
"Duarrrrrrrr..........................!!
"Duarrrrrrrr..........................!!
"Duarrrrrrrr..........................!!
Kilatan petir menjalar tepat di atas gunung itu dengan di iringi suara geledek yang memekakkan telinga mereka berenam... Refleks mereka pun membaca.. "Audzubillahhiminassyaitoonirrojim.
"Sudah saatnya.. Ayo kita bergerak.." Ajak Aden Haruman.. Mereka pun langsung mengangguk dan langsung terbang secara terpisah satu sama lain..
Purnama Siddik langsung menuju ke tempat dimana.. Azzahra Masika Fatharani dan Cucu nya Lisnawati berada bersama Mama Haji Jalaludin..
Sementara Abah Kusuma melindungi serangan yang di lancarkan oleh dukun dari Duo Holding Company Group melalui dukun dari negri sebrang untuk menyerang secara ghaib kepada Robi dan Irsyad Maulana yang sedang membuntuti Moch Rojak untuk menghadirkan dua umpan agar Muhammad Awan Pratama bisa lemah dan tak berdaya melawannya..
Aden Haruman dan sahabatnya Kiayi Mangku Bumi, akan melawan dukun anak dari Abah Enji Sutardi yang kekuatan nya sangat kuat.. Sekaligus menyelamatkan Tuan Tang Tang Dor dan istrinya, yang kemungkinan Sukma mereka berdua di bawa ke alam ghaib.
Yang terakhir Abah Juned langsung terbang menuju Gunung Kanyang untuk menemui Abah Suryana yang telah menunggu nya, mereka berdua di tugaskan oleh Aden Haruman untuk membantu serangan dari paranormal lainnya yang di datangkan oleh Tuan Muda Jabar..
Semua sudah bergerak dengan tugas dan tanggung jawab masing masing.. Ini akan menjadi akhir dari perjalanan Pemuda Hebat Seperti Dewa apakah akan berakhir dengan kemenangan atau terpuruk dengan sebuah kekalahan.
Sementara di alam nyata sendiri... Muhammad Awan Pratama yang sedang mengungkapkan perasaan kepada gadis yang selama ini ada dalam hati nya tiba tiba ponselnya berdering dan panggilan telepon pun segera di angkat oleh nya.
"Halo Tuan Robi. Ada apa anda menelepon ku malam ini.?" Tanya Awan kepada si penelpon yang ternyata adalah Tuan Robi Asisten dari Tedi Ferdiansyah.
"Maaf Tuan Awan jika panggilan ku mengganggu waktu acara anda. Tapi sesuai rencana yang sudah kita bicarakan tempo dulu. Bahwa perintah dari anda sudah berada dalam genggaman anak buah kita...." Jawab Tuan Robi di sebrang telepon.
__ADS_1
"Aku mendengarkan, silahkan anda sampaikan hal penting itu.'' Kata Awan berjalan menuju pinggir lantai atas.
"Begini Tuan Awan. Anak buah ku.. Sudah mengetahui lokasi keberadaan Moch Aidil dan Moch Ahmad yang di sekap oleh sang penghianat di internal perusahaan Ismail Group. Posisi saat ini mereka berdua akan di bawa langsung oleh Moch Jabar dan akan di bawa kehadapan anda.." Terang Robi menjelaskan dalam panggilan telepon.
"Tuan Robi..... Ke hadapan ku....." Awan berkerut keningnya..
"Iya Tuan Awan.... Orang dari Duo Holding Company Group yakin bahwa, mereka akan berhasil mengalahkan kekuatan anda dan berhasil menangkap anda beserta Nona Muda Nabil Nur Fadillah bersama Nyonya Azzahra Masika Fatharani.." Kata Robi menjelaskan informasi dari sang anak buahnya.
"Hmmmmmmmmm'' Begitu ya.... Baiklah Tuan Robi... Aku akan menunggu nya di kota kecil ku.... Sebaiknya anda segera bertindak dan kita bertemu di tempat yang sudah kita sepakati.." Kata Awan membeli perintah..
"Siap Tuan Muda Awan.... Lalu panggilan telepon pun berakhir...!!
Awan pun langsung membalikkan badannya dan berjalan kearah ketiga sahabat dan yang lainnya.. Lalu seperti biasa seolah olah tidak ada sesuatu yang terjadi.
"Sudah yank....." Balas Awan manja..!!
"Dari siapa emang kak yang barusan nelepon.?" Tanya Nabil penasaran.
"Tuan Robi, Asisten perusahaan Future Nugraha Company Group.. Biasa ada sesuatu yang di informasikan kepada kakak.." Jawab Awan santai..
"Ohk.........." Ucap nya singkat...!
"Kiara............... " Kata Awan... Sambil mengerutkan kening nya memberi kode rahasia.. Kiara pun mengerti, lalu berpura pura meminta Ijin kepada Mira dan Irma serta yang lainnya, ingin buang air kecil.
Kiara dengan terburu buru langsung melangkah menuju pintu keluar. Kedua sahabatnya tidak ada rasa curiga sedikitpun, mereka berdua berpikir bahwa Kiara memang ingin ke kamar mandi.. Berbeda dengan Awan serta Lara dan kedua pasangan suami istri setengah baya yang menatap penuh harap kepada gadis bernama Kiara Agusta Indriani itu.
__ADS_1
Sesuai rencana yang sudah di tetapkan oleh Awan.... Bahwa ketika Kiara berjalan menuju sebuah kamar mandi untuk sekedar buang air kecil... Orang orang dari preman Kang Dayat sudah menunggu nya.
"Happ.......... Jangan berteriak sebaiknya kau ikuti perintah saya bila mau nyawa mu selamat.." Kata lelaki memakai pakaian koki restoran menodongkan pisau dari arah belakang ke leher putih gadis yang baru keluar dari kamar mandi.
Kiara hanya pasrah dan emang ending dari rencana Muhammad Awan Pratama yang di harapkan oleh nya, di tangkap oleh pihak musuh untuk mengetahui dimana letak markas besar orang orang dari Holding Company Group, selain di Vila yang tak jauh dari restoran tersebut.
"Baiklah... Aku tak akan berteriak.. Tetapi siapakah anda dan apa salahku..?" Tanya Kiara berpura pura.
"Saya hanya di suruh untuk menangkap anda Nona Kiara dan kedua sahabat mu..... Kesalahan anda adalah karna menjadi sahabat dari musuh Ketua saya yang di beri tugas untuk menangkap nya.." Jawab lelaki yang telah menodong kan pisau nya..
"Tenang aja Nona Kiara.. Aku tidak akan membunuhmu bila kau mau bekerjasama denganku.... Sebaiknya kita sekarang jalan dan anda jangan berani berani untuk lari dari hadapan ku.." Sambung lelaki itu sambil mengancam. Kiara pun hanya mengangguk dan tak ada rasa takut sedikitpun, karna Ia percaya Awan sahabat nya akan menyelamatkan nyawa nya.
Kiara pun langsung berjalan menuju arah lifs dengan di ikuti oleh lelaki yang memakai baju koki itu... Sesampainya di pintu lifs mereka berdua masuk dan memencet tombol lantai bawah untuk membawanya ke pintu keluar restoran mewah berkelas internasional itu.
Di tempat lain nya Friska pun sudah menjalankan rencananya dengan berpura pura keluar bersama dengan Siti Lara.. Agar mudah di tangkap oleh para preman anak buahnya Jamil yang sudah di kasih pelajaran oleh kelima anak buah Mister Brown...
"Hahahaha..... Hahahaha...... Hahahahaha...... Kita akan kaya... Kita akan banyak uang.. Gelak tawa dalam mobil yang di kendarai oleh Iksan... Ketika dengan mudahnya Nona Muda Friska dan Siti Lara berada dalam genggaman mereka..
"Betul sekali bos Iksan.... Kita sebentar lagi akan menerima upah yang lumayan tinggi dari bos Jamil... Setelah tugas yang di berikan berjalan dengan baik dan berhasil menangkap buruan kita.." Ucap Preman yang memegang kendali Friska dan Siti Lara..
"Ayo.... Supir gas Ken kita langsung ke markas yang ada di Vila Cibodas.. Dan baru mendapatkan kabar bahwa anak buah Ketua Preman pasar induk juga sudah berhasil menangkap salah satu dari ketiga sahabat pemuda hebat seperti dewa itu.." Titah Ikhsan..
"Wah.... Mantap Bos Iksan..... Gass keun ahk..." Ujar Supir yang membawa Friska dan Siti Lara..!
Bersambung.
__ADS_1