.!!
********
"Ketua....... Ketua........ Ketua........!! Kata Kadir dan Sueb bersamaan.
Tetapi Lelaki itu tak menyahut nya, Ia masih menatap kearah depan dengan tatapan mata yang kosong, Seolah olah Rantai Bumi pikiran nya sedang menghayal atau pun sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Ketua............!!
"BRukk.............!!
"Ehk.......... Kobra.... Sekarang giliran loe." Kata Rantai Bumi bersuara sekena nya, lamunannya buyar ketika salah seorang anak buahnya memukul bahu nya, karna dari tadi di sahut sahut tak merespon.
"Hmmmmmm. Ketua anda sedang menghayal siapa. Di sini tidak ada saudara Kobra.?" Tanya Kadir. Garuk garuk kepalanya.!!
Rantai, bumi celingukan ke kiri dan kanan..... "Hmmmmm Barusan gue hanya melamun tapi tampak nyata dan Pusaka warisan leluhur ku tegang dan keluar cairan." Ucap Rantai Bumi dalam hatinya.
"Ketua....... " Sahut kembali Kadir.!! Dia melihat Ketua nya masih dalam keadaan bingung akibat melamun.!!
"Iya....... Sory Dir......!! Gue melamun, memikirkan istri dan anakku, sudah hampir dua bulan belum pulang kampung." Jawab Rantai Bumi berbohong. Jelaslah tadi dia menertawakan anak buah nya tentang wanita yang ada dalam lamunan nya saat ini.
"Ketua Tiga puluh menit lagi sampai pada lokasi yang di kirim oleh Kobra. Tetapi pas tadi di jalan perapatan yang mengarah kearah Pacet, tampak beberapa motor cross dan mobil kepolisian menuju arah dimana lokasi yang di kirimkan oleh Kobra." Kata Kadir memberitahu kan.!!
"Kemungkinan. Para pengendara motor cross dan mobil kepolisian itu, menuju kearah penyergapan yang di lakukan oleh Kobra dan Cungkring serta beberapa para preman kita. Apakah kita akan terus melanjutkan menuju lokasi yang di kirim oleh Kobra.?" Kini Sueb yang bertanya kepada Ketua nya itu.
"Kita lihat dulu..Tetapi dari kejauhan ketika lima ratus meter lagi sampai ke titik lokasi, kita kita turun dan langsung memantau dari kejauhan." Titah Rantai Bumi.
"Siap.!! Ketua.!!
"Lest' Go'...........!! Kata Kadir.!!
Tak lama kemudian, Mobil Xenia pun kini sudah hampir tiba di lokasi yang di kirimkan oleh Kobra, Rantai Bumi dan kedua anak buahnya lalu, turun dari mobil tersebut berjalan di area semak belukar, untuk melihat dari kejauhan lokasi tersebut.
Tampak terlihat jelas oleh mereka bertiga, seorang pemuda yang sedang berkelahi dengan seorang wanita yang mereka tahu bahwa wanita itu anak Dukun santet, dan pemuda yang menjadi lawannya adalah Muhammad Awan Pratama. Target mereka.!!
__ADS_1
Bersambung.
Mohon maap mantenan author saat ini sedang sibuk di dunia nyata, jadi posting nya telat dan bila ada kesalahan mohon di info kan dalam komen